My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Tour singkat


__ADS_3

"Ga tau kenapa hatiku sakit begitu tau kamu bekerja dan berlatih begitu keras, kamu kenapa sih? apa yang udah kamu lakuin sampe aku jadi kaya gini?," -Anzacano Leon Adijaya.


.


.


.


.


.


Nala/Yue duduk di sebelah Liu Chen, mereka mulai berbincang sejenak lalu Nala/Yue di latih oleh 3 orang yang dia anggap sebagai guru.


~oOo~


Paginya


Semua sedang berkumpul di meja makan kecuali Nala, tentu itu membuat teman²nya heran, akhirnya mereka meninggalkan Nala dan sarapan lebih dulu.


"Weh, kalian tau kemana Nala ga? di kamarnya ga ada loh," tanya Lyra saat mereka berkumpul di ruang tengah.


"Entah, kalian ada yang tau atau liat dia gitu," tanya Arya balik.


"Hm... kaga tau tuh," jawab mereka bersahutan.


"Cari jangan?," tanya Arya lagi.


"Kaga usah, dia dah biasa ngilang kaya gini," jawab Vier santuy.


Pletak


"Kalo ngomong di jaga njirr, sahabat laknat," ujar Lyra usai menjitak kepala Vier.


"Kaga usah jitak juga bambank," balas Vier biasa.


"Lu juga laknat! buktinya sekarang lu kaga nyariin si Nala!," sambung Vier sengit.


"Itu karna gue tau kalo dia bakal balik," balas Lyra santai.


"Woee!! jancuq!," gerutu Vier.


"Bacoddd," balas Lyra cuek.


Tak berapa lama Nala pun datang dengan pakaian yang kusut dan tubuh penuh luka, sontak teman²nya (kecuali Vyone yang tetep di Indo) terkejut begitu melihat tubuh Nala yang penuh luka.


"Woyyy!!! lu abis ngapain hah?!!," tanya Lyra khawatir tapi ngegaz.


"Latihan, Hoaamm....," jawab Nala lalu menguap lebar yang tentu menggunakan etikanya.


Nala berjalan ke kamarnya dengan langkah gontai, sampai di kamar dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang empuk nya tapi luka di tubuhnya membuat dia terbangun dan pergi ke kamar mandi.


~oOo~


Di ruang tengah


"Heh? barusan dia bilang apa? latihan?," tanya Lyra bingung.


"Lah? dia latihan dimana?," tanya Dika ikutan bingung.


"Dari jam berapa dia pergi?," tanya Arya ikut bingung.


"Kayanya jam 1 malem deh," jawab Feter dengan nada biasa sembari menatap ponselnya.


"Kok lu tau, nying?," tanya Vier sembari menatap Feter tajam.


"Semalem gue aus trus gue liat Nala pergi jam 1 an, pergi ke halaman belakang mansion kayanya," jawab Feter, ga takut sama tatapan horor teman²nya.


"Bandel," gumam Leon sambil berdiri meninggalkan teman²nya yang mulai adu bacot.


Leon pergi ke dapur guna mengambil seporsi makanan juga minuman, setelah itu dia pergi ke kamar Nala dengan membawa makanan juga minuman, dia mengetuk pintu beberapa kali tapi ga ada jawaban makanya dia langsung masuk ke kamar Nala.


Zraasshhh


Suara percikan air terdengar jelas di telinga Leon, Nala mandi sembari menahan rasa sakit di tubuhnya, mencoba untuk tetap kuat Nala malah mengambil garam dan menuangkannya di dalam bak.


Dia sering ngelakuin ini karna itu pula dia ga ngerasa belas kasihan begitu tawanannya di ceburkan ke air garam, rasa nyeri kembali di rasakan Nala saat tubuhnya yang penuh luka bersentuhan dengan air garam, setelah 10 menit berendam Nala kembali membilas tubuhnya di bawah shower.


Setelah itu barulah Nala membalut lukanya dengan perban yang sengaja dia letakkan di kamar mandi, Nala mandi ±30 menitan membuat Leon mengernyit heran dan bosan.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan tubuh Nala yang hanya mengenakan handuk kecil, Leon yang duduk di ranjang sambil main hp menoleh begitu mendengar suara pintu dibuka.


