
"Sudahlah, kita lanjut besok. Aku akan istirahat, selamat malam," balas Vier.
Mereka kembali ke kamar masing² termasuk Feter yang masih berperang dengan batinnya.
~oOo~
Paginya di Sekolah
"Woi! Nes!," seru Vyone mengganggu tidur Nesya/Nala.
"Apaan? gangguin gue aja sih," protes Nesya.
"Ye.. salah lo sendiri pagi² dah molor," balas Vyone.
"Gue ga tidur semaleman k*mp*et, udah jangan berisik! gue mau tidur aja ga bisa," ujar Nesya sambil membalikkan badan, saat ini Nesya sedang tidur di matras di bagian belakang kelas.
"Hm.. serah lo dah, ntar mo ikut gue ga?," tanya Vyone.
"Kemana?," tanya Nesya malas.
"Lo tau si Feter itu kan? yang kelas 4B?, setahu gue dia jago ngeramal," jawab Vyone ga nyambung sama pertanyaan Nesya.
"Jadi lo mau di ramal sama Feter?," tebak Lyra yang tiba² datang.
"Iya, gimana? gapapa kan? ayolah, boleh ya," rengek Vyone.
"Sama Satya aja sana," usul Vier.
"Apaan nyebut² nama gue?," tanya Satya yang baru dateng.
"Oi, Sat, lo temenin Vyon di ramal Feter sana," suruh Lyra.
"Feter? Feter si peramal kelas 4B?," tanya Satya.
"Ho'oh," jawab Vier datar.
"Ok, ga masalah, gue juga pengen di ramal," balas Satya.
"Tuh si Satya aja mau, udah sama Satya aja sono," ujar Nesya.
"Tapi gue maunya sama elo," rengek Vyone.
"Ok ok, gue temenin ke kantin aja, suruh ketemuan di kantin nanti, gue nemenin lo sambil makan, dah sono! gue mau tidur, jangan gangguin gue," jawab Nesya akhirnya.
"Nah gitu dong, ok bye," balas Vyone sambil pergi ke tempat duduknya.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi nyaring, Nesya tak berniat kembali ke tempat duduknya sampai guru datang.
"Nesya! bangun dan kembali ke tempat duduk mu!," bentak si guru.
"Masih ngantuk bu," jawab Nesya malas.
"Keluar dan cuci muka!," suruh guru itu.
"Nice," puji Nesya sambil berdiri, dia berjalan dengan santainya keluar kelas.
"Enak banget ya idup lo," gerutu Vyone sambil berbisik saat Nesya melewati nya, Nesya hanya memeletkan lidahnya mengejek Vyone.
Nesya pergi keluar kelas dengan santai, dan bukannya cuci muka, Nesya malah ke UKS buat lanjut tidur.
"Hoaammm.... masih ngantuk gue, tidur di sini aja deh," gumam Nesya, dia tertidur di ranjang UKS.
15 menit kemudian seseorang juga masuk ke dalam UKS.
"Cih... gue keduluan sama bocah ini," gerutunya.
"Tidur di lantai aja dah, daripada ga tidur," gumam pria itu, dia tertidur di lantai tak jauh dari tempat Nesya tidur.
Mereka tertidur di UKS sampai bel istirahat, Nesya terbangun dan segera pergi, dia mengamati sejenak pria itu.
'Dia kan... leader tim basket kemarin, ngapain tidur di sini?,' batin Nesya.
"Ah bodo amat dah, gue laper juga tidur dari tadi," gumam Nesya, dia segera pergi ke kantin.
"Jadi dia cewe yang waktu itu, menarik juga," gumamnya sambil membuka mata, sejujurnya dia tau Nesya sudah bangun mengamatinya sejenak sebelum pergi tapi dia tak memberitahukan nya.
"Woi! Nes!," panggil Lyra saat melihat Nesya masuk area kantin.
"Dari mana lo?," tanya Vier.
"UKS," jawab Nesya santai sambil duduk bersama yang lain.
"Lo pasti molor lagi," tebak Vyone.
"Tau aja lo," jawab Nesya.
"Udah pesen makanan?," tanya Nesya.
