
{ Part 1 : Pagi yang melelahkan }
"Hoamm...."
Perlahan tapi pasti 1 per 1 anggota GoD squad terbangun dan mulai peregangan seperti biasa, Nesya juga dah bangun pagi² biar bisa masak makanan banyak. Dia memasak sop daging sapi, sambal goreng kentamenanak nasi dengan rice cooker, membuat susu untuk yang terbiasa minum susu pagi².
"Hum... wangi makanannya enak nih.. uhuk uhuk, tapi aromanya bikin batuk juga."
"He em.. uhuk uhuk."
Mereka semua pergi ke ruang makan, disana udah ada nasi yang udah mateng, sop daging sapi, juga teh hangat manis. Ada juga susu coklat dan putih.
"Oh.. kalian dah pada bangun, ayo sarapan dulu."
"Terima kasih Nesya."
"😊, makanlah."
Nesya pun memanggil semua orang, setelah itu mereka makan. Selamat makan!.
SKIP
SKIP
SKIP
Nesya dan yang lain saat ini sudah selesai membereskan dan membersihkan halaman belakang bekas party tadi malem, mereka duduk di tanah sembari beristirahat.
"Capek juga ya."
"He em."
"Aduh.. badan gue pegel²."
Begitulah keluhan mereka. Mereka melanjutkan aktifitas seperti biasanya, Nesya sendiri saat ini sedang memantau perusahaannya di dalam kamar yang sudah dia pasang kedap suara.
"Oh... jadi anggota dewan juga akan turut andil dalam permainan ini," gumam Nesya.
"😏."
"Hahahaha... mereka, mau bermain dengan ku? puft... hahahaha, lucu sekali."
Nesya tertawa sendiri melihat apa yang terjadi di pasar saham, saham miliknya terus berada di atas padahal ada banyak perusahaan besar yang sedang menawar untuk 0,05% sahamnya dari jumlah keseluruhan. Saham yang paling tak berguna pun dibeli dengan harga tinggi.
Tapi ada yang membuatnya kesal, sebuah perusahaan besar bernama ALE'IN Company berusaha menyainginya bahkan kini hampir menyamai beberapa anak perusahaan LV company.
"Ck ck ck ck ck ck, mereka ini mencoba membuat kerajaan bisnis ya? atau mau merebut roda bisnis dariku? benar² buta."
Nesya merasa makin kesal karna aktifitas nya diganggu oleh seseorang diluar, Nesya menyuruh nya masuk. Kini mereka semua ada di dalam kamar Nesya, Leon dkk + Vyone, Vier dan Lyra + Satya + Dean dan ada Doni juga.
"Ada apa?," tanya Nesya karna mereka membawa laptop.
"Kau tau perusahaan ALE'IN company?," tanya Doni balik, Nesya mengangguk.
"Dia sudah berani mengusik kerajaan bisnis mu," jawab Arya.
"Saya tau."
Percakapan mereka menjadi serius saat menggunakan bahasa formal atau aku-kamu.
"Vlyraft coorporation tiba² mendapat notifikasi error dari beberapa game virtual yang kurang menguntungkan, beberapa pelanggan memprotes ini membuatku kesal saja, bisakah kau mengecek satelit khusus kita?," tanya Vyone dengan wajah kusut sambil memperhatikan laptopnya.
"Beberapa anak perusahaan minyak keluarga Arashi juga di beli mereka, ALE'IN company. Kau bisa membantu kami? sebagai gantinya kami akan berada di bawah kendali B'B company, yang artinya akan menjadi milikmu," sahut Doni dengan wajah serius.
"Hm... kenapa kau ingin perusahaan keluarga Arashi ada di tanganku?," tanya Nesya.
"Karna apabila perusahaan kami berdiri sendiri, mereka akan melakukan cara kotor demi menghancurkan kami dan asal kalian tau saja kami hampir bangkrut akibat kelakuan mereka itu lagipula kami juga akan berganti profesi, untuk alasan kenapa berganti profesi adalah persediaan minyak semakin menipis di bumi ini."
