My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 8 : Persiapan


__ADS_3

"Kak, kita akan tinggal di mana nantinya? { bahasa Prancis }," tanya Mei sambil menikmati makanannya.


"Aku akan membeli mansion, jadi kalian tenang saja { bahasa Prancis }," jawab Nala yang pasti langsung di pahami ke 7 anak buahnya.


~oOo~


Akhirnya hari ini, Nala dkk pergi ke kota C, perjalanan yang cukup memakan waktu tentunya karna kota tersebut adalah kota buntu, Nala memesan 8 kursi ekslusif di kereta api jurusan kota C.


"Semoga anda menikmati perjalanannya, nona muda," jelas pak Dicky sambil menundukkan kepalanya hormat, sambil duduk tak jauh dari Nala menggunakan bahasa Indonesia karna Nala sudah hampir fasih berbahasa Indonesia.


"Tentu, kau bisa duduk dan jangan sungkan. Nikmati saja," jelas Nala walaupun masih dalam intonasi dingin dan ekspresi datar.


Mereka melewati beberapa stasiun, Nala menjadi penasaran sehingga dia berjalan mengelilingi kereta itu, pak Dicky yang melihat itu ingin mengejarnya tapi di tahan Mei.


"Biar aku saja pak, bapak kan capek lebih baik istirahat," kata Mei dengan bahasa Indonesia walaupun agak kaku.


Mei menemani Nala berkeliling, dia sama penasaran nya dengan Nala, sedangkan yang lainnya sibuk dengan urusan masing².


"Kak, sebenarnya kereta ini ramai juga ya { bahasa Inggris }," sahut Mei saat di sambungan gerbong, mereka baru melewati 1 gerbong setelah tempat mereka duduk tentunya.


Nala mengangguk lalu kembali menelusuri gerbong lainnya, sampai di gerbong khusus seperti sebuah resto, Nala membeli makanan ringan dan 2 cangkir kopi panas (karna emang panas) lalu duduk di salah satu kursi kosong, sebelumnya baik² saja sampai beberapa pria menghampiri Nala dan Mei.


"Mau kemana, dek? { bahasa Inggris }," tanya pria itu menggunakan bahasa Inggris setelah tau Nala dan Mei bule.


"Ada apa ya, paman? { bahasa Inggris }," balas Mei sedangkan Nala hanya diam membisu.


"Kalian masih kecil, kenapa ada di sini? mana orang tua kalian? { bahasa Inggris }," tanya pria yang lainnya.


P.S : Bagi yang penasaran, orang yang nanya in Nala dan Mei ada 4 orang, tapi cuma 2 yang nanya.


"Em... mereka sedang istirahat, kami hanya ingin berjalan jalan saja, paman { bahasa Inggris }," jelas Mei.


"Oh... lebih baik ikut paman, paman punya permen buat kalian { bahasa Inggris }," kata paman itu sambil menyodorkan 2 permen lolipop.


Mei ragu untuk mengambilnya dan Nala hanya diam menatap kosong ke arah jendela, kedua pria itu terus memaksa akhirnya Mei memukul perut seorang pria di sebelahnya hingga agak terjungkal dan mengerang kesakitan.


Nala melihat Mei, dia tak gentar sama sekali, lalu Mei memberi kode mata pada Nala untuk meminta persetujuan, Nala mengangguk pelan lalu Mei berteriak pada pria² itu menggunakan bahasa Indonesia yang agak kaku,


"Pak! sebaiknya bapak² jangan macam²."


"Alah... berisik kamu!," kata salah satu di antara mereka.


Mei memulai aksinya, Nala melihat ke arah Mei, dia dengan santainya berkelit dan menyerang pria² yang mengganggu waktunya dengan Nala, dalam beberapa pukulan, pria² itu telah tergeletak di lantai kereta yang dingin, Mei kembali duduk di depan Nala dan memakan makanan ringan yang tadi di beli dengan santai.


Mei dan Nala mengacuhkan pria² itu sampai di pemberhentian selanjutnya, ada beberapa polisi yang datang, mungkin karna ada salah satu orang yang menelepon polisi, Nala dan Mei masih mengacuhkan pria² itu bahkan polisi, mereka bersikap santai dan pura² tak mengerti.


Bosan dengan suasana yang berubah ricuh, Nala dan Mei kembali menelusuri gerbong lainnya, setelah tak menemukan hal menarik lagi, Nala dan Mei kembali ke gerbong dan tempat duduk mereka, sampai di sana, yang lainnya sudah tertidur kecuali Wendy yang sibuk mencari tempat membeli mansion untuk mereka tinggal menggunakan laptop.


