My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 5 : Pembantaian


__ADS_3

"Maka kita BANTAI MEREKA!!," lanjut Nala yang langsung membuat yang lain terkejut tapi setuju dengan Nala.


 ~oOo~


Saat ini Nala sudah menggunakan topengnya, Nala dkk bahkan sudah berada di depan markas White Fheater yang menyebalkan.


Brak!


Wang sik menendang pintu markas White Fheater dengan mudah dan terlihat lah seorang pria yang sedang ditemani 2 ja**ng dengan pakaian kurang bahan mereka tentunya.


"Hei! siapa kalian?!," tanya anak buah WF.


"The Death Butterfly," jawab Nala dingin.


"Ha? sejak kapan ada kupu-kupu kematian di dunia gelap? trus kalian anak² lagi," ejek pria itu.


"Baru dibuat dan jangan remehkan kami! sekarang katakan pada kami! apa kau yang telah menyerang CEO Emperor?," tanya Wendy garang, mulai kelihatan tuh aslinya.


"Kalo iya kenapa? memangnya kalian bisa apa hah?!," ejek pria itu disertai tawa anak buahnya.


Wendy mulai panas tapi Nala menahannya supaya tak gegabah.


"Benarkah? orang bod*h seperti kalian bisa menculik CEO Emperor?," balas Yi Fan mengejek dengan senyum ejekannya, mulutnya emang kek gitu, pedessss.


"Kalian masih anak² tapi udah ngajak ribut!! kalian serang mereka!!!," perintah pria itu pada anak buahnya.


Langsung saja mereka menyerang TDB, Nala menahan semua anak buahnya (kecuali Mei dan pak Dicky yang mengawasi dari dalam mobil), mereka menyerang dengan bod*hnya ke arah Nala dkk, Nala hanya membiarkan Wendy yang beraksi, ya langsung saja, Wendy yang tersulut emosi membersihkan jalan dengan kemampuannya.


Sesuai dugaan Nala, mereka tak sepintar dan sekuat Wendy, langsung saja mayat mereka bergelimpangan di mana² dengan keadaan mengenaskan, membuat ngeri siapa pun yang melihatnya (mungkin), bahkan pria yang tadi meremehkan TDB langsung gemetar ketakutan.


"Gimana? takut? masih berani meremehkan TDB?," tanya Yi Fan dengan nada merendahkan, kaki kirinya bertopang pada meja yang terdapat pria itu.


"Katakan! dimana kau meletakkan CEO Emperor!! kalau tidak maka akan kutebas pala kau itu," ancam Wendy, pria itu hanya menggelengkan kepalanya kuat, ragu dan takut serta badannya gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Masih belum mau ngasih tau ya?," Wendy sekali lagi tersulut emosi.


Nala memberi kode pada Lina, segera Lina mendekati pria itu, mengangkat dagunya, Lina diajarkan oleh Nala sehingga dia bisa membaca pikiran orang dengan menatap nya dan dia juga bisa melihat kebenaran yang ditutupi rapat² oleh orang lain, Lina membaca pikiran orang itu lalu mengangguk ke arah Nala.


Di tebas dan dibiarkannya kepala pria itu menggelinding, lalu di tendang kursi tempat pria itu duduk sampai jatuh, Nala dkk segera masuk lebih dalam untuk 'membantai' anggota White Fheater, di dalam sana ternyata luas juga padahal cuma markas kecil di pinggir kota.


Brak!


Lagi² pintu di tendang oleh Wang sik dengan mudahnya, maka terlihatlah Alfra yang kedua tangan dan kakinya di ikat menggunakan rantai.


"Bagaimana kalian bisa masuk?! siapa kalian?! mau apa kalian?!," tanya seorang pria yang menggunakan topeng, di jubahnya tertulis leader WF.


"Kami adalah The Death Butterfly!!! yang sudah membunuh semua anak buahmu!!! kami ingin CEO Emperor itu!!," tegas Wendy garang sambil jarinya menunjuk ke arah Alfra.


"Oh ya? kalian! serang anak² itu!," perintah leader WF.


Terjadilah pertarungan yang tak sengit juga sih malahan mudah, karna dalam 2 menit saja, ruangan luas tersebut yang berisi 500 lebih anak buah WF kini telah berisi mayat² yang bergelimpangan, banyak yang kehilangan anggota tubuhnya dan keadaan mereka cukup mengenaskan, leader WF tetap tak gentar bahkan melawan, kemampuannya hampir setara dengan Wendy.


Akhirnya Nala menarik Wendy dan menurunkan Yi Fan untuk melawan leader WF itu, sedangkan yang lain menyelamatkan Alfra, segera tapi pasti Yi Fan berhasil mengalahkan leader WF.


