My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Generasi kaga ada akhlak


__ADS_3

Setelah Schedule yang mencengangkan karna cukup padat dan keras akhirnya mereka pasrah dan kembali ke aktifitas masing².


~oOo~


3 minggu kemudian


Tap


Crass


Krak


Tap


Cplass


Di hutan terdengar suara langkah kaki dengan tempo cepat, lari maksudnya, sekelompok orang berlari di antara hujan dan kabut, sebagian dari mereka sempat menginjak genangan air dan ranting pohon yang jatuh, sekelompok orang itu berlari melewati banyak medan yang bisa dikatakan berbahaya untuk bocah seumuran mereka.


Sudah 2 minggu Guardian team, Forte special dan para tuan juga nona muda berlatih di Thick Mist Island, pulau berkabut tebal dan misterius milik Nala yang dipenuhi Qi spiritual pekat.


"Semuanya! kita harus lebih cepat lagi! ayo kita jelajahi lebih dalam hutan ini!," seru Nala dari arah depan sembari sedikit melambatkan laju larinya.


"AYO!!!," seru semua orang bersamaan dengan semangat lalu mempercepat lari mereka.


Nala tersenyum senang lalu kembali mempercepat laju larinya padahal medan yang mereka lewati cukup sulit, mereka kembali menyanyikan yel² buatan mereka sendiri.


"Kami adalah tim Guardian


Kami adalah tim khusus


Di bawah bimbingan Phoenix


Kaptenlah yang terbaik


Dialah Crystal!


Kami adalah tim Guardian


Bertempur di segala medan


Berusaha yang terbaik


Kembali dengan selamat


Dan membawa kemenangan!


Kami adalah tim Guardian


Berlatih dengan keras


Peluru, kami tak takut


Kematian, kami tantang


Senjata kawan kami


Bersama raih kemenangan!


Ayo kita bertempur


Meraih kemenangan!


Guardian! Guardian! Guardian!


VICTORY!!"


Yel² itu dinyanyikan dengan penuh semangat dan suara lantang membuat hewan² disana ikut merasakan semangat yang membakar Guardian team dan Forte special.


Ngomong², Vyone udah ikut latihan ini, dia dateng pake heli yang sengaja dia modif + hadiah dari Nala, Vyone dateng sekitar 4 hari setelah Guardian team dan Forte special dateng ke Thick Mist Island.


Srak


Salah seorang anggota tiba² saja terpeleset dan hampir jatuh, untung saja respon nya cepat sehingga ga jadi jatuh, mereka tetap berlari dengan penuh semangat seolah kejadian tadi sudah biasa.


"Are you okay?," tanya rekannya sembari berlari.


"I'm okay, don't worry," jawabnya.


Medan yang mereka lewati saat ini sangat dekat dengan jurang sedalam ±20 meter, setahu Nala bagian bawah jurang itu adalah sebuah sungai yang cukup dalam tapi jernih karna proses alam, kadang sungai itu dijadikan tempat berlatih tertutup bagi Nala.


Semua orang yang berlatih di bawah arahan Nala pun sudah tau rute dan medan yang sulit juga rute serta medan yang terbilang mudah dan aman, dibalik kesibukkan Nala melatih Guardian, Forte special dan temen²nya, dia pun terus memantau kenaikkan saham di ketiga perusahaan nya (Emperor group, LV company dan B'B company).


SKIP ae lah ya, biarin mereka pada latihan


Pukul 18.30 malam


Semua anggota sedang berkumpul di ruang tengah yang luas, ekspresi mereka terlihat tegang dan serius, Nala sendiri masih diam menatap para bawahannya dengan tatapan yang cukup mengintimidasi.


"Sudah 3 minggu kita disini," ujar Nala memulai pembicaraan.


Hening


"Trus? kita juga udah tau kali kalo udah 3 minggu disini," balas Dika.


Krik


Krik


Krik


"Iya sih, trus kenapa kita semua tegang?," tanya Mei dengan polosnya.


1 detik


2 detik


3 detik


"Iya juga ya," jawab mereka semua serentak lalu tertawa karna geli sendiri.


"Sudah cukup," ujar Nala datar sehingga mutlak menghentikan tawa mereka bahkan Haris ikutan tegang.


