
Hotel
Orang yang menarik Vyone adalah seorang laki² seumuran Vyone, mungkin (?). Dia memesan kamar lalu membawa Vyone ke kamar itu, saat ini mereka berdua berada di kamar yang sama dengan Vyone yang duduk di pinggir ranjang dan unknown ini berdiri menghadap jendela.
"Ada apa? sampe² lo bawa gue kesini?," tanya Vyone sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"...."
"Ck, bener² deh. Gue tuh mau pergi refresing biar otak gue tuh fresh, ga kebanyakan data. Dan lo! malah bawa gue kesini, mau lu apa sih?!," kesal Vyone membuat pria itu merasa jengkel sendiri.
"Kau ini bisa diam atau tidak ha?!," kesalnya.
"😓."
Vyone terdiam di tempat tapi dalam hatinya dia mengumpat dan mengutuk pria di depannya.
"Maaf... jangan marah," ujar pria yang tak lain adalah kakak 1 ayah beda ibu Vyone, siapa lagi kalo bukan Dean.
WAIT! 1 ayah beda ibu??! WTF! Jadi gini... Revandra Fav menikahi Riana tapi beberapa hari setelah itu Revandra menikahi mamanya Vyone, otomatis Revandra punya 2 istri. Riana sama Vivian (mamanya Vyone) cukup akur karna mereka bersahabat sejak kecil. Riana hamil duluan, Vivian dan Revandra seneng dong.
Suatu hari Vivian pergi dengan mobilnya, mobil itu kecelakaan tapi Revandra dan Riana ga tau kalo Vivian selamat. Vivian kembali ke keluarga Lynn, keluarga Lynn pun jatuh ke tangannya kembali, dia ga tau kalo dia sebenarnya hamil anaknya Revandra, dia trus nikah lagi sama si tua bangka (Ridho) itu.
Dean dan Vyone pun lahir, Ridho tau kalo Vyone bukan anak kandungnya jadi Ridho berlaku kasar pada Vyone dan Vivian, apalagi sejak Vivian meninggal tepatnya dibunuh, jadi kesimpulannya adalah Dean dan Vyone itu saudara kandung 1 ayah beda ibu.
Back to story
"Hump! kenapa kau tak memberitahu ku ha?! kau ini menjengkelkan," rajuk Vyone membuat Dean gelagapan.
"Maaf ya.. maafkan aku, bukan maksudku membuatmu marah. Maafkan aku ya, pleasee," bujuk Dean dengan wajah yang sangat imut.
"Em..."
Hubungan mereka entah bagaimana bisa kembali hangat bahkan sering banget cek cok, astojim😯dah kaya kakak beradik tapi masih sering mesra²an sih. Untuk Lyra dan Satya... mereka pacaran, akhirnya😍.
Hari ini adalah hari perpisahan, sayang sekali mereka semua akan berpisah. Nesya bakal ujian tes masuk klan Ashura selama 4 bulan, pulang nya paling November atau Desember lah. Satya dan Dean kembali bersekolah di Prancis, beda sekolah sih tapi masih 1 kota, Paris.
"Nesya, lu yakin nih? gue ntar kalo mau konsultasi sama siapa dong," rengek Vyone.
"Lu pikir gue konsultan apa?! se-enak jidat lu konsultasi mulu ama gue," kesal Nesya.
"Ck, lu beneran kaga bisa dateng? kalo misalnya lo ijin bentar aja, ga boleh apa?," kini Vier yang merengek.
"Ga! di klan Ashura itu, untuk tes masuk harus 3-4 bulan ada disana, selain adaptasi itu juga sebagai bentuk latihan. Kalo ijin waktu tes masuk sama aja kaya ngundurin diri, paham?!."
Nesya membantah dengan keras.
"Hik... Huaa😭sahabat gue mau pergi berbulan bulan😭," bisa²nya Lyra nangis kejer.
"😭."
Ini lagi Vier sama Vyone ikutan nangis, Nesya kan jadi bingung.
"Cup cup cup cup cup... sini sini peyuk," ajak Nesya.
Nesya dkk : *group hug
Disisi Leon dkk
"Bro, ati-ati ye. Jan ampe mati gegara rindu sama ciwi²," ledek Arya sambil bersalaman dengan Satya.
