My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Konvoi


__ADS_3

Waktu sarapan bareng kedua orang tua Leon cukup asik dan pengertian juga walaupun kadang² Rani lebay kaya Ica sama Lyra.


~oOo~


Hari ini mereka masuk sekolah lagi, setelah liburan 2 minggu, mereka kembali tinggal di rumah singgah yang di jalan manggis itu loh, rencananya Nala bakal gips lagi buat pura², muehehehe... licik bat si Nala.


Nala : Ya iya dong licik, Nala gitu loh😏


Lyra : Yeuuu.... gitu aja bangga


Ica : Paan nih? berantem ga ngajak²


Lyra : Temen lagi berantem tuh dilerai kek ini malah di dukung, beg* dasar😒


Nala : Ho'oh, bangk* emang bocah


Author : Bac*t🌈, back to story


Di Sekolah


Nesya dkk menjadi sorotan karna Nesya yang duduk di kursi roda trus pake gips habis itu kursi roda nya di dorong sama 4 cowo populer di sekolah, banyak bisik² siswa siswi yang melihat mereka tapi Nesya malah asyik baca buku kimia untuk kuliah, Lyra sama Vyone ngemil sambil jalan, Vier dengerin musik, Feter mainin kartunya, Arya sama Dika sibuk adu bacot, dan Leon dorong kursi roda Nesya sambil dengerin musik pake headphone.


Selama di kelas Nesya cuma baca buku dan ga merhatiin guru di depannya, geram dengan perlakuan Nesya, si guru dengan bod*hnya mendekati Nesya dan merebut buku yang sedang dibaca Nesya, betapa kaget nya sang guru saat tau buku apa yang dibaca Nesya.


"Ka kamu ngerti semua ini?," tanya si guru kaget + ga percaya.


"Ngerti kok, apa ada yang salah?," tanya Nesya balik.


"Ini..... ini buku untuk mapel kuliah dan kamu bisa pahami semua ini?? ga mungkin," ujar si guru ga percaya.


"Ck, ga percaya ya udah," balas Nesya acuh, dia mengambil kembali buku itu dari tangan si guru.


Nesya mengerjakan soal yang berisi materi perkuliahan sampai membuat si guru yang masih mengamati Nesya terkejut sampai ternganga, Nesya langsung cuek dan masa bodo amat ngeliat ekspresi lucu gurunya sendiri, sedangkan Vier, Lyra dan Vyone menahan tawa.


SKIP di rumah


"Puft.... buahahahahahaha....," suara tawa yang cukup keras menggelegar di rumah mewah tapi sederhana + minimalis di jalan manggis no 20.


Lyra dan Vyone tertawa keras begitu mengingat kejadian di sekolah, karna Nesya membuat semua guru di sekolah mereka tercengang, bukan hanya guru tapi seluruh sekolah juga sama tercengangnya.


Jadi......


✌Flashback on✌


Jam istirahat


Di kantin, Nesya dkk menunggu pesanan makanan mereka, Vier tertawa kecil sedangkan Vyone dan Lyra sudah tertawa keras mengingat ekspresi lucu guru merrka di kelas, mereka mungkin di hadiahi tatapan aneh dari siswa lain tapi tetap saja Nesya dkk acuh menanggapinya.


Setelah tertawa mereka memakan pesanan yang sudah sampai, saat sedang asyik²nya makan, seluruh kantin mendadak heboh, Nesya dkk mulai terganggu.


'Pasti Leon sama yang lain yang dateng,' batin Nesya dkk kompak.


Benar saja, Leon dkk datang bersama seorang pria yang sangat Nesya kenali.


"Uhuk... uhuk uhuk... aduh panas," keluh Nesya karna tersedak bakso yang dia makan, seketika tenggorokannya terasa panas karna dia juga menambahkan cukup banyak sambal + saos di baksonya.


"Nape lu?," tanya Lyra yang melihat kelakuan Nesya.


"Janc*k! sial bat hari ini," gerutu Nesya setelah meminum minumannya.


"Ha??? kenapa si?," tanya Vyone yang ga paham.


Saat Leon dkk duduk di dekat Nesya dkk, otomatis cowo yang dimaksud Nesya ikut duduk, setelah itu Lyra, Vier dan Vyone menjadi paham dengan apa yang Nesya maksud.


Byur...


Lagi asyik²nya ngobrol malah ada yang gangguin lagi, kali ini dari temen seangkatan pindahan yang dengan beraninya menyiram es teh ke tubuh Nesya dkk, kalo tanya dimana Lydia dkk, mereka juga ikutan bahkan jadi antek²nya si cewe pindahan, eh salah jal*ng pindahan.