"Beresi barang² kalian, kita pulang ke mansion Night Clair besok pagi," lanjut Nala.


Hening lagi


"Serius?," tanya Arya membuyarkan pemikiran teman²nya.


"Duarius," jawab Nala serius tapi ada bercanda nya.


.


.


.


(baru nyambung)


"YEAY!! AKHIRNYA KITA PULANG!!," seru mereka bersemangat bahkan Vier dan Feter, Leon cuma senyum.


"Bersenang senanglah," ujar Nala.


Nala pun berdiri dan pergi meninggalkan teman²nya di ruang tengah, yang mereka lakukan saat ini seperti pesta setelah menyelesaikan misi yang diberikan, berbeda dengan Haris yang mencari cari Nala sembari membawa sebotol soda.


Nala memang ga memperbolehkan mereka minum alkohol jadi pada minum soda doang, Haris mencari Nala ke segala tempat. Leon yang melihat Haris seperti itu menjadi bingung dan bertanya, setelah itu mereka malah nyari Nala berdua, ck.


Author : Author ga dicariin dongs😧


"Haish... berkas² ini ga ada habis nya," keluh Nala sambil memandang berkas² yang menggunung di meja kerjanya.


"Na?," panggil Leon begitu melihat Nala yang berkutat dengan berkas² di mejanya.


"Loh? Leon? ngapain kamu disini?," tanya Nala bingung sembari berdiri dan duduk di sofa, Leon juga ikutan duduk.


"Kamu ga ikut pesta?," tanya Leon balik.


"Yah.. ditanyain malah balik nanya, soal aku ikut pesta atau engga sih, aku cuman lagi kerja tentang berkas² itu," jawab Nala terdengar santai.

__ADS_1


"Dasar! jangan kaya gitu ntar kamu sakit," nasehat Leon.


"Gapapa kok Leonardo," balas Nala.


Hening


Ups! lebih tepatnya canggung.


Leon diam² merhatiin Nala yang lagi mantau kurva saham dari tablet di pangkuannya, Nala pun sadar kalau dirinya di perhatiin Leon.


"Kenapa liatin aku kaya gitu?," tanya Nala membuat Leon tersadar.


"....."


Leon ga jawab, entah kenapa tangannya terulur untuk menyentuh wajah Nala terutama bibir.


"Hum?," Nala bingung, yah bingung.


"Dah lama aku ga ngerasain bibir kamu ini," gumam Leon ga sadar sampai mengejutkan Nala.


"Ha?," tanya Nala.


"Eh (blush) maaf²," jawab Leon tersadar dengan agak malu karna ngomongin hal mesum sampai² dia memalingkan wajah, ehe😮.


Leon meruntukki kebodohannya dalam hati sedangkan Nala pun terkekeh sendiri.


~oOo~


Leon pov


Tadi aku liat Haris lagi nyariin seseorang mungkin, dari gelagatnya sih kaya gitu. Waktu kutanya rupanya dia lagi nyari Nala, haish... bocah itu bener² ya, aku pun pergi mencarinya dengan berpencar dari Haris dan aku pun terpikir 1 tempat, ruang kerja Nala.


Tanpa basa basi lagi aku nyari dia ke ruang kerjanya, benar saja Nala sedang mengeluh karna banyaknya berkas yang harus dia kerjakan, hihi wajahnya sangat imut, eum... kawai? kurasa dalam bahasa Jepang kawai diartikan imut.


Yeah, Nala very kawai, astaga... aku butuh kamus untuk belajar lagi.


"Na?," panggilku.


Kalian sudah tau lah apa percakapan selanjutnya, aku memang merhatiin dia dan secara ga sadar tanganku bergerak untuk menyentuh wajah Nala terutama bibir.


"Dah lama aku ga ngerasain bibir kamu ini," gumamku dengan bodohnya


Astaga... dengar! betapa gobl*knya aku berkata semesum itu, gilak!! mau taro dimana mukaku yang tampan ini.


'Gobl*kkk!!! beg* bat anj**g, gue jadi malu, beg* beg* beg*!!,' batinku.


