
"Berlatihlah sampai mencapai batas dengan begitu kau akan menjadi kuat, ini cara kami –keluarga Nero– untuk menjadi kuat," -Natalia Lavender Yuena Nero.
.
.
.
.
.
Guardian team dan Forte special pun bubar dan pergi ke asrama masing², setelah itu Nala dkk pergi ke kamar masing², Haris yang ketiduran di gendongan Nala pun ikut Nala bawa ke kamarnya di villa itu.
~oOo~
Keesokkan paginya
Nala bangun jam 1 pagi karna dia tidur sekitar jam 11 malem, dia melihat Haris yang masih terlelap lalu tersenyum.
'Entah kenapa aku sangat menyayangi Haris, mungkin karna Haris dekat denganku,' batin Nala.
Nala pun meninggalkan Haris yang masih terlelap, Nala memang sudah menghafal rute dari mansion sekaligus villa di Thick Mist Island (TMI), jadilah Nala yang terlihat santai menghadapi rute² yang membingungkan, 1 tempat tujuan Nala, ruang rahasia super aman dan canggih miliknya yang tersembunyi.
Jika saja ada yang mengikuti Nala secara diam² masuk ke dalam rute² rumit itu maka bisa dipastikan 90% orang akan tersesat walaupun sudah mengikuti Nala, jika memang bisa mengikuti Nala sampai ruang rahasia maka dia akan dijebloskan ke penjara khusus milik sistem keamanan itu sendiri.
Sejauh ini belum ada yang membuat Nala mengaktifkan semua sistem keamanan, belum ada juga yang membuat Nala bertarung mati²an sampai dia sekarat, belum pernah Nala mengamuk lagi semenjak dia berusia 4 tahun (ngamuknya di Jepang), daya tempur Nala sendiri membuat lawannya yang walaupun berjumlah lebih dari 5 juta orang akan kewalahan.
Info Nala dan Leon yang membuat siapa saja tercengang :
~Daya tempur Nala dan Leon sangatlah besar.
~Ketahanan Nala dan Leon terhadap racun atau serangan juga sangat tinggi.
~Strategi perang yang digunakan dan diterapkan Nala dan Leon terbilang rumit tapi sederhana sekaligus membingungkan tapi efektif.
~Kemampuan bertarung dan bertahan dalam berbagai medan membuat kedua expert muda itu sangat di takuti apabila ada orang yang tau akan hal itu.
~Kemampuan bertarung menggunakan berbagai senjata yang membuat mereka juga di segani apalagi jika mereka mengeluarkan kekuatan sihir yang menggunakan Qi, pasti kedua expert ultra-abnormal ini dapat menjadi penguasa dunia (kalo mereka mau sih :v).
Info Guardian :
~Anggota²nya terbilang terlalu muda karna baru sedikit yang berusia 17 tahun.
~Guardian bisa dibilang pasukan ultra-abnormal karna kerasnya latihan militer seperti biasa (militer biasa) ditambah latihan tersendiri yang dirancang dan diperintahkan oleh Nala.
~Mereka juga akan di ajarkan bagaimana cara bersikap seolah olah mereka adalah orang itu (apabila dalam penyamaran :v).
~Kemampuan bertarung baik secara individu maupun kelompok di Guardian membuat tim mereka sendiri menjadi mumpuni.
~Kemampuan bertarung/bertahan dalam berbagai medan yang membuat kelompok ini ditakuti mungkin saja Guardian bisa menyamai kekuatan dan kemampuan militer terkuat di dunia bahkan mungkin saja dapat melampaui.
Info Forte special :
~Selain sangat dekat dengan nona/tuan muda mereka, anggota Forte special dapat merangkap dari profesi mereka yang sebelumnya sebagai sekretaris pribadi menjadi bodyguard sekaligus dapat menjadi pencari info yang terpercaya.
~Mereka memang memiliki kejeniusan otak karna sudah bisa menjadi sekretaris pribadi diusia yang hampir sama dengan tuan/nona muda mereka, sehingga kelompok khusus ini dapat menjadi pasukan pengaman apabila tuan/nona muda mereka dalam bahaya.
(Walaupun buat Nala dkk itu ga penting² amat, secara mereka udah pernah dilatih militer dengan cara lebih keras dan militer biasa oleh jendral Kojhiro, juga mereka bisa jaga diri karna pelatihan di perguruan hitam putih :v)
"Selamat datang nona," sapa suara khas wanita saat Nala baru saja lolos pemeriksaan sistem keamanan yang dia rancang sendiri.
