
Author Minta Maap Karna Eps Sebelumnya (Alex And Alexa) Pendek Banget Jadi Author Mau Ngetik Lebih Panjang Disini. Maap Banget Kalo Para Readers Pada Ga Mudeng Alur Ceritanya Atau Ceritanya Berbelit Belit🙏.
Back to story
~oOo~
Beberapa bulan kemudian
Hari ini adalah hari perpisahan Nesya dkk, ck udah lulus ada tuh bocah² nakal, Nesya tentu mendapat nilai tertinggi dari pada teman²nya, mereka ber-empat memutuskan untuk bersekolah di B'B internasional junior high school, tempat Leon dkk bersekolah.
Kini mereka sedang makan bersama anak² SD seangkatan mereka, makan prasmanan dan... ada yang bawa bir padahal dilarang sama pihak sekolah, biasalah anak² nakal tapi itu bir asli bukan oplosan jadi ga masalah buat mereka.
"Woowww!!! kalian bawa bir?," seru Lyra ga percaya pada sekumpulan anak laki² yang sekelas dengannya.
"Yoi, gue beli di bar nya Vyone, ye kan Vyon," jawab salah satu di antara mereka yang paling tinggi.
"Oo... jadi bir itu buat hari ini," gumam Vyone menanggapi.
"Udehan ngobrolnya, yosh mabok," ajak yang lainnya sembari membuka tutup bir dan menuangnya ke gelas.
"Wee... mabok ga ngajak² anj*r," sahut Nesya yang baru datang.
"Lu mau mabok juga? nih minum," balas salah satu diantara mereka sembari menyodorkan segelas bir.
"Thanks bro," ujar Nesya.
"Yo, no problem. Kita temen Nes," balasnya.
Kelakukan mereka memang gitu kadang mabok tapi ga sampe luka kok, Nesya dkk meminum bir dalam 1 tegukan.
"Lanjut guys, gue DJ-in nih," usul Vyone sambil berdiri di atas kursi.
Info : Mereka lagi ada di tempat perpisahan di kota sebelah, ortu mereka lagi kumpul di tempat lain. Trus mereka tinggal di salah satu hotel di tempat itu, kebetulan semua murid² lagi kumpul bareng di sebuah ruangan yang besar.
"Emang lu bisa?," tanya salah satu murid laki².
"Bisa lah," jawab Vyone lalu Vyone mengeluarkan speaker kecil dan mulai bermain DJ dengan suara keras.
Semua murid berjoget mengikuti irama yang berdentum keras dari speaker kecil itu, Vyone bermain DJ dengan sangat baik, mereka bersenang senang, btw ruangan mereka di lantai dasar guys.
"Nes! keluar dulu yok," ajak Lyra sambil berteriak di tengah dentuman musik.
"Ngapain?," tanya Nesya teriak juga.
"Pengab anj*rr," jawab Lyra sambil teriak dan menarik tangan Nesya keluar dari kerumunan.
"Seru bat c*k," ujar Lyra saat sudah di luar ruangan.
"Kapan² clubbing yok," sambung Lyra mengajak Nesya.
"Boleh tapi jan sering²," jawab Nesya.
"Okyu," balas Lyra.
"Nes," panggil Lyra setelah hening beberapa menit.
"Hem?," tanya Nesya sembari menoleh.
"Gue... gue mau minta maaf sama lo," jawab Lyra lirih.
"Ha? minta maaf? buat apaan?," tanya Nesya bingung.
"Gue orang yang hampir ledakin laboratorium lu, sorry. Gue ga sengaja nes, please maafin gue," jawab Lyra takut.
✌Flashback on✌
Tanggal 24 Desember, setelah ulangan
Hari itu Lyra sedang mengamati sesuatu, dia bergegas pergi ke laboratorium Nala/Nesya.
"Susah juga ya," gumam Lyra.