Nala dkk langsung pergi ke rumah sakit tempat bundanya dirawat.


"SUSTER!! DOKTER!!! SELAMATKAN AYAH SAYA ATAU KU PECAT KALIAN SEMUA!!!," teriakan Nala kembali menggelegar di rumah sakit itu.


Untuk kedua kalinya suster datang membawa brankar dengan tergopoh-gopoh, Alfra langsung masuk ke IGD, 1 jam kemudian, Alfra di pindahkan ke ruang VVIP tempat Tasha berada, Alfra juga koma seperti Tasha, seluruh keluarga Nero terkejut saat tau Nala yang menemukan Alfra, Nala hanya mengecek keadaan kedua orang tuanya lalu menemui dokter King.


Tok.. tok.. tok..


Nala mengetuk pintu ruangan dokter King.


"Masuk!," teriak dokter King dari dalam ruangan, dokter King terkejut akan kedatangan Nala lalu mempersilahkan Nala duduk di sofa tapi Nala tetap berdiri.


"Ada apa nona muda ke empat dari keluarga Nero datang ke ruangan saya?," tanya dokter King sopan sambil berdiri juga.

__ADS_1


"Saya ingin anda melaporkan tanda² vital kedua orang tua saya setiap 30 menit," perintah Nala.


"A.. Baik, nona," jawab dokter King.


"Jika terjadi sesuatu seperti ada yang menyerang, maka segera hubungi saya, saya permisi dan terima kasih," kata Nala dingin lalu berhambur keluar, meninggalkan dokter King yang terdiam, dokter yang masih magang itu merasa bingung, lelah dan tak mengerti.


Nala menghampiri anak buahnya di dalam mobil.


"Pak Dicky...! pakai topeng anda dan segera ke markas WF!!," perintah Nala dengan cepat dan datar, pak Dicky langsung melajukan mobil ke markas WF, Lina dkk masih berada di markas WF untuk menunggu perintah lanjutan dan menunggu anak buah WF yang kembali dari penyerangan.


Sesampainya di sana, Nala dan pak Dicky masuk ke markas WF tak lupa menutup pintu yang tadi Wang sik dobrak dan menyembunyikan mobil, tak lama kemudian anak buah WF masuk ke markas mereka dengan santainya dan... mereka ga sadar kalo udah ada Nala dkk di dalem sana.


Pas mereka (anak buah WF) buka pintu, mereka langsung kaget pas ngeliat saudara² mereka (anggep aja sodara) dead mengenaskan, mereka menelusuri markas mereka itu dan... bayangin betapa terkejutnya mereka saat tau kepala bos mereka telah dipenggal bahkan sengaja di letakan di sebuah kursi yang menghadap mereka.


Nala duduk di kursi kebesaran leader WF, menatap sejenak anggota WF dengan tatapan dingin dan duduk sambil memejamkan matanya, mendengarkan perbincangan antara anak buah WF dan anak buahnya, setelah beberapa menit, akhirnya mereka selesai membereskan sampah² itu.


Untuk membersihkan pembantaian kali ini, Nala meminta pak Dicky, Kakashi dan Wang sik untuk mengambil bensin, sedangkan yang lain menyebarkan bensin di seluruh penjuru markas WF, tak lupa mereka memakai sarung tangan supaya sidik jari mereka tak dapat di temukan, setelah itu, Nala dkk membakar markas WF hingga menjadi abu, lalu bergegas pergi ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Nala dkk mendapat banyak pertanyaan dari anggota keluarga yang lain, Nala tak menjawab dan langsung menyuruh anak buahnya beristirahat, Nala pun beranjak mendekati kedua orang tuanya yang sedang koma.


"Ayah.... bunda..., kenapa jadi begini sih?," tanya Nala lirih sambil duduk di antara kedua orang tuanya.


Mata Nala sendu dan ia mulai menangis, semua orang di ruangan itu ikutan menjadi sedih. Paman Daryn, kak Gusion dan kak Wira keluar dari ruang VVIP karna tak tahan melihat juga mendengar tangisan Nala, mereka bertiga menemui anak buah Nala.


"Pak Dicky..," panggil kak Wira pada pak Dicky dkk yang sedang beristirahat di depan supermarket 24 jam terdekat dari rumah sakit.


"A.. tuan muda pertama," jawab pak Dicky kaget dan langsung berdiri melihat kedatangan tuan muda pertamanya lalu membungkukkan punggungnya, begitu pula Lina dkk.


Bersambung....


 ~oOo~


Apa yang dilakukan paman Daryn, kak Wira dan kak Gusion?

__ADS_1


Next eps!


 


__ADS_2