
Merekrut anggota TBB, cikal bakal penerus TBB.
Kali ini Nesya dkk memilih menyisir dari daerah sekitar mansion, kan ada desa-desa tuh siapa tau mereka mau ikut TBB apalagi pendiri TBB begitu di hormati mereka, seperti biasa Nesya dkk menggunakan topeng khas nya.
Mereka memantau para anggota TBB merekrut anggota baru, mereka ga iming-iming kekayaan atau kehormatan, mereka menjelaskan apa aja sih resikonya. Walaupun lebih terkesan menakut-nakuti tapi banyak juga loh yang ikut.
"Sepertinya tahun ini kita harus benar-benar menyaring bakat mereka," komen Arya.
Kini mereka sedang duduk (sebagian berdiri) di atas atap bangunan tertinggi, menara pengawas. Mereka di tatap penuh kekaguman oleh para warga desa yan melihat. Banyak sih yang berniat ikut rombongan tapi masih ragu dan ga lulus kualifikasi. Sayang sekali ya, TBB hanya merekrut orang di bawah usia 35 tahun atau 35 pas.
"Nes, gue ijin bikin vlog ya," pinta Dika tiba-tiba.
"Hm? yakin?," tanya Nesya dengan alis terangkat sebelah, dia agak kurang yakin dengan ucapan Dika barusan.
"Serius, gue bikin videonya trus gue edit-edit habis itu lo bisa review, anjiir review," jawab Dika sedikit terkikik di akhir kata.
"Boleh deh," balas Nesya membuat Dika merasa senang.
"Ayo turun, mereka sudah selesai," ajak Feter datar.
Mereka ber-8 melompat turun ke bawah, tepatnya ke arah anak buah mereka berada. Sekali lagi para warga desa yang melihat itu terkagum-kagum bahkan anak buah mereka merasa bangga.
"Jika sudah selesai semua, kalian bisa istirahat. Biar tim 2 yang mengurus sisanya. Katakan juga pada tim 2 untuk mengumpulkan anggota baru di lapangan," titah Arya datar.
Anjiir 'titah' wkwk. Mereka ber-8 menggunakan isyarat mata untuk bicara. Setelah mereka mengangguk paham, mereka segera sedikit membungkuk lalu pergi. Mereka ber-8 berpencar.
Vyone dan Vier pergi ke Utara, Lyra dan Nesya pergi ke Selatan, Arya dan Feter pergi ke Barat sedangkan Leon dan Dika pergi ke Timur. Kenapa? kaya patroli gitu deh.
~oOo~
Di lapangan
Tepat saat matahari di atas kepala, Nesya dkk kembali ke markas. Di lapangan sudah banyak sekali anggota baru yang dikelilingi senior mereka, bahkan Guardian team juga rencananya akan menyeleksi untuk anggota cadangan.
"Guardian team!," panggil Nesya tegas membuat semua anggota Guardian team berdiri dan berkumpul di suatu tempat dengan punggung tegap dan tangan di samping tubuh.
"Saya punya misi untuk kalian, dengarkan baik-baik!," tegas Nesya membuat jiwa kepemimpinannya tampak jelas.
"Little Guardian akan membantu divisi kelautan, bagi menjadi 3 tim. Tim 1 akan mengawal pengiriman barang karena akan melewati rute berbahaya, tim 2 akan bersiaga di dermaga awal untuk pengiriman berikutnya kalian yang mengawal, tim 3 akan berdiskusi dengan Angelfish dan anggota kepercayaannya untuk mengatasi para bandit, mengerti!!?."
"SIAP MENGERTI!!."
__ADS_1
Little Guardian menjawab dengan penuh ketegasan dan semangat membuat beberapa anggota baru sweatdrop.
"Lalu Magic Guardian, bagi menjadi 4 tim, tim 1 bantu anak cabang di negara lain untuk berkembang dan bertahan, tim 2 pergilah ke negara T untuk mencari info apa yang terjadi sampai perang pecah tunggu instruksi berikutnya, tim 3 pergi ke negara F untuk menguasai wilayah dari cengkraman bandit yang membuat waga sipil resah, tim 4 pergilah cari info sebanyak banyaknya tentang berita penting, mengerti!!?."
"SIAP MENGERTI!!!!."
"Lalu Medical Guardian, langsung dibagi untuk membantu Little dan Magic, lalu setelah kalian semua selesai bertugas langsung kembali ke markas Guardian, para commander dan captain malam nanti berkumpul di ruanganku, sampai disini semua paham!!?."
"SIAP PAHAM!!!."
"Bubar! jalan!."