Lyra begitu asyik dan penasaran dengan hal yang dia amati, secara ga sengaja Nesya/Nala melihat apa yang Lyra lakuin, tadinya Nesya/Nala mau pergi ke ruang perlengkapan tapi di urungkannya karna melihat Lyra.
Lyra mencampur beberapa bahan dan secara ga sengaja bikin beberapa hasil sains kebakaran, Lyra panik dan memadamkan apinya, Nala diam mengamati apa yang dilakukan Lyra.
"Duh gimana dong, ngaku gak ya? tapi kalo Nesya marah gimana?? kalo ngaku nanti dia ngamuk gimana, hiks.. gimana dong," gumam Lyra lalu mulai menangis.
Lyra mencoba memperbaiki beberapa hasil sains dan Nesya/Nala terus mengamatinya tanpa berniat membantu, akhirnya dia pergi ke kamarnya di mansion itu, Lyra masih belum ngaku kalo dia yang bikin laboratorium Nesya/Nala hampir kebakaran dan kebocoran.
✌Flashback off✌
"Oo... yodah si gapapa," balas Nesya santuy.
"He?? kamu ga marah?," tanya Lyra ga percaya.
"Buat apa marah lagian itu cuma sains, aku bisa bikin hasil sains nya lagi kok," jawab Nesya menenangkan.
"Hah... gue pikir lu bakal marah ke gue, tau gini harusnya gue ngaku dari awal," gumam Lyra lalu mulai menangis.
"Lah? gue kan ga marah sama elo kenapa lu nangis?," tanya Nesya bingung.
"Kaga, gue kaga nangis. Barusan mata gue kelilipan anjirr," elak Lyra.
"Iye dah, bomat," balas Nesya.
"Thanks, nes," gumam Lyra.
"Lah?? maksudnya apaan si?," tanya Nesya pura² ga ngerti.
"Ah bodo amat, lupakan aja. Balik kuy mereka pasti pada seneng² sendiri," jawab Lyra lalu pergi ke ruang berkumpul lagi.
Nesya diam² tersenyum tipis tapi ga disadari Lyra, Nesya menyusul Lyra sambil berlari, setibanya Lyra dan Nesya di ruangan telah menjadi hening entah sejak kapan.
"Hei, ada apa?," tanya Nesya pada salah satu siswi.
"Itu si Nadia sama antek²nya bikin ulah," jawabnya.
"Thanks," balas Nesya.
__ADS_1
Nesya dan Lyra menerobos masuk ke kerumunan yang diam membeku di tempat, saat mereka sampai di depan/pusat masalah, mereka berdua melihat Vyone yang memandangi tablet juga speakernya, eh eh stopp!! bukan karna itu.
Vyone tau kedua barang itu dibanting oleh Nadia dan antek²nya, anehnya si Vyone diem sambil ngeliatin speaker dan tabletnya yang hancur, sama seperti Vyone si Vier juga diem memandangi headphonenya, Nadia dan antek²nya maki² Vyone dan Vier.
Nesya dan Lyra merasa emosi mereka memuncak tapi di tahannya, saat Nadia dkk menyebut²/memaki orang tua Vier dan Vyone, langsung saja mereka berdua memukuli Nadia dkk, siswa siswi lain menyingkir tapi ga melerai mereka yang sedang baku hantam.
Bugh
Brak
Akhh
Plak
Ajg!
Sial*n
Cih, bi**h
Bugh
Bugh
Bugh
Suara² itu terdengar nyaring sampai guru² berdatangan dan melerai.
"Heh! ini semua salah lo!," tiba² saja Nadia menuduh Nesya yang sedari tadi diam.
"Cih, dia aja ga ngapa²in dari tadi," balas salah seorang siswa.
"Diem lo!," bentak Nadia.
Nesya menatap Nadia kasihan, ck bi**h nya kasian banget pikir Nesya , Nadia mengambil sebotol bir dan membuka tutupnya.
Byurr..
