My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 6 : Kenyataan mengejutkan


__ADS_3

"A.. tuan muda pertama," jawab pak Dicky kaget dan langsung berdiri melihat kedatangan tuan muda pertamanya lalu membungkukkan punggungnya, begitu pula Lina dkk.


 ~oOo~


"Ada apa ya tuan dan kedua tuan muda menemui kami?," tanya pak Dicky sopan saat mereka sudah di depan sebuah toko yang tutup karna masih pukul 3 pagi.


"Kalian adalah orang kepercayaan Nala kan?," tanya paman Daryn memastikan, mereka semua berdiri karna tak ada kursi.


"Iya, tuan. Kami adalah orang kepercayaan nona Nala," jawab Lina sopan.


"Saya ingin tau, apa yang kalian dan adik saya lakukan saat pergi tadi?," tanya kak Wira.


"Itu...," pak Dicky terlihat ragu untuk menjawab, lalu Lina mengambil alih untuk menjawab.


"Tadi kami dan nona Nala hanya membalas dendam tuan Alfra, dibawah kepemimpinan nona Nala," jawab Lina tetap tenang dan sopan.


"Dendam?," tanya mereka (paman Daryn, kak Wira dan kak Gusion) bertiga heran.


"Benar tuan dan tuan muda, nona Nala membalaskan dendam tuan Alfra pada organisasi White Fheater," jelas Lina yang makin membuat ketiga orang tersebut bingung.


"Apa hubungan White Fheater dengan ayah?," tanya kak Wira.


"Sebenarnya orang yang telah mencelakai tuan Alfra dan nyonya Tasha adalah anggota WF sehingga nona Nala segera membalaskan dendam tuan Alfra, sebenarnya nona Nala juga sudah memiliki rencana untuk memasuki dunia gelap seperti tuan Alfra, tapi jika nona Nala memberitahukan rencananya pada tuan Alfra, tuan Alfra kemungkinannya tak mengizinkan nona. Dan tadi malam nona memutuskan untuk tetap menjalankan rencananya yaitu membuat organisasi mafia bernama The Death Butterfly," jelas Mei, walaupun baru 4 tahun tapi Mei sudah paham dengan urusan orang dewasa.


"APA?!!," teriak mereka bertiga kaget.


"Jadi... Nala yang sudah membalaskan dendam ayah?," tanya kak Gusion.


"Benar tuan muda kedua," jawab Lina.


"Lalu? dia turun tangan langsung?," tanya kak Wira sambil memijat keningnya.


"Nona Nala memang turun tangan saat kita semua sedang mengejar mobil tuan Alfra, karna saat itu kami di cegat, tapi saat ke markas WF, nona Nala tak turun tangan," jelas Lina tetap sopan.


"Huh... Baiklah kalian bisa kembali beristirahat," kata paman Daryn setelah menghembuskan nafas kasar.


"Terima kasih, tuan dan tuan muda," jawab mereka semua (anak buah Nala) serentak sambil membungkuk hormat.


Mereka bertiga segera kembali ke dalam rumah sakit, tepatnya ruang VVIP tempat Tasha dan Alfra di rawat.


 ~oOo~


Setelah paman Daryn, kak Wira dan kak Gusion pergi dari ruang VVIP, Nala masih menangis di samping ranjang kedua orang tua nya.


tit........ tit........ tit ........., suara alat pendeteksi detak jantung berbunyi seirama menandakan detak jantung Alfra dan Tasha sangat lemah.


Nala menghapus air matanya kasar, lalu menatap kedua orang tua nya dengan hangat.


"Ayah... bunda..., Nala udah selesai in orang² itu, semoga bunda dan ayah ga keberatan ya," kata Nala.


Kakek Rescha tercengang dengan perkataan cucu ke empatnya.

__ADS_1


'Maksudnya? nyelesai in? bunuh?,' batin Kakek Rescha tak percaya, cemas dan tersirat rasa bangga di hatinya.