Aku masih bisa mendengar Nala terkekeh kecil membuatku lebih malu lagi.


"Ekhem..," batukku mencoba menghilangkan rasa malu yang kubuat sendiri.


"Haha... kamu lucu ih," balas Nala.


Deg!


Astaga.... apa²an sih?!! woy jantung! lagi maraton ye? kaga usah kenceng² kali, ntar kedengeran cewe gue nih, eh anj**g! sejak kapan Nala jadi cewe gue?.


Kenapa di dekat Nala aku malah ngerasa beg* sendiri, intingku mengatakan... bukan², bukan insting tapi tubuhku sendiri, ok ok jan gegabah.


Eh² tubuhku malah bergerak mendekati Nala lagi, astaga.. kejadian tadi masih belum puas ya?.


~oOo~


Nala pov


Puft... Leon jadi lucu deh, entah kenapa aku juga ngerasa sedikit malu waktu Leon bilang gitu, yeuh.. aneh, ah bomat.


Deg


Deg


Deg


Ok bagus! sekarang jantungku ikutan pesta?! yang bener aja sih, arghh!! gilak.


~oOo~


Kembali ke Author pov, suasana di antara Nala dan Leon menjadi canggung.


"Na," panggil Leon.


'Lah? ngapain gue manggil dia coba?,' batin Leon bingung sendiri.


"Eh ya, ada apa?," tanya Nala gugup sendiri.


'Ngapain gue gugup sih?,' batin Nala bingung juga.


Kedua orang itu bingung karna perasaan masing², dasar aneh! untung Author belum pernah hehe😀.


Tiba² saja tatapan Nala dan Leon bertemu membuat mereka tertegun terutama Leon yang terlihat kagum.


"Leon? hei! LEONARDO! kamu gapapa?," panggil Nala sembari melambaikan tangan di depan wajah Leon.


"Ah aku gapapa kok," balas Leon dengan senyum kikuk.


"Trus? tadi ngapain manggil aku?," tanya Nala dengan wajah imut.


'Euh... very cute,' batin Leon.


"Oh itu... eum, Na boleh kan aku...," jawab Leon terbata.


"Apa sih?," tanya Nala bingung.


Cup


Nala membulatkan matanya begitu merasakan benda kenyal di bibirnya, Leon juga sama tapi menikmati.


Leon pun melepaskan kecupan itu dan menatap Nala dengan senyum karna melihat ekspresi lucu Nala, Leon kembali mendekatkan wajahnya.


Cup


Leon meraup bibir Nala dengan lembut, Nala pun memejamkan matanya begitu merasa l***tan lembut dari Leon, 1 menit berlalu dengan cepat.


"Kakak?," panggil sebuah suara imut membuat Nala dan Leon tersadar dan menghentikan aksi mereka.


"Haris?," tanya Leon dan Nala bersamaan begitu menoleh.


Mata mereka menangkap sosok bocah laki² imut yang menatap mereka berdua dengan tatapan rumit, dibelakangnya ada Yi yang membawa sekotak minuman dingin, Yi juga menatap Nala dan Leon dengan tatapan rumit.


"Kak Nala sama kak Leon lagi ngapain?," tanya Haris dengan polosnya, seolah sadar kalau mereka mengganggu Yi mengajak Haris keluar.


"Tuan muda, sebaiknya kita biarkan dulu nona Phoenix dan tuan Lion berdua. Mungkin saja penting," ajak Yi.


"Eum... benarkah?," tanya Haris agak cemberut.


"Eh, Haris sini aja," ajak Nala membuat Haris ceria kembali.


Haris pun berlari ke arah Nala lalu duduk di pangkuannya, Leon menghela napas kasar sembari memutar bola matanya malas.


'Ganggu aja sih nih bocah,' batin Leon kesal.


Ok, kita tinggalkan saja mereka.


~oOo~


Eum... kita langsung skip aja ya, jadi Nesya dkk tuh udah daftar di B'B internasional junior high school, sekolah yang sama dengan sekolah Leon dkk dan hari ini adalah hari MPLS, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.