"Bgst lu, gue doain lu yang gila mau?," balas Satya.
"Najis😂," balas Arya sambil tertawa.
"Anjritt😂."
"Ga jelas percakapan kalian."
"Beg* eh beg*, dasar beg*."
"Lu ngomong apaan si?."
"Gue barusan ngomong hakikat beg*nya orang beg*, ga berubah karna mereka tetep beg*, pertanyaan gue itu lu beg*nya kapan ilang sih beg*, aelah lu beg* banget dah."
"Ha?."
"😂."
"Anjrit! lu ngomong yang bener, tak gunting lambemu iku!."
"Ya mbuh bre, jan bacot dah."
"😂."
Percakapan unfaedah diantara mereka membuat suasana jadi aneh, lah....
Next mereka pun pergi, Nesya ke Jepang, Satya dan Dean ke Prancis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
~oOo~
3 bulan 1 minggu kemudian
"Yee... akhirnya sampai juga."
Keluhan seorang gadis muda yang teramat cantik berusia sekitar 13 tahun membuat 2 pria tampan di sebelahnya menggelengkan kepalanya maklum, gadis itu adalah Nesya dan pria tampan itu? itu Wira sama Alfie gaes.
"Nesya, jangan tunjukkan wajah cantikmu ke orang lain, mereka bisa gila ngeliatnya."
Tegur Alfie membuat Nesya berbalik dan cemberut.
"Kakak ini sembarangan sekali," gerutu Nesya.
"Hahaha😂, lucu ih.."
Kini Wira yang mengatakan itu, Nesya makin cemberut.
Mereka baru saja sampai di mansion Night Clair, Nesya pun bergegas ke kamarnya lalu segera pergi ke sekolah nya. Btw Nesya bakal dibolehin masuk sekolah karna itu sekolahnya emang punya dia dan lagi pengurus komitenya adalah Wira.
~oOo~
Disisi lain
Hari Rabu, hari ini hari Rabu bulan Oktober tahun 20XX. Di B'B internasional junior high school, Vyone, Lyra dan Vier menjadi makin dingin ke orang lain yang ga kenal deket sama mereka. Apalagi Leon dkk, walaupun mereka semua masih menjabat jadi OSIS, mereka dinobatin klub pangeran es😁.
Seperti saat ini, geng mereka yang disebut Cherry girls itu membully siswi lemah dan cupu di kamar mandi. Kebetulan Vier liat itu, dia acuh dan ga ngerespon.
"Cih, queen of bullying tapi ga berani nge-bully anak yang lebih kuat sama aja lemah. Di sekolah ini tuh udah punya queen tersendiri, kalo dia balik. Mamp*s kalian semua."
Vier tak tahan lagi dengan perlakuan mereka, dia menolong gadis cupu yang udah basah kuyup itu. Telinga Vier panas, dia mengatakan hal itu dengan nada yang membuat geng Cherry girls merinding tapi...
Byurr!
Vier disiram air pel yang membuat amarahnya memuncak, dia pun mencoba sesabar mungkin.
"Hahaha.. sok jadi pahlawan ni.. e."
"Emang siapa queen nya hah?! si Nesya² itu?!," tanya Cherry dengan nada songong, dia yang ngaku² queen padahal bukan.
"Ya, gue kasih peringatan ke elo. Kalo lo berani bikin ulah sekali lagi, jangan harap bisa lolos dari kami," kata² Vier begitu dingin dan dalam seperti palung mariana mungkin lebih dalam.
"Cih, situ siape? jan mentang² kalian deket sama ketos, kalian bisa seenaknya disini. Queen disini tuh bukan Nesya tapi Cherry!," ujar antek²nya Cherry yang bername tag Jesi.
"Hah, jika kalian☝(nunjuk ke Cherry girls) mendapat persetujuan dan dilantik langsung oleh LeArFeD, maka gue bakal berlutut di hadapan kalian," tantang Vier.
PS : LeArFeD adalah singkatan dari Leon, Arya, Feter dan Dika. Mereka yang dijuluki klub pangeran es.
"Ha.. hahaha, ok. Tantangan diterima," jawab Cherry sombong.
