
"Em... dateng lagi ya," balas Nala sambil tersenyum.
"Iya, bye bye," sahut Prime sambil berlalu pergi diikuti Gusion.
~oOo~
[ Dimensi Dominiq ]
Seusai Prime dan Gusion pergi, Nala membuka hadiah dari Prime dan.....
Foto hadiahnya
Nala jelas kaget sekaligus seneng, karna Prime tau apa yang Nala suka, 2 katana spesial dari Prime untuk Nala.
"Katana payung!," seru Nala pelan.
Nala membuka katana itu lalu terlihat sebuah katana yang tajam dan indah, Nala mencoba katana itu untuk menebas pohon bambu di balkon dan...
Sring... duk
Bambu itu terbelah menjadi 2 hanya dengan 1 tebasan, Nala berbalik dan menyimpan katana nya, Nala sangat senang tapi dia terpikir satu hal.
'Kalo Leon pergi ke dimensi lain buat nyari kak Gu dan Prime itu artinya dia dapet banyak luka dong! pantesan tadi waktu aku meluk dia kaya ada perbannya gitu, ku temuin dia aja kali ya? hm.... ya udah lah,' batin Nala.
Nala mengambil ponselnya lalu pergi ke kamar Leon, kebetulan Leon lagi mandi jadi Nala main nyelonong masuk aja ke kamar Leon, ck dasar ga ada akhlak😑, ±20 menit Leon mandi, Nala menunggunya sambil bermain hp.
Cklek
Pintu kamar mandi dibuka dan terlihatlah Leon menggunakan bokser keropi, Nala yang melihatnya ga bisa nahan tawa lagi jadi Nala tertawa sampai terpingkal pingkal.
"Bwahahahaha..... kamu lucu banget sumpah.. haha," ujar Nala di sela tawanya.
"Ck, kamu ngapain sih disini?," tanya Leon kesal.
Tawa Nala berhenti saat dia melihat begitu banyak luka di tubuh Leon, jadi sebelumnya itu Leon keluar kamar mandi pake bokser doang dan handuknya di sampirkan pundak jadi nutupin badannya dari depan, trus Leon ngambil handuk yang tadi di sampirin dia buat ngeringin rambut.
"Kamu kenapa?," tanya Nala setelah tawanya berhenti tiba², Leon sedikit tersentak mendengar nya.
"Ngga kenapa² kok," jawab Leon menutupi tubuhnya seperti semula.
Nala berdiri dan menghampiri Leon yang masih berdiri, Nala mengambil handuk yang menutupi tubuh penuh luka Leon, lalu Nala menatap Leon datar, saat ini dia meminta penjelasan.
"Em... ini luka karna aku ngelawan mafia yang cukup kuat," jawab Leon bohong.
"Leon," panggil Nala datar.
Nala menarik Leon untuk duduk di pinggir ranjang, Nala mengeluarkan obat giok yang ada di cincin penyimpanan milik Leon, Nala langsung mengobati luka Leon, Leon hanya diam menanggapi apa yang Nala lakuin, setelah selesai Leon berlalu ke kamar ganti untuk memakai pakaian.
Nala diam dan mengambil ponselnya, dia... menelpon Ken, sekretaris pribadi Leon, kalo Leon ga mau ngasih tau maka Ken yang jadi gantinya, Nala menelpon di dekat jendela yang paling besar di kamar itu.
"📱Halo, nona muda? ada apa malam² menghubungi saya?," tanya Ken.
"📱Ok, Ken. Jawab yang jujur, ini perintah!. Kemana aja Leon pergi sampai badannya penuh luka?," tanya Nala datar.
"📱Em...," Ken ragu untuk menjawab.
"📱Jawab saja, justru kalo anda ga jawab anda akan dapat masalah," ancam Nala tetap datar.
"📱Maaf nona, sebenarnya saya sudah dilarang untuk tidak memberitahukan nona tentang hal ini, tapi nona memang harus tau tentang ini," jawab Ken akhirnya, Nala menyimak mode on.
"📱Tuan muda pernah mengambil cuti selama beberapa bulan dan setahu saya tuan muda pergi ke suatu tempat untuk nona, apa nona Nala benar² tidak tau tentang hal ini? saya pikir tuan muda menemui nona," sambung Ken panjang.
"📱Ya sudah, terima kasih Ken," ujar Nala datar.
"📱Eh? ah iya sama² nona," balas Ken.
Lalu sambungan telpon itu mati dan tiba² seseorang muncul dari belakang Nala, otomatis Nala kaget.
"EH BEBEK BERTELOR AYAM!!," latah Nala kaget, sontak orang yang ngagetin Nala tertawa terbahak bahak.
"Bwahahaha... emang ada bebek bertelor ayam?," ledeknya di sela tawa.
"😑," respon Nala setelah berbalik menghadap human yang ngagetin dia.