"Perusahaanku juga tiba² memperoleh e-mail bahwa beberapa anak perusahaan kami di ambil."
"Tolong bantu kami, ini juga mengancam kerajaan bisnis mu."
"Kita ke markas, sekarang!," perintah Nesya mutlak.
Mereka pun menelpon orang untuk menjemput di villa, sebagian dari mereka membawa anggota GoD squad kembali ke rumah masing² sedangkan Nesya dkk pergi ke markas yang berarti Mansion Night Clair.
Nesya mengganti pakaiannya dengan setelan jas khususnya, dia memakai topeng juga memanggil semua bawahannya ke mansion Night Clair.
Secepat mungkin mereka datang ke mansion Night Clair, Nesya langsung pergi ke tempat rahasianya yang sudah diketahui teman²nya sejak lama.
"Hah.. pagi yang melelahkan, mereka itu membuatku kesal."
Keluh Nesya saat dia berada di ruangan khususnya yang dia beri nama NeoRoom karena disana banyak alat canggih yang ga ditemukan di dunia.
~oOo~
{ Part 2 : Kerajaan bisnis }
Di dalam NeoRoom Nesya hanya duduk dan memainkan laptopnya juga dengan Three B di sampingnya, sistem yang menjaga merupakan anak sistem dari pusat di Thick Mist Island, namanya adalah Mimpi/Dream.
"Mimpi, apa yang dilakukan mata² kita?," tanya Nesya.
'Agen F3 sedang berada di jalan xxxx bersama rombongan nya.'
"Benarkah? apa yang akan mereka lakukan?."
'Kemungkinan besar mereka akan menyerang organisasi.'
Author : Mungkin organisasi lain atau organisasi nya sendiri? entahlah
"Hm... Lav, bisa kau keluar sebentar?."
Perlahan tubuh Lav terbentuk di samping Nesya dari yang sebelumnya butiran cahaya menjadi seorang loli yang cantik dan imut.
"Master! apa ada yang bisa Lav bantu?."
"Duduklah dan lihat pertujukannya."
Perintah Nesya langsung dituruti Lav, dia duduk di kursi samping Nesya. Tak lama teman²nya pun datang, mereka tak terkejut melihat Lav. Meski mereka anggota khusus tapi mereka ga dapet ijin untuk mengakses mimpi, ya paling cuma Leon yang boleh karna dia wakil nya kan.
"Sepertinya akan ada pertunjukkan," ujar Dika.
"He'em, lihat saja sampai akhir," balas Nesya dengan senyumannya.
Sedangkan saat ini Doni, Satya dan Dean berada di ruang khusus lantai 3. Mereka ga bisa masuk ke NeoRoom karna bukan anggota khusus.
"Eits.. apa²an itu? mereka menggunakan Black bear untuk menyerang?," Dean terkejut melihat pasukan Black bear yang datang dengan persenjataan lengkap.
Dean, Satya dan Doni menggunakan proyektor hologram untuk bisa melihat situasi diluar selain itu di dalam sana terdapat pula Lani yang membawa berkas.
"Tuan Doni, silahkan tanda tangani berkas ini. Ini perintah nona, nona bilang tuan Doni harus menepati janji," ujar Lani sambil memberikan berkas.
Doni pun membaca berkas itu, betapa terkejutnya dia mengetahui Nesya hanya akan mengambil 1 anak perusahaan Arashi grup dan 10% saham di perusahaan pusat.
'Tandatangani lah, Doni,' ujar Nesya yang dapat di dengar Lani, Doni, Satya dan Dean juga teman²nya yang lain.
Doni pun menandatanganinya tanpa ragu, Nesya tampak puas melihatnya dari kamera.
"Mari kita mulai, permainannya," gumam Nesya, Lav tampak bersemangat sedangkan yang lain penasaran.
