
Nala pun berdiri meninggalkan Leon yang cemberut, Nala mengambil jaket kulitnya yang ada di lantai bawah, mereka pun pergi dengan motor masing².
~oOo~
Bruumm bruumm
Sekumpulan motor² ninja sedang konvoi dengan gaya masing², mereka adalah Nesya dkk dan Leon dkk + Satya dan Dean.
"Woi! Queen! mampir warung bentar, gue aus," seru Satya saat berada di perempatan lampu merah.
"Gue juga woi!," seru Arya menimpali.
"Gue ngikut!," seru Dika menyahut.
"Yaudah gih, buruan!," seru Nesya cepat.
"YES!," seru sisanya senang.
Bruum bruum
Mereka kembali konvoi ke sebuah warung tak jauh dari alun², mereka memang akan bersantai sejenak di alun² sebelum balapan, btw balapan nya jam 11 an jadi bisa nyantai lah, trus si Wira ga ikut katanya harus ke RS buat nemuin Dr. King buat apa ga tau.
"Lu pada mau minum apaan? Dean traktir," ujar Satya saat baru membuka helmnya.
"Lah kok gue yang bayar? elu lah bgst," balas Dean sewot.
"Santuy², canda doang bro, gue kok yang bayar. Lu kaga usah sewot juga kali," celetuk Satya sambil menunjuk Dean.
"...."
Sifat es nya Dean kumat, mereka pun turun dari motor masing² dan duduk di salah satu tempat yang ada pohon beringinnya, di alun² kota C sendiri terdapat beberapa tempat tongkrongan yang ada pohon beringinnya.
Sementara Satya pergi membeli minuman, teman²nya yang lain pada nongkrong sambil ga jelas, tiba² aja ada sekelompok perempuan mendekati mereka lebih tepatnya Leon dan Arya, ganjen itu kata yang ada di benak Nesya dkk.
"Hai, boleh kenalan gak?," tanya salah satu diantara mereka pada Arya dan Leon.
"Buat?," tanya Arya dingin.
"Puft...," Nesya dkk menahan tawa mendengar suara Arya yang dingin, es baloknya keluar ehe:v.
"Ya.. buat nambah temen," jawab perempuan tadi.
"Saya sudah punya banyak teman," balas Arya kembali fokus pada ponselnya.
"O oh... emangnya kenalan doang ga boleh ya?," tanya perempuan di sebelahnya.
"...."
Arya diam, malas meladeni sedangkan Leon udah ngeluarin aura ga enaknya sampe sekelompok perempuan tadi ga berani deketin Leon.
"Hei!," tegur perempuan sebelumnya.
"IDIH.. SOK BANGET SIH JADI ORANG! CUMA TAMPANG GANTENG AJA SOMBONGNYA MINTA AMPUN," kesal perempuan lainnya dengan setengah teriak membuat sebagian perhatian tertuju pada mereka.
"Bosen idup ya dia," gumam Lyra.
"Anda bicara pada saya?," tanya Arya sambil mendongak karna perempuan tadi berdiri di depannya.
"Puft...," lagi² Nesya dkk menahan tawa sedangkan Dean, Dika, Feter, Leon dan Arya asyik main game, jadi Arya nge-pause gamenya trus nanya sambil dongak ke muka cewenya.
"😍," respon ciwi² tadi.
'Gilak, ganteng banget,' batin cewe yang tadi ngebentak + setengah treak.
"😕. Ekhem, nona², saya tadi bertanya lho," ujar Arya setia dengan nada dan wajah datarnya.
"Eh, em... itu, tadi cuma salah orang kok hehe," balas cewe tadi kikuk.
"Oh," respon Arya.
"Eum.. kenalin nama gue Villy," ujar cewe tadi sambil duduk di sebelah Arya dan mengajak berjabat tangan, Arya hanya melihat tangan itu sekilas lalu kembali bermain game.
"Eh, lo tau ga keluarga Lynn?," tanya si Villy mengalihkan pembicaraan.
"...." Arya mengangguk singkat.
"Gue anak dari keluarga Lynn, dan lo itu pacar gue titik. Jadi lo ga usah capek² ngejar gue lagi," ujarnya pede tingkat dewa, teman²nya pun menyetujuinya.