Nesya diam, 1 kantin terdiam melihatnya, pria yang tak lain adalah Wira ingin sekali menampar si cewe yang so² an tapi dia tau Nesya ga bakal biarin si cewe hidup tenang.


'Idup lo bakal berakhir menyedihkan, salah siapa lo usik ade gue yang paling kejam,' batin Wira pada anak cewe yang tadi menyiram Nesya.


'Bangs*t! ajg!,' batin Lyra, Vyone dan Vier geram karna dia ikut kesiram juga.


"Heh, kumpulan bi**h! kalian itu ya udah gue kasih hati minta jantung! gue udah biarin kalian duduk bareng sama pangeran² gue dari kemaren trus sekarang kalian deketin juga pemilik sekolah ini! huh! dasar jal*ng!," serunya marah.


Nesya mengingat wajah cewe yang udah berani bully dia dan teman²nya kaya gini, Nadia Tenggara, anak kedua dari keluarga Tenggara, keluarga terkaya no 18.


'Ck, anak keluarga Tenggara rupanya, keluarga terkaya no 18. Lu ga bisa kabur dari maut, Nadia😏. Dan harusnya peribahasa itu buat lo, di kasih hati minta jantung,' batin Nesya.


"Jal*ng heh?," tanya Vyone dengan wajah mengerikan.


Nesya dkk kompak tertawa dan yang lebih mengerikan lagi adalah tawa Nesya, Lyra, Vier dan Vyone terdengar begitu mengerikan, sampai² Wira, Dika, Arya, Feter dan Leon ikut merinding, Nadia juga sama tapi dia tetap memasang tampang ga takut.


1 kantin merasa merinding, Nadia + antek²nya tanpa sadar menjauh perlahan, Nesya bangkit dari kursi rodanya, melepas gips lalu menatap Nadia dkk dengan seringaian menakutkan, sama seperti Nesya, Vier, Vyone dan Lyra ikut berdiri juga menatap Nadia dkk.


Jumlah Nadia + antek²nya ada 4 orang yang berarti 1 orang masing² 1, Nesya dkk berjalan perlahan ke orang yang sudah berani membully mereka, dengan keadaan baju mereka yang basah membuat nyali Nadia dkk menciut seketika.


"Bi**h kah?," tanya Vier dengan seringaian menakutkan.


Nadia dkk akan berlari ke belakang tapi mereka terkepung oleh Vier, di depan ada Nesya, di samping kanan ada Lyra, di samping kiri ada Vyone, mereka terpojok, suasana kantin makin mencekam, gerak gerik Nesya dkk seperti psikopat yang siap membunuh targetnya kapanpun.


"Masih berani macem² sama kita?," tanya Vier dengan nada berbeda tapi terdengar begitu mengancam.


"Heh... modal tampang doang mau ngelawan kita?," tanya Lyra meremehkan.


"Cih, baru segitu kok dah ciut. Nyali krupuk!," bentak Vyone.


"Kok krupuk c*k?," tanya Lyra.


"Ck, di gertak dikit langsung ciut kaya krupuk di kasih aer," jawab Vyone.

__ADS_1


"Oooh... sama dong ya kaya... siapa ya namanya?," tanya Lyra.


"Namanya adalah.....," jawab Nesya menggantung.


"Bi**h ga tau diri," sahut Vier.


"Muehehehe.... bi**h yang ga bisa liat siapa monster sebenernya," balas Vyone, lalu mereka ber-empat kembali tertawa ngeri.


Gleg


Semua di kantin hanya bisa menelan ludah kasar termasuk Leon dkk + Wira, Nadia tetep mencoba terlihat ga takut di depan Nesya dkk tapi itu sebenarnya ga perlu karna udah kebaca banget dari mata, raut wajah dan gerak geriknya kalo Nadia takut dengan Nesya dkk.


"L lu ga takut sama gue?! gue ini Nadia Tenggara, anak dari keluarga terkaya no 18. Gue bisa ngancurin keluarga kalian kapan pun!," bentak Nadia dengan tampang songong tapi takut.


"Puft... keluarga terkaya ke 18 aja sok banget, inget woy! eh salah, inget ya tante, di atas langit masih ada langit," ujar Nesya sambil menahan tawa dan menekankan kata 'tante' juga kata 'di atas langit masih ada langit'.


"Heh.. salah woy," tegur Lyra, semua mata tertuju pada Lyra.


"Yang bener itu, di atas ranjang masih ada ranjang. Kan dia bi**h mana ngerti kalo bahasanya ga nyambung sama ranjang, buahaha....," sambung Lyra lalu tertawa renyah diikuti Nesya, Vyone dan Vier.


"Bener juga yak," ujar Vyone di sela tawanya.


"Kalian bakal di keluarin dari sekolah ini! dasar psikopat!," seru Lydia lantang tapi takut².


