
Saat ini Satya kelelahan dan sedang bersandar di tembok dengan Bagas di sebelahnya, keadaan Bagas ga beda jauh dari Satya, kelelahan, itulah yang dialami anggota GoD squad.
~oOo~
"Gila... kesel sendiri gue," keluh Bagas lirih dengan nafas tersenggal senggal.
"Capek woy...!!," keluh Puspa yang berada di sebelah Bagas.
"Kapan sih Nesya ama yang lain turun tangan?," tanya Fika dengan napas yang masih belum teratur.
~oOo~
Di depan kelas 8E
Nesya, Vier, Vyone, Lyra, Leon, Dika, Arya dan Feter sedang berada di luar kelas 8E, mereka ber-8 sepakat mengamati anggota GoD squad, terlihat sekali Satya kelelahan mengatur tim dan terus²an melindungi mereka, jujur saja Satya sudah termasuk MVP disini, dia bahkan mendapat banyak luka di tubuhnya.
"Eh gaes, kayanya mereka mulai capek deh," ujar Nesya membuat teman²nya bersemangat.
Bagaimana pun juga ini adalah pertarungan oleh mafia Black bear yang berjumlah 5000 orang, tentu mereka kewalahan, ditambah Satya tak memiliki anggota lain yang dapat dia andalkan untuk penyerangan berbahaya, kalo aja tim elit DinoY yang dipimpin Satya menyerang Black bear yang lagi nyerang sekolah elit itu, maka dalam kurun waktu beberapa jam sudah selesai (mungkin?).
"Yok turun tangan, teruntuk Lyra karna lo sama Satya punya hubungan spesial jadilah lo bantuin Satya haha...," ajak Vyone lalu diakhiri dengan tawa kecil yang mengejek Lyra.
"Ha? a apa?!," tanya Lyra tak terima.
"Udah ayo!," ajak Arya.
Mereka pun turun dengan tangga terdekat, mereka tetap santai padahal disekitar mereka ada mayat dan ada orang yang terluka parah tapi masih sadar guna menyambut malaikat maut, Satya sendiri yang melihat tak mempedulikannya dan memilih fokus pada peperangan di depannya, sedangkan Puspa, Fika, Bagas dan yang lainnya kegirangan sekaligus merasa kesal.
'Permainan baru dimulai,' batin mereka.
Mereka kesal karna Nesya dkk ga turun dari tadi dan senang karna pertarungan melelahkan itu akan berakhir, Lyra sendiri yang melihat kondisi Satya membuat hatinya luluh, entah kenapa Lyra yang kejam kini berubah menjadi lembut, aneh kan?!.
"Hoi ra, liat noh pangeran lo kecapean. Bantuin gih," goda Vyone yang sadar akan pandangan Lyra pada Satya saat menuruni tangga.
Lyra seketika menoleh dan menatap tajam Vyone membuat Vyone nyengir ga jelas, Lyra pun mendekati Satya yang memang sedang bersandar di tembok ga jauh dari tangga, saat itu pandangan Satya berfokus pada sekitarnya dan nafas yang masih sedikit memburu.
"Huuu... ga taunya masih di samperin juga," nyinyir Vyone membuat teman²nya yang lain menggelengkan kepalanya masing².
"Udah, buat selanjutnya serahin aja ke kita," ujar Lyra membuat Satya menoleh, tanpa sengaja pandangan mereka bertemu.
Lyra berjongkok di depan Satya dan Satya memperhatikan apa yang akan dilakukan Lyra, pandangannya beralih pada Nesya dkk yang berada di belakangnya, walaupun dia tau ini akan selesai tapi tetep aja harga dirinya sebagai laki² akan tercoreng, membiarkan seorang gadis muda terjun ke peperangan? bercanda ya? bisa mati nanti.
"Ini semua akan selesai dengan cepat, istirahat lah. Gue tau apa yang lo lakuin dari tadi, tenang aja. Masih ada Dean yang cover dari rooftop kan (?)," ujar Lyra lalu beranjak berdiri sambil mengambil AK47 yang berada di dekat Satya.
Hap!
Vier menangkap AK47 itu dengan mudah, dia pun mengecek beberapa bagian, Satya merogoh sakunya dan melemparkan 2 magasin yang masih terisi peluru, Vier dengan cepat menangkap 2 magasin itu.
"Gantinya Lyra," celetuk Satya membuat teman²nya terkekeh dan Lyra kebingungan.
"Oo... ok ok, bay bay semua makin lop lop deh," balas Vyone yang alaynya keluar.
"(tepok jidat)," respon Nesya dan yang lainnya.