"Bunda... ayah... cepet bangun ya, kata ayah, ayah bakal bawa Nala keliling dunia, ayah harus bangun dan sehat biar bisa bawa Nala keliling dunia, bunda juga janji mau ngajarin Nala lagi kan? ayo bangun bunda... bangun ya," kata Nala pada Tasha dan Alfra yang masih terbaring lemah, Nala menangis tanpa suara, air matanya terus berjatuhan.


✌Flashback on✌


Saat Nala berusia 4 tahun, tepatnya setelah penculikan itu, Tasha -bundanya Nala- dalam rangka membuat Nala ceria kembali, telah mengajari dan memberi Nala banyak pengalaman baru.


Di antaranya yaitu mengajari Nala bermain alat musik kesukaan Tasha, piano dan kecapi tradisional khas Jepang, bahkan Nala juga di ajarkan memasak dan masakan Nala sangat enak👍👍, karna itulah Nala sangat menyayangi Tasha dan Alfra walaupun saat itu Nala sedingin es.


Nala juga menyukai hujan karna dia, Tasha, Alfra dan ke 3 kakaknya sering bermain hujan²an dan tentu saja di iringi canda tawa walaupun saat Nala hanya tersenyum tipis, sangat tipis sampai hampir tak terlihat.


✌Flashback off✌


Dalam beberapa saat, hanya suara alat rumah sakit yang berbunyi, oma Zelfa dan kak Ari kelelahan dan tertidur di sofa, kakek Rescha masih berperang dengan pikirannya, lalu paman Daryn, kak Wira dan kak Gusion memasuki ruang VVIP, mereka masih melihat Nala yang menangis dalam diam sembari menatap kedua orang tuanya.


 ~oOo~


Di alam bawah sadar Tasha dan Alfra


Entah mengapa, alam bawah sadar Tasha dan Alfra menjadi satu alias barengan. Mereka berada di tempat berwarna putih semua dan tak berujung, di sana Tasha mengenakan dress putih panjang selutut, sedangkan Alfra mengenakan pakaian serba putih yang serasi dengan Tasha. Mereka berjalan beriringan di tempat asing tersebut.


"Tasha... kenapa kita belum pergi juga dari tempat ini?," tanya Alfra pada Tasha sambil mempererat genggamannya pada tangan Tasha.


"Aku tidak tau, Alfra. Aku bahkan bingung kenapa kita berjalan seperti ini."


"Bunda... ayah....," suara Nala menggema di alam bawah sadar Alfra dan Tasha.


"Bunda... ayah...," panggilan lain juga menggema, sontak Alfra dan Tasha menoleh ke sumber suara.


Seorang anak laki² tampan yang mirip juga seumuran dengan Nala juga memanggil Tasha dan Alfra, itu kembarannya Nala!.


"Angga? itu kamu, nak?," panggil Tasha tak percaya melihat anak laki² nya yang telah meninggal 2 tahun yang lalu.


Angga meninggal karna para ******* itu, mereka membunuh Angga dengan sadis di depan mata Nala dan seluruh keluarganya.


"Ya bunda, ayah. Angga kangen.... bunda dan ayah punya 2 pilihan, mau ikut Angga atau Nala," tanya Angga.


Alfra dan Tasha ragu, kerinduan seorang ibu sangatlah besar namun ia juga tak bisa meninggalkan Nala begitu saja, Tasha dan Alfra merasa berat hati jika harus memilih satu dari anak² nya.


"Sayang..... aku tak bisa memilih," jawab Alfra pada Tasha, ia sangat menyayangi anak²nya dan tak ingin meninggalkan mereka.


"Nala.... dia sudah menjadi anak yang kuat, tapi mentalnya pasti akan kembali terluka," gumam Tasha.


"Jadi?," tanya Alfra.


"Begini saja, aku akan ikut dengan Angga dan kau ikut Nala, bagaimana?," usul Tasha.