"Ha? Bwahahaha....," kata² itu sukses membuat Nesya dkk tertawa terbahak bahak.
"Anak keluarga Lynn katanya," ejek Vier yang melupakan sikap es nya.
"Heh, lu pada kalo iri bilang aja woi!," ujar teman Villy.
"Ck, Vyone," panggil Nesya.
Vyone paham dengan kode Nesya, dia pun berdiri dan berjalan ke arah sekelompok perempuan itu, Villy ikut berdiri menyaksikan apa yang akan Vyone lakukan.
"Kenalan dulu deh biar paham," ujar Vyone memulai.
"Nama gue Vyone Lynn, putri kandung dari Afrio Lynn, salam kenal," lanjut Vyone menekankan kata 'Vyone Lynn' dan 'Afrio Lynn'.
Nesya dkk terkekeh, Leon dkk memasang smirk sedangkan Villy dkk memucat, Vyone tersenyum miring.
"Btw, gue kok belum pernah ya denger nama Villy di keluarga gue? lo saudara jauh gue?," tanya Vyone pura² o'on.
"I iya, gue saudara jauh elo," jawab Villy mengiyakan.
"Oo... dari mana?," tanya Vyone lagi.
"Dari itu loh apa ya, em.. intinya kerabat jauh elo," jawab Villy gelagapan.
"Oo... siapa ya marga keluarga elo? kok gue sampe ga kenal elo? trus lo tinggal dimana? negara mana? kota mana? kok bisa sampe sini?," tanya Vyone beruntun dengan tampang polos tapi kurang ajar dimata teman²nya membuat Villy tak bisa berkutik.
'Skak mat,' batin mereka semua serentak.
Villy pun pergi dari tempat itu dengan rasa malu yang luar biasa, sedangkan Vyone sudah kembali ke tempat teman²nya yang asyik ketawa ngakak bahkan Satya yang baru dateng, untung dia dateng cepet kalo engga kelewatan deh pertunjukan pentingnya.
"Lo keren Vyon, kapan² bikin pertunjukan kaya tadi lagi tapi yang lebih hot," ujar Satya setelah puas tertawa.
__ADS_1
"Ok² nanti minta sama Nesya aja tuh, kayanya dia punya banyak ye kan?," balas Vyone pada Nesya.
"Yoi!," balas Nesya santuy.
"Trus nanti kalo lo ga tahan lo bisa bobol punya Lyra," celetuk Vier membuat Lyra malu dan Satya tersenyum penuh arti.
"Wih gila, kalo gue ga tahan sama siapa dong?," sahut Dika.
"Sama kambing!," jawab Lyra ketus membuat Dika murung dan teman²nya yang lain kembali tertawa.
Saat sedang asyiknya berbincang dan bercanda, sebuah suara lembut mengejutkan mereka.
"Hai semua," sapa suara itu, mereka pun menoleh ke sumber suara.
"Nila," gumam mereka serentak.
"😊, masih nongkrong jam segini emang ga ngantuk?," tanya Nila.
"Engga lah, kita santuy ye kan trus paling pulangnya Satya ama Lyra begadang, biasa olahraga malem," jawab Vyone menggoda.
"Loh? olahraga malem? dalam kamar maksudnya?," tanya Nila.
"Ho'oh, paham lah kan²🌚🌚," jawab Nesya.
"Ooo... itu🌚, paham kok paham😄," balas Nila.
"Eh (blush) apaan si? gaje ih omongannya," bantah Lyra dengan wajah semerah tomat.
"Lo sendiri ngapain disini?," tanya Dean tiba².
"Oo.. ini, gue lagi nyari barang. Kertas asturo, kertas lipat, kertas yang mengkilap itu apa namanya ya? intinya suruh beli barang²," jawab Nila jujur.
"What?! beli barang gituan malem² gini?!," tanya Dika ga percaya.
"Hehe.. iya, soalnya gue ketiduran tadi," jawab Nila cengengesan.
"Yee..."
"Bantuin gue dong, pleaseee...," pinta Nila dengan wajah memelas.
"Ah, gue kaga bisa. Mau balapan," jawab Satya santuy.
"2in," sahut Dean.
"Kita ber-empat juga ikut, sorry ya ga bisa bantu," balas Vyone agak ga enak.