Sementara itu Satya melirik Lyra yang akan berjalan melewati nya, dia dengan cepat menarik tangan Lyra sampai Lyra duduk di pangkuannya, Lyra tersentak dan wajahnya memerah, teman²nya masih berada di tangga, menyusun rencana mungkin (?).
"Lo ga usah pergi, sini aja," ujar Satya membuat Bagas, Puspa dan anggota GoD squad yang ga jauh dari sana menjauh dari Satya.
"Mulai deh bucinnesnya," lirih Puspa.
"Aelah... jiwa kejombloan gue..😩😭," balas Bagas.
"😣... gue pengen ikut... pleasee," rengek Lyra membuat Satya gemas.
Satya mencubit pipi Lyra gemas, Lyra hanya cemberut yang membuatnya makin menggemaskan.
"Ekhem², aduh duh gue keselek peluru," celetuk Bagas beg0.
"Eh anjay.. uhuk! kayanya gue keselek pistol gede nih," balas Puspa yang dilanjut teman² yang lain.
"Paan si, emang ada ya yang keselek pistol ama peluru?," tanya Lyra.
Teman² yang lain hanya bisa tepok jidat, Vier dan Feter hanya menatap datar.
"Lu ikut ga?," tanya Vier datar.
"Ikut."
"Gak."
Satya dan Lyra menjawab bersamaan, ya ya ya bucinnya mulai nih, Author skip aja ya, Nesya dkk pergi tanpa Lyra nih, Puspa, Bagas dan teman² lainnya naik ke atas buat istirahat.
Tap
Tap
Tap
Lyra mendengar suara langkah kaki dari jarak 5 meter, dia segera berdiri dan memberitahukan Satya, mereka berdua memasang sikap waspada dan benar saja apa yang Lyra dan Satya pikirkan, banyak orang bersenjata yang sedang berjalan menuju mereka berdua, senjata mereka pun berbeda.
"Ra, lo bisa lawan mereka? bikin mereka pingsan aja, mereka kayanya beda," bisik Satya yang bersembunyi.
"Hm.. ok, hati²," bisik Lyra balik.
Satya dan Lyra segera melumpuhkan orang² itu, yang mengherankan adalah lambang mereka berbeda.
"Eh?."
"Kayanya mereka tentara deh," lirih Lyra.
"Ha? masa iya?," tanya Satya, Satya dan Lyra saling tatap lalu...
"Ups! haha...😅😆."
Mereka berdua kompak tertawa menyadari jika mereka telah salah sasaran, pastinya para tentara dan polisi tau mengingat tempat ini yang di penuhi ter**is/mafia Black bear apalagi baku tembak yang terdengar nyaring dari dalam sekolah.
"Ayo ke lab (laboratorium)," ajak Satya setelah tawanya mereda.
"Ngapain?," tanya Lyra.
"Jatah gue?," tanya Satya balik membuat Lyra malu setengah mamp*s.
Mereka berdua pun pergi ke lab IPA yang berada ga jauh dari kantin.
~oOo~
Disisi lain
__ADS_1
Nesya dkk sudah menghabisi begitu banyak orang, dengan tangan kosong, sampailah mereka di lapangan dekat ruang guru yang sudah di penuhi penyerang bersenjata, Nesya dkk menatap sinis mereka sama halnya Nesya dkk, para penyerang yang menjaga juga menatap Nesya dkk sinis.
"Hei anak kecil! sedang apa kalian disini ha?! pergilah ke orang tua kalian!," ujar salah satu diantara mereka meremehkan.
"😏," respon Nesya dkk kecuali Lyra.
"3... 2... 1...."
Nesya dkk (-Lyra) menghitung mundur dalam hati masing², pada hitungan 1 mereka tiba² menghilang lebih tepatnya bergerak begitu cepat sampai sulit diikuti mata manusia, para penyerang yang tadi terkejut bukan main dan langsung bersikap siaga.
Bugh
1 orang tumbang saat mendapat pukulan di bagian perut, disusul dengan yang lain tumbang satu per satu, kini beberapa orang sudah terkapar di tanah dengan senjata yang terlempar jauh, baik itu belati, pistol maupun senapan AK47.
"Eh?? cuma gitu doang? ck, ga seru kalian," keluh Dika.
"Oi... otak otot! brisik kau, cari jendralnya sana!," seru Arya kesal.
"Oiya bener juga, bye²," balas Dika lalu pergi mencari jendral Indrafen.
"Sebaiknya kita bantai juga mereka," ajak Vyone.
"Yok lah," balas lainnya.