"Hah?!! kau mau meninggalkan ku sayang?, I don't want to lose you, Tasha. please don't do that. I love you, Tasha."


"Lalu?," tanya Tasha bingung.

__ADS_1


"Aku akan ikut denganmu, tapi aku akan berpamitan, kau bisa titip salam?," lanjut Alfra.


"Bagaimana caranya?," tanya Tasha.


"Akan kupikirkan, kau bisa pergi, Tasha. Kita akan bertemu lagi, aku janji," jawab Alfra.


"I trust you, Alfra, good bye. Sampaikan salamku dan Angga pada yang lain, i love you," kata Tasha lalu mencium pipi Alfra.


Alfra berlalu menghampiri pintu yang bercahaya, meninggalkan Angga dan Tasha yang melambaikan tangan sambil tersenyum.


 ~oOo~


Di dunia nyata


Tit........................., alat pendeteksi detak jantung yang terpasang pada Tasha menunjukkan garis lurus yang berarti Tasha telah tiada, Nala segera berteriak memanggil dokter namun usahanya sia² karna sang bunda telah pergi untuk selamanya.


Tapi Alfra berhasil terbangun dari koma dan melihat Nala menangis.


"Nala....," panggil Alfra lemah, sangat lemah.


"Ayah!," teriak Nala masih dalam isak tangis dan segera menghampiri ayahnya.


"Bunda dan kembaranmu Angga titip salam, nak."


"Apa? hiks... jadi... hiks... bunda... hiks... sudah bertemu kak Angga dan tak kan pernah kembali? hiks...," tanya Nala masih dalam isak tangis, tangisan dan kata² yang mengiris hati.


"Ya.... ayah juga pamit, yang lain tolong jaga mereka ya, kak Daryn dan ayah, ibu juga jaga diri baik² ya," pamit Alfra pada orang² yang berada di ruang itu.


"Ayah.... jangan ngomong kaya gitu dong, kita semua sayang ayah dan bunda, bunda udah pergi masa ayah juga mau pergi," kata kak Wira yang berada di samping Alfra, WiGuRi sudah mengelilingi brankar Alfra sambil menangis.


"Ayahhhhh..... kumohon jangan pergi.... hiks.... huaaaaa.....," kak Ari menangis kencang.


"Ayah, bunda sama Angga selalu bersama kalian walaupun kalian tak bisa melihat kami tapi yakinlah kalau kami selalu ada di sekitar kalian, selamat tinggal semuanya dan sampai bertemu lagi," kata Alfra lemah lalu memejamkan matanya.


Tit.............., alat pendeteksi detak jantung kembali menunjukkan garis lurus, Alfra dan Tasha telah tiada, dokter King hanya bisa melihat kejadian tersebut dengan iba.


"Perawat..., catat ini, waktu kematian 3.47 pagi, tuan dan nyonya Nero, selamat jalan, saya permisi," kata dokter King dan berlalu pergi dari ruangan itu.


"Ayah!!!!!! bunda!!!! hiks...," teriak anak² Alfra.


Kakek Rescha dan paman Daryn menahan tangis, oma Zelfa dan kak Ari menangis kejer, kak Gusion, kak Wira dan Nala juga menangis tersedu sedu. Akhirnya pada hari itu, keluarga Nero mengadakan pemakaman yang dihadiri begitu banyak kolega bisnis keluarga Nero.


Banyak sekali kolega bisnis keluarga Nero yang datang ke pemakaman, mereka turut berduka cita atas meninggalnya kolega bisnis juga teman yang baik.


Bersambung.....


~oOo~


Hiks... apa yang akan Nala lakukan selanjutnya?


Tungguin ya eps selanjutnya! bye.... eh tinggalin comment biar author makin semangat dan makin sayang, yang baek vote dong, like juga eps nya, views juga ya dan share ke yang lainnya, bye....

__ADS_1


__ADS_2