My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Ancaman


__ADS_3

Keesokkan paginya


Nesya dkk sudah bersiap untuk pergi sekolah, mereka diantar mobil SUV hitam khusus buatan TBB, ini bukan mereka yang minta tapi anggota TBB sendiri karna mereka sangat sayang sama leader dan jendral mereka itu.


Nala dkk selalu berlaku adil dan kekeluargaan pada semua anak buah mereka, karna itulah Nesya/Nala dkk di sayangi seperti keluarga sendiri oleh semua anak buah mereka.


"Woi! lu pada ngerasa aneh ga sih?," tanya Lyra di dalam mobil.


"Paan si, Ra?," tanya Vyone balik.


"Lydia 'kan udah lulus tapi malah jadi antek²nya si jal*ng baru gaes, haha..," jawab Lyra lalu tertawa.


"Eh gue baru nyadar anj*r," balas Vyone lalu ikut tertawa.


"Udeh! kek orgil aje ketawa kaga jelas," tegur Nesya.


"Njer di katain orgil, bgst lu😑," balas Vyone datar.


"Sial*n dasar," sahut Lyra.


SKIP istirahat


Nesya dkk lagi leha² (nyantai) di kantin, Nesya makan choki² (dasar maniak coklat😒), Lyra makan nasgor, Vyone makan batagor, Vier pake headphone dengan kepala di letakkan di atas meja.


"Woi! kalian!," seru seseorang pada Nesya dkk.


Nesya dkk kecuali Vier melirik ke sumber suara sejenak lalu melanjutkan kegiatan mereka, sedangkan human yang tadi treak langsung menghampiri meja Nesya dkk.


Info : Lydia kadang masih ada di sekolah ini karna dia bolos, ijin ato apalah itu. Intinya Lydia kadang masih gangguin Nesya dkk walaupun mereka udah ga sekolah di sana lagi, Lydia sekolah di B'B internasional junior high school bareng Leon dkk, makin genit si Lydia.


"Woi! Nadia lagi ngomong sama kalian para jal*ng!," teriak antek²nya Nadia yang bername tag Riri.


"......."


Nesya dkk masih asyik dengan kegiatan masing² bahkan tampak ga terganggu sama sekali dengan gertakan Nadia dkk.


"Mungkin mereka ga denger karna mereka idiot, hahaha...," ejek antek²nya Nadia yang bername tag Desi, Nadia dkk tertawa mengejek.


"Kuping gue kaya denger orang ngomong tapi mana orangnya gitu ya," sindir Vyone.


"Heh! Vyon jal*ng, lu kira lu pantes ngelawan Nadia hah?!," bentak antek²nya Nadia yang bername tag Qilla.


"Anj*irr ada anjing ngomong," ujar Vyone menyindir dengan suara keras, seisi kantin tertawa mengejek.


"Lu ngomong sama kita ya?," tanya Lyra mengejek.


"Heh! jaga ya mulut lo!," bentak Nadia.


"Jaga dong me**k lo," balas Vyone sengit, seisi kantin kembali tertawa.


"Lu....," Nadia ter-skak.


Nesya terlihat bodo amat dan sibuk makan choki², Vier masih tidur dan ga keganggu sama sekali, Lyra dan Vyone menatap sinis Nadia dkk.


"Lo bakal gue urus nanti, heh! maniak coklat!," bentak Nadia pada Nesya, Nesya hanya melirik sejenak lalu kembali asyik dengan kegiatan nya.


"WOI! lo punya kuping kaga hah?!," bentak Riri.


Nadia mengambil paksa choki² Nesya dan membuangnya ke tempat sampah, seketika seisi kantin di penuhi aura mencekam dari Nesya, Nadia dkk mendadak merinding dan mundur perlahan, Nesya berdiri dan menatap Nadia dkk.

__ADS_1


Info : Nesya/Nala ga pake softlens lagi karna akhirnya dia tau kalo dia bisa gonta ganti warna mata dengan alami, so itu kekuatannya Nala/Nesya yang lain.


Warna mata Nesya tiba² berubah menjadi merah gelap.



Nesya marah dan yang menyadari mata Nesya berubah hanya Lyra, Vyone dan Vier. Mereka bertiga menegang di tempat dan menatap Nesya cemas, cemas kalo Nesya ga bisa kontrol diri, tubuh mereka bertiga sedikit gemetar bukan hanya mereka bertiga tapi seisi kantin gemetar ketakutan.


"GUE. UDAH BAEK²IN ELO. DAN ELO MASIH. NGUSIK. KEHIDUPAN GUE! LU. JAL*NG YANG GA TAU BATASAN! LU BUTA APA ENGGA, HAH?!! JAWAB!," bentak Nesya dengan aura kemarahan dan penuh penekanan di setiap katanya.


"L l lo m mau a apa, hah? b bokap gue do donatur di s sekolah ini," jawab Nadia terbata saking takutnya.


"BARU DONATUR BUKAN PEMILIK SEKOLAH, SEKOLAH INI MILIK B'B COMPANY!! JADI LO GA BISA SEMENA MENA DI SINI! WALAUPUN. ORTU LO ITU. DO. NA. TUR!!. CAMKAN ITU BAIK²!!," balas Nesya.


"E emang l lu bisa a apa hah? gu gue bisa ngeluarin elo s sama temen² lo itu dari sekolah ini!," balas Nadia songong tapi jujur saja tubuhnya gemetar hebat.


"Masa?? ck, coba aja kalo lo berani! Denger ini baek²!! KALO LU. NADIA TENGGARA!! BERANI USIK KEHIDUPAN GUE LAGI! KELUARGA LO BAKAL ABIS DALAM WAKTU KURANG DARI ½ HARI!!! DENGER ITU BAEK²!! JANGAN SAMPE GUE BENER² NGANCURIN KELUARGA LO ITU!," jelas Nesya meremehkan di awal lalu membentak di akhir kalimat.