Mereka pun masuk ke ruang guru yang penuh dengan ter**is mengingat tempat itu menjadi pusat kejadian ini, mereka segera menghabisi banyak orang, dalam beberapa menit saja orang yang ada sekitar 2500 (kan 5000 dikurangi orang yang mati gegara GoD squad).
Pertarungan yang jelas akan dimenangkan pihak Nesya dkk, Nesya, Vier, Feter dan Leon juga cuma diem + nyimak + merhatiin Arya, Vyone dan Dika, Dika juga menggiring jendral Indrafen ke tempat yang lebih luas.
Bugh
"Akh... bgst!," gerutu Dika.
"...."
Indrafen tetap diam, Dika merasa ada yang aneh dengan Indrafen.
Bugh
Pak
Krak
Srak
Dika terus memukul dan menarik juga menebas (pake belati) hingga tangan kiri Indrafen putus, mata Dika terbelalak kaget, bukan darah yang memuncrat keluar melainkan sengatan listrik yang terputus.
"Kau.... seorang Android?!," seru Dika terkejut tapi tak lama wajah terkejutnya berubah menjadi seringaian menyeramkan.
"Kalau gini sih gue ga perlu ragu lagi buat ngabisin elo," ujar Dika.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
Srak
"Ck, gue minta tolong Nesya kali ya?," gumam Dika di sela pertarungannya.
Zzttt...
"Paan si ka??," kesal Nesya karna Dika menelpon di sela² dia nonton pertarungan antara Vyone dan Arya dengan orang² disana.
"Gue cuman mau nanya, nes," balas Dika, dia menghindari beberapa serangan dari Indrafen.
"Apaan, AJG?!!," bentak Nesya karna di hampir terkena timah panas.
"Gini, si Indrafen itu ternyata.. bugh! Android lhoo plak!.. gimana cara buat bikin mati android sial*n di depan gue ini si–bugh! ukh..! cih! zratt! padahal gue udah bikin dia ancur, sebagian besar sih," balas Dika yang sesekali melayangkan pukulan dan tebasan juga dia sempat terkena pukulan android itu.
"Aelah coba aja lu ancurin kepalanya trus ambil chip khusus yang kepasang di otaknya, palingan abis itu juga mati," balas Nesya.
"Oh ok ok, thanks nes. Bye," balas Dika lalu mematikan sambungan telepon nya.
Mereka berdua bertarung tanpa memperhatikan sekitarnya, Dika terus memukul bagian wajah Indrafen tapi ternyata bagian kepalanya itu keras sekeras baja.
"Sial*n kali ajg!!," kesal Dika.
Bugh
Dalam beberapa pukulan tembok di belakang Indrafen hancur, Dika memukul wajah Indrafen sampai jatuh di lantai dan hancur, Dika pun mengambil chip di otak nya lalu menggerutu sendiri sambil berdiri dan merapihkan penampilannya.
"Ck, gini amat si. Tangan gue ampe luka, bgst! untung aja gue kaga ngelawan robotnya Nesya, bisa² tangan gue ancur parah," gerutu Dika.
Saat dia memandang sekeliling, dia baru sadar ada dimana, kelas 9D, deket ruang BK, semua murid beserta guru yang ada di kelas itu menatap Dika horor sekaligus ngeri.
"Eh?? gue sampe sini? ah bomatlah," Dika pergi dari kelas itu meninggalkan android Indrafen di lantai begitu saja.
~oOo~
Disisi lain
"Eum... Vure ramon bawa pulang gaes!," seru Nesya mengintruksikan.
"Buat apaan woy! ga guna!," seru Vyone.
"Mata kau ga guna, dia tuh bisa jadi pajangan depan gerbang tau!," balas Arya.
"Anjay.. baru kepikiran seh," balas Vyone.
"Lanjoottt!!," seru Dika semangat.
Dia baru dateng langsung treak lagi, dasar otak otot😒.
PS : Author skip soalnya bahan ceritanya abis hehe😅
SKIP
Mansion Night Clair
Pukul 14.00
Ruang tengah
Seusai pertarungan yang kurang seru itu mereka semua berkumpul di ruang tengah, situasinya cukup tegang apalagi dengan proyeksi hologram di depan mereka saat ini.
__ADS_1
"Ini maksudnya...."
"Ada pengkhianat di TBB?!," tanya Dika terkejut.
"Tapi siapa?," tanya Karina serius.
Mereka kembali berpikir.
"Orang yang berkhianat itu mungkin anggota lama yang sekongkol sama anggota baru," celetuk Feter yang sejak tadi diam.
"Kalo anggota lama harusnya udah paham dong apa hukuman seseorang yang berkhianat," balas Satya yang tampak ikutan tegang.