"LEON!! ngapain sih pake ngagetin segala kalo gue jantungan trus is dead gimana hah?!!," omel Nala sambil treak dan ngomelnya dalam 1 hembusan napas.
"Busyeeettt... ya sorry Nal, ngomong tuh jangan cepet² napa. Lu ngomel apa nge-rap sih, cepet amat," ujar Leon menanggapi omelan Nala sambil menonyor dahi Nala tentunya.
"Au ah," balas Nala ketus, dia ngambek rupanya😀.
"Utututu... ngambek ya," goda Leon.
"Sekarang jelasin yang bener! kenapa kamu bisa dapet luka itu?!," tanya Nala masih kesal, Leon langsung terdiam.
"Em... aku cuman ngelawan mafia yang kuat doang kok," jawab Leon perlahan sambil tersenyum untuk menutupi kegugupannya.
"Leon... please, apa yang kamu tutupin dari aku?," rengek Nala.
"......" ok, Leon tetep diem.
"Please," rengekan Nala masih berlanjut.
"Jangan bilang kamu nyari kak Gu sama Prime," ujar Nala membuat napas Leon tercekat.
Nala menarik Leon untuk kembali duduk di pinggir ranjang, Leon masih diam, Nala memutar bola matanya malas juga kesal.
"Cerita atau aku pukul!," ancam Nala.
Leon beringsut mundur menjauhi Nala tapi sayang Nala udah narik tangan Leon sampai Leon jatuh di tengah ranjang, Nala menindih tubuh Leon membuat sebagian gerakan Leon terkunci, tangan kanan Nala terkepal dan melayang di udara, Leon memejamkan matanya dan....
Bugh
Kepalan tangan Nala ga jadi mengenai wajah Leon malah kena kasur tepat di sebelah kepala Leon, Leon membuka matanya dan menghela napas lega karna dia ga kenapa², tapi saat melihat Nala yang menyeringai Leon kembali memejamkan matanya.
Cup
Leon kaget saat merasakan benda lembut mengecup bibirnya, sungguh! dia membuka mata dan mendapati Nala menciumnya, kaget sekaligus senang di rasakan Leon, perlahan Leon membalas ciuman itu sampai yang tadinya hanya ciuman biasa menjadi ciuman yang memburu, ga sampe ml guys santai aja.
Nala mulai kehabisan napas dan Leon melepaskan ciuman mereka, membiarkan Nala mengambil napas untuk sejenak lalu Leon kembali mel*mat lembut bibir Nala, Nala mulai terbuai tapi ciuman itu hanya berlangsung sejenak.
Leon membawa Nala berbaring di sampingnya, jadi kaki kiri Leon melintang di atas kaki Nala, Leon menopang kepalanya dengan satu tangan, tangan satunya lagi membelai wajah Nala yang sedang menatap matanya.
"Kamu mau cerita ga?," tanya Nala.
"Hem... ya sudahlah," jawab Leon.
"Masa iya harus di cium dulu baru mau ngasih tau," gerutu Nala yang masih bisa di dengar Leon.
"Jadi apa? kamu nyari kak Gu sama Prime, gitu?," tanya Nala beruntun.
"Sini, ikut aku," jawab Leon ga nyambung.
Nala menuruti saja apa yang di perintah Leon, mereka berpegangan tangan lalu tiba² kamar Leon berubah menjadi sebuah tempat yang sangat indah, tempat itu bernuansa china kuno tapi rumah yang berdiri kokoh malah bernuansa eropa, Leon membimbing Nala mengelilingi tempat itu, dimulai dari gazebo di taman, pemandian air panas, gudang penyimpanan juga banyak tempat lainnya.
"Tempat apa ini?," tanya Nala sambil terkagum kagum memandangi sekitarnya.
"Kamu pernah denger tentang ruang dimensi?," tanya Leon balik.
"Pernah, tapi yang punya kaya gitu di dunia persilatan cuma dikit karna cukup langka apalagi kalo dimensinya luas kaya gini," jawab Nala.
"Eh? jadi ini ruang dimensi kamu? dapet dari mana?," tanya Nala bingung setelah sadar dengan apa yang Leon katakan.
"Jadi... ada orang dari dimensi persilatan yang masuk ke dimensi kita, dimensi modern, sebelumnya dia yang punya dimensi ini tapi dia luka parah dan ga bisa di selametin lagi, trus aku ketemu dia di saat² terakhir, jadi dia sendiri yang ngasih dimensi ini buat aku," jelas Leon sambil membawa Nala memasuki rumah mewah itu.
"Perbedaan waktunya? biasanya kan kalo di dimensi ruang kaya gini waktunya beda sama yang di dunia luar dimensi," tanya Nala sambil ikut duduk di sofa.
"Oh yang itu, 2 hari disini sama dengan 1 jam di luar," jawab Leon santai.