"Terima kasih, Lin," balas Nala sembari masuk ke dalam ruang rahasia khususnya.
Lin
Author : Berhubung Author ga punya foto yang pas buat ruangannya jadi harap di pikirkan sendiri ya😅.
Di dalam ruang rahasia terdapat ruang kerja, dapur minimalis, sofa² kecil, meja bundar canggih seperti di mansion Night Clair, dan masih banyak benda canggih lainnya.
"Lin, berkas² yang kemarin kau letakkan dimana?," tanya Nala pada sosok 'Lin', robot wanita dewasa yang menggunakan pakaian pelayan.
Lin adalah salah satu robot yang Nala buat dengan kemiripan 90%, tinggi badan 175 cm dan berat badan 50 kg, wajah cantik dan kulit sintetis berwarna putih pucat sepucat kulit Nala, suara yang sangat mirip dengan aslinya, gerakan yang cukup luwes seperti manusia dan kecerdasan buatan yang membuat robot Lin dapat menyamai manusia.
"Ada di dalam file A nomor 107.24, nona," jawab Lin sembari tersenyum.
"Wah, terima kasih. Kau sangat membantu Lin," balas Nala senang.
"Saya hanyalah robot yang nona buat saja, kecerdasan buatan nona-lah yang membuatku seperti ini," ujar Lin menanggapi.
"Ya terserah kau sajalah Lin," balas Nala menyerah.
"Apa nona ingin kopi?," tawar Lin dengan senyum.
"Sudah bisa membuat kopi, hum?," tanya Nala dengan senyum kecil.
"Begitulah, saya selalu belajar akan file² yang nona berikan," jawab Lin.
__ADS_1
"Baiklah, Lin. Tolong buatkan ya," balas Nala.
Lin pun pergi ke dapur guna membuatkan kopi untuk Nala, sedangkan Nala mulai bekerja di depan meja kerjanya, entah apa yang dia kerjakan mungkin sebuah proyek besar.
Ngomong² soal Vyone, dia dikasih heli sama Nala dan sekarang mungkin lagi dia modifikasi, Vyone mendirikan perusahaan game. Vlyraft coorporation, perusahaan game yang digawangi B'B company dan beberapa perusahaan ternama membuat Vlyraft coorporation menjadi perusahaan game terbaik.
Vlyraft coorporation sendiri memiliki beberapa jenis game seperti game virtual reality (VR) untuk segala macam ponsel/computer, gamenya pun beragam dari jenis game build, game petualangan, peperangan yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi, beberapa game edukasi untuk remaja lainnya.
Nala pun membantu Vyone mengembangkan gamenya baik avatar maupun tempat dalam permainan, sampai² Nala merancang sekaligus mengembangkan sebuah dungeon terkuat dan tersulit di game tersebut.
"Ini kopinya, nona," ujar Lin memecah kefokusan Nala.
"Ah, iya. Terima kasih, Lin," balas Nala sembari membiarkan kopi yang masih cukup panas.
"Lin, apa kau mau teman baru?," tanya Nala sambil menatap Lin yang berdiri tak jauh dari meja kerjanya.
"Apa nona ingin membuat robot lagi? apakah Lin dan kawan² tidak memuaskan nona?," tanya Lin agak murung, maklumlah karna Lin di berkahi kecerdasan AI yang menyamai manusia.
"Bukan begitu, Lin. Markas ini membutuhkan lebih banyak bantuan dari robot lain, saat ini mungkin sedang ada anggota Guardian dan Forte special tapi apabila mereka sedang menjalankan misi dan markas hanya ada kalian berlima, itu akan berbahaya. Baterai kalian bisa rusak dengan cepat dan mungkin markas ini akan diambil alih monster diluar atau musuh," jelas Nala panjang lebar.
"Baiklah, Lin mengerti. Jika seperti itu apakah Lin bisa membantu?," tanya Lin kembali bersemangat tapi ga berlebihan.
"Tentu, ayo kita buat teman² baru untuk kalian berlima," jawab Nala yang mengajak Lin untuk membantunya dalam bekerja.
Sementara Nala dan Lin membuat robot lagi, lain hal nya dengan para anggota termasuk Leon dkk yang masih terlelap dalam alam mimpi.
~oOo~
Pukul 4 pagi
"Hoamm...."