"Coba aja kalo bisa dan kita memang psikopat, haha...," balas Vier lalu kembali tertawa.


Siswa siswi di kantin langsung berkeringat dingin mendengar kata² Vier, mereka ga berani beranjak dari kursi tempat mereka duduk karna kaki mereka udah gemetar lebih dulu.


"Gue bakal bilang bokap gue kalo kalian itu psikopat dan gue juga bakal bilang ke polisi kalo kalian terutama Nesya pernah bunuh orang!," seru Lydia lagi.


"Emang bener kita pernah bunuh orang dan kalo mau lapor polisi silahkan karna mereka akan bertekuk lutut lebih dulu di depan kami," balas Nesya.


"Ya jelas tekuk lutut kan kalian nge-jal*ng," ejek Nadia lalu tertawa diikuti antek²nya.


"Kita ga pernah nge-jal*ng, yang pernah tuh kalian. Masih kecil kok udah nge-jal*ng, gedenya pasti jadi jal*ng profesional," balas Vyone sambil tertawa kecil tapi menakutkan.


"Emang ada jal*ng profesional?," tanya Lyra yang penasaran sambil bersemangat.


"Ada dong, lo tau ga? punya mereka udah di masukin banyak tongkat🌚," jawab Vyone.


"Hiii... kena HIV, mereka termasuk ga?," tanya Lyra sambil menunjuk Nadia dkk dan bergidik geli.


"Mungkin, bahkan ada yang udah hamil waktu SMP lho," jawab Vyone.


"Hiiiiiii..... mungkin mereka udah gak perawan lagi," balas Nesya jijik.


"Kok jadi bahas ginian sih?," tanya Vier yang merasa terabaikan.


"Eh, iya juga yak. Ngapain kita bahas kek gini, lagian kita ga ada niatan mau nge-jal*ng kan?," tanya Lyra yang ogeb nya kumat.


"Yaelah, mulai ogebnya," gumam Vyone sambil tepok jidat diikuti teman²nya yang lain.


Nadia dkk menyelinap kabur, Nesya dkk merasa sayang karna buruan mereka kabur, akhirnya Nesya dkk duduk kembali dan mencairkan suasana mencekam di kantin.


Seperti biasa Nesya dkk nyemil di kantin tiba² aja sekumpulan polisi + kepsek + Wira menghampiri Nesya dkk, mereka bingung tapi masa bodo amat sama orang² itu.


"Permisi, nona. Anda harus ikut dengan kami untuk di selidiki karna menurut laporan nona nona telah membunuh orang...."


Ucapan si polisi itu terpotong karna tiba² Nesya dkk mengeluarkan sebuah identitas, identitas ketua tertinggi Guardian team.


Gleg


Si polisi hanya bisa berusaha menelan salivanya, Guardian team memang mulai mengendalikan kemiliteran, dan itu bermula dari pulau jawa dulu.


Sekumpulan polisi itu pergi, kini pertanyaan Wira yang menggemparkan.


"Adik, apa kau baik² saja?," tanya Wira cemas.


Duarrrr!!


Bagai petir di siang bolong yang menyambar penghuni sekolah itu, bahkan Lydia sampai pingsan mendengarnya, hal itu membuat Lyra, Vier, Vyone bahkan Leon dkk menahan tawa.


✌Flashback off✌


"Muka mereka lucu banget sumpah, bhakss... perut gue sampe sakit," aku Lyra sambil memegangi perutnya.


"Udah², kita mau kasih tau sesuatu," ujar Leon membuat tawa Lyra dan Vyone berhenti seketika.


"Paan?," tanya Dika.


"Habis perpisahan kita mungkin ga bisa SMP di sini," jawab Leon membuat teman²nya memucat.


"Kita?," tanya Vier.


"Gue sama Leon mungkin ga bisa sekolah di sini lagi," jawab Arya murung.


"Ha??? kenapa?," tanya Karina ga terima.


"Kita di suruh bangun cabang perusahaan di negara lain dan stabilin dulu struktur juga keuangan perusahaan cabang," jawab Arya makin murung.


"Ya udah, kalian turutin aja. Nanti kalo udah selesai balik sini," ujar Nala.


Human +62 (netijen) : kok namanya beda², tadi di sekolah Nesya trus di rumah jadi Nala trus kalo di dimensi lain jadi Li Yue. Mau lo apa sih thorrr??


Author : Kan udah dijelasin pe a, kalo di sekolah manggilnya Nesya, kalo di rumah manggilnya Nala dan kalo di dimensi lain manggilnya Li Yue. Paham? ga paham gue kick juga lu


Human +62 (netijen) : 😓


Back to story


"Tapi, na..."

