My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Pegasus


__ADS_3

Pada malam itu Nala, Dika, Wendy dan Panca membawa bos besar dan para tetua Thunder ke kota C, Indonesia.


~oOo~


Jet pribadi milik Nala sudah mengangkasa, Nala sibuk berkutat dengan laptopnya, Wendy tertidur di salah satu fasilitas jet pribadi Nala, Ran jelas tetep di Greenland dongs, kalo Dika, Panca dan tetua² + bos besar Thunder ikut di jet pribadi milik Dika sendiri guys.


Ya... Nala ga mau bareng sama Dika karna dia pengen ngelindungin hak privasinya, tapi Nala juga sudah menduga jika dia akan kedatangan tamu di jet pribadi nya yang sedang mengangkasa di langit Inggris itu.


"Untuk apa kau mengikuti ku sampai sini?," tanya Nala datar tanpa mengalihkan perhatian nya dari layar laptop.


"Kau masih penasaran denganku 'kan?," tebak Nala menghentikan ketikannya sejenak.


"Kau benar² Phoenix?," tanya seseorang yang sedari tadi bersembunyi.


"Iya, aku tak memakai topeng, dan kau jangan coba² untuk membocorkan info ini kalau tidak kau akan mati mengenaskan," ancam Nala serius.


Gleg


Dia menelan ludahnya kasar karna takut, ya takut.


"Apa tujuan mu, Pegasus?," tanya Nala to the point sambil melihat Pegasus dari atas sampai bawah.


"Aku Pegasus ingin mengabdi pada nona Phoenix," jawab Pegasus serius.


"Aku ingin sumpah setiamu," balas Nala tak kalah serius.


"Aku Pegasus, mantan anggota GrandTy bersedia mengabdi seumur hidup pada nona Phoenix ini, aku bersumpah tidak akan berani mengkhianati nona-ku tanpa seizinnya, jika aku benar² melakukan itu maka aku akan mati tersambar petir yang begitu banyak," sumpah Pegasus serius.


"Bagus sekali, apa kau tak memiliki nama lain selain Pegasus?," tanya Nala.


"Tidak, aku dibesarkan oleh organisasi dengan kejam dan aku hanya memiliki nama Pegasus saja," jawab Pegasus datar.


"Kau bisa menunjukkan emosimu padaku, tidak apa. Kita keluarga," balas Nala membuat Pegasus tertegun.


"Benarkah?," tanya Pega dengan suara bergetar, Nala mengangguk.


Pegasus menghampiri Nala dan memeluknya, ya... Nala dan Pega memang seumuran, tangis Pega pecah, dia terisak tapi tak mengganggu orang lain, Nala hanya menepuk punggung nya guna memberi ketenangan.


"Sudah², kenapa kau bisa ada GrandTy?," tanya Nala.


"Sebenarnya kami dilarang keras untuk bercerita seperti ini pada orang lain," jawab Pega sambil melepaskan pelukannya dan duduk di sofa tak jauh dari Nala.


"Kami diambil dari sebuah tempat, aku tau jika orang² di organisasi itu yang membunuh keluarga ku," ujar Pega mulai menjelaskan.


"Saat itu aku berusia 5 tahun, aku melewati begitu banyak ujian yang diberikan mereka, aku bersama yang lain... merasa sangat menderita saat itu, kupikir kami hanya akan dibunuh dan ditinggalkan pulau itu, tapi ternyata... mereka datang kembali dan membuat kami menjadi mesin pembunuh," sambungnya sambil menatap Nala datar.


"Lalu kenapa kau keluar dari GrandTy?," tanya Nala.


"Aku berakting telah gugur di salah satu misi," aku Pega.


P.S : Jadi Pegasus itu cowo gaes, belajar jadi pembunuh bayaran dari umur 5 tahun.


"Caranya?," tanya Nala lagi.


"Aku berpura pura tertembak di bagian jantung, saat teman² ku mengecek nadiku, aku menghentikan detak jantung ku sementara sampai mereka pergi lalu aku di tinggalkan begitu saja, saat itu markas hancur, di serang organisasi Harem," jawab Pega.


"Harem? itu kan organisasi mafia dan juga itu berada di bawah TBB, mereka tidak akan menyerang jika tidak ada yang mengusik," gumam Nala.

__ADS_1


"Kalian mengusik Harem?," tanya Nala.


"Iya, tuan muda kelima yang mengusik Harem, sehingga kami yang kena imbasnya," jawab Pega.


"Oh... Wendy," panggil Nala.


"Iya, nona. Hooaaammm...," jawab Wendy yang langsung sampai di depan Nala dan Pega sambil menguap tentunya.


"Kita langsung pulang ke Indonesia 'kan?," tanya Nala.


"Iya, sesuai perintah nona," jawab Wendy malas.


"Hanya itu?," tanya Wendy.


"Tidak, cari informasi tentang semua organisasi pembunuh bayaran di seluruh dunia, data² itu harus ada saat aku sampai di markas," jawab Nala tegas.


"Ha?? oh baiklah, akan saya laksanakan," balas Wendy yang sempat terkejut lalu berbalik pergi ke salah satu kursi tak jauh dari Nala.


"Kenapa tiba² nona ingin data itu?," gumam Wendy yang dapat didengar Nala dan Pega.


"Pega, bagaimana jika kau menjadi salah satu bodyguard ku saja?," tawar Nala.


"Hei, nona. Bagaimana dengan Shin dan Kei? mereka akan merajuk jika seperti itu," sahut Wendy.