Saat semua sampai di lapisan perlindungan pertama mereka bisa menerobos masuk membuat yang lain terbelalak kecuali Nesya dengan senyum yang ga pernah luntur.
"Ba bagaimana mungkin? SISTEM LIGHT PROTECTOR BERHASIL DI TEMBUS?," tanya Vyone terkejut karna dia sampe terpental karna mencoba masuk.
"Tidak, saat ini perlindungan Light Protector sedang dikembangkan kembali, lagipula saat ini sistem sedang tidur jadi mereka hanya beruntung atau... mereka memang bisa masuk karna ada pengkhianat," jawab Leon tenang tapi kemudian dia merasa jengkel sendiri.
Sama seperti Leon yang lain juga merasa jengkel, kenapa Nesya mengaktifkan mode tidur sistem disaat begini? ck!. Mereka menatap Nesya tajam dan Nesya? dia ga terpengaruh tuh.
"Mimpi, aktifkan alarm keamanan di sekitar mansion," perintah Nesya.
'Baik, nona,' jawab Mimpi dengan sigap.
Diluar mansion
Alarm keamanan pun berbunyi, mengejutkan semua orang termasuk para ketua divisi.
"APA?!! SISTEM PERLINDUNGAN LIGHT PROTECTOR BERHASIL DITEMBUS MEREKA?!!," pak Dicky terkejut sampai berteriak.
"HAH?!!."
Para ketua divisi yang sebelumnya duduk tenang di ruang pertemuan gedung aula menjadi terkejut hingga berdiri dari duduknya, semua divisi baik itu kekuatan sampai kelautan ikut terkejut.
"Mimpi, kirimkan perintah diam dan tetap jalan pada divisi kelautan."
'Baik, nona.'
Divisi kelautan di samudra sana diliputi kecemasan, mungkin masih ada waktu karna mereka belum jauh dari pelabuhan kota C, mereka bisa putar balik tapi nanti Nesya bakal marah akhirnya Karina selaku pemimpin pun tetap meninggalkan pelabuhan kota C, dia tau sahabat sekaligus kakaknya itu bisa menangani kuman² seperti Black bear(?) atau juga trik kotor ALE'IN company.
Kembali ke mansion Night Clair
"Mimpi, berikan perintah pada seluruh ketua divisi supaya tetap tenang dan siaga."
'Baik, nona.'
'Ayo kita bermain Black bear, aku sudah tau semuanya. Kalian bekerja sama dengan ALE'IN company dan juga perserikatan mahluk asing yang ingin meng-invasi bumi kan? sayangnya bumi berada di tanganku. Jangan harap bisa menang, haha😈,' batin Nesya tertawa jahat.
Sekilas Leon dan Lav yang berada di sampingnya dapat melihat seringaian kejam dalam mata indah Nesya, sedangkan yang lain masih fokus dengan para penyerang bodoh itu.
Saat ini perusahaan ALE'IN company juga sedang mencoba menerobos keamanan IT B'B company, mereka mungkin bisa menembus lapisan pertama tapi kita lihat apa mereka bisa menembus sampai info Mimpi dan Thick Mist Island? mari kita lihat.
Ah juga tentang pertempuran ini bukan hanya berpusat pada kekuatan tapi juga bisnis milik B'B company, mereka ingin menghancurkan Nesya dkk dulu baru menginvasi planet rupanya, ck ck ck ck pilihan yang sangat tidak tepat.
Saat ini jika di deskripsikan, kerajaan bisnis Nesya berada di puncak sedangkan perusahaan ALE'IN company berada jauh di bawah sana. Bahkan untuk Nesya saat ini dia bagai berada di sebuah singgasana mewah yang dikelilingi perlindungan super hebat sedangkan para penyerang berada di gerbang paling bawah kerajaan.
"Apakah kau tak akan turun tangan? kerajaan bisnis mu dalam bahaya lho," celetuk Lyra sambil menatap Nesya bingung.
