
Masih banyak sindiran pedas untuk Rara, Rara pun langsung merasa kesal dan malu, dia pergi dari sana dengan cepat.
~oOo~
"Ok, waktunya serius," ujar Nesya serius.
Suasana menjadi tegang, mereka dalam mode serius, peredam suara sudah dinyalakan dan kini hanya tinggal mendengarkan Nesya.
"Kalian tau kan kita ga bisa membuat para anggota tetap di organisasi selamanya, mereka pasti akan berkeluarga. Yang jadi pertanyaanku adalah jika nanti sang anak menanyakan apa pekerjaan orang tuanya, kira² apa mereka akan jawab 'ayah/ibu ikut mafia, nak' atau 'ayah/ibu bekerja di B'B company sebagai buruh'."
"Masa iya jawabnya kaya gitu, ya engga lah, gue ngomong kaya gini karna tiba² aja gue kepikiran. Apalagi sebagian anggota TBB udah mulai berkeluarga, baik itu sesama anggota ataupun dengan orang yang ga ada hubungannya sama TBB."
Suasana hening, masing² larut dalam pemikiran, Nesya kembali berbicara dan mereka kembali mendengarkan.
"Yang gue takutin, hidup anak cucu mereka itu bakal penuh bahaya. Pertama karna ortu mereka masuk mafia, kedua kemungkinan besar mereka akan tau sebagian yang terjadi di markas, ketiga kalo identitas mereka diketahui mafia lain pastinya mereka juga akan diburu."
"Gue udah bahas ini sama anggota TBB daring kemarin," jelas Nesya.
Author : kok daring sih thor? itu karna TBB punya forum tersendiri namanya B'B forum, disini semua info bisa di ketahui. Ini cuma bisa di buka pake kecocokan retina, suara dan sidik jari. Semua itu demi mencegah adanya hacker atau apapun, lagi pula setiap anggota TBB selalu bersikap biasa dan ga mencolok di masyarakat jadi ga terlalu di curigai sebagai mafia.
"Jadi apa yang akan lo lakuin?," tanya Arya setelah hening cukup lama.
"Sepulang sekolah gue ngumpulin mereka semua di aula pertemuan itu, gue yakin mereka paham," jawab Nesya.
"Hm... ok lah, gue ga masalah. Mereka masih bisa jadi koneksi buat kita," sahut Dika.
Mereka pun mengangguk, setelah itu mereka pergi ke kelas masing² untuk lanjut belajar walaupun bel udah berbunyi 5 menit yang lalu.
SKIP
~oOo~
Aula pertemuan anggota
Markas The Big Bos
Aula yang dimaksud adalah gedung dengan lantai 4 lantai dengan bentuk yang mengecil maksudnya lantai 1 begitu besar lalu lantai 2 hanya ¾ bagian lantai 1, untuk lantai 3 hanya ¾ bagian lantai 2, untuk lantai 4 adalah private dengan luas ¾ lantai 3, dimulai dari lobi yang furturistik lalu masuk ke lorong dengan pencahayaan cukup, masuk ke dalam melalui sebuah pintu besar nan megah.
Untuk lantai 1 (3500 kursi) digunakan untuk anggota tingkat Silver awal dan menengah, lantai 2 (3000 kursi) digunakan untuk tingkat emas. Lantai 3 (2000 kursi) untuk Zamrud, diamond dan pasukan khusus, di setiap lantai memiliki tangga darurat dan lift khusus yang dapat menampung banyak orang, untuk mengakses ke setiap lantai dibutuhkan kartu pengenal.
Walaupun ga bawa kartu pengenal mereka bisa dikenali dengan kemampuan IT yang men-scan fisik anggota itu sendiri, kalo ga terdaftar palingan di giring ke ruangan lain.
Untuk lantai 4 yang paling keren, disana kadang di pake buat pertemuan ketua divisi, ada 1 ruangan yang punya beberapa kasur empuk trus ada sofa dan dapur kecil dalam 1 ruangan, ruang kerja yang juga digabung, ruangan pertemuan ketua divisi yang tertutup, ruangan kendali selain di mansion.
Untuk menghubungkan dengan lantai 1,2 & 3. Mereka membuat proyeksi yang begitu besar di dinding kosong, bentuk kursinya sendiri kaya di teater, jadi keliatan.