"Ck, ya sudah bagaimana kalau kau jadi mata²ku saja?? bagaimana? tawaran yang bagus bukan?," tanya Nala hampir tanpa celah.


"Hm.....(mikir) ya sudah, aku juga cukup hebat dalam memperoleh data," jawab Pega.


"Bagoss, kau bisa istirahat," puji Nala lalu kembali berkutat dengan laptopnya.


Nala belum sempat tidur, semua orang/semua anggota TBB di markas pusat sudah tau wajah asli bos² mereka, kecuali Nala sih.


"Selamat datang kembali, nona Phoenix," sapa drone dengan suara kaku yang mengecek data Nala dkk.


"Ini siapa?," tanya drone 1 sambil menodongkan pistol laser di kepala Pega.


Gleg


Pega menelan ludahnya kasar karna dia tau pistol laser itu bisa menghancurkan tubuhnya kapanpun.


"Namanya Pegasus, anggota baru," ujar Nala dingin.


Oh iya, Nala juga ga pake topeng dan penyamaran gaes jadi dia mulai terbuka.


Nala dkk masuk ke dalam markas, Pega berdecak kagum melihat begitu ketat keamanan di markas pusat ini, Pega benar² tak berani untuk berkhianat.


SKIP makan malam


"Perhatian semuanya," kata Nala sambil beranjak berdiri sebelum sesi makan malam siap.


Semua diam mendengarkan kata² Nala, hening melanda, Nala melihat sekeliling nya yang sudah siap mendengarkan.


"Hari ini, kita kedatangan anggota baru, namanya Pegasus," ujar Nala sambil menunjuk pada Pegasus.


"Hallo, semuanya. Nama saya Pegasus kalian bisa memanggil saya Pega," ujar Pega datar sambil berdiri.


Terdengar bisik² diantara anggota TBB.

__ADS_1


"Ada yang ingin bertanya?," tanya Nala, salah seorang anggota mengangkat tangan kanannya, Nala mempersilahkan dia bertanya.


"Saya pernah mendengar nama Pegasus seperti nama salah satu pembunuh bayaran terbaik di GrandTy, tapi dia sudah mati di saat menjalankan misi, nona. Saya ingin tau apa benar tuan Pegasus berasal dari organisasi GrandTy?," tanyanya.


"Memang benar saya adalah Pegasus, mantan anggota GrandTy tapi saya memalsukan kematian saya. Saya ingin tau anda mendapatkan berita itu darimana?," tanya Pega balik dengan curiga.


"Saya adalah pembawa berita dari luar tentu saya tau tentang hal itu, anda tidak usah khawatir, saya tidak akan berani mengkhianati nona. Karna saya tau seberapa kejamnya para tuan dan nona muda saat tahu ada seorang pengkhianat di TBB," jawab pria itu tenang dan yakin.


"Sudah cukup, waktunya makan malam dan berhenti berdebat," ujar Nala menengahi sambil duduk kembali.


SKIP


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi dan Nala masih berkutat dengan alat² elektronik nya di ruang tamu, Leon dkk sudah kembali dari London bahkan Jendral Kojhiro beserta sekretaris nya, Alfie dan juga Veronica ikut kembali ke mansion.


"Nala? apa kau lakukan disini?," tanya Leon sambil menuju dapur.


"Bekerja," jawab Nala tanpa mengalihkan perhatian nya.


Leon langsung pergi ke dapur untuk minum, Nala menyelesaikan pekerjaannya setelah Leon ke dapur, gadis itu merenggangkan tubuhnya yang mulai kaku.


"Hoamm... ngantuk. Tidur aja deh," gumam Nala.


Nala berbaring di sofa setelah mematikan alat² elektronik nya, kantuk yang menyerangnya begitu kuat sampai² dia tertidur pulas dan tidak menyadari kalau Leon sudah pergi ke kamarnya.


Besoknya para maid terkejut melihat Nala yang tidur di sofa dengan laptop, ponsel dan tablet berada di meja. Leon juga kaget karna Nala baru tidur 2 jam dan masih pulas.


"Kakak maid, tolong bawa barang Nala ke kamarnya. Nala biar Leon aja yang bawa," ujar Leon pada salah satu maid.


"Baik, tuan muda," jawabnya sigap.


Leon menggendong Nala ke kamar Nala diikuti beberapa maid yang membawa 3 laptop, 5 ponsel, dan 3 tablet milik Nala. Nala tidur dengan pulas sampai pukul 8 pagi.


SKIP ajah


Keesokkan paginya


Nala dkk dikumpulkan di halaman belakang mansion, Jendral yang mengumpulkan mereka. Mereka disuruh mengenakan pakaian tiongkok jaman dulu, dengan pakaian itu mereka terlihat seperti sedang bermain cosplay.


"Ah yang benar saja, kami harus mengenakan pakaian ini?," gerutu Veronica kesal.


"Diamlah Ica! kau brisik saja," balas Dika kesal.


"Sudahlah, ada apa Jendral memanggil kami?," tanya Nala menengahi.


"Hari ini, kalian akan pergi ke dimensi lain," jawab Kojhiro santai.


"APA?!!!," pekik mereka semua tak percaya.


Bersambung...


~oOo~


Hm... sorry kalo pendek, Author ganti ke eps selanjutnya aja ya


Soalnya nama eps nya beda kuy, okd


Next eps! bye...

__ADS_1


__ADS_2