"Ooo... btw mau sampai kapan kamu megang tanganku?," tanya Nala sambil menunjuk genggaman tangan Leon pada tangan Nala.
Refleks Leon melepaskan genggaman tangannya dan memalingkan wajahnya yang agak merona, Nala mengambil teh yang sudah disediakan entah sejak kapan.
"TUAN!!," panggil sebuah suara mengagetkan Nala yang sedang minum.
"Uhuk uhuk.. siapa itu?," tanya Nala pada Leon.
"Ini Candy, penjaga dimensi Dominiq milikku," jelas Leon.
"Hallo nyonya," sapa Candy dengan suara imutnya disertai senyum di wajahnya lalu duduk di sebelah Nala.
"Nyonya?," tanya Nala bingung.
"Tuan Leon adalah tuan-ku, tuan sudah membawa nyonya kemari jadi untuk memudahkanku memanggil anda jadi kupanggil nyonya saja," jawab Candy.
"Panggil nona Yue saja karna aku dan Leon hanya bersahabat," sahut Nala sambil mengelus rambut panjang Candy.
"Tidak! nyonya Yue sangat cocok dan serasi dengan tuan-ku jadi anda akan tetap kupanggil nyonya!," bantah Candy sambil ngambek imut.
Nala menjatuhkan rahangnya kaget, lalu mengalihkan pandangannya pada Leon yang terkekeh kecil, lalu Nala kembali memusatkan perhatian nya pada Candy yang memasang wajah polos.
"Lagipula tadi aku melihat kalau nyonya berciuman dengan tuan-ku," sambung Candy membuat Nala terbelalak tak percaya.
"Kau... kau serius Candy?," tanya Nala.
"Nyonya jangan salah, mungkin tubuhku seperti baru 8 tahun tapi sebenarnya umurku lebih dari 500 tahun dan... master sebelumnya bahkan pernah melakukan hubungan intim bersama kekasihnya di dimensi ini, ssstt.. aku mengintip hehe," aku Candy jail membuat Nala makin kaget.
Pletak
1 jitakan mendarat mulus di kepala Candy, dari Leon, Candy meringis sedangkan Nala ikutan menjitak kepala Candy.
"Aduh... tuan dan nyonya sangat mengerikan," gerutu Candy sambil mengusap bekas jitakan Nala dan Leon.
"Benarkah?," tanya Nala kembali santai.
"He'em, bahkan lebih mengerikan dari master sebelumnya," jawab Candy.
"Sudah! Na, kamu mau kultivasi?," tanya Leon menengahi.
"Boleh juga, disini Qi spiritualnya cukup pekat ya," jawab Nala.
"Ayo kultivasi bersama," ajak Leon.
"Candy, kau bisa memperhatikan kami atau kau mau ikut kultivasi juga?," tawar Leon.
"Aku mau lihat kultivasi tuan dan nyonya saja," jawab Candy.
Mereka bertiga pun pergi ke taman, tempat yang paling pekat Qi spiritualnya, mereka mencari tempat yang nyaman untuk berkultivasi sedangkan Candy hanya mengamati saja.
Wushh...
Nala dan Leon menyerap energi Qi dengan cepat, Candy bahkan menjatuhkan rahangnya tak percaya, ya jelas Candy ga percaya, dia bisa liat Qi berwarna warni masuk ke tubuh Nala bahkan ada yang warna hitam kemerahan + corak emas dan putih keemasan.
Ralat! karna selain itu Qi yang di serap Nala sangat unik dan yang terkuat, sedangkan Leon juga menyerap energi Qi warna hitam kemerahan seperti Nala, coklat keemasan (tanah raja), putih dengan corak biru (es raja) dan putih kehijauan (angin raja).
~oOo~
Jadi warna Qi spiritual di dunia persilatan dibagi menjadi beberapa warna.
-Biasa :
Air : biru
Api : merah
Tanah : coklat
__ADS_1
Angin : hijau
Petir : ungu
Es : putih
-Unik :
Air raja : biru gelap dengan corak emas
Api raja : merah gelap dengan corak emas
Tanah raja : coklat keemasan
Angin raja : putih kehijauan
Petir raja : ungu gelap dengan corak emas
Es raja : putih dengan corak biru.
-Spesial :
Untuk warna Qi spiritual ini biasanya hanya bisa dimiliki oleh keturunan ras tersebut.
Demon biasa : hitam
Demon king/queen : hitam kemerahan dengan corak emas
Dewa/dewi : putih keemasan
-Ras
Ras di dunia persilatan juga dibagi menjadi beberapa ras.
-Manusia (biasa)
-Elf (biasa)
-Iblis (biasa)
-Demon (langka juga hampir musnah karna suatu kejadian)
-Dewa (langka, jarang di temukan)
-Ras legenda (sangat langka karna tinggal di dunia masing²)
-Ras tertinggi (terlalu langka sampai hampir cuma 2% didunia, tinggal di dunia sendiri juga)
Dari ras iblis sampai ras tertinggi pada tinggal di dunia sendiri dan jarang keluar, untuk 2 ras terakhir sangat tertutup.