"Lo ga ikut kan?," tanya Lyra sambil menatap Satya tajam.
"Ha? lu curiga ama gue?! eh busett... emang gue berani ya nge-khianatin Queen?!," kesal Satya, dari sorotan matanya terlihat jelas bahwa Satya berkata jujur.
"....."
Keadaan kembali hening.
"Lu tau tentang pengkhianat ini, Queen?," tanya Dean perlahan, sontak seluruh pandangan mengarah pada Nesya yang sejak awal terdiam tanpa ekspresi.
"...."
Nesya tak menjawab sama sekali, bibirnya seakan terkunci.
"Hah... udahlah! btw anak buah lo. Yang punya marga ngikut elo itu pada kemana?," tanya Dika mengalihkan pembicaraan.
"Kok jadi kesana?," tanya Vyone bingung.
"Engga, tumben aja gitu. Biasanya batang idung si Fani nongol tiba², trus sekarang dia ga dateng?," jawab Dika.
"Kei pergi mengurus TAC dengan Pega, mereka baru balik 1 bulan lagi. Shin pergi mengurus perusahaan di Florida, pulangnya 5 minggu lagi. Mitha pergi mengurus cabang TBB di Laos, pulang setelah perusahaan stabil. Fani ngurus Guardian di Thick Mist Island, pulang sekitar 2 bulan lagi. Lani pergi mengurus cabang TAC di Denmark, pulang 2 minggu lagi. Farel pergi ke kota lain, melaksanakan misi, pulang setelah selesai misi, jelas?," ujar Nesya panjang kali lebar.
"Jelas ko jelas," balas yang lain serentak.
Mereka sama² tau nada tak bersahabat dari Nesya.
"Hei... what's wrong?," tanya Leon perlahan.
Nesya hanya menggeleng pelan, teman²nya menjadi khawatir.
"Gue pergi dulu, kalian diskusi aja disini," ujar Nesya sambil berdiri dan pergi ke kamarnya di lantai 3.
"Dia kenapa sih?," tanya Lyra bingung.
"Mana gue tau," balas Vyone.
"Kayanya dia kepikiran deh sama masalah pengkhianat ini," balas Leon.
"Kita harus cari orang itu, jangan sampe dia bikin masalah makin runyam," celetuk Arya.
"Gue setuju," balas Karina.
"Gue ngikut ae lah," balas Dika.
Mereka pun kembali berdiskusi.
~oOo~
Disisi Nesya
Nesya sudah sampai di kamarnya, dia menyalakan peredam suara dan menutup rapat kamarnya, tak lama seseorang keluar dari dalam kegelapan.
"Bagaimana?," tanya Nesya.
".........."
Mereka pun saling berbicara, tak lama kemudian orang yang bertemu Nesya pun pergi, Nesya merebahkan tubuhnya di ranjang, entah ada apa dia menyeringai.
~oOo~
Malamnya
Pukul 21.00
Jalan XXX, kota D, dekat markas Black bear
Mereka sudah berkumpul di dalam mobil tipe mercendes dengan beberapa modifikasi, btw jarak antara kota C dan D itu ga terlalu jauh, cuma sekitar 1 jam 20 menit kalo pake mobil mercendes modifikasi.
Mereka sudah siap dengan peralatan masing², pakaian yang fleksible, tubuh penuh dengan senjata, topeng yang sudah bertegger di tempatnya, sarung tangan, softlens (kecuali Nesya), fix! selesai bersiap.
"Gue dah bikin janji pertemuan sama mereka, kita liat bagaimana mereka menyambut tamu," ujar Nesya datar.
"...."
Tak ada yang merespon, mereka pun melajukan mobil yang memang di kendarai Leon (mobil 1) dan Satya (mobil 2), segera mereka sampai di depan gerbang markas Black bear, walau bukan markas pusat tapi markas disini cukup besar lhoo... tapi masih besaran mansion Night Clair.
Bagian dalem mobil, bayangin aja kaya gitu.
Mobil 1 (Nesya, Leon, Arya, Feter, Vier, Karina)
Mobil 2 (Vyone, Lyra, Dean, Satya, Dika)
Jangan lupakan topeng dan peralatan yang sudah mereka kenakan, Mereka kecuali Dean dan Feter yang hanya berada di mobil sambil merekam dan memperhatikan gerak gerik musuh mereka, Karina sendiri memakai baju anti peluru yang cukup ringan dan kuat.
Mereka pun masuk dan disambut dengan 'hangat', mereka berjalan dengan santai dan juga dengan todongan beragam senjata di kanan dan kiri.
Bersambung....
~oOo~
Wee... Author up nya malem
__ADS_1