__ADS_1


"Gapapa, lagian kita semua masih bisa contact ya 'kan?. Udah jangan murung terus masih ada 1 bulan juga sebelum perpisahan," ujar Nala memotong protes Karina.


"1 bulan? yang ada 2 minggu lagi perpisahan, Na," balas Leon sambil menatap Nala lembut.


"Hm... kita jangan kaya gini dong, ayolah...," bujuk Vyone.


"Eh, jalan² yuk," usul Karina.


"Ke??," tanya yang lain kompak.


"Gini, kalian kan udah kelas 6 trus dari dah bisa ngendarain motor sama mobil jadi kita konvoi aja," jawab Karina.


"Boleh juga tuh," balas Lyra setuju.


"Gue ikut juga ya," rengek Karina.


"Boleh sih tapi elo sama siapa?," tanya Vyone.


"Eh bentar," ujar Nala lalu menelpon seseorang.


Di telpon


Nala : Woi! lu lagi di Indo?


.... : Iya nih, ada apa? btw lu kangen ya ama gue?


Nala : Idih... pd amat lu


.... : Udah buruan ada apa?


Nala : Lu lagi di kota C kan?


..... : Yaelah, ditanya malah balik nanya. Iya gue baru sampe di rumah gue


Nala : Beh, ikut kita yok. Konvoi pake motor


..... : Seriusan lo?? oh ok ok, gue otw ke rumah lo sekarang


Nala : Jalan manggis no 20


..... : Lo pindah?


Nala : Entar aja nanyanya, buruan kesini. Gue tunggu


..... : Iye² bawel


Nala pun mematikan telpon lalu menatap teman²nya.


"Gue dah dapet 1 temen lagi, jadi ada temennya buat Karin," ujar Nala.


"Nah, cakep👍. Kuy siap²," ajak Lyra.


Info : Vyone dah tinggal bareng sama Nala dkk.


SKIP


Jam 5 sore


Semua orang di rumah itu dah siap buat pergi, mereka nunggu temen 1 lagi sambil hompimpa bakal di boncengin sama siapa, jadi yang ngendarain motor itu cowo² sedangkan ciwi²nya ngebonceng doang.


Setelah sesi hompimpa mereka bersiap akan pergi.


Nala sama Leon, Dika ama Karin, Arya ama Lyra rempong (kasian ga beruntung), Feter ama Vyone (lagi beruntung dia), sisanya Vier sama temennya Nala.


Brummm


Bruumm


Suara deru motor gede yang terparkir di depan pintu gerbang rumah Nala dkk, suara deru motor dari yang akan mereka gunakan dan deru motor ninja silver yang berbeda, seorang laki² kenalan Nala membuka helmnya.


"Kemane aje lu?," tanya Nala sambil memukul bahu si cowo tadi cukup keras.


"Sakit woy! gue nyasar tadi," jawabnya sambil memegangi bahu yang terasa sakit.


"Bisa nyasar juga lu," ejek Nala.


"Hilih, jadi siapa yang sama gue nih?," tanya nya.


"Cewe cantik yang itu tuh, yang bener loh Don," jawab Nala sambil menunjuk Vier yang ga pake penyamaran.


"Wuih... buruan naik, ntar kita kemaleman. Dan elu ikut gue," ajak Doni sambil menunjuk Vier, ya Doni, dia dah balik ke Indo ternyata dan Nala tau akan hal itu.


Mereka memulai konvoi sampai malem dari mulai muter² kota C, pusat perbelanjaan, teluk buat nikmatin sunset, resto dan yang terakhir alun², berhubung hari itu lagi ada acara jadi alun² lumayan rame, ada panggung pertunjukan dan masih banyak lagi.


Mereka bersenang senang di sana, bahkan membeli jaket kulit warna hitam couple-an ber10, saat ini mereka sedang melihat + menonton orang² yang lagi konser kecil²an sambil menikmati kacang rebus.


"Kamu ga mau nyanyi?," tanya Leon sambil mengambil kacang rebus lagi dari bungkusan yang di pegang Nala.


"Ga, males," jawab Nala acuh.


"Ikut aja, nanti aku kasih hadiah," rayu Leon di telinga Nala.


"Kamu pikir aku anak kecil yang bisa di iming² kaya gitu?," balas Nala sengit.


"Ih, beneran. Ntar malem aku mau balapan, kamu bisa ikut sama aku tapi syaratnya kamu harus nyanyi dulu," ujar Leon.


"Hm....(mikir) ya udah deh," jawab Nala


Nala maju dan bersiap bernyanyi setelah meminta ijin dan ngasih tau lagu apa yang bakal di nyanyiin Nala.


Bersambung...

__ADS_1


~oOo~


Lagu apa hayoo???? cek kelanjutannya ya! next eps! bye...


__ADS_2