Senyuman sempat hilang dari wajah Nesya kemudian senyuman mengerikan itu kembali tampak, bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya.
"Aku. punya. rencana, lihat. dan. saksikan."
Perkataaan Nesya yang terbata bata mengundang rasa penasaran lebih dari teman²nya.
~oOo~
__ADS_1
{ Part 3 : Kekuatan kerajaan bisnis Nesya }
Para anggota divisi kekuatan dan kecepatan pun keluar, hanya wakil divisi yang diperintah kesana juga yang bertarung jika perang antar mafia ini pecah adalah para junior, kenapa? karna para senior mereka pasti mentalnya sudah sekeras baja beda sama para junior yang mentalnya masih pada empuk² kaya marsmellow.
Anggota divisi IT juga menurunkan para junior bukan anggota senior, para ketua divisi pun hanya mengawasi sedangkan wakilnya mengatur sedemikian rupa supaya suatu saat nanti bisa menggantikan ketua divisi.
"Kau menggunakan ini sebagai ajang latihan? ternyata Nesya licik juga ya," ujar Satya dengan smirknya.
"Hahahaha... seharusnya kalian tau, aku menjadi seperti ini akibatnya apa. Aku mendirikan semua usahaku dengan susah payah dan tentunya dengan otakku. Kalau aku tidak licik, bagaimana mungkin TBB, TAC, Guardian dan perusahaan ku lainnya bisa berkembang sampai sekuat ini? hahaha.. jangan jadi orang naif dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi hahaha😈."
Tawa dan ucapan Nesya membuat teman²nya memasang smirk, pada pekerja di mansion Night Clair berkumpul dan menyaksikan pertarungan di luar dengan proyektor hologram sama seperti Satya, Dean dan Doni.
Bagian luar markas TBB
"📢HOI! KELUAR KALIAN SEMUA!! KALIAN HANYA ORANG² PAYAH YANG CUMA BERSEMBUNYI DI BALIK PERALATAN CANGGIH. JIKA KALIAN TAKUT MELAWAN KAMI, MAKA SERAHKAN SEMUA YANG KALIAN MILIKI DAN JADI BUDAK KAMI HAHA😈," salah satu diantara mereka berteriak dengan toa membuat Nesya tertawa.
"Hahaha.. budak? seharusnya kalian yang jadi budak kami, sekarang kutanya balik. Hanya untuk harta yang membuat kalian menyerang kami? ck ck ck ck ck. Terlalu bodoh, terlalu payah dan terlalu ****!," ujar Lyra yang dapat di dengar melalui pengeras suara yang ada diluar markas.
"APAAA?!!!."
Para jendral mafia di tim penyerang itu menjadi geram, teman² Nesya yang melihat itu makin tertawa.
"Mimpi, bagaimana keadaan F3?," tanya Nesya perlahan.
'Agen F3 sedang menjalankan misi dengan begitu baik nona bahkan mendapat banyak sekali informasi berguna, mungkin nona dapat menginterograsinya saat dia kembali.'
"Bagus! tetap pantau dunia ini, jika ada yang berusaha menginvasi lagi, segera beritahu kami."
'Baik, nona.'
Percakapan mereka terhenti.
"Agen F3? siapa dia dan ada apa dengan dia? apakah misinya begitu sulit sampai dia butuh beberapa bulan menyelesaikannya?," tanya Arya bingung.
"Bukan... hanya saja misi yang dia jalankan perlu waktu tapi aku tak tau apa yang dia lakukan, dan untuk siapa dia nanti kalian akan tau sendiri," jawab Nesya.
Pihak musuh mengeluarkan banyak sekali robot juga pesawat tempur, mereka niat perang banget ya? ck ck ck ck untunglah pihak divisi baru, divisi udara bisa menghalau mereka. Divisi ini memang belum berusia 1 tahun tapi kemampuan mereka juga lumayan selain itu kali ini para junior yang turun tangan.
