My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 3 : Pelatihan


__ADS_3

"Beneran? makasih kakek.... Nala janji Nala bakal tanggung jawab," janji Nala pada kakeknya.


Nala senang sekali usulannya disetujui sang kakek dan paman.


"Jadi mau kamu jadiin apa mereka?," tanya paman Daryn, Nala berdiri lalu menghadap ke arah 6 orang temannya itu.


"Yang pertama buat Kakashi dan Wang sik, kalian bisa jenis bela diri apa?


"Aku bisa taekwondo dan senjata jarak dekat," jawab Wang sik


"Kalo aku bisa karate dan beberapa ninjutsu," jawab Kakashi


"Bagus! kalian mau jadi bodyguard ku?," tawar Nala, yang ditawari kaget dan langsung menjawab.


"Bercanda? tentu saja kami mau!," seru mereka serentak.


"Ok! yang kedua buat Farellina... ah kepanjangan! aku panggil Lina aja ya, buat Lina karna pandai berbicara... kamu mau menjadi sekretaris ku?," tawar Nala lagi.


"Ya! saya mau!," seru Lina.


"Good! buat Wendy, Mei dan Yi Fan, mau jadi sekretarisku yang lain?," tawar Nala lagi.


"Ya!," jawab mereka bertiga serentak, Nala puas dengan jawaban mereka, lalu berbalik menghadap kakek, oma dan pamannya.


"Sekarang Nala udah punya 2 bodyguard dan 4 sekretaris, untuk apa 4 sekretaris itu?


•untuk Lina dengan kemampuannya bisa menggantikan Nala bicara di depan umum dan bisa mengatur jadwal Nala,


•untuk Mei bisa mengawasi segala kegiatan yang bakal dilakukan Nala dan Mei juga bisa jadi bodyguard sebagai sniper,


•untuk Yi Fan bisa membantu Nala menerima segala panggilan atau tamu,


•untuk Wendy bisa membantu mengurus tranportasi atau segala kebutuhan Nala,


kalo masalah gaji nanti bakal Nala bayar sendiri," jelas Nala panjang kali lebar kali tinggi, para bawahan yang baru diangkat mendengarkan segala ucapan Nala dengan seksama.


"Nala mau bayar gaji mereka sendiri? gimana caranya?," tanya oma Zelfa tak percaya.


"Em! mau tau gimana caranya? Nala punya 20% saham di perusahaan ayah, nah kebetulan perusahaan ayah lagi di serang sama beberapa perusahaan lain, beberapa direktur mau ngasih saham mereka ke Nala...," kata² Nala di potong oleh ponsel barunya yang berdering, saat dilihat ternyata pemberitahuan tentang jumlah saham Nala di perusahaan ayahnya.


"Maaf karna penjelasan Nala terpotong tadi, setelah Nala cari tau lagi, sekarang saham Nala bertambah jadi 35%, karna perusahaan ayah punya cabang di Inggris jadi Nala bakal ngurusin perusahaan ayah yang di Inggris, mulai besok juga Nala bakal ambil alih tapi dari rumah sekalian ngajarin mereka berenam bela diri juga, Nala bakal ambil keuntungan dari saham itu, harap jangan pandang remeh usia Nala yang baru 4 tahun, Nala bisa bikin kakek, oma dan paman Daryn kaget, ada pertanyaan lebih lanjut?," kata Nala panjang kali lebar.


.


.


hening, bahkan keenam bawahan barunya bengong.


"BINGO!!!," seru paman Daryn sambil bertepuk tangan sedangkan yang lain masih diam.


"Kau sangat berbakat, bagaimana jika mengurus organisasi mafia milik paman?," tawar paman Daryn spontan yang langsung mengundang tangan kakek untuk memukul tubuh paman Daryn.


"AWAS JIKA KAU BERANI MELIBATKAN CUCUKU KE DALAM MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN MAFIA!!," kata kakek Rescha dengan nada penuh penekanan, mendengar ancaman sang kakek keenam bawahan barunya Nala langsung merinding tapi Nala biasa saja.


"Tapi kakek akan tetap mentransfer uang ke rekening bank milikmu, Nala," lanjut kakek Rescha lembut pada Nala.


"Baiklah Kakek, oma dan paman Daryn, Nala ijin pergi dulu, ya," ijin Nala dengan sopan lalu pergi diikuti keenam bawahannya yang baru.


