My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 85 : Lyra buta?


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Nesya dkk akhirnya masuk sekolah, btw karena kejadian itu sekolah diliburkan selama 1 minggu lamanya, keren kan? karena perang antar mafia lho. Parah sih parah.


"Weee.. ternyata dampaknya gede juga yak," celetuk Lyra.


"Ya iyalah, apalagi pas si titan sialan itu muncul, kemarin aja kaya gempa," balas Vyone acuh.


Saat ini mereka baru akan upacara pagi di lapangan, yah.. seperti biasa mereka disuruh berbaris rapi dan lain lain. Yang membuat para siswa siswi malas adalah amanat upacaranya lama bener gaes, ga capek tu mulut ngomong mulu? para readers mungkin pernah ngalamin hal yang sama? di SD, SMP atau SMA (atau jenjang pendidikan lain) mungkin, ini pengalaman Author sih:v.


Nah kebetulan cuaca hari itu puanase kurang ajar, anying panas bat. Suhu sampai menunjukkan angka 39° (ini termasuk panas lho), walaupun masih jam 7 an (pagi) lah ya tetep panas. Waktu itu Vier berdiri di barisan depan, sebelahnya Arkan lalu Doni (yang emang udah pindah walaupun beda kelas dan tingkat:v).


PS : Doni kelas 9, sama kaya Leon dkk.


Waktu itu Leon sama Arya lagi pergi ngurus yang lomba apa gitu di kabupaten, jadilah Dika dan Feter yang sibuk ngurusin ini itu di sekolah. Lyra lagi tugas karena dia ikut ekskul PMR, Nesya sibuk jadi pemimpin upacara dan Vyone jadi pleton 2 (pemimpin barisan, nek gasalah. Bukan bermaksud menyinggung apapun).


Kok bisa? ya karena baris berbaris mereka bagus:v. Vier yang ga tahan panas mulai merasa pusing, sinar ultra violet yang mengenai dirinya membuat penyakit semacam kelainan yang dialami Vier kambuh.


Pandangan Vier remang-remang, Doni secara tidak sengaja melihat Vier ada masalah, dia mengernyit lalu mengganti posisi barisannya dengan Arkan yang lebih dekat dari Vier.


3 menit, Vier masih bertahan.


5 menit, hampir pingsan


7 menit, diambang batas


10 menit.....


Brugh!


Vier jatuh pingsan dengan wajah memerah, Doni yang di sebelahnya langsung tanggap menangkap tubuh Vier dan membawanya ke belakang barisan, disana ada petugas PMR termasuk Lyra.


"Astaga...! kok bisa pingsan sih!?."


Lyra tampak panik, Doni menjadi bingung.


"Tolong ambilin oksigen di UKS," ujar Lyra membuat mereka terkejut.


"Buat apa emang?," tanya Doni ga ngerti, Vier cuma pingsan doang kan?.


"Ish!! Vier itu punya semacam kelainan gen yang kalo dia pingsan karena kepanasan.... intinya itu dia bisa sesak napas dan sebagian kulitnya kebakar!! kalian cepet ambilin oksigennya please!!."


Perkataan Lyra diliputi kecemasan membuat Doni menegang, setelah itu beberapa orang berlari menuju UKS.


"Aduh.. gimana ini?!."


Lyra benar-benar khawatir, dia mencoba CPR pada Vier karena benar dugaannya. Vier sesak napas dan napasnya pelan banget gaes, putus-putus pulak.


"Doni! cepet kasih CPR ke Vier!!," perintah Lyra membuat Doni terkejut.


"Ha!?."


"Udah buruan!!."


Lyra mendorong tubuh Doni mendekati Vier membuat Doni meneguk ludahnya kasar. Sambil menunggu oksigen (alat bantu pernapasan atau apalah itu) dengan berat hati Doni merelakan first kissnya untuk menyelamatkan Vier.


Setelah itu alat yang dimaksud datang, Vier pun akhirnya bisa selamat.


"Hah... panasssssss.....!!."


"Iya, nanti gue pingsan lagi deh."


"JANGAN!!."


"Ga ko canda ehe."


Kini mereka berada di markas mereka, meskipun suasana belajar mengajar masih berlangsung, mereka berempat berinisiatif untuk bolos :P.


"Eh gaes, ntar malem ada film bagus di ***tv," ujar Nesya sambil memandangi ponsel yang memang ada di markas mereka.


"Iyakah? nonton yok lah," ajak Vyone.


"Yoshh!!."


Balasan yang didapat Vyone adalah seruan bersemangat dari sahabatnya.


Cklek


"Oh.. pada bolos disini ya..?."