Q : Thor, kenapa si iblis sama demon beda? trus kenapa iblis di anggap biasa?
Author : Jadi dalam dunia persilatan itu, iblis, elf dan manusia hidup berdampingan.
Seperti yang sudah kuberitau sebelumnya iblis punya dunia sendiri, dunia iblis di pake sebagai tempat tinggal, ya.. mereka (iblis) termasuk ras sombong jadi ga heran kalo tinggal di dunia sendiri ketimbang tinggal bareng manusia beda sama ras sisanya mereka mah memang punya alasan tersendiri.
Q : Trus Nala sama Leon masuk ras apa?
Author : Mereka berdua masuk ras tertinggi karna potensi dan kemampuan mereka yang bisa dibilang super spesial.
Ras Legenda adalah ras Vampir dan ras Werewolf, Lyra dan Vier masuk 2 ras itu, ketiga kakak Nala masuk ras tertinggi tapi kekuatan mereka beda sama Nala, karna cuma Nala yang heterocromia dan warna mata ungu kalo untuk Ari, Wira dan Gusion warna mata mereka biru.
Untuk mengukur kekuatan mereka biasanya melihat/mengamati orang yang sedang mereka ukur kekuatannya, tapi itu ga berpengaruh besar karna pasti ada orang yang bisa menutupi aura yang dikeluarkannya seperti Nala dkk.
~oOo~
Setelah selesai berkultivasi mereka membuka mata dengan perlahan dan melihat Candy yang masih terkejut, Nala berdiri dari duduknya dan menghampiri Candy, hal itu membuat Candy tersadar.
"Kau kenapa Candy?," tanya Nala.
"A ah, aku hanya merasa terkejut karna tuan dan nyonya sangat cepat berkultivasi dan lagi lingkaran Qi yang di serap tuan dan nyonya adalah Qi unik," jawab Candy.
"Oh..," mereka berdua hanya ber-Oh-ria lalu duduk di gazebo di tengah² taman.
"Na, setahu aku putri alam itu elf kok kamu malah manusia?," tanya Leon saat sudah duduk di kursi gazebo, Candy yang mendengar Leon menyebut putri alam langsung tersentak kaget.
"NYONYA ADALAH PUTRI ALAM?!!," pekik Candy kaget.
"Ga usah kaget sampe segitunya, Candy," tegur Nala.
"Ups! aku hanya kaget nyonya hehe, maklumlah," balas Candy dengan senyum lebarnya.
"Jadi?," tanya Leon lagi.
"Aku memang manusia tapi aku bisa berubah jadi elf," jawab Nala.
"Kau mau melihatnya?," tanya Nala balik.
"Em... boleh," jawab Leon.
"Candy juga penasaran, nyonya," sahut Candy yang dari tadi ikutan duduk di sebelah kursi antara Nala dan Leon.
"Hem..," gumam Nala.
Nala berkonsentrasi sambil menutup mata, dia terlihat tenang lalu perlahan tapi pasti telinga Nala mulai meruncing ke atas, rambut Nala yang tertiup angin membuat Nala terlihat makin cantik, saat Nala membuka matanya dia melihat Candy dan Leon menatapnya dengan takjub, di dimensi Dominiq juga mulai malam.
Penjelasan : Saat Nala dan Leon masuk dimensi Dominiq, waktu di dimensi ruang ini sedang sore hari, kira² jam 3 sore, trus mereka kultivasi selama 2 jam.
"Warna rambut sama mata kamu ga ikut berubah ya," komentar Leon menilai penampilan Nala.
"He'em," balas Nala santai.
"Disini sudah malam tapi di luar baru beberapa menit, bahkan belum sampai 1 jam," gumam Nala sambil memperhatikan bagian luar gazebo.
"Tapi disini cukup indah 'kan?," tanya Leon.
"Iya, Candy bisa siapkan pakaian untukku, hanfu saja," jawab Nala lalu memerintah pada Candy.
"Ya, siapkan pakai aroma lavender saja," jawab Nala tanpa merubah kembali penampilannya, setelah mendapat perintah Candy langsung pergi menjalankan perintah Nala.
"Kamu mau tinggal disini beberapa jam di luar?," tanya Leon dengan senyum yang mulai terbit di wajahnya.
"Iya 2 jam saja ya," jawab Nala suskes membuat Leon tertawa.
"2 jam sama dengan 4 hari disini lho," balas Leon di sela tawa.
"Kan lumayan sambil latihan, lagian Qi spiritual di luar, tepatnya di Inggris udah jarang mending sih di gunung belakang mansion," celetuk Nala begitu saja.
"Gunung belakang mansion? memang ada Qi spiritualnya?," tanya Leon.