Nala menunjukkan sebuah ruangan yang menjadi kamar sekaligus ruang kerja mereka.


"Wah....," kata mereka terkagum-kagum dengan kamar baru mereka.


"Kamarku ada di sebelah kamar kalian, pakaian kalian sudah disiapkan di lemari itu, untuk pelatihannya akan dimulai besok pagi jam 4 pagi, mengerti?," jelas Nala.


"Besok jam 4 pagi?! secepet itukah?," protes Wendy.


"Iya, besok jam 4 pagi sudah di lapangan, semakin cepat kalian bekerja semakin cepat kalian mendapat gaji, dan... NO PROTES!!" jelas Nala dipenuhi nada penekanan yang kuat, walaupun Nala 4 tahun tapi jiwa kepemimpinannya sudah mulai terlihat.


Tak ada orang diantara mereka berenam yang berani melawan, bahkan para maid dan mafioso begitu menghormati Nala, setelah Nala mengamuk di mansion keluarga Nero di Jepang, yang menyebabkan kerusakan cukup parah di mansion mewah itu.


Mereka berenam beranjak tidur di ranjang masing².


~oOo~


KEESOKKAN PAGINYA

__ADS_1


Pukul 3 pagi mereka berenam sudah bangun, sudah mandi, sudah bersiap malah, segera pada pukul 4 pagi para mafioso yang mengawal Nala dari Prancis sudah bersiap mengawali hari, pagi ini sudah dijadwalkan untuk berlatih, di halaman depan sekaligus lapangan di depan mansion utama keluarga Nero.


Tepat pukul 4 pagi semuanya telah berkumpul di lapangan termasuk Nala, latihan di mulai dengan lari santai bersama seperti yang biasa Nala dan para mafioso lakukan baik di Jepang maupun di Prancis.


Nala memang lari santai bersama para bawahannya tapi itu tetap membuat perhatian tertuju padanya, padahal hanya mengelilingi mansion utama keluarga Nero yang mewah dan luas sebanyak 10 kali, pukul 7 pagi rombongan Nala telah kembali ke tempat awal mereka memulai.


"Tunjukan kemampuan bela diri kalian!," perintah Nala dengan tegas dan dingin setelah istirahat 5 menit sehingga tak ada yang berani membantah dan melawannya, orang² disana segera memberikan ruang untuk Wang sik dan Kakashi berduel.


Wang sik dan Kakashi menunjukkan kemampuan bela dirinya lalu kemampuan dalam menggunakan senjata baik jarak dekat maupun jauh.


"Wang sik! dan Kakashi! kalian berdua melakukan duel tanpa senjata, salah satu dari kalian harus menangkan duel itu!," seru Nala tegas, kedua orang yang disuruh langsung menuruti kemauan boss barunya itu.


Duel berlangsung dengan cukup sengit, kekuatan pukulan mereka hampir mengimbangi kekuatan pukulan kak Gusion yang berada di bawah pukulan Nala, duel mereka masih belum berakhir padahal sudah lewat 5 menit, melihat performa Wang sik dan Kakashi membuat orang lain berdecak kagum sedangkan Nala tampak kurang puas dengan performa mereka berdua, Nala bahkan mengernyit dan menggelengkan kepalanya, padahal performa mereka jauh jauh jauh lebih bagus dari anak seumuran mereka jika diajarkan bela diri.


"Cukup!," teriak Nala dingin, Wang sik dan Kakashi melihat wajah Nala yang tampak kurang puas, Nala berdiri lalu mendekati 2 bodyguard nya itu.


"Sekarang lawan bos baru kalian," perintah Nala saat berada di depan Wang sik dan Kakashi, mereka berdua melawan Nala dengan agak ragu.


Tapi reaksi Nala diluar dugaan mereka, Nala dengan gesit dan santainya mengelak dari serangan mereka bahkan dia tetap mempertahankan wajahnya yang dingin, melihat reaksi bos baru mereka yang SANTUYYY, mereka berdua mempercepat serangan tanpa celah sedikit pun.


'Lumayan, sayangnya masih terlalu lemah' batin Nala, melihat kedua bodyguard barunya mempercepat serangan.


Hampir tak ada satu pun serangan yang mengenai tubuh Nala saking cepat dan gesitnya, Nala melihat mereka mulai lengah, lalu Nala memukul perut kedua bodyguard nya itu dengan kedua kepalan tangannya dengan santai dan hanya menggunakan kekuatan 5% dari pukulan sebenarnya hingga mereka berdua terjungkal lumayan jauh ke belakang.