Nadia menyiram Nesya dengan bir itu, semua orang tercengang termasuk Lyra, Nesya diam dengan tatapan kosong.
"Sudah ku peringati, tapi kau tidak mau mendengar kan. Jangan salahkan aku jika kejam," ujar Nesya datar dan dingin membuat ketiga sahabatnya merinding dan menjauh karna mereka tau Nesya marah saat ini.
Sama seperti Vier, Lyra dan Vyone siswa siswi yang lain juga menyingkir, Nesya maju dan menarik lebih tepatnya menyeret Nadia keluar ruangan dan dia juga berkata pada ketiga sahabatnya untuk membawa semua alkohol ke halaman.
"Ap apa yang mau lo lakuin hah?!," tanya Nadia menahan rasa sakit.
Nadia di seret Nesya sampai ke halaman hotel, semua orang keluar untuk melihat termasuk ketiga sahabatnya yang membawa beberapa botol alkohol.
Brugh
Nesya melemparkan tubuh Nadia begitu saja membuat orang tua Nadia yang berada di sana marah dan tak terima, Nadia mencoba berdiri tapi di tahan dengan kaki Nesya yang berada di perutnya.
"Kalian bertiga mana alkohol nya?," tanya Nesya tanpa berbalik.
"Nih, emang buat apa?," tanya Vyone sembari menyodorkan alkohol pada Nesya.
"....."
Semua orang tercengang pasalnya mereka tau siapa yang Nesya siram dengan alkohol, Nesya mengeluarkan sebuah korek api lalu menjatuhkan nya di sekitar Nadia yang terdapat alhokol, api merambat dengan cepat dan membakar tubuh Nadia hidup hidup.
"AAAAAAAA!!!! PANASSSSS!!!! TOLONGGGG!!," teriak Nadia kepanasan dan kesakitan.
Kedua orang tua nya refleks membantu memadamkan api di tubuh Nadia dan sebagian lainnya diam termasuk teman² Nesya, mereka sudah cukup muak dengan kelakuan Nadia yang semena mena. Nadia berteriak kesakitan yang terdengar begitu memilukan tapi tidak bagi Vier yang psyco, dia malah bersedekap dan tersenyum senang.
Selang beberapa menit Nesya merasa cukup memberi luka bakar yang lumayan pada Nadia.
Ctak
Nesya menjentikkan jarinya dan dalam sekejap muncul Mita dan Shin yang datang dalam kecepatan tinggi di luar nalar manusia, mereka berdua membawa selimut basah seperti perintah Nesya beberapa menit yang lalu melalui telepati.
Tanpa banyak bicara kedua orang expert di bawah Nesya itu melemparkan selimut basah ke tubuh Nadia yang terbakar dan dalam sekejap api sebelumnya menjadi padam, orang² kecuali sahabat Nesya kaget bukan main masalahnya mereka sama sekali ga sadar akan 2 orang yang membawa selimut basah tersebut.
'Siapa mereka?,' batin orang² di sekitar kecuali sahabat Nesya.
"Sudah ku katakan bukan? Jangan pernah usik kehidupan gue lagi tapi lo masih bandel. Mita! turun kan harga saham keluarga Tenggara di semua perusahaan," perintah Nesya telak.
"Akh... mana mungkin lo bisa nurunin harga saham keluarga gue kecuali lo jadi simpenan presdir kaya, lo pasti simpenannya presdir perusahaan Pratama 'kan?," tanya Nadia lemah padahal luka bakar di tubuh dan wajahnya lumayan.
"Cih, yang ada itu anda dan keluarga anda yang mencoba mendekati kakak kandung saya, WIRA PRATAMA," jawab Nesya sembari menekankan kata 'Wira Pratama'.
Semua orang kecuali sahabat Nesya yang mendengar kan percakapan Nadia dan Nesya terkejut bukan main, pasalnya Nesya menyebut/meng-klaim jika Wira adalah kakak kandung nya, yah walau kenyataannya memang begitu sih tapi tetep aja sebagian dari mereka ga percaya dengan omongan Nesya.