"Yah..."
"Coba lo tanyain mereka, siapa tau ada yang mau, tapi kasih apa dulu kek. Kaya nyogok gitu," ujar Vyone menunjuk Leon dkk yang asyik main game.
Duk
"Nyogok kaga baek woi, lo mau masuk penjara?," tanya Lyra seusai menjitak kepala Vyone.
"Idih... najis gue masuk penjara, penjara hati lah gue mau," jawab Vyone cepat.
"Yee...😑," respon mereka yang mendengarkan bahkan Nila juga ikutan.
"Eh kebetulan gue bawa yogurt nih," ujar Nila.
"Kapan lo belinya?," tanya Vyone yang bingung.
"Oo.. tadi gue aus, jadi beli minum sekalian ngadem di minimarket, trus gue lagi pengen yogurt jadi beli deh beberapa," jawab Nila lancar.
"Oo... gitu," respon teman²nya.
"Udah gih tawarin, ntar kalo berhasil kasih tau kita ya. Kita mau ngobrol lagi, ok👌," ujar Nesya.
"Ok👌," jawab Nila sumringah.
Nila mengeluarkan yogurt rasa vanila lalu menawarkannya.
"Ga makasih, gue lebih suka rasa coklat. Lo kasih aja ke dia, btw gue juga ga bisa bantu elo, sorry ya," tolak Dika.
"Yah.. yaudah deh," balas Nila, dia kembali menawarkan pada Leon di sebelah Dika.
"Ga makasih, gue mau ikut balapan," jawab Leon datar.
"Ok," balas Nila, dia tak putus semangat untuk meminta bantuan, Nila menawarkannya pada Feter.
"Ga dulu, makasih. Gue mau ikut balapan sama mereka," tolak Feter.
"Hm..," Nila tersenyum kecut mendengarnya, yang terakhir Arya.
"Arya," panggil Nila.
"Mau ga? tapi bantuin gue," tanya Nila sambil menyodorkan yogurt vanila.
Arya melihat sebuah tangan putih memegang yogurt, yogurt kesukaannya, Arya pun mendongak dan mendapati Nila yang tersenyum tipis, karna memang Arya harapan terakhir nya untuk meminta bantuan.
"Serius? tapi lo minta bantuan apa?," tanya Arya menghentikan aktifitas main gamenya.
"Nyari barang hehe," jawab Nila dengan senyum lebar.
Arya pun mengambil minuman yogurt di tangan Nila lalu meminum nya, Nila pun tersenyum lebar melihatnya.
"Gue bantu, btw thanks buat yogurtnya," ujar Arya dengan senyumannya, seketika Nila merona karna senyuman memabukkan Arya.
"Eh eh, guys liat deh Nila sama Arya," ujar Nesya yang menyadari kedekatan Nila dan Arya.
"Wow... cocok tuh mereka," balas Satya.
Pletak
Pletak
Satya mendapat 2 jitakan dari Lyra dan Dean, Satya meringis menahan sakit di kepalanya.
"Apa²an si? gue salah apa?," protes Satya.
__ADS_1
"Ga ada, pengen aja gitu jitak elo," balas Lyra.
"Ish.. bilang aja mau mesra²an ama gue," celetuk Satya PD.
"Idih... PD amat lu," balas Lyra, mulailah cek cok antara Lyra dan Satya.
Back to Arya and Nila
"Jadi, barang apa aja yang lo butuhin?," tanya Arya sambil berdiri dari duduknya.
"Kertas asturo, kertas lipat, lem bla bla bla," Nila menjelaskan barang apa saja yang dia butuhkan, Arya mengernyit mendengarnya.
"Nyari barang² kaya gitu jam segini?," tanya Arya bingung.
Ya ya ya waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 22.25 malam, karna itu Arya bingung mau mencari barang² yang disebutkan Nila dimana?.
"Kayanya waktu itu ada deh tapi agak jauh, bantuin bisa kan? pleasee," bujuk Nila dengan wajah memelas, dia harus mendapatkan barang² itu untuk besok.
Nila ikut ekskul seni, dia harus membuat suatu barang, dan Nila ada ekskul seni besok karna besok jamkos alias jam kosong.
"Harus besok?," tanya Arya lagi.