"Ada, bahkan ada dimensi terbuka yang cuma bisa dimasuki kultivator tingkat petarung spirit junior ke atas. Nanti kalo kita balik ke mansion aku tunjukin deh," jawab Nala.
"Ok sip," balas Leon.
"Nyonya, pemandian air panasnya sudah siap, pakaiannya juga sudah siap," ujar Candy dari luar gazebo.
"Ya, terima kasih, Candy," balas Nala.
Nala pun beranjak mandi di tempat yang sudah di siapkan Candy, dia merasa rileks, jadi Leon dan Nala tinggal di dimensi Dominiq sampai keesokkan paginya.
~oOo~
[ Kekuatan alam Nala ]
Besoknya Nala terbangun pukul 3 pagi karna dia tertidur tengah malam, Nala memang ga bisa tidur lebih dari 3 jam, sebenarnya bisa cuma agak susah aja karna kalo Nala tidur dia jarang nurunin kewaspadaannya.
Nala langsung mandi lalu berganti pakaian, mandinya di pemandian air panas alami yang memang udah tersedia di dimensi Dominiq, setelah itu Nala berkultivasi di area taman seperti kemarin, Leon bangun agak siang.
Saat berkultivasi Nala merasa ada sesuatu yang ingin meledak dari tubuhnya, tapi dia menahannya malah terus menyerap lingkaran Qi dan akhirnya...
Boom!
Tubuh Nala seperti meledak dan akibat hal itu banyak asap putih yang terlihat seperti kabut mengelilingi tubuh Nala, perlahan napas Nala kembali teratur tapi tetap menyerap lingkaran Qi dengan tenang, setelah dirasa cukup Nala berdiri dari duduknya, dia udah 1 jam berkultivasi dan masih terasa pegal padahal guru²nya di perguruan bisa sampai bertahun tahun berkultivasi.
Nala membuka matanya dan menyadari 1 hal, pakaiannya berubah dari hanfu biru biasa menjadi hanfu dengan warna warni elegan, dia bahkan sempat terkejut juga Candy yang melihatnya.
"Ya ampun! nyonya sangat hebat!," puji Candy takjub.
"Hem? kenapa memangnya?," tanya Nala bingung.
"Anda hampir resmi menjadi putri alam, nyonya hanya tinggal mendapat pengakuan dari alam saja," jawab Candy.
"Caranya?," tanya Nala.
"Entah, mungkin nyonya harus bermain alat musik atau... menari?," tawar Candy.
"Hah.. nanti sajalah," bantah Nala malas.
"Ya sudah, oh iya nyonya sebaiknya menutupi aura pelatihan nyonya karna jika terlihat kultivator lain yang tingkatan nya masih di atas nyonya nanti malah makin mencolok," saran Candy.
"Benar juga ya tapi sebelum itu apa ya tingkatanku?," gumam Nala.
Nala mengecek pelatihan nya sendiri dan terkejut pasalnya dia bisa masuk tingkat kaisar langit level 10, pencapaian yang sangat bagus di usianya tapi belum memuaskan seorang Nala.
Nala memejamkan mata dan membaca mantra lalu dia berhasil menutupi aura pelatihannya sendiri dengan sempurna, Nala melihat sebuah guqin di gudang penyimpanan, Candy mengambilkannya untuk Nala, setelah berterima kasih Nala meminta Candy untuk membangunkan Leon, tapi Candy ga mau alasan nya karna Leon bakal bangun sendiri, lagi pula ini sudah jam 6 pagi!.
Nala membawa guqin itu ke bawah pohon rindang yang amat besar, entah kenapa Nala ingin pergi kesana, Nala memainkan guqin sedangkan Candy mengamati nyonya nya dari jarak yang ga terlalu jauh, Nala memainkan melodi yang sangat indah sampai² Leon yang masih tidur, Candy dan alam sekitarnya ikut terbuai melodinya.
Tanpa Nala sadari sebuah mahkota yang sangat indah telah bertengger di kepalanya, membuat wajahnya yang saat ini menjadi elf tampak begitu menawan, alam sudah menobatkannya menjadi putri alam yang sebenarnya.
Mahkota itu tak akan bisa di lepas selama Nala menggunakan 'mode' elf nya, jadi mahkota itu bakal selalu ada di kepala Nala tapi bakal hilang kalo Nala balik ke bentuk manusia, melodi Nala membuat bunga² mekar dengan cepat bahkan mereka seakan ikut menari mengikuti alunan melodi.
Tumbuhan yang semula mati menjadi hidup kembali membuat taman dimensi Dominiq sangat indah, pastinya suara itu ga sampe keluar kamar ataupun keluar dari dimensi Dominiq, semua tumbuhan di dimensi Dominiq menyukai melodi Nala dan juga menyukai Nala.