"Nona, saya sudah melakukan perintah nona. Masih ada lagi yang bisa saya bantu?," tanya Mita/Wendy sopan.
"Tidak usah, kau bisa pergi dan Shin urus Nadia Tenggara," jawab Nala di akhiri perintah pada Shin/Wang sik.
"Baik, nona muda keempat," jawab Shin dan Mita bersamaan.
Dalam beberapa kejap Wendy menghilang dari pandangan semua orang termasuk Nesya, Shin membawa Nadia bersama orang tua nya ke RS terbaik, tentu saja efek luka bakar di wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya menjadi permanen termasuk bagian wajah yang mendapat luka bakar paling parah.
Mungkin hanya operasi plastik jalan keluar nya tapi saham keluarga Tenggara anjlok dan mereka berada di ambang kebangkrutan, Nesya membiarkan mereka bertahan karna tau masih banyak orang tak bersalah yang membutuhkan uang di keluarga itu.
"Para nona muda, mari kita pulang," ajak Haris Yusril Mahendra, anak pertama pak Dicky dan bi Maya.
Haris sendiri masih berusia 5 tahun tapi sudah bisa membantu ayahnya, ck bocah hebat, Haris yang pendek dan imut membuat Nesya gemas sampai² menggendong nya masuk ke mobil, diikuti kawan² Nesya yang ikut masuk mobil, setelah siap semua mobil pun berjalan menuju mansion Night Clair di kota C.
Karna letak acara perpisahan berada di kota sebelah kota C jadi memudahkan Nesya dkk untuk pulang cepat, mereka mengobrol banyak sampai membuat Haris tertidur di pangkuan Nesya.
~oOo~
Di tempat lain
B'B medical center city
RS milik B'B company yang sangat kaya dan memadai, persentase kematian disini cukup kecil mengingat fasilitas nya sangat memadai walaupun masih lebih bagus yang di markas TBB.
Back to story
Seorang pria berjalan mondar mandir di dalam ruangan VIP putri nya karna perusahaan nya di ambang kebangkrutan, yaps! dia adalah kepala keluarga Tenggara yang sibuk memikirkan bisnis dan keluarga nya, dia bingung kenapa harga saham di perusahaan nya bisa menurun drastis.
__ADS_1
"Permisi tuan," ujar Shin datar dan sopan.
"Ah iya, ada apa ya?," tanya Beni Tenggara, kepala keluarga Tenggara.
"Nona-ku meminta saya untuk mengurus biaya rumah sakit nona muda Tenggara, saya harap ini menjadi pelajaran bagi nona Nadia karna jika nona Nadia mengusik kehidupan nona-ku maka tidak ada kata ampun untuk keluarga Tenggara," jawab Shin datar dan dingin disertai ancaman.
"B baik saya akan memberitahukan itu pada anak saya, mohon maaf tapi jika saya boleh tau siapa nona anda?," tanya Beni penasaran dan takut².
"Anda tidak perlu tau, saya harap anda memberitahukan hal itu pada putri anda. Jika masih ada keluhannya silahkan beritahu dokter maka saya akan datang untuk mengurusnya, saya permisi tuan," jawab Shin lalu pergi.
Tak lama kemudian Nadia terbangun dari tidurnya, dia menatap kedua orang tua nya bingung.
"Ada apa, pa?," tanya Nadia lemah.
"Kau sudah mengusik siapa, Nadia?!," bentak Beni, Nadia dan ibunya tersentak.
"Ak aku tidak m mengusik siapa², pa. Aku tak pernah mengusik orang memiliki kekuasaan besar," jawab Nadia takut.
"Ck, kita pulang ke Belanda sekarang," balas Beni.
Keluarga Tenggara harus mendapat karma hanya karna mengusik Nesya, salah siapa membuat Nesya marah.