"Udah, 4 bakso+ 4 es teh," jawab Lyra.
"Bagus," puji Nesya.
Mereka mengobrol ga jelas sampai Leon dkk dateng dan duduk di dekat Nesya dkk.
"Woi, Feter!," panggil Vyone semangat.
__ADS_1
"Gue mau di ramal dong," ujarnya.
"Ramal? buat?," tanya Feter datar.
"Buat... gue pengen aja sih, emang kenapa ga boleh?," tanya Vyone balik.
"Boleh tapi bayar," jawab Feter akhirnya tetap setia dengan nada datarnya.
"No problem," balas Vyone.
"Lo mau di ramal apa?," tanya Dika setelah memesan makanan, Feter mengocok kartu tarotnya.
"Gue.... kemaren gue mimpi aneh," jawab Vyone agak lesu, makanan yang dipesan Nesya dkk udah dateng.
"Apaan sih?," tanya Lyra penasaran.
"Huss... lo malah bikin Vyone makin sedih, gobl*k," ujar Nesya agak berbisik.
"Oh, ambil salah satu kartu," ujar Feter setelah meletakkan semua kartu tarotnya di meja, siswa siswi lain mulai berkumpul dan melihat.
Vyone mengambil salah satu kartu dan... jeng jeng jeng, kartu Five of Cups yang dia ambil, Feter memperhatikan kartu itu bahkan Nesya tersentak.
"Five of Cups?!," seru Nesya, yang lain hanya menatap Nesya bingung kecuali Feter yang malah berpikir keras.
"Memang apa artinya? lo tau, Nes?," tanya Vyone bingung, Feter menatap Nesya, Nesya menggeleng pelan tapi bagaimana pun mereka harus memberitahukan Vyone.
"Em... kita bahas nanti aja ya, gue laper nih," ujar Nesya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Makan tinggal sih makan apa susahnya," balas Lyra, Nesya menginjak kaki Lyra di bawah meja.
"Aww.... lo kenapa si?," tanya Lyra ketus, ya jelaslah kan kakinya di injek sama Nesya karna alesan ga jelas, Nesya melotot memperingati Lyra.
"Lo diem aja deh, Ra," pinta Vier berbisik.
"Lo yakin mau tau artinya?," tanya Feter datar, Vyone mengangguk mantap, Nesya cemas.
"Gue kasih lo nasehat, lo harus hati² buat kedepannya," ujar Feter makin membuat semua orang di kantin bingung, Feter segera membereskan kartu² tarotnya.
"Tunggu!," seru seseorang.
"Gue juga pengen di ramal, nanti gue bayar deh," ujar si cewe yang ternyata adalah Lydia dkk.
"Saya memang peramal tapi saya tidak bisa menentukan nasib seseorang, jangan terlalu bergantung pada ramalan, nona," jawab Feter datar dan agak formal.
"Kalo gitu kasih gue nasehat," lanjut si Lydia dengan tak sopan.
"Jangan bersikap sombong, diatas langit masih ada langit. Jangan meremehkan orang, tong kosong nyaring bunyinya. Dan juga, jika anda ingin saya meramal dan memberi anda nasehat sebaiknya minta dengan sopan, dan jangan pernah meremehkan saya," ujar Feter datar+dingin, ok fixs dia kesal sama sikap Lydia dkk.
Wajah Lydia dkk merah padam, orang² di sana mulai bergosip, Leon tak peduli, Arya, Dika, Lyra, Vyone dan Nesya terkekeh, sedangkan Vier tersenyum licik.
Sekarang mereka sudah pulang dan baru selesai dengan urusan masing², jam menunjukkan pukul 4 sore waktu setempat, Feter sedang berada di ruang santai sendirian, Nesya/Nala melihatnya dan menghampiri nya.
"Sendirian saja di ruang santai?," tanya Nala, di rumah itu Nala tapi di sekolah Nesya.
"Begitulah," jawab Feter seolah melupakan nada datarnya, dia fokus bermain game online di ponsel nya.
"Perhatikan aku, Feteraint," tegas Nala, Feter langsung menghentikan game onlinenya.
"Ada apa?," tanya Feter, Nala duduk di sofa depan Feter duduk.