"He'em," jawab Nila lesu.
Hening sejenak diantara mereka, entah kenapa Arya merasa iba pada Nila.
"Huh... baiklah, gue bantu elo," ujar Arya akhirnya.
"Seriusan?! yess!! thanks you Arya," seru Nila senang, terlihat dari wajah dan matanya yang berbinar.
Reflek Nila memeluk Arya dan Arya sama sekali ga keberatan di peluk, yang keberatan tuh jantung nya, serasa maraton tuh jantung kalo mungkin bakal copot saking cepetnya.
"Ekhem," deheman dari Feter yang berada jauh dari mereka menyadarkan Nila, cepat² dia melepas pelukannya dan memalingkan wajahnya yang memerah.
"Apa²an tadi? mereka tadi pelukan kan?," bisik Vyone.
"Ho'oh tapi kayanya si Nila reflek deh karna seneng," balas Nesya menatap 2 human yang sedang merasa canggung siapa lagi kalo bukan Arya dan Nila.
"Eum... kita jadi pergi?," tanya Nila perlahan.
"Oh, iya jadi. Gue kasih tau mereka dulu," jawab Arya.
"Woi! curut² ga ada akhlak!," panggil Arya membuat Nila terkekeh.
"Kita punya nama woi!," kesal Dika.
"Iye² serah lu pada😒," balas Arya.
"Tu muka kenape? minta ditabok?," tanya Vyone.
"Tabok aje Vyon pake sepatu biar mantap," timpal Lyra cepat.
"Mantap, wkwk," balas yang lainnya dengan tawa kecil.
"😑," respon Arya.
"Dah lah males, gue cuma mau bilang. Gue ga bisa ikut balapan, gue mau bantuin si Nila dulu," ujar Arya.
"Oo... ati² ya, ntar kesambet loh," goda Nesya.
"Kesambet apaan tuh?," tanya Satya.
"Kesambet setan cinta," jawab Nesya lalu tertawa.
"Udah², gue pergi dulu bay² epribadeh," balas Arya sambil high five dengan teman²nya.
"Pulang jan kemaleman, pulang kemaleman gue geprek lo," ancam Nesya.
"Kalo lo bikin Nesya marah gue banting juga ye," balas Dika.
"Ya gue cincang elo," sewot Arya.
"Santuy lho santuy," sahut Satya.
"Ck, Dean lo bisa mainin game ini kaga?," tanya Leon sambil menunjukkan layar ponselnya.
"Yok la, tinggalin mereka aja, ga jelas mereka tuh," ajak Arya pada Nila.
Bla bla bla, Arya dan Nila pun pergi.
Pukul 23.10 malam
"Woi yok pergi! dah mau mulai loh," ajak Feter.
"Eh iya nih, dah mau mulai," balas Vyone yang baru liat jam.
"Yok gaes ke tempat BaLi," ajak Satya.
"Yok!," balas lainnya.
Mereka pun pergi ke tempat BaLi alias balapan liar dengan motor ninja masing².
~oOo~
Tempat BaLi
Banyak orang sudah berkumpul disana, kebanyakan dari mereka adalah anak geng motor/mafia yang ada di kota C, langsung saja perlombaan di mulai, yang pertama ada 6 orang yang ikut termasuk Satya dan Dean.
Bruumm bruumm
Deru motor terdengar nyaring, semua peserta balapan siap di balik garis start, seorang wanita dengan pakaian seksi nan ketat membawa bendera dan mulai menghitung dari tengah tempat lomba tepat di garis start.
"3..... 2..... 1..... Mulai!," serunya sambil melambaikan bendera.
Para penonton mulai bersorak dengan antusias karna perlombaan itu dimulai, para peserta balapan menunjukkan skill masing² dan tak mau kalah, btw hadiahnya berupa uang taruhan yang banyaknya ga main² apalagi sebagian besar penonton dan peserta adalah orang kaya.
Balap liar kali ini terlihat begitu sengit, tapi tetap saja Satya yang keluar sebagai pemenang pertama dan Dean kedua, next! perlombaan mereka ga usah di detail kan ya.
Bersambung.....
__ADS_1
~oOo~
Balapan lhoo.... untuk eps selanjutnya mari liat kedekatan Arya dan Nila, hehe