
Sejak hari itu Yue dkk tinggal sementara di paviliun milik Yue yang disebut paviliun Kabut.
~oOo~
[ Perguruan ]
Keesokkan paginya
Semua orang di paviliun Kabut sudah bangun pada pukul 5 pagi, kenapa? karna Yue dibantu Haotian yang membangunkan mereka dengan paksa, ya... ga ada yang berani ngebantah sih karna Yue dan Haotian yang paling kuat + berkuasa di paviliun kabut.
"Kalian ngapain sih, gangguin tidurku?," tanya Dong Xu malas, saat ini mereka sedang duduk menunggu sarapan di meja panjang seperti di mansion Night Clair.
"Kita disuruh lah yaw," jawab Yue santai.
P.S : paviliun Kabut itu dari luarnya kaya paviliun super angker dengan banyak jebakan tapi bagian dalemnya nyaman, hangat dan indah juga mewah, furniturnya di dapet dari dimensi lain, ya.. kalian tau lah si Yue, bagian dalemnya lebih bergaya Eropa dan modern.
"Sama??," tanya mereka kecuali anak buah Yue dan Haotian.
"Guru Tianqu kembaran dari guru/tetua pertama dari perguruan hitam putih guru Tianchai, ck. Masih mau keluar ga?," tanya Yue dengan nada agak angkuh dan terdengar kesal.
"Haish, jadi kau marah padaku, benar?," tanya Tianqu balik dari arah belakang.
"Ya ya ya, terserah," jawab Yue kesal.
"Guru," panggil mereka kecuali anak buah Yue sambil memberi hormat.
"Hari ini kalian semua akan kubawa ke sebuah perguruan," ujarnya.
"Perguruan hitam putih," ralat Haotian dengan mimik wajah mengejek.
"Iya², hari ini ada uji masuk perguruan itu, kalian pasti bisa masuk dengan nilai memuaskan," balas Tianqu santai dan tanpa rasa bersalah.
"Ck, aku tak mau," jawab Yue acuh.
1
2
3
"Hei, kau benar² tak tertarik?," tanya Dong Jue tak percaya.
"Disana banyak murid dengan kemampuan tak seberapa tapi sudah sombong, aku jadi malas belajar disana," jawab Yue sambil menyandarkan punggung nya ke kursi kebesarannya lalu menyilangkan kedua tangan di depan dada, wajahnya sungguh meremehkan perguruan itu.
"Sudahlah, kalian ikut saja," balas Tianqu.
"Nona sebaiknya ikut saja, karna perguruan itu adalah perguruan terbaik di negeri ini, ya walaupun ada beberapa perguruan lagi tapi perguruan itu cocok untuk nona-ku yang hebat," usul Yu Rin sambil menata makanan di meja.
"Kak Yu Rin, aku hanya malas saja. Tapi jika fasilitas nya bagus, ya tidak masalah deh," balas Yue sambil bersikap normal lagi.
"Nona-ku yang terbaik," puji Yu Rin dengan senyum.
"Ada maunya nih," tebak Yue.
"Hehe... nona muda kami ingin belajar di perguruan yang sama dengan nona, dengan begitu kami bisa membantu menjaga nona juga menjadi kuat," jawab Lu shi dengan cengiran khasnya.
"Benarkah? sudah ijin ke Kei belum?," goda Yue menyebut Nama Kei/Kakashi.
"Kei masih belum kembali," jawab Yu Rin murung.
"Tunggu sebentar! Kei, Keitama?," tanya Dong Jue bingung, Yue mengangguk.
"Itu berarti Farel dan yang lain pernah kesini dong?!," seru Erie.
"Iya, karna pelatihan yang kuberikan. Benar tidak Shadow 1,2,3?," goda Yue dengan seringaian licik di wajahnya.
"Ya ampun, nona. Harap jangan diungkit lagi," balas Shadow 1.
"Iya², ayo makan," ajak Yue.
SKIP
Perguruan hitam putih
(Sorry namanya kupinjem ya dari The Legend of jade sword, pinjem guys)
Ujian masuk perguruan sudah dimulai, banyak buaaangettt orang di perguruan itu yang pengen jadi murid disana, tapi setiap 10 tahun sekali cuma beberapa yang lolos.