Setelah selesai memainkan melodi Nala baru menyadari keberadaan mahkota di kepalanya dan dia juga tau jika mahkota itu ga bakal bisa di lepas selama dia jadi elf, Nala berdiri lalu pergi meninggalkan guqin di bawah pohon rindang juga meninggalkan Candy yang masih terbuai pada lamunan nya sendiri, Nala ternyata pergi ke sebuah pohon yang sangat indah.
Tapi sayang nya pohon itu sudah mati, Nala menyentuh nya dan memasukkan sedikit energi Qi alam, sebuah keajaiban terjadi! pohon itu hidup lagi! bahkan tumbuh dengan begitu cepat, kembali menjadi pohon terindah di dimensi Dominiq, Nala tiba² bisa mendengarkan kata² tumbuhan di sekitarnya, tapi dia dengan cepat bisa mengendalikan nya.
"Kalian bernyanyi?," tanya Nala sambil berjongkok menatap beberapa bunga di dekat pohon tadi.
"Melodi nona sangat indah sampai² kami terbuai dan kami sangat menyukai nona, kami akan bernyanyi untuk nona," ujar salah satu bunga, astaga! Nala bisa bicara dengan bunga!.
"Tunggu sebentar! kenapa aku bisa bicara dengan kalian, apa itu artinya aku menjadi putri alam?," tanya Nala lagi.
"Benar nona, nona adalah putri dari segala aspek alam. Nona bukan hanya elf yang sangat dekat dengan alam tapi putri kami, putri alam," jawab bunga lainnya.
"Jadi sudah kalian mengakuiku sebagai putri kalian?," tanya Nala lagi.
"Ya! nona adalah yang terbaik!," seru para bunga bersamaan.
"Sekarang nona dengarkanlah nyanyian kami," ujar bunga di dekat Nala.
Nala berdiri lalu para bunga dan tumbuhan mulai bernyanyi dengan melodi indah, Nala juga ikut bernyanyi sampai tanpa sadar membuat rasa sayang dan kagum dari para tumbuhan makin besar, Leon sudah terbangun dan menyaksikan Nala berkomunikasi dengan para tumbuhan, dia mulai merasa hal aneh di dalam dirinya sendiri.
Deg!
'Apa ini? kenapa aku merasa aneh? apa aku sakit? kurasa tidak! tapi kenapa? kenapa saat aku melihat Nala seperti itu aku merasa ada yang aneh? ada apa sebenarnya?,' batin Leon bertanya tanya.
Jantung Leon berdegup kencang, dia benar² bingung, akhirnya dia menghampiri Nala yang bernyanyi dengan suara indahnya, Leon agak kaget melihat mahkota di kepala Nala tapi semua itu terganti karna dia tau Nala telah di nobatkan menjadi putri alam.
"Kau sangat hebat, Nal," puji Leon sambil mengelus surai Nala yang ga ada mahkota nya.
"Oh kau sudah bangun," balas Nala begitu melihat Leon di sampingnya.
"Sudah ½ jam kita di sini lho," goda Leon.
"Iya aku tau!," jawab Nala sambil cemberut imut.
"Yah.. ngambek deh," goda Leon lagi.
"Kamu naik tingkat lagi?," tanya Leon memastikan.
__ADS_1
"Iya, kaisar langit level 10," jawab Nala.
"Kamu sendiri?," sambung Nala bertanya.
"Kaisar langit level 45," jawab Leon.
"Hah?! secepat itu?," tanya Nala ga percaya.
"Makanya latihan yang bener, aku kan gampang ga kaya kamu yang punya lebih dari 4 aspek kekuatan, walaupun lebih kuat tapi malah lama buat naik tingkat. Kamu tau kan kalo kaya gitu kadang di anggap sampah, tapi orang yang bisa naik tingkat dengan aspek kekuatan lebih dari 1 jauh lebih kuat dari yang memiliki aspek kekuatan 1," jawab Leon di sertai teguran.
"Iya aku tau, jan panjang² lah ngejelasinnya," ujar Nala di akhiri gumaman.
"Aku mau ngelatih kekuatanku dulu, kamu mau ikut?," tanya Nala.
"Nanti aja, aspek kita beda ye 'kan?," tanya Leon balik.
"Tapi kan aku bisa semua aspek kekuatan," jawab Nala.
"Jadi? mau duel?," tawar Leon.
"Boleh juga, dah lama ga duel," tanggap Nala.
Mereka memutuskan untuk berduel.
~oOo~
[ Istana bintang ]
Sudah 4 hari Nala tinggal di dimensi Dominiq, kini waktu nya kembali ke dunia luar yang berarti dia baru 2 jam di kamar Leon.
"Candy, kau tinggal sendirian disini?," tanya Nala setelah makan.
"Eum... tidak, ada kak An ye yang sedang hibernasi," jawab Candy.
"Oo... kenapa hibernasi?," tanya Nala lagi.