"Hei... mereka itu juga menggunakan teknologi, masih saja mengatai kami seperti itu! huh... akan kucincang kalian," geram Vyone dengan kemarahan yang terlihat jelas.
"Ssshhhtt," bisik Lav.
Semuanya kembali fokus pada pertarungan itu.
"Kalian bisa bicara sesuka kalian tapi jangan kelewat batas dan pancinglah emosi mereka," ujar Nesya pelan dengan senyum devilnya.
"Hei.. kalian ini benar² bodoh ya!," kesal Vyone.
"Haha.. tak punya otak."
"Otak dengkul hahaha."
"Bodoh."
"Hahaha😈."
Suara mereka terdengar jelas di telinga para penyerang membuat mereka kesal setengah mati.
Ngomong² soal robot, mereka mengirim sekitar 100 robot tempur juga 50 pesawat tempur dan 10 robot raksasa. Dan sepertinya mereka agak meremehkan Nesya.
Blarr
Duarr
Psiuu
Suara-suara pertempuran terdengar begitu nyaring, untung saja warga disekitar sana adalah anggota TBB jadi mereka punya reflek cepat untuk mengungsi dan berlindung.
Teman-teman Nesya mengepal erat dengan wajah masam, mereka harus menyaksikan alam yang sudah mereka jaga rusak begitu saja? hah... ingin rasanya Author mencincang mereka dan Author kasih makan empus Author, kalo perlu organnya sini Author jual!.
"Akan kubunuh mereka semua," geram Feter dengan aura mencekam.
Semua juga mengeluarkan aura mencekam kecuali Nesya dan Leon, Leon mungkin tampak tenang tapi sebenarnya dia sangat kesal juga penasaran kenapa Nesya diam saja melihat ini? padahal dia paling benci jika alamnya di rusak.
'Apa kau punya rencana tentang ini semua atau kau memang sudah menembus tingkat selanjutnya? sehingga bisa mengembalikan alam seperti semula? oh Lord tertinggi, apa yang sebenarnya gadis ini pikirkan?,' batin Leon menjerit.
'Tuan, sepertinya ini bagian dari rencana nyonya! masa iya nyonya begitu tenang saat ini,' saran Candy dengan telepati.
'Mungkin kau benar,' balas Leon.
'Lav, kembalilah,' perintah Nesya melalui telepati.
'Yah....'
'Nanti kubelikan banyak permen.'
'Baik, master!.'
Lav kembali bersemangat dan langsung masuk ke ruang dimensi Nesya, teman² yang lain tak menyadarinya kecuali Leon yang melamun.
"Mimpi, beri kode pada agen F3," perintah Nesya.
'Tentu.'
Saat ini banyak sekali besi dan debu yang terlempar kemana mana, membuat pemandangan jadi agak kabur tapi berkat kacamata khusus mereka bisa melihat dengan jelas.
"Mimpi, tarik kembali seluruh infestasi di perusahaan ALE'IN company," perintah Nesya saat itu membuat semuanya berteriak histeris.
"NESYAAA!!."
"😁."
Respon Neaya hanyalah cengiran khasnya.
"K kau beraninya berinfestasi di perusahaan berengsek itu!," kesal Doni.
"Kenapa kau marah? aku tak berinfestasi atas nama B'B, LV ataupun semua perusahaan di tanganku."
"A.. APAA?!!."
Lagi lagi mereka dibuat terkejut, lalu Nesya berinfestasi dengan cara apa? astaga... membingungkan.
"Kau menggunakan nama agenmu itu?," tebak Leon.
"Hm... maybe😏," balas Nesya membuat mereka sweatdrop.
Kembali ke luar markas
Mereka semua sibuk bertarung bahkan ada 1 vs 1 di tengah pertempuran, pihak lawan mulai terpojok. Mereka pun mulai meminta bantuan, seperti dugaan bantuan mereka sangatlah banyak.