Lyra, Vier dan Vyone berdiri dan menghampiri Nesya yang menatap Nadia dkk seakan ingin menerkam mereka, Vier menepuk pundak kiri Nesya membuat Nesya menoleh.


"Jangan lepas kendali, Nes," saran Vier datar tapi Nesya bisa mendengar kecemasan di suaranya.


"Huft... gue santuy kok, untuk sekarang. Thanks, yer," balas Nesya kembali tenang.


Warna mata Nesya menjadi seperti semula, coklat (kan masih nyamar). Nesya menarik kembali 5% aura menekan yang dikeluarkannya lalu Nesya dkk pergi dari kantin setelah membayar makanan yang mereka makan tadi.


Nadia dkk terduduk lemas di lantai dengan keringat dingin di sekujur tubuh, para siswa siswi lain pergi dari kantin dengan kaki agak gemetar, tak lama Nadia dkk pingsan satu per satu tapi ga ada yang nolong karna mereka semua malas, dan Nadia itu memang seneng nge-bully anak² lain.


Nesya dkk sampai di rooftop yang tenang dan sepi, Nesya langsung bersandar di kursi sofa yang emang udah ada di tempat itu entah sejak kapan, Nesya menghela napas kasar.


"Lo tadi parah bat, Nes," ujar Lyra yang menatap Nesya dari posisi berdiri.


"Ho'oh, Nadia aja sampe ga bisa berkutik di depan lo," balas Vyone.


"Thanks," balas Nesya sambil meminum air yang disodorkan Vier.


"Tadi lu keren tapi jan sampe hilang kendali," ujar Vyone sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Iye gue tau, sorry guys," jawab Nesya.


"Keadaan lu kaya labil gitu, Nes," celetuk Vyone yang mengamati Nesya.


"Jangan² lo lagi sakit ya karna itu lo marah² sampe segitunya," sambung Vyone.


"Emang bisa gitu?," tanya Lyra.


"Kemungkinan bisa," jawab Vyone dengan muka serius.


"Gue kasih tau Leon sama yang laen ya," ujar Vier membuat pandangan seluruh orang tertuju pada Vier.


"Ga usah, ntar ganggu. Lagian gue gapapa kok, jan khawatir☺," balas Nesya dengan senyum.


"Heh, kita semua itu sahabat. Lu jangan pendem sendiri dong! kita semua tau apa yang lo hadepin, cerita ke kita. Ok," balas Vyone sambil berjongkok di depan Nesya.


"Vyon bener, lo ga bisa mendem semua ini sendirian," sahut Vier mantap.


"Eh, kapan² kita jalan² aja biar lebih fresh. Refresing gitu loh," sambung Lyra.


"Boleh juga tuh," balas Vier dan Vyone bersamaan.

__ADS_1


"Thanks semuanya, tapi kayanya aku cuma kecapean deh. Ga usah khawatir☺," ujar Nesya menenangkan teman²nya.


SKIP


Nesya/Nala sudah pulang ke rumah di jalan manggis, Nala langsung berganti pakaian di kamarnya lalu turun ke bawah untuk minum.


"Jam 2 siang," gumam Nala.


"Kamu ngapain berdiri di situ?," tanya Leon yang mengamati Nala.


Leon membawa segelas es jeruk dan dia berdiri mengamati Nala yang melihat jam dinding dari tangga, refleks Nala menoleh ke sumber suara dan turun ke bawah.


"Aus," jawab Nala santai lalu pergi menuju dapur.


Leon hanya ber-Oh-ria lalu duduk di sofa dan membuka laptop, Leon sibuk dengan pekerjaannya sampai² ga sadar ada Nala yang mengamatinya.


"Rajin amat," ujar Nala mengagetkan Leon.


"Aku emang rajin tau, kamu aja yang ga liat," balas Leon kembali fokus.


"Hah.. terserah," balas Nala lagi.


Nala melangkah ke sofa ga jauh dari sofa Leon duduki, Nala menyodorkan sepiring kentang goreng beserta sausnya pada Leon yang langsung di tanggapi oleh Leon.


"Kamu yang goreng?," tanya Leon saat tau kentang gorengnya masih panas.


"Emang bibi ada di rumah?," tanya Nala balik.


"Oh..," jawab Leon.


"Kok aku ga denger suara kamu masak ya?," tanya Leon dengan tangan yang kembali menari dengan lincah di atas keyboard laptop.


"Terlalu serius sampe ga denger," jawab Nala.


"Hm... masuk akal," balas Leon.


"Haha... bukan aku yang masak, bibi emang udah siapin buat kita semua dan aku cuma manasin lagi di microwave," ujar Nala dengan tawa kecilnya.


"Kukira kamu masak beneran, taunya engga," balas Leon.


"WOI!! BOCAH² MAU PADA KENTANG GORENG KAGA?!!," teriak Nala yang dapat di dengar semua orang di rumah itu.


"MAU!!!," seru mereka serentak sambil bergegas ke ruang tengah.


"Giliran makanan aja gercep," gumam Nala.


"Udahlah kaya ga kenal mereka aja," balas Leon sambil kembali mencomot kentang goreng.


"Hm.. dasar bocah kaga ada akhlak," gumam Nala lagi.


3 detik setelah perbincangan singkat itu ruang tengah penuh dengan anak² yang mau kentang goreng.


Bersambung...


~oOo~


Sorry kalo up nya lama, nih Author bikin banyak eps


Jan lupa ya comment, like dan klik tombol favorite

__ADS_1


So, thanks yang udah ngelike, comment dan klik tombol favorite


Lop yuu😘


__ADS_2