Gleg


Leon menelan ludahnya kasar melihat tubuh Nala yang...🌚tahu lah, perlu deskripsi? ekhem! kulit putih bersih yang mulus, wajah cantik yang imut, rambut hitam panjang yang setengah basah, hanya mengenakan handuk putih yang menutupi bagian vital, paha putih mulus yang terlihat jelas tapi sayang banyak perban di badannya.


"Na?," panggil Leon setengah sadar.


"Loh? kok kamu disini?," tanya Nala yang baru sadar ada orang lain di kamarnya.


"Badan kamu sek–... eh maksudku badan kamu kok banyak perban? latihan dimana sih?," tanya Leon hampir nanya yang🌚.


"Istana bintang lah, ya kali aku latihan disini. Bisa² kamu ato yang lain jadi ribut," jawab Nala sembari berlalu ke ruang ganti.


Deg!


'Anjiirrr!! Gila lu eon! inget! dia sahabat lu!. Tapi badannya itu lohh... ahh!!! gila gila gila! bgst, khilaf eon. Sadar sadar!!,' batin Leon disertai suara detak jantung nya yang berdetak cepat.


"Kamu ngapain di sini?," tanya Nala seusai berganti pakaian, Nala beranjak mengambil hairdrayer.


"Sini, ku keringin aja rambut kamu," jawab Leon sembari mengambil alih hairdrayer dari tangan Nala.


Nala memandang Leon aneh lalu menurut, Nala duduk di depan Leon lalu Leon menyalakan hairdrayer dan mulai mengeringkan rambut Nala.


Ziiinngggg


Perlahan rambut Nala mulai mengering, Nala merasa nyaman dengan hembusan angin hangat dari hairdrayer, sedangkan Leon merasa detak jantung nya makin ga karuan.

__ADS_1


'Aish... apa² an sih ini? gila kali yak? jantung gue serasa maraton,' batin Leon ga karuan.


Setelah beberapa menit rambut Nala sudah kering dan Leon sudah meletakkan hairdrayer ke tempat semula, dia menatap Nala tajam guna meminta penjelasan.


"Kamu latihan dari jam 1 pagi? setelah kamu berlatih di dimensi Dominiq?," tebak Leon membuat Nala yang membuka laptop menoleh dan tersenyum.


"Kan aku dah bilang, terkadang untuk menjadi kuat dibutuhkan pengorbanan," jawab Nala dengan senyum manis.


Deg!


Tiba² Leon merasa dadanya sakit mendengar penuturan Nala.


'Astaga... kenapa dadaku sakit gini sih padahal aku ga punya riwayat jantung atau yang berhubungan sama jantung. Ya tuhan... apa yang sebenarnya terjadi padaku?,' batin Leon.


"Trus kamu ngapain disini? bawa makanan sama minuman lagi," tanya Nala menyadarkan lamunan Leon.


"Oh, kamu pasti laper jadi aku bawain makanan sama minuman," jawab Leon.


"Sebenernya sih ga usah, aku–."


Kruyuk


Perut Nala tiba² konser membuat Leon menahan tawa, dan Nala menjadi kikuk mendengar suara perutnya sendiri.


"Laper 'kan? ayo dimakan dulu," ajak Leon.


"Hum... yaudah deh, thanks ya, pengertian banget sih jadi makin sayang deh," ujar Nala ngelantur.


"Ha?," tanya Leon ga maksud.


(?_?)


"Eh? gue ngomong apaan barusan? yeuh.. ngelantur ga jelas ni mulut," jawab Nala sambil menepuk mulutnya sendiri.


"Beneran juga gapapa, sesama sahabat ini," balas Leon cuek.


"Haha... bomat ah, laper," balas Nala setelah tertawa garing.


Nala pun memakan makanan yang dibawa Leon.


~oOo~


Singkat cerita, Nala dkk sudah kembali ke Indonesia. Mereka turun dari jet pribadi dan langsung dipeluk Vyone yang menyambut mereka di mansion Night Clair.