1000 robot tempur, 200 pesawat tempur dan 50 robot raksasa, kalian nanya kenapa bisa mereka dateng sebanyak itu? karna ada semacam ruang dimensi yang menghubungkan beberapa tempat hingga membuat anggota TBB tersentak, dengan itu mereka bisa mengirim banyak sekali robot dari planet lain. Bukankah itu curang?.
"Hahaha😈, mereka mulai serius ya..? baiklah, ayo kita bermain supaya lebih seru," gumam Nesya.
"Mimpi, perintahkan gelombang pertahanan 1.2 untuk mengganti gelombang pertahanan 1.1," perintah Nesya.
'Perintah sudah terkirim.'
"Lumayan ya, tapi.. kau akan menurunkan pasukan robotmu? walau perlindungan bagian markas di tahan Light Protector tetapi tetap saja itu membuat kerusakan walau ga banyak, juga saat ini perlindungan sistem melemah karna dalam mode tidur," ujar Dean begitu mengamati bagian dalam markas.
"...."
"Ha... hahaha😈, belum saatnya aku menunjukkan kartu AS ku bukan? mereka saja belum menunjukkan kartu AS yang mereka punya," setelah diam sebentar tawa Nesya pecah.
'Kartu AS apa yang dimiliki Nesya? sepertinya ini akan mengerikan,' batin mereka.
Disituasi diluar benar² kacau, anehnya bagian lain dari markas ga ada yang rusak kecuali gerbang yang berusaha di tembus, dalam ruang dimensi Lav sibuk berkutat dengan 5 laptop, dia cerdas dan jenius jadi jangan bingung kalo dia bisa mengoperasikan semua alat itu.
Lav memasukkan sistem 'Mimpi' ke dalam semua laptop di depannya, dengan begitu dimanapun Nesya berada dia bisa memerintahkan Mimpi untuk bekerja.
~oOo~
{ Part 4 : jebakan }
Pertempuran sudah berlangsung selama 15 menit, belum ada pihak yang menyerah ataupun menang. Nesya mengawasi semua keadaan markas dengan matanya yang jeli dan cepat.
"Mimpi, apa Guardian datang juga?."
'Tidak, seperti perintah nona.'
"Baguslah."
"Apa yang sebenarnya kau pikirkan, Nesya?."
Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Leon dan Feter secara bersamaan tanpa kontak apapun, semua orang yang mendengar itu pun memandang ke arah Nesya.
"Ada permainan bagus, tidak mungkin kan kulewatkan begitu saja," jawab Nesya santai.
DUAARR!!!
Suara yang begitu keras membuat sahabat² Nesya terkejut, Nesya diam di kursinya sambil menatap monitor.
"Sungguh? pertahanan 1.2 sampai 1.4 di tembus karna serangan tadi?," tanya Nesya membuat teman²nya terbelalak.
"YANG BENAR SAJA!! NESYA! KAU HARUS BERTINDAK ATAU INI SEMUA AKAN HANCUR!!," seru Lyra terkejut.
"Tidak akan."
Jawaban mutlak dari Nesya membuat semuanya tersentak, bagaimana bisa membiarkan para junior itu mati begitu saja?! ayolah, itu nyawa woy bukan daon!.
Nesya meletakkan kedua tangannya di atas meja, bertumpu pada sikunya dengan kedua jarinya menutupi mulut. Mode serius-ga serius on.
"Mereka sudah mengeluarkan 1 kartu AS mereka."
"....."
Semua diam, tak ingin menyela Nesya.
"Huh... mimpi, beri perintah pada anggota divisi udara, suruh mereka tetap di atas udara sampai bahan bakar hampir habis baru boleh mendarat. Usahakan terus hindari serangan yang dilontarkan musuh jika perlu pancing emosi mereka dengan begitu mereka akan mengeluarkan kartu AS kedua."
'Perintah di terima.'
"Nesya, menurutmu berapa kartu AS yang mereka miliki?," tanya Arya.