PS : untuk lantai 1 tingginya setinggi 2 lantai seperti teater.
Back to story
Semua orang udah berkumpul di aula, Nesya menyalakan proyektor yang sudah terhubung dengan divisi kelautan milik Karina atau Angelfish, disana semua divisi di kelompok kan baik IT maupun pertahanan, Nesya berada di ruangan sendiri sedangkan yang lainnya berada di ruangan khusus lantai 4, disana juga terhubung dengan kamera yang menghubungkan proyektor.
Tentu saja mereka menggunakan topeng khusus, karna pertemuan itu ga menjamin ga adanya keborocan info, Nesya memulai pembicaraan dengan suara tenang tapi jelas dan menggunakan bahasa Inggris.
"Bagi para anggota The Big Bos yang sudah bertahan selama ini, dan para staf yang membantu dari belakang serta rekan² ku yang selama ini membantu membuat organisasi ini sukses, saya sangat berterima kasih karna kalian telah setia selama ini."
Tersirat rasa bangga di perkataan Nesya sehingga menyalurkan rasa bangga tersendiri bagi para bawahannya yang setia, Nesya tersenyum tipis, sangat tipis yang tampak begitu samar.
"Aku tau sebagian besar dari kalian adalah mantan anggota mafia, baik itu milik Lion atau milik Dragon, juga ada anggota The Death Butterfly yang sebelumnya bergabung dengan mafia ayah bukan?."
Saat Nesya mengatakan itu semua orang tertegun tak terkecuali Leon.
__ADS_1
"Kalian semua... sudah lama berada di dunia gelap, aku hanya ingin kalian bisa menikmati hidup masing². Aku sudah sepakat dengan yang lain, anggota dari setiap divisi diperbolehkan untuk berhenti, selain itu kalian juga masih boleh datang kemari untuk sekedar membantu atau bernostalgia, kalian akan mendapat perlindungan atas nama B'B company asalkan kalian tak mengusik orang yang salah dan tak membocorkan rahasia organisasi."
Kata² Nesya membuat para anggota terkejut juga terharu, keluar dari dunia gelap bukanlah hal yang mudah, dan sekarang? mereka di tawarkan untuk keluar dan juga dijanjikan perlindungan walaupun ada ganjarannya juga.
Karina yang mendengar itu merasa bangga pada Nesya, dia bersama divisi kelautan sedang berada di laut yang tenang sehingga memungkinkan untuk ikut rapat daring ini, White dan Lisa yang mendengarkan dari markas luar angkasa pun tersenyum dan merasa bangga. Terdengar bisikan dari para anggota, Nesya mengerucutkan bibirnya dan berkata.
"Apa kalian sudah tak mempercayai Phoenix lagi?," tanya Nesya dengan nada anak kecil merajuk yang begitu menggemaskan.
Mereka pun berbondong bondong meminta maaf dan membujuk Nesya, ada² saja dia ini😂. Itulah kepribadian Nesya, masih sempet main² waktu lagi rapat, bahkan Karina sampai tertawa terpingkal pingkal di kursinya, para anggota divisi hanya bisa menahan tawa yang sebentar lagi pecah.
"Baiklah², karna Nix baik maka Nix akan memaafkan kalian," kata² Nesya membuat Karina tak bisa tak tertawa di kursinya, perutnya sampe sakit.
"Sudahlah, apa ada anggota yang mau keluar dari organisasi?," tanya Nesya sedikit serius.
Terdengar bisikan di setiap lantai, Nesya hanya menunggu keputusan mereka, begitupula rekan²nya.
"Kalo ada yang mau keluar kalian bisa meng-absen diri di B'B forum, jangan di Underworld forum," celetuk Nesya membuat rekan²nya terkekeh.
"Baiklah, terima kasih banyak nona Phoenix yang terhormat," jawab mereka serentak.
"😊Nix menyayangi kalian, Nix harap kalian bahagia dengan keluarga masing². Sampai jumpa👋."
Nesya mengatakan itu dengan tulus, tentu menyentuh para anggota TBB, sebagian dari mereka tanpa sadar menangis, apalagi mantan anggota The Death Butterfly (mafia milik Nesya dulu), mereka sangat bersyukur karna dapat setia pada nona yang begitu baik seperti Nesya.