"Tentang kartu Five of cups tadi siang," jawab Nala tenang.
"....."
Feter tak merespon perkataan Nala, mungkin pikirannya kembali berkutat pada kejadian tadi siang, Nala sebenarnya merasakan ada yang ditutupi Vyone, karna saat Vyone mengatakan alasannya ingin diramal, tersirat nada kecewa di suaranya dan semburat kebencian di matanya.
"Akan terjadi sesuatu yang membuatnya tertekan dan mengalami serangan mental yang kuat," jelas Nala yang memang paham kartu tarot dengan agak serius.
"Aku tau, sebenarnya kau punya niat lain kan?," tebak Feter, matanya tertuju pada ponsel miliknya di atas meja.
"Ya, aku sudah menyuruh Mei untuk mencari tau tentang apa yang sedang terjadi di keluarga Lynn," jawab Nala santai.
"Aku merasa ada yang aneh dengan keluarga Lynn," gumam Feter, hening sebentar lalu Lina datang.
"Maaf mengganggu anda, nona Nala dan tuan Feter, tapi saya memiliki informasi yang cukup penting," ucap Lina sambil membungkuk hormat dan formal.
"Informasi apa itu?," tanya Nala tanpa menoleh.
"Tentang TBB, apa nona ingin melihat mereka?," tanya Lina masih dengan aksen formal.
"Ya, aku akan temui mereka sebentar lagi, Feter kau pergilah dan jangan lupa topengmu, aku akan ambil topengku dulu," jelas Nala sambil berdiri di ikuti Feter.
Nala mengambil topengnya dan bergegas turun ke halaman menyusul teman²nya yang lain, sore ini di sedang jadwalkan pertemuan antar semua anggota TBB, anggota gabungan dari TDB, KL dan KD. Nala sudah sampai di halaman, dia mengeluarkan aura kepemimpinan yang kental tapi tetap tenang dan elegan.
"Good evening, everybody," sapa Nala menggunakan bahasa Inggris formal dan lancar, buat selanjutnya percakapan menggunakan bahasa Inggris.
"Selamat sore," jawab mereka semua termasuk Leon dan yang lain.
"Nama saya Phoenix, Phoenix yang terhormat, saya bersama 4 pendiri lainnya yang mendirikan The Big Bos atau TBB, kalian benar² bersedia bergabung dengan kami?," ujar Nala keras dan jelas.
"Kami bersedia!," seru mereka mantap secara bersamaan.
"Kalau begitu saya ingin melihat kemampuan kalian, bagaimana pun juga TBB adalah gabungan dari TDB, KL dan KD, jadi saya ingin melihat kemampuan dan kerja sama kalian, mengerti?!," lanjut Nala, yang lain diam untuk mendengarkan.
"Mengerti!," seru mereka serentak.
__ADS_1
"Kita mulai hari ini juga, tanpa senjata, tidak ada yang curang, dan jangan ada yang mati, tapi sebelumnya apa kalian semua sudah mengenal ketujuh orang terpenting di TBB?," tanya Nala.
"Belum!," jawab mereka.
"Baik, tadi kalian sudah tau jika nama saya Phoenix, maka kawan² silahkan perkenalkan diri kalian," ujar Nala mempersilahkan teman²nya memperkenalkan diri, mereka maju satu per satu untuk memperkenalkan diri.
"Saya adalah Dragon, anggap saja bendahara TBB," ucap Arya, mereka mengangguk mengerti.
"Saya Fox," jelas Feter datar tapi tegas.
"Saya Werewolf, panggil saja nona Werewolf," jelas Lyra dengan ramah tapi tersirat aura tekanan yang cukup kuat dari kata² nya.
"Panggil saya Vampir," sahut Vier datar dan dingin.
"Saya Devilfish, saya ketua bagian penyiksaan," jelas Dika, namanya dirubah dari Devil jadi Devilfish mengingat yang lain menggunakan nama hewan yang mereka suka/kagumi sebagai nama.
"Nama saya adalah Lion, wakil ketua dari TBB," jelas Leon.
"Maaf, kalau begitu pemimpin TBB siapa?," tanya salah satu mafioso, mereka tersenyum licik kecuali Nala tentunya yang tak tau rencana mereka.