Suara berat terdengar oleh Nesya, Vyone, Vier dan Lyra. Membuat mereka kaku, mereka pun memberanikan diri menoleh ke arah pintu.


Gleg


"K k kak Wira..."


"☺(senyum ngeri)."


"Kabur gaes," bisik Nesya.


Mereka pun akhirnya dihukum melayani Wira, bukan melayani itu🌚 lho tapi disuruh mijetin Wira, kipasin Wira dan lain lain.


Ah.. untuk Wira, dia masih dipasang gips sih dan saat itu sedang survei harta kekayaannya:P. Lalu Satya? dia lagi di hotel karena usahanya itu hotel, penthouse, resort dan perusahaan properti. Kalo Dean? dia balik ke Paris, dipanggil ayahnya.


~oOo~


Malamnya


Saat ini Nesya, Vier, Lyra, Vyone, Karina, Arya, Satya, Dika, Feter dan Doni sedang berada di ruang tengah yang luas.


Mereka lagi nobar gaes, meja yang ada pun penuh makanan.


"Eh eh ni sofa bisa dijadiin ranjang tingkat kan?," tanya Karina.


"Bisa ko," jawab Nesya.


Dia berdiri dan merakit sofa itu menjadi ranjang tingkat, setelah itu Karina dan Vier naik ke ranjang atas, mereka nonton dari atas. Di ranjang bawah orang pacaran😑, Satya sama Lyra lagi pacaran sambil nobar.


Author : Jiwa kejombloankuuu😣😭😭😭


PS : Karina sengaja balik ke mansion pake helikopter sejak perang berakhir:). Btw Leon lagi pergi trus belum pulang.


"Weh weh, dah mulai nih!."


Mereka pun mulai fokus menonton film yang dimaksud, btw mereka nonton film '2012', yang tentang kiamat itu lho. Saking fokus dan menghayatinya mereka sampe nangis + merinding gaes.


Mereka lanjut nonton sampai larut malam, jam 9 Leon pulang, dia langsung gabung sama sahabat sahabatnya. Dika sampe gelar matras di deket TV. Padahal kalo mau mereka bisa balik ke mansion buat nonton di bioskop loh.. memang aneh mereka tuh.

__ADS_1


Semakin larut Vier dan Karina tertidur, Leon pun menyelimuti mereka dengan selimut yang dia ambil. Di bawahnya Satya sama Lyra juga tidur. Apalagi di matras, Doni sama Dika dah tidur juga tuh. Di sofa untuk 1 orang ada Feter yang tidur juga dengan kaki di selonjorkan ke bangku empuk kecil.


Vyone dan Arya juga tidur di sofa panjang tempat Leon dan Nala duduk.


"Hoaaamm.."


"Ngantuk? kenapa ga tidur aja?," tanya Leon.


"Em... awas! kamu ngalangin gambarnya," jawab Nala.


Leon pun kembali duduk di sebelah Nala, dia memperhatikan film yang sedang diputar.


'Film Hollywood ini bagus juga,' batin Leon.


Dia tiba-tiba merasakan hembusan napas teratur dari Nala, Leon hanya bisa tersenyum pasrah.


"Selamat malam semuanya, mimpi indah dan semoga kalian bisa bangun dengan tubuh segar," ujar Leon dengan sedikit nada sarkas.


"Selamat malam..."


Ucapan dari teman-temannya yang sudah tidur membuat Leon terkikik, sahabatnya ini aneh aneh. Padahal udah tidur tapi kalo di bilang selamat malam tetep aja jawab😂.


Leon pun mematikan TV dan lampu, menyalakan lampu malam dan tidur.


HAVE A NICE DREAM, FRIENDS!😘.


~oOo~


Waktu terus berjalan, tak terasa kini Nesya dkk telah menjalani Ujian Akhir di sekolah mereka yang artinya sebentar lagi mereka akan lulus lalu masuk SMA.


Yah... jika kalian bertanya bagaimana kabar yang lain? mereka baik kok baik, Wira dah bisa aktifitas kaya biasa. Ari, Gusion, Karina, Dean dan Veronica juga sehat-sehat kok.


Masalah saat ini adalah hubungan Satya dan Lyra merenggang, Lyra lagi marahan sama si Satya. Harusnya sih ini wajar tapi mereka udah kek gitu 2 minggu lebih gaes!.


"Woi ra, tumben lo ga di kamar? biasanya kan VC-an sama si Satya," ujar Vyone.


"Huh... bacot lu," balas Lyra dengan raut wajah kesal.


"Kenapa si ra? masalah lo sama dia masih belom kelar?," tanya Nesya.