__ADS_1
"5, 1 sudah dikeluarkan maka tinggal 4."
"Mimpi, turunkan semua junior yang kita miliki. Jika sudah terluka semua, 20 detik kemudian turunkan para senior juga ketua divisi. Biarkan Forte special mengawasi tanpa membantu."
'Ya, nona.'
Lagi² semuanya terdiam, tak ada yang membantah. Tak lama tanah kembali berguncang, Nesya dkk dapat melihat robot² raksasa itu makin ganas.
"Mimpi, perintahkan mereka untuk menguji senjata baru. Suruh tim medis melakukan pengobatan bagi para junior sambil mewawancarai mereka tentang perang kali ini."
'Baik. Perintah segera dilaksanakan.'
"Hng? sekali tepuk dua lalat(?) licik," gumam Dean.
"Terima kasih atas pujiannya," balas Nesya sedikit datar.
"...."
Blar
Duarr
"Ding dong, 20 detik telah habis. Pergantian pemain," ujar Leon dengan nada aneh.
"Mimpi, apa ada anggota kita yang mati?," tanya Leon.
'Sejauh ini belum ada.'
"Huh... baguslah," mereka sedikit bernapas lega, setidaknya ga ada.. ralat! belum ada yang mati.
"Eits.. jangan lega dulu, permainan masih berlanjut," ujar Nesya kembali membuat pandangan mereka fokus ke layar hologram.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ledakan dan suara letupan pistol dimana mana, darah yang keluar membuat tanah menjadi merah. Besi² bekas robot tempur berserakan dimana mana. Api membumi hanguskan sekitarnya, sampai berita televisi juga meliput ini semua karna ledakannya begitu terasa sampai 25 kilometer jauhnya, 1 jam telah berakhir dengan sebuah ledakan keras yang menggema.
Bisa kaliam bayangkan? pertarungan antar mafia, salah❌maksudnya itu pertarungan mafia yang sangat kuat melawan aliansi mafia dan mahluk asing sudah seperti ini bagaimana dengan perang ketiga apabila pecah kembali?.
Neraka, mungkin bumi kita akan menjadi neraka dengan penderitaan dimana mana. Belum lagi jika para mahluk asing itu membantu salah satu pihak atau membuat kedua pihak hancur, apa yang akan kita lakukan? diam dengan ketakutan yang besar? atau ikut berperang? pilihan yang sulit bukan.
Kembali ke topik awal
Para warga dalam radius terdampak perang ini berhasil diungsikan, banyak juga warga sipil yang luka luka karena terkena dampak peperangan ini sendiri, untung ga ada yang mati (warga sipil).
"Kurasa sudah cukup," gumam Nesya membuat teman²nya menatapnya penasaran.
"Mimpi, matikan mode tidur Light Protector. Buat mereka terkunci dalam Light Protector, tak usah kacaukan stasiun TV yang meliput. Biarkan mereka merekam, dengan begini nama B'B company atau The Big Bos dalam Underworld forum bisa dikenal lebih kejam dan kuat juga mengerikan."
'Menonaktifkan mode tidur sistem keamanan Light Protector di sekitar markas. Clear. Light Protector kembali aktif bahkan lebih kuat karna pengembangan telah selesai. Mengunci musuh dalam lingkup Light Protector. Clear.'
"Huh.... syukurlah, setidaknya itu tak membuat kerusakan parah diluar markas."
Semua agak bernapas lega tapi mereka ingat pertempuran antar mafia ini masih belum selesai, ngomong-ngomong situs 'Deep Web' juga merekam dan menayangkan perang ini secara live. Banyak komentar yang terlihat di Underworld forum juga di B'B forum. Banyak juga yang memberi tip untuk B'B company, aneh kan?.
Keadaan diluar
1 kata, kacau. Alam yang sebelumnya asri menjadi hangus, hewan² mungkin berhasil di amankan tapi habitat mereka? astaga.. parit buaya yang sebelumnya ada pun hangus terbakar dan menjadi gersang. Pohon² disana terbakar hebat, darah berceceran disana.