Kepribadian Nesya yang membuatnya disayangi anggota TBB, mungkin dia tegas, kejam dan tak pandang bulu tapi dibalik semua itu dia adalah sosok anak kecil yang membutuhkan kasih sayang sejak lahir, orang tuanya meninggal saat dia berusia 5 tahun, bisa bayangkan itu? seorang anak yang seharusnya mendapat kasih sayang dan pengertian di tinggalkan oleh orang tuanya saat masih kecil.
Bersyukurlah kalian yang masih memiliki orang tua!!, banyak orang di luar sana yang... kehilangan orang tua karna insiden atau dia yang dibuang keluarga, selama ini Nesya memperlakukan para bawahannya seperti keluarga, anggota pengurus mansion Night Clair pun menangis mendengar kata² Nesya.
Mereka tau Nesya sangat hebat dan manja saat di mansion apalagi ke pak Dicky yang notabenenya cuma seorang sopir juga ke Haris yang begitu menyayangi Nesya, sehebat apapun Nesya, dia tetaplah seorang gadis yang masih belia, masih membutuhkan kasih sayang dan perlindungan.
Sebelum sambungan itu terputus Nesya kembali berkata guna membuat suasana tenang.
"Eh tapi jangan semuanya keluar, nanti ga ada yang bantuin Nix sama temen² di organisasi."
"Aku tidak akan keluar untuk saat ini, aku dan teman² akan membantu nona Nix dan yang lain untuk membuat The Big Bos makin jaya, jadi nona tidak usah khawatir," celetuknya begitu saja.
"Nah sip👍," bukan hanya Nesya yang yang berbicara melainkan Lyra, Vier, Arya, Dika, Feter, Leon dan Vyone juga memberikan jempol mereka.
Lagi² kelakuan bocah² itu mengundang tawa seisi gedung, setelah salam dari Nesya semua sambungan terputus dan mereka di perbolehkan pergi.
~oOo~
Mansion Night Clair
Rumah belakang mansion
Ruang kerja Dicky
Saat ini Nesya sedang bermanja manja dengan Dicky, yap.. hubungan mereka begitu dekat, Nesya menganggap Dicky sebagai ayah keduanya. Dicky sendiri tak masalah, apalagi Nesya membantunya membuat perusahaan keluarga Mahendra berjaya kembali.
"Ayah.. apa sudah selesai semua?," tanya Nesya, mereka sepakat kalo Nesya boleh manggil ayah kalo cuma berdua.
"Sebentar lagi," jawab Dicky sambil terus menatap laptop.
Nesya cemberut, Dicky yang melihatnya hanya terkekeh pelan, tak lama kemudian Maya masuk ke dalam ruang kerja Dicky bersama Haris.
"Kakak!," panggil Haris lalu melangkah ke arah Nesya dengan cepat.
"Hallo Haris sayang," sapa Nesya senang.
Dia menggendong dan memangku Haris dengan rasa sayang, ah... Author pengen cubit pipinya Haris nih. Setelah cukup lama bermain dengan keluarga keduanya, tepat pukul 17.00 Nesya melihat seekor burung terbang di sekitar mansion, dia mengenali burung itu.
__ADS_1
Nesya bersama Haris keluar dari rumah kecil itu, lalu burung merpati itu mendarat di lengan kanan Nesya, burung itu bukanlah burung biasa, salah satu hewan roh yang cukup langka. Merpati ini bisa merekam suara, meskipun begitu merpati tetaplah merpati.
"Ada apa?," tanya Nesya.
Dia mengambil kertas pesan di kaki burung itu, lalu merpati milik Gusion itu berbisik tapi yang keluar malah suaranya Gusion.
'Ini serius, kau harus cepat pergi. Aku di cegah, tapi juga sudah mengirim pesan pada Arsene, hati²lah musuh kita begitu berbahaya.'
'Apa maksudnya?,' batin Nesya bingung.
Nesya membuka pesan yang dikirim Gusion, pesan itu berisikan huruf kanji jepang yang dapat Nesya pahami dengan mudah. Seketika tubuh Nesya menegang di tempat, dia kembali mengamati kertas itu dengan seksama, sangat teliti.