"Belom," jawab Lyra ketus membuat teman-temannya saling melirik lalu mengendikkan bahu.


"Huaaa... semangat! semoga besok kita bisa ngerjain ujian terakhir!," ujar Vier tiba-tiba.


"Yaaaaaaaaaa, lu kenapa yer?," tanya Vyone.


"Tau nih, tiba-tiba ngomongin ulangan bikin mood gue jelek," jawab Lyra.


"Yeee... gue... au ah!."


"😑."


Mereka pun menatap Vier datar, sangat datarrrr.....


Besoknya


Mereka telah menyelesaikan ujian terakhir, tinggal menunggu hasilnya saja. Lyra sedang menelpon Satya, siapa sangka ini akan jadi malapetaka (mungkin).


"📱Ya pokoknya gue ga mau tau!."


"...."


"📱Ya terserah lo lah."


"...."


"📱Ya udah sih, jangan sampe kita cek cok lagi nih."


"....."


"📱Ngejek ceritanya? dasar laknat."


Disaat Lyra asyik menelepon, sahabatnya saling melirik lalu mengendikkan bahu.


Tiiinnnnnnn!!


Suara klakson mobil memekakkan telinga, secara tak sadar Lyra menyebrang tanpa melihat sekitar, hingga dia tak sadar ada mobil yang melaju kencang ke arahnya.


"AWAAAASSSSSS!!!!!."


Degg!!


Dunia serasa melambat, Lyra tanpa sengaja memasuki adrenalin mode, kondisi dimana tingkat adrenalin anda meningkat drastis hingga angka tertentu. Di sebabkan karena kita membayangkan anda berada di posisi terburuk seburuk buruknya.


PS : Kalau saya salah harap beritahu, masih perlu koreksi soalnya :v.


Lyra berpikir 10 kali lebih cepat dari yang lain, sebuah keuntungan memang tapi nyawanya di pertaruhkan disini. Mobil itu benar-benar melaju begitu kencang. Lyra mencoba menghindar namun sayang badannya tersenggol badan mobil hingga jatuh tersungkur, kepalanya terbentur cukup keras, seketika dia pingsan di tempat.


"LYRAAA?!!!!!."


Nesya, Vier dan Vyone tentu terkejut melihat itu, pengendara mobil tadi ternyata rem nya blong membuat Nesya memanggil Wang sik untuk menghentikan mobil itu.


Nesya, Vier dan Vyone berlari ke tempat Lyra pingsan. Vyone mencari mobil mereka karena pak Dicky sudah menjemput. Otomatis pak Dicky terkejut saat melihat korban tabrakan itu adalah Lyra. Cepat-cepat dia mengendarai mobilnya ke arah tempat Lyra berada.


"Pak Dicky, cepat bawa Lyra ke mansion!."


"Baik!."


Pak Dicky menggendong Lyra ke dalam mobil diikuti Vier dan Vyone.


"Ponsel Lyra...!."


Nesya mengambil ponsel milik Lyra, ternyata sambungan telepon masih berlangsung bahkan Satya terus memanggil nama Lyra dengan panik dan cemas, Nesya masuk ke mobil lalu mobil melaju dengan kecepatan penuh.


"📱Ini gue, Nesya."


"📱Nesya! apa terjadi pada Lyra!!?."


"📱Lyra kecelakaan."


Deg!!


Satya menegang di tempat duduknya, dia pun dengan cepat tersadar dan kembali bertanya.


"📱Dia dibawa kemana!?."


"📱RS mansion, lo mau kesini? ati-ati bro."

__ADS_1


Tuut... tuut...


Telpon dimatikan secara sepihak oleh Nesya, dia lalu menghubungi Leon atau yang lain.


"📱Hallo..."


"📱Loh? ini suaranya Nesya kan? kok lo pake hp Lyra?."


Suara Leon terdengar, rupanya secara tak sengaja Nesya menelpon Leon.


"📱Lyra kecelakaan, Leonardo. Kalian cepet ke RS mansion!!."


"📱APA!!!!? oke oke, tunggu kita disana!."


Leon menjadi panik, dia memberitahukan teman-temannya soal Lyra. Tentu saja Arya, Feter dan Dika terkejut dan panik. Mereka pun buru-buru pergi ke RS mansion.


Di Paris


Tuut.. tuut..


Saat telpon ditutup oleh Nesya, Satya menjadi panik setengah mati. Dia berteriak memanggil sekretarisnya, menyuruh nya menyiapkan jet tercepat untuk kembali ke Indonesia.


Dia juga sedang bersama Dean saat itu, Dean juga ikutan kaget dan panik. Ga biasanya Lyra kek gitu, Dean pun ikut ke Indonesia.