"Huh... huh... huh..."
Nafas tak beraturan dari para senior TBB mulai terdengar, mereka terus mengoperasikan alat² tempur termasuk tank, disisi lain mereka juga kelelahan akibat membantai tim penyerang yang ditolong manusia asing, wujud mereka seperti ras humanoid.
"Mereka menjijikan tapi kuat juga ya," keluh salah satu junior yang masih bertahan.
Junior mereka sendiri hanya 10 orang yang bertahan sampai sekarang, para senior? jangan ditanya mereka sudah bertempur habis habisan hanya karena mafia Blackbear yang membuat aliansi dengan mahluk asing juga beberapa mafia besar dan kuat.
Para anggota Forte special menatap semua itu dengan tatapan kosong namun dalam hati mereka, mereka mengutuk para penyerang dengan amarah yang memuncak.
"Nona! apa kami harus turun tangan?," tanya Shin dari handsfree.
"Nanti."
"Baik, nona."
Nesya memasang senyuman yang mengerikan.
'Master! sekarang saatnya!,' seru Lav dengan telepati.
"Baiklah... 3 dari 5 kartu AS telah keluar, mari kita desak mereka sampai kartu AS terakhir," gumam Nesya.
"Mimpi, perintahkan anggota Forte special untuk menyerang, setelah membabat habis gerbang depan, segera kirim mereka ke gerbang utara dan barat juga selatan. Suruh para junior yang terluka berlindung di basement rumah sakit, kirim 20 anggota senior ke setiap gerbang. Tutup rapat² semua akses masuk dan keluar dari markas."
"Terakhir, mimpi. Kacaukan semua yang merekam peperangan ini, termasuk situs Deep web."
'Mengirim perintah pada anggota Forte special. Clear. Mengirim perintah pada para anggota senior dan junior. Clear. Menutup semua akses masuk dan keluar dari markas. Clear. Mengacaukan jaringan semua yang merekam. Clear. Semua perintah telah dilaksanakan.'
"Bagus, tetap awasi."
'Baik.'
~oOo~
Disisi lain
Sebelum perang terjadi.
"Strategi mu begitu baik, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?," tanya salah satu jendral mafia disana
"Jika rencana A gagal maka kita alihkan ke rencana B, lalu jika gagal lagi kita bisa menggunakan rencana akhir dengan begini aku berharap kiya bisa menang."
"Tampaknya kau tak yakin."
"Ya, dia itu licik dan jenius. Jika aku ketauan maka aku akan di siksa dengan begitu berat, aku tak ingin mati sia sia di tangannya."
"Huh... mari kita lanjutkan saja rencana kita."
Seusai mereka rapat, salah satu dari mereka yang tampaknya seorang pengkhianat TBB pun masuk ke tendanya sendiri. Dia selama ini mengenakan topeng karna wajahnya jelek. Dia sendiri mengaku jika wajahnya di rusak oleh Nesya juga keluarganya yang mati di tangan Nesya. Ha? memangnya Nesya pernah kaya gitu? itu yang menjadi pertanyaan dalam benar Author dan kawan² Nesya yang lain, kalo mereka tau sih :v.
"Hei.. kau yakin akan berkhianat?," tanya seseorang yang tiba² berada di dalam tenda orang bertopeng tadi.
"He'em..."
"Terserah kau saja, intinya jangan sampai mati. Sampai jumpa."
"Hmm..."
Orang yang berbicara tadi kembali menghilang, orang bertopeng itu melepas topengnya, dia adalah seorang gadis muda dengan tubuh indah namun wajah tidak. Dia membuka ponselnya dan menangis sambil tiduran.
Bersambung...
~oOo~
Pertanyaan : Siapa dia?
__ADS_1
Ini bonus dari Author jadi Author panjangin chapternya jadi 3700 an kata, bye bye readers