Pesan itu berisikan :
'Jendral Kojhiro pergi untuk membantu perang sipil di negara X, kini itu makin parah. Yang kutahu saat aku mengunjungi jendral, aku mengetahui dia terluka parah bukan karna peluru atau luka bakar tapi sayatan pedang kuno yang dalam.'
Deg
Luka sayatan pedang?! ngaco! jaman sekarang mana ada sih yang pake pedang kuno waktu perang?, kebanyakan juga pake pistol atau senapan dan juga belati, Nesya menerka ini adalah perbuatan seseorang yang ada hubungannya sama kematian kedua orang tua nya.
'Selain itu aku mendengar kabar dari Arsene bahwa guru Tianchai juga mendapat luka sayatan pedang yang parah, lalu sekarang dia bermeditasi, aku akan menemuinya tapi sayangnya aku terjebak suatu masalah. Arsene sedang dalam perjalanan ke tempat ku, hati². Kakak menyayangi mu.'
Setelah pesan itu selesai dia baca, Nesya langsung berlari ke ruang tengah tempat teman²nya berkumpul, dia menahan rasa sesak di dadanya dan terus berlari.
"LEON!!," seru Nesya mengejutkan semua orang.
Nesya melemparkan surat itu dan langsung naik ke lantai atas, Leon yang bingung langsung membuka surat du tangannya, sama seperti Nesya, Leon yang paham huruf kanji Jepang menegang di tempat.
Leon langsung memanggil anak buahnya, menyuruh mereka menyiapkan segala keperluan ke negara X, tak lupa Leon menyuruh mereka menghubungi divisi kelautan dan Guardian team.
"Kita harus pergi sekarang!," seru Leon mulai panik.
Dia berlari ke arah jet pribadi yang tercepat dan menyalakannya, menyuruh An ye mencari tau apa yang terjadi di dimensi kultivator, Nesya berganti pakaian dengan cepat, dia mulai panik dan khawatir seperti Leon.
SKIP
Private jet mereka terbang dengan kecepatan penuh, hanya butuh waktu 5 jam apabila menggunakan kecepatan penuh tapi kalo pake pesawat/jet biasa mungkin sekitar 10 jam baru sampai sana.
Pukul 19.00 malam
[ Semua ini karangan Author ya:v ]
Mereka sampai pukul 22.00 malam, waktu di negara X berbeda 3 jam lebih lambat dengan Indonesia, Nesya terburu buru turun dari jet pribadi dan naik ke jeep yang dikendarai Leon sendiri, Satya pun ikut karna penasaran sedangkan Dean? di suruh ikut/dipaksa:).
Karna lokasi negara X berdekatan dengan gurun dan perang sipil terjadi disana, Feter pun menyalakan sistem radar khusus untuk mendeteksi ranjau berbahaya, mereka membawa 2 jeep yang sudah di modifikasi dan penuh dengan senjata, sampe ada basokanya.
Mereka sampai di kota tempat Jendral Kojhiro dan rekan²nya bermalam, secepat mungkin mereka pergi ke dalam salah satu tenda. Walaupun begitu ada beberapa yang terlihat menodongkan senjata ke rombongan itu tapi tetap saja mereka tak peduli seolah senjata² itu ga ada apa² nya.
"Guru!," panggil Nesya panik saat melihat gurunya sedang membalut luka di dalam tenda.
Kojhiro atau... Tianqu sudah tidak terkejut lagi melihat Nesya karna dia juga sudah bertemu Gusion walau diam², Nesya menghampiri gurunya dengan perasaan khawatir.
"Kau tak apa guru?," tanya Nesya dengan bahasa Jepang.
"Tenanglah," jawab Kojhiro dengan suara yang berat dan serak.
"Guru, ada apa dengan...."
Bersambung....
~oOo~
__ADS_1
Oh iya Author lupa nih, Author ngucapin makasih buat yang udah vote 2000 poin... huaaaa😭Author kaget tau waktu itu tapi bersyukur juga kok bener deh✌, thanks banget ya kak. Maap ga kutulis juga gegara ga inget nama akunnya hehe😁, peach✌😉.