Suara yang cukup akrab terdengar bersahutan di asrama baru Guardian team dan Forte special, seperti biasa mereka melakukan peregangan supaya otot mereka ga kaget, sama halnya 2 tim elit tersebut para tuan dan nona muda juga sudah bangun dan melakukan peregangan.
Tepat pukul 04.20 semua orang sudah mandi dan mengenakan pakaian yang sudah Nala sediakan, semua orang pun berkumpul di lapangan.
Untuk pakaiannya mereka mengenakan baju putih polos dipadukan celana training army, semuanya mengenakan pakaian sama bahkan nona dan tuan muda, hal itu sudah diberitahukan Nala kemarin.
"Kakak...!," panggil seorang anak kecil dengan semangat, bocah usia 5 tahun satu² nya yang ada di markas ini.
Aslinya sih di Guardian rata² bocah umur 8 tahun ke atas termasuk Nala, memang usia segitu belum bisa masuk kemiliteran karna kalo mau jadi tentara biasanya umur lebih dari 15 tahun.
"Sebaiknya kita mulai latihannya," ajak Nala.
Mereka pun pemanasan sekitar 15 menit lalu berlari mengelilingi mansion besar itu sampai mencapai batas, setelah berlari mereka istirahat 2 menit di lapangan untuk mengatur napas.
"Nona, kami akan berlari sampai ke dalam hutan?," tanya salah satu anggota Guardian.
Sementara itu Lin, Yi, Er, San dan Si mengamati dari ruang kendali, ruang kendali sendiri adalah ruangan khusus untuk tau apa yang terjadi, biasanya Si yang ada disini.
4 robot wanita selain Lin adalah robot yang Nala buat jauh² hari, mereka berlima memantau sekaligus menjalankan perintah Nala, membuat/melepaskan rintangan untuk mereka semua, rintangan yang dimaksud adalah kabut beracun.
Kabut beracun ini akan masuk melalui kulit lalu tulang, efeknya akan terasa perlahan, selama 15 menit barulah kabut beracun itu bekerja.
Tap
Tap
Tap
Semua orang termasuk Nala berlari masuk ke dalam hutan, formasi mereka tak terpecah walaupun medan yang terbilang sulit seperti tebing dan jembatan yang tertutup kabut yang tercampur kabut beracun.
Ngomong² soal kabut, kabut di pulau ini sangat istimewa, bagaimana tidak? kabut ini sangat tebal dan ga bisa dihilangkan pakai cara apapun, Nala udah pake banyak cara tapi tetep aja ga bisa ngilangin kabut tebal dalam hutan dan udara pulau itu.
Ada lagi yang membuat kabut ini istimewa yaitu kabut ini mengandung Qi spiritual yang pekat, jarang kan ada pulau penuh Qi spiritual kaya pulau ini, apalagi hewan² disini seperti hewan di hutan roh, kok bisa? entah, Nala pun ga tau karna ini ga bisa dijelaskan dengan logika.
Setelah beberapa menit berlari melewati medan berkabut akhirnya mereka sampai di mansion dengan napas terengah-engah, tapi..... semua orang kecuali Nala dan Leon mulai merasa keanehan tubuh mereka mulai terasa sakit yang teramat.
"Ada 1 hal yang harus kalian tau, kabut tebal yang sedari tadi kita lewati sudah di campur racun," ujar Nala setelah mendapat perhatian dari semua orang.
"HAH?!!!!," seru mereka semua kecuali Leon bersamaan.
"LU SERIUS?!!!," bentak Dika ga percaya sembari menahan sakit.
"Iya, dan racunnya mulai bekerja jadi selamat menikmati," balas Nala dengan senyum mengerikan.
"Oh iya sebaiknya kalian duduk bersila sambil fokus," sambung Nala.
"Baik!," jawab mereka serentak termasuk Leon.
Semua orang pun duduk bersila termasuk Nala yang duduk di atas sebuah batu besar, di batu lainnya yang ga jauh dari Nala Leon duduk sambil bersila.
Setelah semua merasa fokus dan melupakan kenyataan mereka terkena racun yang menusuk sampai tulang, Nala kembali berbicara sambil tetap menutup mata.
"Rasakan energi alam di sekitar kalian," ujar Nala membuat anggota Guardian dan teman²nya (kecuali Leon dan anak buah Nala) keheranan tapi menurut.
Kesulitan dalam merasakan energi alam/Qi yang menjadi utama tapi akhirnya mereka berhasil, Nala pun menyuruh mereka membuka mata dan tentu saja sebagian besar dari mereka terbelalak kaget melihat lingkaran warna warni di sekitar mereka.