"Candy itu masuk ras iblis sama kaya An ye, bedanya An ye bisa berubah jadi beruang sedangkan Candy bisa menjadi apa saja tapi bentuk asli Candy hanyalah boneka," jawab Leon sambil menjelaskan.
"Itu berarti kau boneka dong?," tanya Nala.
"Sebelumnya sih iya, tapi sebenarnya itu hanya bentukku saat aku hibernasi, untuk menghindari di ganggu tapi kadang di dunia luar aku malah di lelang dan di jadikan mainan untuk anak² manja," gerutu Candy.
"Kasian banget dia di lelang," ejek Leon.
"Jangan meledekku! tuan menyebalkan!," Candy ngambek.
"Udah², jangan pada berantem kenapa ga baku hantam sekalian?," ujar Nala membuat Candy bergidik ngeri.
"Nyonya sama menakutkan nya dengan tuan," gumam Candy.
"Sudah, kami mau keluar. Hati² ya, jangan gangguin An ye nanti ngamuk bisa gaswat," tegur Leon sambil mengelus rambut Candy.
"Iya deh," jawab Candy.
"Padahal aku ingin meledek Ye ge," gumam Candy.
"Jangan ganggu dia!," tegur Leon.
"Iya²," balas Candy.
Tak lama Nala dan Leon pun keluar dari dimensi Dominiq, jam baru menunjukkan pukul 3 pagi, jadi 2 jam yang lalu mereka masih di kamar Leon, trus waktu Prime sama Gusion dateng sekitar jam 12 an.
"Jam 3 pagi," gumam Nala begitu melihat jam dinding.
"He'em, mau ngapain emang?," tanya Leon.
"Ke istana bintang, bagaimana?," tanya Nala balik.
"Istana bintang? memang kamu punya kuncinya?," tanya Leon memastikan.
"Mau ikut ga?," tawar Nala.
"Ya udah aku ikut, tapi disini ga ada air yang luas," jawab Leon.
"Udahlah kamu ikut aja," ajak Nala.
Nala pergi ke kamarnya untuk mengambil kunci istana bintang, istana bintang adalah tempat di dalam air yang bisa di masuki dengan kunci khusus, Nala mendapatkannya saat dia sedang berkultivasi di gunung belakang mansion, oh iya Nala dan Leon udah pake baju kaya waktu mereka dateng ya, ga pake hanfu lagi, Nala juga sangat dekat dengan pemilik istana bintang.
"Ayo kita pergi," ajak Nala.
Kunci istana bintang
Nala membawa Leon masuk istana bintang, istana bintang sangat indah apalagi warnanya di padukan warna biru, istana bintang memiliki Qi spiritual yang sangat pekat, Leon terkagum kagum melihat bagian dalam istana bintang tapi dia ga norak ya, sepanjang Nala berjalan saat dia melewati para pelayan dan penjaga, mereka selalu memberi hormat pada Nala dan hanya ditanggapi anggukan oleh Nala.
"PAMAN LIU....!!!!," teriak Nala memanggil Liu Chen.
Orang yang dipanggil terbangun dari tidurnya dan menggerutu malas, dengan cepat Liu Chen pergi menuju ruang tengah, Liu Chen sendiri adalah seorang master berusia lebih dari 1000 tahun, seumuran dengan Tianchai, Liu Chen juga bersahabat dengan twins Tian (Tianchai dan Tianqu).
"Yue! jangan teriak² di istana bintang!," tegur Liu Chen kesal sambil berteriak juga.
"Paman Liu juga berteriak 'kan?," balas Nala men-skak Liu.
"Hanya menegurmu," ujar Liu Chen.
"Ya ya ya, lihat paman! aku membawa seseorang!," balas Nala sambil ikut duduk di seberang Liu Chen.
"Wah wah siapa ini? pacarmu?," goda Liu Chen pada Nala dengan senyum yang... memuakkan.
"Jangan sembarang bicara atau kubuat paman tak bisa bicara," tegur Nala kesal.
"Lalu dia siapa?," ralat Liu Chen.
"Haotian, iblis kegelapan," ujar Leon dingin sambil memperkenalkan diri.
"Iblis kegelapan yang terkenal itu?," tanya Liu Chen memastikan, dia ga takut walaupun tau Nala adalah iblis merah dan Leon adalah iblis kegelapan.
Mereka berbincang satu sama lain dan mulai terlihat akrab, Nala pun memutuskan untuk berlatih di ruangan khusus, membiarkan Leon dan Liu Chen berbincang, entah apa yang mereka bicara kan sampai² terlihat begitu akrab.
Nala dan Leon sudah pergi dari istana bintang beberapa menit yang lalu, setelah mereka pergi muncullah sesosok bayangan yang sedari mengamati, bayangan itu mulai membentuk rupa seseorang, Tianqu! atau.. jendral Kojhiro Hyugai!, dia bersembunyi di bayangan sejak tadi.