Guardian team langsung memberi hormat ala militer dan berbalik badan lalu melangkah pergi. Nesya mengalihkan pandangan nya pada anak baru yang langsung diuji mentalnya oleh para senior sejak Nesya memberi instruksi pada Guardian team.
Saat Nesya sedang mengamati, matanya tertuju pada 2 orang gadis yang sedari tadi nampak ceria kini berubah serius dan bersemangat, apa yang seniornya katakan dia tampak mencoba mengingatnya. Gadis itu sendiri tampak lebih muda dari Haris.
Di sebelahnya ada seorang gadis yang tampak serius tapi tenang, sekilas wajah mereka tampak mirip tapi di mata Nesya mereka adalah orang yang berbeda, mereka juga bukan kembar. Gadis ini malah seumuran dengan Haris atau bahkan lebih tua.
"Hei kamu, kesini!," perintah Nesya pada anak buahnya yang memegang berkas, segera siapa yang dia panggil mendekatinya.
"Bisa kutahu identitas 2 gadis itu?," tanya Nesya balik, segera pria yang memegang berkas mencari dan mengambil berkas yang dimaksud lalu memberikan berkas tersebut pada Nesya.
"Querva Myulescha dan Vreyna Wuolin, baru berusia 5 dan 6 tahun...? mengejutkan, mereka berdua masuk atas keinginan sendiri. Ckckck, menarik," gumam Nesya membuat anak buah di depannya sweatdrop apalagi dengan seringaian kecilnya.
Nesya menoleh, dia melihat teman-temannya sedang berjalan ke arahnya, Nesya memasang senyum yang membuat siapa saja terpana tak terkecuali teman-teman dan anak buahnya.
"Hanya melihat 2 gadis yang mungkin akan menjadi expert di masa depan," jawab Nesya santai.
Yang lain mengangguk, 90% tebakan Nesya cukup akurat apalagi dia mengamati dengan baik,entah bagaimana caranya dia bisa membedakan orang dengan mengamati secara seksama.
"Kalian sendiri sudah selesai?," tanya Nesya.
"Sudah, untuk laporannya setelah makan malam kuletakan di meja kerjamu," jawab Dika diikuti yang lain.
"Nix, aku ingin bicara empat mata denganmu," celetuk Leon datar.
"Baiklah, kalian bisa mengawasi mereka kan..?."
"Tentu saja bisa!."
"Baiklah, bye...."
__ADS_1
Leon dan Nesya pun melesat ke mansion, sekitar 15 meter dari mansion mereka berhenti dan memilih berjalan kaki. Sambil mengobrol dan sesekali menjawab sapaan serta hormat para anggota, mereka tampak cukup santai.
"Farel masih belum kembali?," tanya Leon.
"Belum."
"Heh? kau kemanakan kartu AS mu?."
"Mau tau? makan pare dulu," ledek Nesya.
"Hiii... ga mau. Pahittt..," Leon gak suka pare makanya kek gitu.
Mereka langsung bergegas masuk ke ruang rahasia di bawah tanah. Segera Leon dan Nesya duduk di kursi yang memang di sediakan khusus, kursi itu sangatlah khas dan nyaman.
"Jadi, apa rencanamu terhadap GoD squad? kau tidak mungkin mengekang mereka terus, sebenarnya apa tujuanmu membentuk Gord of demon squad?," tanya Leon beruntun.
"Kalo nanya tuh satu-satu!," kesal Nesya, dia menjitak gemas kepala Leon.
"Ya maaf....."
~oOo~
Di kamar Vier
Mereka (Lyra, Vyone dan Vier) sedang berkumpul di kamarnya Vier.
"Gaes, kalian penasaran gak sih sama apa yang Leon sama Nesya omongin?," tanya Vyone.
"Penasaran lah! tapi kita juga ga boleh ikut campur urusan ketua dan jendral utama," tegas Lyra.
"Hmmm...."
"Gaes, barusan aku baca berita yang katanya pewaris keluarga Arashi hilang," celetuk Vier tiba-tiba membuat Vyone dan Lyra terkejut.
Mereka mencari berita yang dimaksud Vier.
"Ya ampun... berita ini lagi booming banget, masih baru ya, baru di upload 20 menit yang lalu."
Mereka bertiga saling lirik dan setuju untuk menemui Nesya.
~oOo~
__ADS_1
SEGENI DULU DARI AUTHOR, MAAP KALO DIKIT. INI NGETIKNYA DI LAPTOP SUMPAH SUSAH GAESSS HUAAAA! MAAAAAAAAAFFFFFFFFFFFFFFFFFF