"Kami semua sepakat, jika leader TBB adalah...... nona Phoenix," jawab Leon, mereka bingung termasuk Nala yang tak mengerti, dia sebenarnya tidak berencana menjadi leader.
"Phoenix, kau memiliki kecerdasan luar biasa, kau orang yang cepat tanggap, cepat membuat rencana yang begitu matang dan rencana cadangan yang cukup akurat, kemampuanmu dalam memimpin sudah tak diragukan lagi oleh kami semua sehingga kami sepakat jika nona Phoenix lah yang layak menjadi leader TBB," jelas Leon panjang kali lebar.
"Tapi mohon maaf untuk tuan dan nona sekalian, saya ingin tau berapakah umur nona dan tuan?," tanya salah satu diantara mereka.
"Saya, Vampir dan Werewolf 8 tahun, Fox dan Devilfish 9 tahun, sedangkan Lion dan Dragon 10 tahun. Kalian keberatan dengan umur kami sekarang?," tanya Nala santai tapi tekanan yang di rasakan para 'calon' anggota TBB cukup kuat, mereka semua tau jika ada 3 leader kelompok mafia yang cukup kuat.
"Tidak, nona!," seru mereka agak takut.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? ayo tunjukkan kemampuan kalian! jangan menahan diri! walaupun kami masih di bawah umur tapi kemampuan kami di atas kalian, dimulai dari KL melawanku," perintah Nala santai.
Nala yang memang sudah siap untuk berduel tanpa senjata segera mendekat ke kerumunan, anggota TDB dan KD menyingkir dari halaman menyisakan 100 lebih orang² KL.
"Lion, ini semua anak buah terbaikmu?," tanya Nala, Leon mengangguk mantap.
"Kita lihat sehebat apa sih mereka," ujar Nala, dia tetap memakai topengnya selama bertarung.
Mereka mulai bertarung, Nala santai, sangat sangat santai, anggota KL dan KD tertegun melihatnya dan memaksimalkan serangan, Nala bahkan masih bisa tersenyum tipis di sela² pertarungan, bagi TDB mereka sudah sering melihat Nala seperti itu, santai dan terkendali, 5 menit berlalu tapi Nala tak terluka sedikit pun.
"Sudah menyerang nya? kini giliran saya yang menyerang," ujar Nala, tatapannya menandakan dia mulai bermain.
Bugh...
Dalam sekali gertakan yang Nala lakukan, 30-45 orang dalam radius 10 meter terpental ke belakang, padahal Nala hanya memukul dengan tangan kosong dan kekuatan 4,5% saja tapi tetap saja hasilnya mengecewakan untuk Nala dan Leon, tatapan mata Nala menjadi datar dan mendingin.
Boom!
Sekali lagi Nala menggertak dan semua anak buah KL terpental juga terkapar di tanah, tatapan matanya menandakan kalau dia cukup kecewa dengan hasil yang dia dapatkan.
"Lion, mereka melemah apa memang lemah? untuk yang lainnya perhatikan ini!," seru Nala tegas meminta perhatian semua orang, setelah dirasa dia diperhatikan Nala kembali melanjutkan.
"Menjadi anggota TBB haruslah kuat, bisa menerima 5-20% serangan kami, saya lebih baik punya sedikit anggota dengan kemampuan yang benar² bagus daripada banyak anggota tapi hanya numpang makan dan cari muka! paham kalian semua?!!," bentak Nala penuh tekanan.
"Huh.... sudahlah Phoenix, biar gue aja yang urus ini," ujar Dika, Nala mengangguk pelan.
"Kalian harus tau urutan orang terkuat di mansion ini dan TBB," seru Nala melanjutkan tapi nadanya mulai melembut.
"Pertama adalah saya tapi kemampuan saya hampir setara dengan Lion, lalu ada Dragon, Vampir dan Fox, setelah itu baru Werewolf dan Devilfish, selain mereka masih ada orang² kepercayaan kami yang tak kalah kuatnya, jadi jika ingin bergabung dengan kami maka pikirkanlah baik², jangan sampai kalian menyesal dengan keputusan kalian sendiri," ujar Nala, mereka semua terdiam.