MPLS


B'B internasional junior high school


Kelas 7A


Jadi kelas di B'B internasional junior high school itu dibagi menjadi 10 kelas di setiap kelas, jadi kelas 7 itu dari 7A-7J, begitu pula kelas 8 dan 9, Nesya dkk pun masuk di kelas 7A dan mereka melihat murid lain saling berinteraksi.


Nesya dkk menjadi pusat perhatian karna gaya mereka yang bad girl juga santuy.


"Hallo semuanya!! good morning!," sapa Lyra dengan suara cemprengnya.

__ADS_1


Bugh


Vyone memukul lengan Lyra hingga membuat sang empu meringis.


"Suara lo cempreng *****!," ujar Vyone ketus.


Mulailah adu bacot antar sahabat membuat Nala dan Vier berdecak dan memutar mata malas.


"Brisik anying!," bentak Nala membuat Vyone dan Lyra terdiam.


"Udehan, mending duduk dulu aja," ajak Vier dengan nada khasnya.


"Iye pengatur suhu," balas Nala, Vyone dan Lyra bersamaan.


"Sekali lagi lo pada manggil gue kaya gitu, abis lo pada," ancam Vier dingin.


Gleg


Nala, Vyone dan Lyra tampak kesulitan menelan salivanya, tak lama mereka pun duduk di kursi yang berdekatan, Nala sama Vyone dan Vier sama Lyra, kalo Vyone sama Lyra entar malah adu bacot mulu.


Guru pun datang dan memperkenalkan diri.


"Assalamualaikum warohmatullahhi wabarokatuh, selamat pagi anak²," sapanya ramah.


Btw di sekolah ini tuh mayoritas agamanya islam jadi ada masjid di lingkungan sekolah, trus Nesya ga permasalahin hal itu dongs mengingat dia pengen bisa berinteraksi dengan baik tanpa menimbulkan kecurigaan.


"Waalaikumsalam warohmatullahhi wabarokatuh, pagi bu," sapa balik murid² kecuali Nesya dkk yang kristen kalo Nesya mungkin atheis tapi boleh aja sih cuman Nesya dkk belum terbiasa.


"Pagi juga bu," sapa Nesya dkk serentak.


"Perkenalkan nama ibu Nadira Ariena, panggil saja bu Ira. Ibu berasal dari kota J, umur ibu baru 29 tahun, salken semuanya," ujar Ira ramah dan gaul.


"Salken juga bu Ira," balas murid² ramah.


"Jadi ibu yang bakal jadi wali kelas kalian, ibu mengajar mata pelajaran PPKN dan seni lukis, jadi nanti kalo ada pelajaran bu Ira bisa nonton bareng sebelum jam pelajaran ibu selesai," ujar Ira panjang lebar.


"Wah asyik dong bu, ntar kalo nonton film bilang aja ke kita bu, ntar kalo perlu kita bawain TV yang gede. Minta aja ke Nesya ya kan Nes," celetuk Lyra yang langsung dijitak oleh Nesya.


Pletak


"Aww... sakit woy!!," seru Lyra kesal.


Lalu entah darimana Nesya mengambil lakban dan melakban mulut Lyra membuat sang empu kesal dan teman²nya yang lain tertawa.


"Diem! kalo kaga gue seret lo ke tiang bendera trus gue gantung mau lo?," ancam Nesya dingin membuat nyali Lyra menciut dan merinding sehingga keringat dingin berjatuhan dari keningnya.


"Sudah², silahkan kalian memperkenalkan diri terlebih dahulu, dimulai dari Arkan Domilasta," ujar Ira menyebut nama siswa absen pertama.


'Domilasta? saudaranya Farel?,' batin Nesya.


Seorang laki² dengan gayanya yang sok cool maju ke depan lalu memperkenalkan diri, next kita skip aja sampe giliran Nesya dkk.


"Nama gue Charlotta Zavier, kalian bisa panggil gue Vier, salken," ujar Vier datar.


"Salken juga Vier, oh iya. Kamu orang Jerman ya?," tanya Ira.


"Ya," jawab Vier datar.


"Eh Vier! berarti rumah lu di jejer kauman dong, kan Jerman," sahut salah satu murid dengan bercanda sehingga mengundang tawa seisi kelas.


Next!