"Gila! gue kangen bat sama klean anj**r," ujar Vyone setelah melepas pelukannya.


"Mereka berempat peluk²an kaya teletubies," celetuk Dika yang melihat adegan pelukan mereka ber-empat.


"Dih, iri lo?! maju sini!," tantang Vyone ga terima.


"Gue dah maju, bye," balas Dika sembari berjalan melewati Vyone.


Buk


Dari arah belakang Vyone menendang 'masa depan' Dika lumayan keras sampai Dika mengaduh kesakitan.


"Wanjir, sakit gobl*k. Masa depan gue ini, ntar kalo rusak bisa berabe oneng," balas Dika sembari menahan sakit.


"Sabarin ajah," ujar Arya dengan tawa kecil.


"SAHABAT LAKNAT LU PADA!!," seru Dika.


"Bacodd," balas mereka acuh bersamaan sembari pergi meninggalkan Dika yang masih memegangi 'masa depan' nya.


~oOo~


Keesokkan paginya


04.20, dini hari


Semua anggota Guardian berkumpul di ruang pertemuan, mereka dikumpulkan oleh Nala. Selain anggota Guardian, ada juga Nala dkk juga ada anggota Forte special (Farel dkk), juga ada pak Dicky dan bi Maya dan pastinya Haris ikut juga.


Info : Haris emang baru 5 tahun tapi dia udah dilatih kaya anggota TBB lainnya sampai bisa masuk divisi Sword fort.


"Saya ada perintah untuk kalian," ujar Nala memulai pembicaraan, yang lain nyimak mode on.


"Setelah ini saya minta kalian, Guardian dan Forte special ikut dengan kami ke sebuah pulau," sambung Nala mengundang pertanyaan.


"Kita namakan saja pulau Thick Mist Island, atau singkat aja TMI. Di sana saya sudah mendirikan sebuah villa untuk kalian semua yang banyak ruangan rahasianya. Ini denah disana, dengan alat ini kalian tidak akan tersesat tapi kalo bisa diingat dalam otak kalian," jelas Nala panjang lebar.


Nala memberikan sebuah alat seperti kacamata dengan bentuk unik, digital dan canggih.



MFG


"Saya akan jelaskan. Ini namanya Kacamata multi fungsi, singkat aja MFG, multi function glasses. Dipakai kaya pake kacamata, ini ada beberapa tombol, yang ini untuk proyeksi digital yang bisa kalian lihat juga kendali kan dengan pikiran," kini Leon yang berbicara sembari menunjuk sebuah tombol.


"Maksudnya kalau kalian pakai ini maka kalian bisa ngendaliin pake pikiran, kalo tombol atasnya nya buat ngatur suara karna itu ada kanan kiri (tombolnya dibagi jadi 2, kanan sama kiri), yang terakhir buat kalian komunikasi antar kelompok, paham semua?," sambung Leon diakhiri pertanyaan.


"Siap, paham!," jawab Guardian dan Forte special bersamaan.


"Ini dibagiin dulu," ujar Nala sambil mengangkat sebuah kardus yang cukup besar kaya kardus sembako dan jumlahnya ada 3.


"Ini semua dibagi satu² trus coba kalian pake trus kalo mau di tambahin fiturnya ya silahkan tapi harus ada kesepakatan karna kalian satu tim, ya.. timnya udah dibagi 'kan Crystal?," sambung Nala diakhiri pertanyaan pada Crystal, ketua tim Guardian.


"Siap, sudah!," jawab Crystal mantap.


"Bagus, kalian bisa menyesuaikan?," tanya Nala setelah anggota Guardian dan Forte special memakai MFG.


"Siap, bisa!," jawab mereka serentak.


"Nah untuk Haris sebaiknya ikut kami juga," ujar Nala mengagetkan semua orang kecuali Leon yang emang udah tau.


"Haris ikut?," tanya Haris dengan suara imutnya dan mata berbinar.


"Iya, gapapa 'kan bi Maya, pak Dicky?. Saya mau Haris bisa dilatih sama seperti Guardian team dan Forte special," jelas Nala.