"Kami semua anggota TDB siap menerima segala konsekuensinya, kami akan selalu setia pada nona Phoenix, seumur hidup kami, selamanya," ujar salah satu perwakilan TDB, mereka berlutut di hadapan Nala dengan penuh hornat dan tanpa ragu sedikit pun, senyum Nala mulai mengembang.
Bersambung....
~oOo~
**BUAT PARA READERS, ADA PENGETAHUAN PENTING BUAT KALIAN
SIKAP TOKOH² DI ATAS, DIANTARANYA :
NALA : BAIK TAPI KEJAM, BENCI DI KHIANATI, PINTAR MENYEMBUNYIKAN PERASAAN DAN PINTAR BERSANDIWARA, KUAT TAPI SEBENARNYA RAPUH (CUMA SEDIKIT YANG TAU, TERMASUK KALIAN), AGAK PENDENDAM, SANGAT BERWASPADA DAN MEMILIKI BANYAK RENCANA CADANGAN JIKA TERDESAK, GENIUS TAPI KADANG PURA² GOBL*K.
#NALA SELALU BERSANDIWARA DENGAN SANGAT MENDALAMI, DIA BAHKAN MENGUBAH CARA BICARA, BERPAKAIAN, MAKAN, BERJALAN, BERSIKAP DAN AURA YANG DIKELUARKANNYA.
LEON : KEJAM, SOK COOL, BAIK, CERDAS, ASLINYA CEREWET, AGAK PEMARAH, PALING GA SUKA KALO ADA ORANG YANG MEREBUT SESUATU YANG MENJADI KESAYANGANNYA, PINTAR MENYEMBUNYIKAN PERASAAN DAN BERSANDIWARA SAMA SEPERTI NALA.
#LEON JUGA MENDALAMI TAPI JARANG DI TUNJUKKAN, LEON LEBIH BERSIKAP DINGIN DAN MISTERIUS DI MANA PUN TAPI JIKA DIA PUNYA RENCANA ATAU KEINGINAN MAKA DIA TAK SEGAN UNTUK SANGAT MENDALAMI PERAN DALAM SANDIWARA.
ARYA : KURANG KASIH SAYANG, CERDAS, SAMA SEPERTI SEBELUMNYA PINTAR MENYEMBUNYIKAN PERASAAN DAN BERSANDIWARA (WALAU GA SEBAIK NALA DAN LEON), PEMARAH.
FETER : TENANG, DINGIN, TAK SUKA DENGAN ORANG YANG TAK SOPAN PADANYA, ASLINYA CERIA DAN CEREWET, AHLI TAROT, PERHATIAN, PINTAR MENYEMBUNYIKAN PERASAAN DAN SEDIKIT BERSANDIWARA.
DIKA : ROMANTIS, CEREWET TAPI BISA JAGA RAHASIA (BUKTINYA DIA BISA NUTUPIN IDENTITASNYA SEBAGAI PEMILIK DA), BAIK, PEMARAH, AGAK KURANG KASIH SAYANG KARNA ORTUNYA SIBUK.
LYRA : BISA DIPERCAYA, KADANG CEROBOH, BAIK TAPI BISA KEJAM, CEREWET, BIASANYA JADI TEMEN ADU BACOTNYA, VYONE, NESYA, DIKA DAN ARYA.
VIER : JANGAN DIGERTAK KALO GA MAU MATI MENGENASKAN, DIPERCAYA, BERHATI-HATI, BAIK, DINGIN KE ORANG YANG BARU KENAL, ABSURD KE ORANG YANG UDAH KENAL DEKAT, KEJAM.
VYONE : PINTAR MENYEMBUNYIKAN PERASAAN DAN SEDIKIT BERSANDIWARA, BISA JAGA RAHASIA, PERNAH BUNUH ORANG, KURANG KASIH SAYANG.
SELALU SAJA LUPA
MARHABAN YA RAMADAN BUAT SEMUANYA, WALAUPUN RAMADAN TAHUN INI AGAK GA ENAK GARA² CORONA, DAH ITU AJA, BYE...
*SEE YOU NEXT EPS***!...
__ADS_1