"Wendy," panggil Nala menggunakan bahasa Indonesia.


"Ya, nona," jawab Wendy sambil mengucek matanya, matanya memerah karna menatap layar laptop cukup lama.


"Istirahatlah, perjalanan masih jauh," perintah Nala dingin dan tegas.


"Baik, nona. Selamat beristirahat," kata Wendy lalu menutup laptopnya dan beranjak tidur.


"Kau juga tidur, Mei," kata Nala pada Mei lalu beranjak duduk.


"Emm... baiklah, kak. Aku tidur dengan kakak saja ya," jelas Mei menggunakan bahasa Indonesia yang kaku lalu duduk di sebelah Nala.

__ADS_1


"Ya terserah," jawab Nala lalu ia pun tertidur.


Beberapa jam kemudian, Nala dkk telah sampai di kota C, Nala dkk segera pergi mencari mansion, mereka sampai di tempat pembeliaan mansion/rumah tersebut.


"Excuse me," kata Lina pada pegawai.


"Yes miss. Is there anything I can help? (Ya nona. Adakah yang bisa saya bantu?)," tanya pegawai tersebut.


"My young lady wants to buy a house (Nona muda saya ingin membeli sebuah rumah)," jelas Lina.


"Alright, please follow my friend. He will take you to the manager's room.(Baiklah, tolong ikuti teman saya. Dia akan membawamu ke ruangan manager.)," jelas pegawai 1 sambil menunjuk temannya, pegawai 2 segera mengantarkan Nala dkk ke ruangan manager.


Bla bla bla, pegawai 2 bercakap² sebentar pada manager lalu mempersilahkan Nala dkk masuk, hanya Nala, Lina dan Wendy yang masuk ke ruangan dan yang lain menunggu di luar.


"Good morning, miss," sapa manager lalu mempersilahkan Nala dkk duduk.


P.S : Nala dkk berangkat ke kota C naik kereta perjalanan malam, kota C adalah inisial sebuah kota di Kabupaten C, prov Jateng, di pulau Jawa, Indonesia. Nala dkk sampai ke kota C dari Jakarta pada pukul 6 pagi dan tempat itu buka 24 jam karna biasanya dari luar kota/negara.


"Morning, anda bisa menggunakan bahasa Indonesia, kami sudah fasih berbahasa Indonesia" sapa Lina balik.


"Baiklah, kalau boleh tau, nama anda siapa?," tanya manager.


"Oh iya, perkenalkan nama saya Wendy, ini teman saya Lina dan ini nona saya Nala," jelas Wendy.


"Baiklah berarti rumah itu atas nama nona Nala?," tanya manager lagi.


"Ya, tuan," jawab Wendy singkat.


"Anda ingin rumah seperti apa, nona?," tanya manager sambil menyodorkan beberapa berkas, Wendy dan Lina terdiam menunggu perintah Nala.


"Saya ingin rumah lantai 3 yang minimalis, mewah, ada kolam renang, banyak kamar, ada 3-5 lantai basement, sebuah bar mini, banyak ruangan kosong, halaman luas, sebuah rumah kecil di belakang, taman di halaman depan, dapur yang lumayan, ruang makan besar, beberapa tempat penyimpanan, khusus untuk beberapa kamar berukuran luas, beberapa ruang kerja dan di lengkapi lift," jelas Nala membuat manager tercengang.


"Bagi nona muda saya, uang bukanlah hal yang perlu di risaukan," sahut Lina.


"Baiklah, maaf kalau boleh tau 3-5 lantai basement itu untuk apa ya, nona?," tanya manager, tadi dia tampak puas dengan kata² Lina, Wendy dan Lina menatap Nala.


"Untuk menyimpan koleksi mobil saya," jawab Nala santai, Wendy dan Lina tersenyum tipis mendengar rencana nona mudanya.


"Baiklah, nona. Silahkan ikuti saya, rumah itu memiliki 4 lantai basement saja, apa anda keberatan, nona?," tanya manager.


"Tidak apa," jawab Nala singkat, padat dan jelas.


Mereka di antarkan ke rumah yang akan di beli, Nala dkk mengikuti mobil manager ke sebuah rumah mewah, megah dan minimalis, mereka mengikuti menggunakan sebuah limosin yang baru Nala beli.


Mereka memasuki halaman depan yang luas, yang terdapat taman kecil nan indah di depannya, rumah lantai 3 yang minimalis, modern dan kece abis.