Pria yang menggendong Nala tempo hari takjub melihat hal itu, saat Wang sik dan Kakashi masih tergolek di tanah, pria itu mendekati Nala.


"Nona..," panggil pria itu, Nala membalikkan tubuh guna melihat siapa yang memanggilnya.


"Ya paman, ada apa?," tanya Nala.


"Bolehkah saya mengabdi pada anda?," tawar pria itu, dia juga menggunakan pakaian yang lumayan formal.


"Sebagai apa? dan kenapa paman ingin mengabdi padaku?," tanya Nala heran, karna setahu Nala, pria di hadapannya adalah orang yang dipercaya oleh ayahnya untuk menjadi ketua pengawalan Nala juga orang yang cukup mengenal ayahnya, sayangnya kemarin tak melihat sisi Nala yang dingin.


"Saya melihat jiwa kepemimpinan anda sangat mirip dengan tuan, saya ingin mengabdi pada anda, saya bisa menjadi apapun, tolong terima saya," mohon pria itu sambil membungkuk hormat.


Nala memang terkejut tapi dia mulai tergiur mendengar tawaran pria di depannya, keenam bawahannya juga tak kalah terkejutnya dengan sang bos baru, mereka tak menyangka kalau pria yang memarahi dan menghukum mereka tempo hari menawarkan diri untuk mengabdi pada bos baru mereka.


"Em... (Nala lagi mikir), ok. Paman boleh bekerja ke Nala, kalo pake kata 'mengabdi' jadinya agak aneh, nama paman siapa?," kata Nala.


"Terima kasih sebelumnya, nama paman Dicky Prasetya Mahendra, nona bisa panggil saya Dicky saja," jelas Dicky.


"Baik, nona," jawab Dicky patuh.


"Kalian berlatihlah dengan rajin, setiap beberapa hari sekali akan ku uji kembali kemampuan kalian, aku juga akan latihan, para mafioso juga bisa berlatih lagi, selamat berlatih semuanya!," jelas Nala pada semua orang yang ada disana lalu segera mengambil pedang katananya.


Keenam bawahan Nala diajarkan cara menggunakan pistol baik laras pendek maupun panjang, Nala memulai latihannya sendiri, kemampuan Nala semakin bagus seiring bertambah waktu, orang² yang menyaksikan Nala berlatih masih berdecak kagum dengan kemampuan spesial Nala.


~oOo~


Hari ultah Nala


Hari ini tanggal 4 April adalah ulang tahun Nala yang ke 5, Nala sudah pulang ke Jepang bersama ketujuh bawahan barunya, selama bekerja dengan Nala, mereka menyadari kalau Nala sebenarnya baik hati walau terkadang dingin, tegas dan agak mengerikan, Nala sebenarnya mengalami serangan mental yang kuat bahkan sampai sekarang Nala masih mengingat kejadian naas itu.


Pesta ultah Nala berlangsung cukup meriah, sebagai hadiah ultah, ayahnya membelikan 3 buah mobil sport yang keren, bundanya memberikan sebuah mahkota indah, kak Ari memberikan jam tangan super mewah dan mahal, kak Gusion memberikan senjata jarak jauh terbaik (Nala suka senapan jarak jauh), kak Wira memberikan anting² mewah dan mahal.





3 mobil sport keren dari Alfra



Mahkota dari Tasha



Jam tangan dari kak Ari, Luxury watch



__ADS_1


Senapan jarak jauh terbaik dari kak Gusion



Anting² dari kak Wira


Oma Zelfa memberikan dress mewah dan mahal, Kakek Rescha memberikan kalung cantik dan masih banyak lagi.



Drees dari oma (dressnya doang sebagai perumpamaan) dan beberapa dress lainnya.



Kalung dari kakek.


"Wah... terima kasih semuanya, Nala suka hadiahnya," kata Nala sambil tersenyum manis.


"Sama-sama," balas yang lain serentak, Nala tersenyum bahagia, lalu ponsel Nala berdering, Nala mengangkat telpon nya.


'Hallo?,' tanya Nala di sambungan.


'Nona... kami memiliki hadiah untuk nona, bos kesayangan kami,' suara Wang sik terdengar di sambungan telepon.