"Ekhem, nama gue Kimberlly Chamara, panggil aja Lyra. Gue sama 3 curut entu sahabatan dari kecil," ujar Lyra dengan bangga dan santuy.


Vyone melempar kotak pensilnya ke arah Lyra dengan agak marah tapi bercanda.


"Siape yang lo bilang curut hah?!," tanya Vyone tak terima.


"Elu lah sapa lagi," jawab Lyra sewot.


"Woy!! berantem kaga ngajak²," sahut Nesya.


"Hilih😒," balas Vyone dan Lyra bersamaan.


"😑," respon Nesya.


Tiba² ada seorang laki² masuk kelas dan dengan santainya melenggang melewati guru.


"Eh eh, kamu ngapain?," tanya Ira begitu melihat laki² itu.


"Gue? ya mau duduk lah," jawab pria yang tak lain adalah Satya.


"Woi sat! kok telat nying?!," tanya Lyra dengan suara kencang.


"Eh ada bu cempreng, gue telat gegara semalem begadang maen game sama entu tuh," jawab Satya menunjuk Deandra yang masih molor dengan santainya.


"Lah? ada si Dean, koq gue ga nyadar ya?," balas Lyra ogebnya kumat.


"Hadeh... capek gue ngomong ama lu, morning Queen!," sapa Satya ke arah Nesya sembari mengajak tos, Nesya dan Satya pun tos.


"Tunggu sebentar! kamu kesini dan perkenalkan diri dulu," perintah Ira.


"Baik bu," balas Satya, Satya pun membuka tasnya dan ternyata dia bawa toa dongs.


"📢EKHEM! SEMUANYA KENALIN NAMA GUE YOHANES FASATYA GEORGAN, PANGGIL AJA SATYA TERGANS SEPANJANG MASA, WALAUPUN KING SAMA TEMEN² NYA LEBIH GANS SIH HEHE😂," ujar Satya menggunakan toa.


"E BUSYETT KUPING GUEEE!!," teriak Vyone sembari menutup telinga nya.


"Ganggu bgst!," seru Dean kesal karna tidurnya di gangguin sama curut ga ada akhlak, siapa lagi kalo bukan Satya.


"Brisik boy," sahut Vier datar.


"Awokawokawok, mantap. Ini baru temen gue😂," balas Nesya.


"😠," respon Dean.


"😂," respon Satya.


"😣," respon 1 kelas kecuali Nesya, Dean dan Satya.


"Udah² Satya, kamu boleh duduk," perintah Ira dengan tawa yang tertahan.


Next!


"Kenalin semuanya nama Vyone Lynn, umur gue baru 11 tahun tapi tahun ini 12 tahun, gue lahir di provinsi P, Sumantra. Trus hobi gue nge-dance, nge-DJ, adu bacot sama si cempreng ato engga sama Queen, and seperti yang kalian tau kalo gue sahabatan sama 3 bocil bobrok plus gue lawan bacotannya Satya," ujar Vyone panjang kali lebar dan lumayan cepat.


"Woi! lu ngenalin diri ato nge rap si? cepet amat lu ngomong nya," protes Satya.


"Tau nih, gue sampe kaga mudeng," timpal Anjani Lilianti, hobinya ngemil kaya si Vyone ama Lyra.


"Elu mah emang kaga ada mudeng²nya kali," balas Nila Zan.


"Ehe:v😂," balas Anjani.


Next!


"Nama gue Yuena Nesyanie Putri, panggil aja Nesya. Gue punya gelar di sekolah lama, gelar gue adalah Queen bad girls, karna itu si Satya manggil gue Queen, salken," ujar Nesya santuy.


"Jadi kamu bad girl?," tanya Ira.


"Ho'oh, gue sama sahabat bobrok gue entu emang bad girls," jawab Nesya santuy.


"Kita sudahi dulu perkenalannya, dan Nesya silahkan duduk," ujar Ira.


Bersambung...


~oOo~


Next aje dah! Vote nya dongs helpp...😰


Like nya juga busyeett dikit amat😲


Comment cuma orang² itu doang hiks😭


Yang baca sih banyak yang sayang Author kaga ada ye?😭😭


Dahlah males, next aja!

__ADS_1


__ADS_2