"Ini rumahnya, nona," kata manager sambil memasuki ruang tamu.


Ruangan yang cukup besar itu membuat Nala puas, setelah memberikan kunci, manager menerima cek sebesar harga yang diberikan bahkan di lebihkan oleh Nala karna puas, mereka pergi mencari kamar masing² dan Nala meminta 4 kamar untuk tidak di tempati.


"Kenapa ke 4 kamar itu tak di tempati, nona?," tanya Wendy heran.


"Entahlah, kakek memberi tahuku jika nanti akan ada teman baru, mereka yang akan menempati kamar² itu dan itu perintah dari kakek," jelas Nala.


"Oh...," mereka berOria lalu ke kamar masing² untuk beristirahat.


Nala beristirahat di kamarnya di lantai 3 dan Lina dkk tinggal di kamar dekat kamar Nala, rumah itu memang sudah ada ranjang dll tapi Nala masih ingin menggantinya, Nala menelepon kakeknya dan berbicara menggunakan bahasa Jepang.


tuut... tuut... tuut...

__ADS_1


Nala : "Hallo, kek. Aku sudah sampai di Indonesia, bahkan aku sudah membeli mansion yang hampir mirip dengan di Jepang."


Rescha : "Oh ya? baguslah, nak. Ada apa kau menelepon kakek?."


Nala : "Kakek.... apa kau tau kek? aku membutuhkan banyak barang untuk rumah baruku, dan... aku juga membutuhkan banyak pakaian dan lainnya kek, jadi....."


Potong Rescha : "Kakek sudah menduganya, coba buka kopermu nanti kau akan menemukan sebuah dompet, ambillah kartu kredit gold no limited dan beberapa kartu kredit lainnya, tadi kakek lihat kau mengeluarkan uang hampir 1 M dengan cek yang kakek berika ."


Nala memelas hampir melupakan intonasi dingin dan datarnya : "Eh? kakek tau? iya tadi Nala beli limosin, trus rumah ini dan beberapa hari sebelumnya Nala beli tiket untuk transportasi ke kota C, juga buat beli tiket hotel ber 8, ga papa kan, kek?."


Rescha : "Ya, gapapa kok. Cuma sedikit juga, kamu ga mau shopping?, itung² nambahin koleksi barang² kamu, pakenya kartu kredit gold no limited aja ya."


Nala : "Em... bener juga, ya udah di sini mau jam makan siang, udah dulu ya kek, bye."


Rescha : "Makan yang banyak ya, Nala sayang."


tuut... tuut... tuut..


Nala berganti pakaian dan mengikat rambut nya tinggi, lalu memakai baju casual lalu turun ke ruang tengah, di sana sudah ada ke 7 anak buahnya.


"Hallo, nona," sapa mereka.


"Hallo," sapa Nala balik.


"Tidak ada makanan di kulkas jadi ayo kita makan di luar dan berbelanja beberapa kebutuhan," jelas Nala yang langsung di setujui mereka.


"AYO!," seru mereka lalu beranjak pergi mengikuti Nala keluar rumah.


Pak Dicky menyalakan mesin limosin dan Nala menelepon petugas khusus yang di kirim kakek, lebih tepatnya 50 mafioso dan 10 maid yang mengabdi pada Nala untuk membersihkan rumahnya nanti, mereka akan datang ke rumah Nala sebelum Nala datang, jadi saat Nala datang kembali, rumahnya sudah bersih dan rapi.


brrummm.... brrumm...


Suara mobil limosin yang halus membuyarkan lamunan Nala, Nala dkk segera masuk ke dalam limosin dan pergi ke mall terbesar di kota itu, tentu saja kedatangan Nala dkk yang menggunakan limosin membuat perhatian tertuju pada mereka, mereka menunggu pak Dicky setelah lengkap, mereka masuk ke dalam mall.


Mereka membeli banyak kebutuhan yang mahal tentunya, mau di sebutin?


-10 mesin cuci terbaru dan tercanggih


-Alat komunikasi untuk rumah


-Beberapa TV 10 inci


-2 Kulkas 4 pintu


-Beberapa lemari kaca besar, dll.


Nala membeli banyak selimut, kotak P3K, dan banyak lagi, ya... harganya fantastis sih tapi itu uang kecil bagi Nala, hmm.... setara sama uang sakunya per bulan mungkin.


Setelah membeli banyak barang, Nala dkk makan bersama di resto terdekat.


Bersambung.....


~oOo~


 


Bagaimana kisah lanjutannya?


next eps! Tungguin ya!

__ADS_1


__ADS_2