Tahun ini mungkin banyak karna....
-Yue dkk ikut seleksi itu.
-Bawahan Yue juga ikut dan mereka kuat².
-Latar belakang Yue dkk adalah Tianqi, kembaran guru Tianchai, anak buahnya Yue kan latar belakangnya anggota Bulan merah.
-Yue dkk, Lu shi dkk juga kaya raya guys.
Ket : Bulan merah itu organisasi paling kejam, ditakuti, kuat dan hebat juga berkuasa di sebagian besar negeri itu. Haotian dan Yue belum ngasih tau siapa sebenarnya mereka, karna Yue cuma ngasih tau kalo dia dapet anak buah + paviliun dari mana.
"Baiklah, kalian semua sudah siap? silahkan mulai," ujar MC.
Para peserta mulai ujian masuknya, pertama mereka harus naik 1001 anak tangga sampai ke gerbang perguruan.
"Yaelah, cuma gini doang? kecil," gumam Dong Xu.
Dengan kemampuan mereka, mereka ber-10 bisa dengan begitu cepat melesat ke gerbang perguruan, sebelum masuk mereka berdiri di sebuah arena berbentuk bulat, semua guru dan murid berkumpul di satu sisi.
"Selamat, kalian bisa melewati ujian pertama. Kini kalian masuk ke ujian kedua yaitu.....," ujar MC pada Yue dkk.
Mereka diminta melawan pasukan boneka milik murid² ahli pembuat dan pengendali boneka, Yue mengernyit.
"Tunggu!," serunya.
"Ada apa?," tanya MC.
"Apa hanya ini yang perlu kami hadapi?," tanya Yue dengan nada sedikit meremehkan.
"Hei², walaupun hanya boneka tapi bisa mengalahkan kalian," jawab MC.
Para murid mulai tersulut emosi, mereka langsung menyerang tapi di hentikan karna guru kedua berkata.
"Supaya adil, kalian menyingkir dan sisakanlah satu diantara kalian untuk melawan pasukan boneka itu," ujarnya dengan wajah datar.
"Aku aja yang duluan," ujar Anya.
"Mereka bukan tandinganmu," balas Yue sambil melompat untuk menyingkir.
Pasukan boneka menyerang Anya tapi Anya diam dan menatap boneka² itu dingin lalu....
Krak
Sebagian besar boneka itu hancur karna 1 gerakan Anya, jadi si Anya itu kaya di gerakan film gitu loh, sekali tebas kek tembus langsung roboh, murid² dan beberapa orang yang sudah sampai ternganga melihatnya bahkan MC dan guru boneka ikut tenganga.
"Siapa namamu, pendekar?," tanya guru perempuan.
"Nama saya Li Anya adik angkat dari Li Yue," jawabnya sambil hormat tapi wajahnya tetap datar.
"Baik, Anya kau sudah diterima di perguruan ini," ujar guru perempuan itu.
SKIP
Semua teman²nya Yue udah berhasil masuk perguruan itu dengan begitu mudahnya, tinggal Haotian dan Yue saja yang belum.
Haotian sudah berdiri di tengah arena, pasukan boneka menyerang dengan cepat dan tanpa celah tapi tinggal 1 meter lagi menyentuh Haotian mereka semua (pasukan boneka) membeku lalu hancur.
Yue tak kalah mencengangkan juga karna hanya 1 jentikan jarinya, sebuah petir menyambar dengan cepat dan menimbulkan suara yang menggelegar, membuat seisi arena bergetar kedahsyatannya.
Li Yue, Haotian dan An Wu bahkan menjadi murid langsung guru Tianchai. Tentu saja Yue murid spesial nya.
SKIP
Li Yue, Wen Yu, Li Anya, Shen Erie dan Tata tinggal satu kamar, kamar sebelah kirinya adalah kamar Haotian, Haoguian, Dong Jue, Dong Xu dan An Wu (jadi mereka berlima juga tidur sekamar) sedangkan di kamar sebelah kanannya adalah kamar Xiu Lin (cowo)/biasa dipanggil kakak pertama di perguruan ini, trus Lu shi dan yang lain pada di kamar yang ga jauh dari Yue dkk karna mereka masuk ke perguruan nya bareng.