'Lihatlah ke langit, nona' kata Wang sik lalu Nala melihat ke langit di atasnya, setelah itu sambungan telepon mati.


Tertulis di atas langit, sebuah kata² yang indah, bertuliskan 'HBD NONA NALA' menggunakan asap dari jet pesawat, Nala terkejut dan bahagia serta terharu akan hadiah dari anak buahnya itu.


Nala juga terkejut bukan main karna dia ditawarkan untuk menjadi seorang tentara, Gila!!! baru 5 tahun tapi udah ditawari jadi tentara! Aneh!! tapi Nala memutuskan untuk menolaknya, pria itu... ups! Jendral maksudnya, Jendral masih membiarkan Nala jika Nala berubah pikiran, Nala sebenarnya ingin mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang mafia nomor 1 di dunia tapi jika ayahnya tau akan rencananya, dia akan sangat marah dan tak akan mengijinkan Nala.


Pesta sudah berakhir, Nala merasa lelah setelah mandi Nala tidak langsung tidur tapi membuka tabletnya untuk mengawasi pasar saham, ya... setelah Nala mengambil alih perusahaan ayahnya di Inggris, Nala berhasil membuat perusahaan ayahnya menjadi perusahaan terkuat no 1 di negaranya dan negara di sekitarnya.


Nala merasa kantuknya sudah berat, jadi Nala mematikan tabletnya dan beranjak tidur, malam yang panjang... dan sialnya Nala malah mimpi buruk!


"Hah.... hah.... hah....fyuhh..! untung hanya mimpi," gumam Nala, dia ngos-ngosan padahal baru bangun tidur, seseram itukah mimpinya?.


Nala tak bisa tidur lagi, jam masih menunjukkan pukul 1 pagi.


"Oh ya ampun.... aku hanya tidur 3 jam, tapi sekarang aku tak bisa tidur lagi," keluh Nala setelah melihat jam weker di atas meja kecil dekat ranjang empuk berukuran king size miliknya itu , ia beranjak menuju ke balkon, Nala takjub melihat keindahan malam hari dari atas balkonnya.


"Bagaimana kabar pria yang membantuku di kapal itu ya? dan bagaimana kabar si kecil manis?," gumam Nala, si kecil manis adalah panggilan kesayangannya pada balita perempuan yang juga menjadi sandra di kapal sial*n itu!.


 ~oOo~


Di sisi lain


Pria kecil berumur 7 tahun terbangun dari tidurnya karna mimpi buruk, dia mengalami trauma yang sama dengan Nala, bedanya dia selalu mengingat kejadian naas itu lewat mimpi.


"Aaah!! kenapa aku mimpi kejadian itu lagi?!," serunya tertahan karna tak mau membangunkan yang lain.


"Dan sekarang masih jam 3 pagi, sebaiknya aku ke balkon untuk menenangkan diri," gumamnya, lalu dia beranjak menuju balkon kamarnya.


Dia telah mencari balita yang juga menjadi sandra di kapal itu, dan untungnya salah satu diantara 2 balita kecil itu telah ditemukan, nama balita itu Karina, Karina Narendra.


Tapi tetap saja ia tak menemukan balita yang membantunya membebaskan diri, bahkan setelah 2 tahun dia tetap belum menemukan nya.


"Sebenarnya gadis itu kemana?," gumamnya di balkon lalu menikmati pemandangan malam hari.


 ~oOo~


Nala masih belum mengantuk, padahal sudah 15 menit dia di balkon.


"Bosen... apa aku jalan² aja ya? .... ya udah deh aku jalan² aja," gumam Nala pada dirinya sendiri.


Nala mulai berjalan menelusuri mansion keluarga Nero di Jepang itu, banyak hal menarik yang ditemukan Nala dan ternyata salah satu dari anak buahnya juga tak bisa tidur.


Mei, Mei keluar dari kamarnya untuk mengusir rasa bosan karna tak bisa tidur, dia melihat Nala yang diam² juga keluar dari kamarnya.


"Nona...!," panggil Mei lumayan keras, Nala terkejut mendengar suara familiar itu memanggilnya.


"Mei?," tanya Nala heran setelah membalikkan badan, Mei membalas dengan tersenyum.


Bersambung....


~oOo~

__ADS_1


 


Please Vote author biar makin semangat ngelanjutin nya, like epsnya, tinggalkan comment biar author tau kesalahannya, bye... thanks.


__ADS_2