~oOo~


RS


Di dalam markas pusat TBB, yah.. sebut saja RS mansion:v.


Setelah mendapat penanganan dokter, akhirnya Nesya dkk kecuali Lyra dapat mendengar penyataan dokter.


"Bagaimana dok!?."


"Kepala nona Lyra terbentur cukup keras hingga mengenai saraf matanya."


Deg!!


Semuanya terkejut hingga menjatuhkan rahang mereka. Mereka semua merasa terkejut seperti di sambar petir di siang bolong.


"A a apa i itu ar tinya..."


Patah-patah Nesya berbicara dengan nada lirih.


"Ya, dugaan anda benar. Nona Lyra mengalami kebutaan."


Brugh..


Vyone pingsan mendengar penjelasan dokter, Nesya dan Vier melemas sampai jatuh terduduk. Para cowo mencoba menahan diri mereka.


"Huh... huh... ga, ga mungkin kan? hiks... hiks..."


Vier menangis, Nesya pun mendekati dokter King dan menariknya masuk ke dalam ruangan Lyra. Disana Lyra sudah terbaring dengan mata yang tampak bermasalah.


"Ra... bangun ra...!."


"Ugh... aw..!."


Lyra terbangun, dokter King segera memeriksanya. Saat dia membuka mata, pandangannya sangat kabur. Bahkan mata kanannya gelap gulita.


"Nes.. Nesya! lo dimana?! kok mata kanan gue gelap banget?!."


Lyra terkejut, dia menggapai gapai udara, Nesya pun memegang tangan Lyra, suara Lyra bergetar menahan tangis.


"Mata kiri lo gimana?."


"Mata kiri gue kabur banget, gue bisa liat apa-apa. Ga ada warnanya juga, hiks... gue kenapa nes?."


Lyra mulai menangis.


"Nona Lyra, karena benturan akibat kecelakaan itu saraf mata anda terganggu membuat anda.. mengalami kebutaan," ujar dokter King membuat Lyra menegang lalu dia menangis.


"Hiks... gue buta? hiks.. itu ga bener kan nes? pasti kalian bohong kan? please bilang ini cuma bohongan."


Lyra menangis kejer membuat Nesya harus menenangkannya.


"Gue ga mau jadi buta nes, engga! gue ga mau!! Nesya!! ini cuma main-main kan? iya kan?😭."


Nesya menahan tangisnya, dia berbisik.


"Itu bener ra, lo jadi buta karena kecelakaan itu."


"Hiks... engga! gue ga mau jadi buta!! GUE GA MAU!! hiks.. GUE GA MAU JADI BUTA NES!!."


Lyra berteriak hingga terdengar keluar ruang rawatnya, Arya tak bisa menahan tangisnya lagi apalagi yang lain.


"Tapi nona, saya masih belum tau apakah kebutaan ini bersifat sementara atau tetap."


Perkataan dokter King membuat Lyra agak tenang tapi saat dia mengingat kembali dia telah buta dia kembali menangis.


"Maaf... maafin gue ga bisa jagain elo," lirih Nesya dengan suara bergetar.


Tangannya mencoba menggapai Lyra yang menangis tersedu-sedu, dia pun mengurungkan niatnya. Lyra mengamuk, terpaksa dokter King menyuntikkan obat bius pada Lyra. Dan Lyra pun tertidur.


Nesya pun mengambil sesuatu dari tasnya, dia memasangkan kamera mini di kamar Lyra. Supaya dia bisa memantau Lyra terus menerus mungkin.


Dokter King sudah pergi keluar lebih dulu, Nesya menyusulnya. Dia terkejut mengetahui Vier hampir mengamuk di RS ini.


Tinggal Feter dan Leon yang menunggu Nesya.


"Bagaimana keadaannya?," tanya Feter dengan mata berkaca kaca.


"Dia... mengalami kebutaan parsial, kata Lyra matanya yang kanan gelap banget dan yang kiri kabur pake banget, dia ga bisa liat warna sama sekali tapi dokter masih belum tau apakah kebutaan Lyra bersifat sementara atau tetap," ujar Nesya pelan.


Feter dan Leon tertunduk sedih.


Brugh..!


Nesya mengejutkan Feter dan Leon, entah kenapa dia pingsan. Leon dan Feter buru-buru membawa Nesya kembali ke mansion Night Clair.


Disisi lain


Jet Satya dan Dean baru saja lepas landas, Satya tampak begitu khawatir sampai Dean memperhatikan nya.


~oOo~


Bagaimana dengan Lyra? akankah kebutaannya bersifat sementara atau selamanya?

__ADS_1


__ADS_2