"Lingkaran yang kalian lihat adalah lingkaran Qi," ujar Nala lalu semua orang memusatkan perhatian pada Nala.
__ADS_1
"Ada beberapa warna lingkaran Qi, adakah diantara kalian yang bisa melihat lebih dari 1 warna?," tanya Nala.
Beberapa diantara mereka mengangkat tangan kanan mereka dengan mantap, Nala menghitung jumlahnya dan ternyata ada 13 orang ditambah 7 orang lagi yaitu Nala dkk sehingga total menjadi 20 orang.
"Banyak juga ya," gumam Nala.
"Apa ada yang melihat lingkaran Qi warna hitam?," tanya Leon tiba².
Langsung saja 7 orang dari Magic Guardian mengangkat tangan, hanya 7 orang aja sih, Nala terkejut tapi segera dia kendalikan, tak lama racun itu kembali bekerja malah makin mengganas sampai² sebagian besar dari mereka mengerang kesakitan karna merasa sakit yang begitu menusuk.
"Aaarrrrrggghhhh!!!!," teriak mereka semua kecuali Nala dan Leon yang tampak ga kesakitan.
"Kau juga kena efeknya bukan? bahkan kau yang pertama kali menerobos kumpulan kabut, seharusnya kaulah yang paling menderita saat ini," bisik Leon membuat Nala menoleh.
"Ya, tapi aku sudah memasukkan kabut racun itu sebagai percobaan sejak lama, saat ini aku sudah termasuk kebal terhadap kabut racun itu. Yang seharusnya khawatir itu dirimu sendiri, kau juga mendapat sangat banyak kabut racun lho," bisik Nala.
"Hah.... kau ini kaya ga tau aku aja. Oh iya, kamu ga takut mereka mati?," balas Leon berbisik yang diakhiri pertanyaan.
"Engga, daya tahan mereka itu sudah melampau jauh melewati rata² manusia normal. Lagipula selama ini aku selalu memasukkan racun yang menguatkan tubuh mereka, racun yang berada di medan tempat mereka berlatih juga sudah terserap sepenuhnya," bisik Nala dengan tenang.
"Yang ku khawatirkan hanya Haris," lirih Nala yang hanya bisa didengar Leon.
"Haris?," gumam Leon lirih sembari memfokuskan pandangannya pada Haris yang tersungkur di tanah tak jauh dari mereka.
Nala berjalan mendekati Haris lalu menggendongnya, Haris mencengkram bahu Nala dengan keras tapi itu tetep ga bikin Nala kesakitan, Haris menangis saking sakitnya racun yang bisa dibilang meleburkan tubuh/tulang.
Racun kabut itu membuat tubuh/tulang siapa saja melebur, bagi yang ga bisa nahan rasa sakitnya dan ga bertekad dalam bertahan hidup dengan cara apapun maka racun itu hanyalah neraka, tapi bagi mereka yang dapat menahan rasa sakitnya tanpa kehilangan kesadaran dan tekad bertahan hidup yang kuat maka racun itu membuat tulangnya menjadi sekuat baja.
Selain itu jika di masukkan ke tubuh dengan perlahan lalu orang itu dapat menahan rasa sakitnya sembari mempertahankan tekad maka tulangnya dapat sekuat titanium, sejenis logam yang sangat kuat melebihi baja dan bisa bertahan dari debu ruang angkasa juga tekanan di luar angkasa.
Itu hanya berlaku untuk titanium versi Nala yang memiliki cara pembuatan berbeda jauh dengan pembuatan titanium biasa, selain itu titanium versi Nala masih kalah jauh ketimbang logam yang Nala temukan secara tak sengaja.
Bagi anak seumuran Haris pasti akan merasakan penderitaan yang teramat sangat sampai dia rela mati hanya karna racun ini, selain itu ada racun asap yang lebih mematikan daripada racun kabut yang Nala sebut 'Kabut Pelebur', racun asap itu dikeluarkan sejenis bunga langka mematikan yang Nala sebut Death Flowers.
Nala sendiri hampir meregang nyawa saat dia menjelajahi hutan kabut, Hell Mist Forest, kenapa? dikarenakan banyak racun, monster, hewan roh tingkat Divine dan Demoniac yang bisa bicara, juga ada beberapa hewan roh yang tersegel di pedalaman.