"Boleh² saja tapi bagaimana dengan TBB dan kami? apa kami juga ikut?," tanya Dicky setelah berunding dengan istrinya (Maya) sejenak.

__ADS_1


"Kalo pak Dicky sama bi Maya mending ngurus TBB aja, di divisi kecepatan kan ada Yura dan Nio, di divisi kekuatan Sword fort masih ada Gio sama Vira, di divisi IT masih ada Ren sama White trus belum lama kan kita rekrut Lisa, untuk TAC masih ada Hydra sama John (Joshie), trus untuk masalah keamanan tahanan masih ada Han, Jyu dan Myu, saya juga masih bisa mengurus perusahaan dan saya yakin mereka juga bisa selaku calon presdir," jawab Nala panjang lebar.


"Kalo untuk perusahaan cabang kami masih bisa komunikasi antar negara lagipula jalur komunikasi 10 keluarga terkaya sangat aman," sambung Nala.


"Kalian semua, maksudku Forte special ga usah khawatir, kami bisa mengurus perusahaan. Nanti kalo mau nanya kan bisa ke Phoenix atau Lion, ye 'kan?," ujar Dika yang langsung dipelototi Nala, di tatap tajam Leon dan diangguki teman²nya.


"Ya sudah, kalo udah paham ayo kita pergi," ajak Nala.


"Sekarang?," tanya Guardian team dan Forte special bersamaan.


"Iya, kalian beres² 10 menit lalu ke bandara mansion," jawab Leon.


"Siap," jawab mereka serentak.


Langsung saja mereka berlari ke kamar asrama masing².


~oOo~




Jet pribadinya



Tempat tujuannya


Setelah beberapa jam sampailah mereka di tempat tujuan mereka, mereka pun turun dari jet pribadi dan pergi ke dalam mansion, tentu saja bagian dalam villa membuat para anggota Guardian team dan Forte special terkagum kagum.


"Kami semua akan tinggal disini?," tanya Lea, wakil ketua Guardian.


"Iya, ayo kutunjukkan tempatnya tapi sebelum itu, ini holo denah tempat ini. Jangan sampai tersesat dan terus dengarkan arahanku," jawab Nala sembari membagikan holo denah.



Holo denah


"Kita mulai dari pintu masuk... bla bla bla," Nala menjelaskan setiap ruangan yang mereka lewati.


Walau diluar tampak seperti villa biasa tapi bagian dalamnya terlampau canggih.



Ruang kumpul



Ruang IT



Laboratorium



Ruang medis



Foto Haris imut




Asrama



Punya Haris sendiri



Ruang makan


"Eum.... nona," panggil Jess ragu sembari mengangkat tangan kanannya.


"Ada apa, Jess?," tanya Nala.


"Ini kan bentuknya bulat (nunjuk tempat makan yang ada di ilustrasi) cara aktifkannya gimana?," tanya Jess bingung.


"Ah! pertanyaan yang bagus, kalo yang ini ada panel nya jadi kalian tinggal sentuh karna otomatis sidik jadi kalian terekam lalu nanti ada pilihan mau di apakan benda bulat ini. Kalo mau di bentuk kaya ruang makan tinggal tekan tombol ini," jawab Nala sembari menunjukkan beberapa tombol.







Ruang pakaian + ruang ganti


"Kalian semua udah tau kan, untuk yang lainnya silahkan baca buku panduan yang ada di perpus villa," ujar Nala mengakhiri tur singkat mereka.


"Selamat beristirahat, besok pagi jam 4 kita kumpul lagi disini, mengerti?," balas Leon menimpali.


"Siap, mengerti!," jawab mereka serentak.


Guardian team dan Forte special pun bubar dan pergi ke asrama masing², setelah itu Nala dkk pergi ke kamar masing², Haris yang ketiduran di gendongan Nala pun ikut Nala bawa ke kamarnya di villa itu.


Bersambung...


~oOo~


Sorry nih kalo lama up nya, soalnya nyari gambarnya susah😀. Dimaapin ya😀🙏.

__ADS_1


__ADS_2