"Tapi.. kalo Nesya balik dan jadi queen di sekolah ini, dilantik langsung oleh Learfed maka kalian siap² jadi bulan²an kami," ancam Vier.
"O ok! s siapa takut," balas Cherry berpura pura berani.
"Hng!."
Vier menarik anak tadi ke markas mereka, di sepanjang perjalanan banyak orang menatap horor Vier dan gadis di belakangnya. Karna apa? karna tatapan mata Vier yang menakutkan, dalam hati mereka membatin.
'Kasian amat tu cewek. Moga lo masih bisa idup ye, atau mungkin besok nama lo cuman tinggal nama aja ga ada orangnya.'
Batin mereka yang memang sudah mengenal Nesya dkk.
Brak!
Vier menendang pintu markasnya sendiri membuat orang yang di dalam terlonjak kaget, Vyone yang lagi tidur sambil dengerin musik, Lyra yang lagi manicure. Jangan lupa Leon dan Feter yang tertidur di sofa, Doni yang asik mabar (disuruh pindah sama Nesya), Arya dan Dika yang juga lagi sibuk mabar pun ikut terlonjak.
"EH AYAM LONCAT! AAA!! manicure gue!," latah Lyra, dia menyadari manicure nya jadi rusak karna kaget.
"Apaan si lu?! ngagetin tau!," kesal Arya sambil melirik ke Vier, dia terkejut melihat keadaan sahabatnya yang basah kuyup.
'DEFEAT!'
Notifikasi dari game yang dimainkan Arya membuatnya kembali fokus pada ponselnya.
"Yah.. kalah."
Keluhan Arya membuat Dika dan Doni terkekeh, Leon dan Feter masih tidur kaya ga keganggu. Vyone dan Lyra pun melirik ke arah Vier dan terkejut.
"VIER?! LO KENAPA?!!," seru Vyone terkejut.
"VYONE!! GA USAH TREAK², KUPING GUE NTAR RUSAK BEG*!" seru Lyra kesal karna takut telinga nya rusak karna mereka teriak² mulu kaya di hutan.
"AMPUN... SUARA HARAP DI KONDISIKAN," balas Doni.
"Brisik!."
"😐."
Feter pun terbangun dari tidurnya, dia langsung menatap tajam teman²nya, mereka hanya bisa terdiam. Vier langsung menarik gadis dibelakangnya ke kamar mandi khusus di markas mereka.
"Lo! mandi trus ganti baju, gue ambilin baju lo, sekarang intinya lo mandi," perintah Vier datar membuat gadis itu ketakutan dan mengangguk cepat.
__ADS_1
Vier mandi di kamar mandi satu lagi, setelah itu dia keluar menggunakan hoddie dan celana legging, gadis cupu yang tadi terus menunduk karna dia berada 1 ruangan dengan para mostwanted yang bersahabat.
Vier duduk dengan wajah kesal yang tampak imut, Leon dan Feter kembali tidur, mereka kelelahan. Doni, Dika dan Arya kembali bermain game. Vyone pun mengambil cemilan di kulkas.
"Lo ngapain disitu? nunduk mulu pulak. Duit lo jatoh? berape? sini gue ganti," ujar Vyone karna sedari tadi gadis itu menunduk terus.
Ucapan Vyone membuat teman² yang lain memperhatikan mereka.
"Biasalah, anak cupu kalo kumpul bareng kita kan gugup sama takut apalagi dia habis di bully. Vyon, ambilin kripiknya satu," celetuk Doni.
"Tumben lo bener," balas Dika sedikit mengejek.
"Ye.. bgst😑," balas Doni.
"Berhubung gue baek, nih buat lo," ujar Vyone memberikan kripik makanan yang berukuran kecil.
"Yaelah, perhitungan amat si lu. Ambilin uang gede napa," protes Doni.
"Ambil sendiri lah, punya tangan punya kaki tapi ga di pake buat apa? jan jadi tuman deh," balas Vyone sambil duduk kembali di sofa.
"😑," respon Doni.
"😁," respon yang masih bangun.
"Lo kok bisa sih basah kuyup gitu?," tanya Vyone pada Vier membuat dia dilirik semua orang.