"Seharusnya kau temui saja mereka," ujar Liu Chen pada sahabatnya itu.
"Tidak bisa Liu Chen, agak sulit untuk menjelaskannya," balas Tianqu.
"Terserahmu saja, terkadang aku bingung dengan cara pikir kalian. Twins Tian memang membingungkan," gumam Liu.
"Kau mengenal kami, sudahlah! ayo kita minum lagi," ajak Tianqu sambil menuang arak ke cangkirnya.
Mereka (Tianqu dan Liu Chen) minum bersama di istana bintang, kembali ke Nala dan Leon.
~oOo~
[ Balik kaga bilang², bgst kali ]
Hari ini adalah hari masuk sekolah setelah liburan, hari pertama Nesya dkk naik kelas 6, hari pertama Feter dan Dika masuk SMP, hari pertama juga Leon dan Arya bersekolah lagi di Indonesia.
Kini Nesya dan Vier 1 kelas, di kelas 6B, sedangkan Vyone dan Lyra di kelas 6C, sebelahan sih tapi tetep aja ga sekelas, Karina? dia masih di sekolah lamanya, kadang sekolahnya Karina bersaing dengan sekolahnya Nesya dkk, maklumlah sekolah elit.
Back to Leon dkk
Hari ini ada upacara di SMP mereka, skip ae lah ya ga guna juga.
Istirahat
"Nj*r... beda kelas kita," gerutu Dika saat bertemu Feter di luar kelas.
"Iya, males jadinya," respon Feter.
Info : Feter masuk kelas 7F, Dika masuk kelas 7E, sebelahan, Feter + Dika ga tau kalo Arya + Leon masuk kelas 7 juga, harusnya kan kelas 8, entah apa yang merasuki mereka😁, Leon + Arya masuk kelas 7B. Feter dingin kalo ke orang lain tapi lumayan hangat kalo udah deket kaya ke Dika, Arya, Leon juga Nesya dkk.
"Eh, bgst! mereka sekolah di sini juga tapi ga ngomong²!," gerutu Dika sambil menunjuk Arya dan Leon yang berjalan dengan wajah datar.
"Ajg dasar😑," balas Feter.
"Samperin yok," ajak Dika.
"Yok, ajak baku hantam aja," balas Feter datar.
Feter dan Dika pun berjalan mendekati Leon dan Arya, saat sudah dekat mereka berdua melayangkan pukulan ke tubuh Leon dan Arya, sontak Leon dan Arya menghindar dan menyerang balik, terjadilah pertarungan singkat antara 4 sohib itu.
"Lu berdua sekolah disini ga bilang²! laknat kali!," kesal Dika.
"Weh santuy bro," tegur Arya dengan cengirannya yang dapat di lihat beberapa siswi perempuan di sekitar mereka.
"Eh, kita di suruh ngumpulin tanda tangan OSIS bro," ujar Feter mengajak mereka untuk kembali berjalan ke kantin.
"Ntar aja, gampang," balas Leon.
"Itu baru sohib gue," ujar Dika bangga.
"Idih, siapa yang mau jadi sohib lu?," ejek Arya.
"Sohib ga ada akhlak," gerutu Dika datar.
Mereka tertawa bersama.
Back to Nesya dkk
"Yah... kita kaga sekelas sis," ujar Vyone.
"Ho'oh, protes yok," ajak Lyra.
"Males ah," sahut Vier.
"Elu mah males mulu yang dipikirin," gerutu Vyone.
"Bodo amat," balas Vier santuy.
"Udeh², kalo mau baku hantam pada di lapangan aja sana," ujar Nesya.
"Ck, ga ada akhlak," gumam Vier, Vyone dan Lyra bersamaan.
"Njer kompak," balas Nesya sambil terkekeh kecil.
"Yosh kuy, cepetan dikit perut gue udah konser nih," ajak Lyra.
"Ye.. elu mah makan mulu yang di pikirin," ujar Vyone datar.
Mereka tertawa bersama, btw hari itu Nesya dkk juga bolos dari istirahat pertama gaes.
SKIP rumah
Mereka semua kembali ke rumah, tentu saja Nesya dkk agak kaget melihat Leon dan Arya yang udah balik, apalagi tau kalo Leon dan Arya sekolah di SMP yang sama.
"Balik kaga bilang², bgst kali," ujar Nesya dkk + Dika + Feter bersamaan.
"Wuih... kompak bat monyed² ini," balas Arya dengan terkagum kagum.
"Wah ada anjing masuk rumah gaes," ujar Dika datar menanggapi kata² Arya.
"Usir aja," perintah Nala.
Dika, Lyra dan Vyone berdiri lalu mereka menarik Arya secara paksa keluar rumah, jadi yang dimaksud anjing adalah Arya, wkwkwk😂😂.
Bersambung....
~oOo~
Sorry up lama, otak Author lagi nge-blank😁.
__ADS_1