~oOo~
"Hah... akhirnya sampai juga," gumam Lyra sembari menjatuhkan tubuhnya di sofa empuk.
"Eh? kok bau alkohol? kalian minum?," tanya Arya yang mencium bau alkohol.
"Dikit," jawab Nala dkk serentak.
"Emh...," Haris menggeliat di pelukan Nala guna mencari tempat ternyaman.
"Weh Haris imut banget kalo lagi tidur," ujar Vyone yang memperhatikan wajah imut Haris sedari tadi.
"Wo.. iya dong anaknya siapa dulu," balas bi Maya yang sudah menganggap Nala dkk anaknya sendiri.
"Sombong," gumam Nala iri.
"Lu iri?," tanya Dika mendengar gumaman Nala.
"Ya iyalah, gue pengen adek laki² tau," jawab Nala agak cemberut.
"Oo...," jawab mereka serentak.
Haris kembali menggeliat dan terbangun, dia masih memeluk Nala dari posisi sebelum nya, bi Maya tersenyum melihat kasih sayang Nala pada Haris.
"Haris, ayo tidur di kamar," ajak bi Maya.
"Em... iya bu," jawab Haris sembari melepaskan pelukannya di badan Nala dan naik ke gendongan bi Maya.
"Yah... Harisnya pergi," gumam Nala sayang.
"Heh.. kamu tuh punya banyak anak kecil tau," balas Leon sembari berbaring dengan kepala di paha Nala.
"Ck, kek bocah anj**r. Gue ikutan deh," gumam Arya yang ikut meletakkan kepalanya di bahu kanan Nala.
"Eh eh gue juga pengen tapi dimana?," tanya Dika bingung.
"Sini ama gue," jawab Lyra.
"Dih, bolehlah," balas Dika lalu meletakkan kepalanya di paha Lyra diikuti Feter yang meletakkan kepalanya di paha Vyone.
"Bocah semua," gumam Vier.
"Lu juga bocah, ogeb!," balas yang lain serentak.
(–_–)
"Gue mau ke ngerjain tugas perusahaan aja lah daripads ngeliatin kalian," gumam Vier sembari pergi.
"Yeuh.. gitu doang ngambek," balas Nala setengah treak.
"Woi eon! gantian!," ujar Arya pada Leon.
Leon berdecak lalu berpindah memeluk Nala dari samping, sedangkan Arya tiduran di paha Nala.
"Manja..," gumam Nala.
"Biarin," balas Leon dan Arya bersamaan.
"Ish.. kompak amat sih," decak Nala.
Leon malah ngendus leher Nala, sungguh dia merasa aroma tubuh dan darah Nala sangat lezat bahkan bisa meningkatkan kultivasi nya, dia bisa gila jika terlalu dekat seperti saat ini.
"Na, aku haus," ujar Leon dengan napas berat karna sangat tergiur dengan aroma tubuh Nala.
"Minum aja gapapa," balas Nala.
Tanpa basa basi lagi Leon menggigit arteri di leher Nala dan menghisap darahnya, 'lezat', itulah dipikirkan Leon dan 'Leon jadi maniak darah' yang dipikirkan Nala.
"Maaf mengganggu tuan dan nona muda, saya mendapat perintah jika saat ini para tuan dan nona muda harus kembali ke Inggris," ujar Farel sopan.
"Harus sekarang?," tanya Arya memastikan.
"Ya tuan muda," jawab Farel lagi.
"Baiklah², tolong siapkan barang² kami ya, dan beritahu Vier," perintah Nala.
"Baik," balas Farel lalu pergi.
"Kira² ada apa ya sampai kita harus balik ke Inggris?," gumam Dika membuat yang lain berpikir.
Tak berapa lama kemudian mereka sudah berangkat ke Inggris, mengingat mereka harus datang dengan cepat ke mansion utama.
Bersambung...
~oOo~
Next eps ya! jan lupa rate, comment, like juga klik tombol favorite....
__ADS_1
Byee.....👋