"Jadi gini... *menceritakan dari A-Z."
"Oo.. mereka berani juga ya, liat aja nanti. Kalian bakal jadi bulan²an kita," gumam Vyone sambil menyeringai jahat.
"Lo masih di situ? tu leher kaga pegel nunduk mulu?," tanya Dika yang menyadari gadis cupu itu masih menunduk.
"(bisik) Eh gaes, penampilannya kurang oke ga sih."
"(bisik) Bajunya bagus kok, cuman rambutnya yang di kepang jelek deh."
"(bisik) Trus? mau ngapain hum?."
"(bisik) Gini aja.... *menceritakan rencana."
"Oke."
"Sejuta."
"Nj*r ko sejuta?."
"Karna kurang kalo cuman setujuh."
"🤦🏻♀️(tepok jidat)," respon Lyra dan Vier.
"Dah yuk," ajak Lyra.
Mereka bertiga pun berdiri dan menarik gadis cupu itu ke... depan cermin di meja kaya meja rias tapi cerminnya bisa di pindah. Gadis itu makin menunduk.
"Angkat dagumu," perintah Vier datar.
Buk!
"Aw!."
"Dia makin takut beg*!," tegur Lyra dengan wajah kesalnya.
"Ya sorry," balas Vier dengan senyum kikuk.
"Siapa nama lo?," tanya Vyone berusaha ramah.
"Ga usah takut, kita ga ngapa²in lo kok. Tenang aja," sahut Lyra.
"N namaku c Chika.. kak," jawab Chika gugup dan takut.
"Kelas?," tanya Vyone.
"A aku.. k k kelas tu tujuh D kak," jawab Chika ragu².
"Oo..."
Next! mereka pun me-make over Chika, dia yang sebelumnya cupu menjadi gadis biasa yang periang, walaupun begitu kebiasaan nerd-nya masih belum hilang, Vyone, Vier dan Lyra hanya bisa memutar mata malas melihat itu.
Istirahat
"Gaes... ke kantin yuk, gue laper nih," ajak Lyra.
"Yok lah, gue juga laper njer," balas Vyone mengiyakan.
"Yok," ajak Vier.
Mereka pun pergi ke kantin.
Kantin
Suasana di kantin cukup ramai, 3 sahabat itu juga sudah duduk di tengah² kantin karna emang cukup ramai.
"Eh gaess, gue tiba² pengen pedes **** buatan Nesya deh," celetuk Lyra.
"Njirr sama," balas Vyone.
Seorang perempuan berjubah hitam membawa nampan, dia meletakkan nampan itu di meja Vyone, Vier dan Lyra.
"Silahkan di nikmati."
Ujarnya setelah itu dia melangkah keluar kantin, adakah yang janggal?.
.
.
.
.
.
Back to story
Vyone, Vier dan Lyra tidak memperhatikan orang itu karna wajahnya tertutup, mereka juga larut dalam pembicaraan masing². Saat mereka sadari, makanan yang datang bukan makanan yang mereka pesan melainkan... pedas ****.
"ANJRIT! sejak kapan ada pedas **** disini?!," seru Vyone kaget.
"HAH?!!!."
Vier dan Lyra ikut terkejut, mereka pun mengingat gadis dengan jubah itu.
"Jangan²......."
"CARI WOY!!," seru Lyra.
Mereka semua berdiri dan segera berlari, sebelum itu mereka mengambil 1 daging dan memakannya.
Mereka mencari gadis tadi, Vier melihatnya berjalan ke arah halaman belakang.
"ITU DIA!!," teriak Vier.
Vyone dan Lyra menyusul ke halaman belakang, gadis itu tiba² hilang dan muncul di lantai 2 kelas 7. Mereka kembali berlari, aksi lari²an mereka sukses menarik banyak perhatian tak terkecuali anggota GoD squad yang di mintai tolong.
Bersambung...
~oOo~
__ADS_1
SIAPAKAH DIA??! KENAPA MEREKA BERTIGA NGUBER² GADIS ITU?!! HWALA! KITA TUNGGU SAJA.
INI KEPRIBADIAN AUTHOR YANG SUKA BIKIN COPSLOCK JEBOL:V