Kembali ke Death Flowers, Death Flowers adalah makanan Death Butterfly sehingga banyak populasi 2 mahluk hidup langka itu di Hell Mist Forest, tentu saja ini hal mengejutkan bagi Nala yang dapat membuka portal dimensi lain juga hidup di 2 dimensi dengan identitas berbeda.
Racun asap yang dikeluarkan Death Flowers bernama X1113.0HP, dinamai demikian karna X, tak dikenal/awas, bulan 11 tanggal 13, titik (pengganti spasi), 0HP (0 Health Point) yang artinya nyawa melayang, Death Flowers menyemburkan asap racun saat ada mahluk hidup lain yang menyentuh bagian tubuh bunganya.
Back to story
Nala terdiam merasakan cengkraman erat tangan imut Haris, walaupun Haris atau yang lain ga bakal mati tapi tetep aja ini menyakitkan, Haris menangis kesakitan di pelukan Nala.
"Sakitttt.... hiks hiks, kakak... ini sangat sakit hiks.... hiks kakak...," ujar Haris lirih membuat hati Nala sakit seakan teriris.
"Stt... ada kakak disini, kakak tau Haris itu kuat," balas Nala lirih dengan suara bergetar di telinga Haris, Leon agak terkejut melihat begitu sayangnya Nala pada Haris.
"Hiks... sakit," gumam Haris seperti kakak²nya yang lain.
Sebagian besar anggota Guardian sudah terkapar di tanah sembari memegangi tubuh mereka termasuk Crystal yang mencengkram gagang sebilah pisau sampai tangannya berdarah, Crystal juga menangis sama seperti rekan²nya yang lain.
"Arrggghhhhh!!!!," suara teriakan kembali terdengar nyaring membuat Nala terduduk di batunya guna menahan bobot tubuh Haris.
Haris sendiri sudah gemetar hebat sejak tadi dan dia juga memeluk Nala begitu erat, sangat erat, Leon memperhatikan setiap anggota yang terus bertahan, ada kilatan cahaya tekad besar di mata mereka, dalam hati mereka sudah berpikir.
'Dunia tidak sesederhana yang kita pikirkan, hukum alam akan selalu berlaku. Yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan mati, prinsip Guardian, TBB dan TAC adalah melindungi orang yang lemah.'
Tekad itulah yang membuat mereka bertahan sampai sekarang, Leon tersenyum puas melihat ketahanan juga reaksi bawahannya saat mendapat pelatihan singkat namun keras di Thick Mist Island.
Ngomong² soal TAC, sistem TAC mengalami beberapa pembaharuan, yaitu TAC akan mencari latar belakang dan siapa yang memberi misi, akan menolak misi apabila ditugaskan membunuh yang lemah dan tak bersalah, akan membunuh dengan sadis apabila target memang bersalah.
Back to story
15 menit sudah berlalu, efek racun Kabut Pelebur sudah selesai dan semua orang kecuali Nala dan Leon terengah-engah di posisi masing².
"Gila... sakit bat," gumam Dika di sela pengaturan napasnya.
Seusai mengatur napas mereka pun berdiri, Haris juga sudah normal kembali hanya saja tubuhnya melemah karna menahan racun, setelah itu semua orang pergi ke untuk mandi mengingat tubuh mereka yang penuh keringat.
"Woi!! lu gila ye?! racun apaan tadi?!," tanya Lyra ngegaz saat sudah berada di meja makan.
Semua orang sudah berkumpul di meja makan panjang yang memang disediakan secara khusus, disana pun sudah ada beberapa makanan lengkap dengan minuman dan peralatan makan.
Nala memasak makanan dengan porsi besar dibantu Lin, Yi, Er, San dan Si, Nala mendengarkan ocehan Lyra, Dika, Arya yang ternyata bisa cerewet juga.
"Udah ngomelnya?," tanya Nala yang membuatnya di pelototi Lyra.
"Biar kuberitahu 1 hal, racun tadi hanyalah kabut pelebur. Sebenarnya masih ada racun yang lebih mematikan daripada racun pelebur, X1113.0HP adalah jenis racun yang kunamai karna keluar dari Death Flowers, makanan Death Butterfly," sambung Nala membuat yang lain terkejut.
"Hei hei, lo serius?," tanya Vier ga terima.
"Ten——tu," jawab Nala agak terputus.
Deg
'Apa²an ini? akh!! si–a–lan, tak kusangka... racun itu masih bisa bereaksi,' batin Nala kesakitan.
Bersambung...
__ADS_1
~oOo~
Racun apa hayoo? penasaran? tungguin kelanjutan ceritanya! bye~