"Yue," panggil Wen Yu yang sedang berbaring di ranjang nya.
"Hm," jawab Yue dengan dehem.
"Sekuat apa sih kamu?," tanya Wen Yu sambil memandangi langit² kamar.
"Entah," jawab Yue acuh.
"Seriusan woy, kamu tingkat apa?," tanya Wen Yu sambil beralih mengamati Yue yang sedang beres².
"Spirit langit level 10," jawab Yue santai.
"Oh... spirit langit level 10," balas Wen Yu masih belum nyambung, Yue tersenyum kecil lalu menutup telinganya.
1 detik.
2 detik.
3 detik.
"APA?!!," seru Wen Yu, Erie, Tata dan Anya bersamaan.
"Yang bener aja woy!," pekik Erie tertahan.
"Memangnya kalian tingkat apa?," tanya balik Yue.
"Spirit langit level 5," jawab Tata spontan.
"Spirit langit level 2," sahut Wen Yu.
"Spirit bumi level 9," sahut Anya.
"Spirit bumi level 6," sahut Erie.
"Kalian juga termasuk kuat kok, kenapa kaget?," tanya Yue heran.
"Ya biar nambah seru gitu loh," jawab Wen Yu sambil kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Udah², yok tidur. Besok kan masih seleksi murid baru jadi kita cari tempat buat latihan sama ngumpul aja, ntar aku ajak anak laki," balas Tata menengahi, jiwa keibuannya muncul tuh.
"Iya deh, good night everybody," ucap Erie.
"Erie, jangan ngomong kaya gitu keras² kalo disini dan jangan kebiasaan juga, nanti kamu dipandang aneh baru tau rasa deh," tegur Yue.
"Iya deh, selamat malam semuanya," ralat Erie malas.
"Malam," jawab yang lain serentak.
~oOo~
[ Iblis kegelapan X iblis merah ]
Li Yue bangun pukul 4 pagi, kebiasaan gumamnya, dia memutuskan untuk mandi lalu pergi berjalan², hari ini dia memakai hanfu biru muda dengan aksesorisnya juga dia tak lupa membawa token yang dia dapatkan dari sebagai murid perguruan ini juga murid khusus/spesial/kesayangan guru Tianchai.
Semua orang pasti kaget melihat Yue dkk yang bahkan belum berusia 12 tahun bisa lolos dalam ujian masuk perguruan, sungguh kenyataan yang mengejutkan, belum lagi kecantikan alami mereka membuat banyak orang iri dan kagum.
Sekedar info, berhubung tubuh Yue dkk pendek akhirnya mereka jadi pusat perhatian bingittss di perguruan ini, Yue dkk sebenarnya merasa risih karna selalu di perhatikan tapi apa boleh buat, kalo mereka keluar dari perguruan bisa² kena penggal sama guru Tianqi.
"Yue," panggil seseorang saat Yue baru berjalan beberapa langkah dari pintu kamarnya.
Yue membeku sebentar lalu menoleh ke belakang dan mendapati seseorang pria berusia 2 tahun lebih tua darinya, memakai hanfu biru tua di dominasi warna putih pucat, pria itu tersenyum tipis pada Yue, siapa lagi kalo bukan Haotian.
"Sedang apa kau disini?," tanya Yue.
"Cari angin, kau sendiri?," tanya Haotian balik.
"Em...," Yue bingung mau jawab apa, Haotian berjalan mendekati Yue lalu meletakkan tangan kanannya di kepala Yue.
__ADS_1
"Kebiasaan," ujar Haotian sambil senyum dan menatap Yue, Yue hanya nyengir lebar saja mendengarnya.
"Mari kutemani," lanjutnya sambil menjatuhkan tangannya dari atas kepala Yue.
Mereka berkeliling perguruan hitam putih, tak terasa matahari sudah mulai naik dan mereka melihat sunrise/matahari terbit di atas tebing yang bawahnya adalah sebuah sungai dengan arus deras.
"Haotian," panggil Yue.
"Panggilnya biasa aja kalo lagi berdua," balas Haotian.
"Hm... Leonardo," ralat Yue.
"Ya, ada apa?," tanya Haotian/Leon.
"Kamu sebenernya iblis kegelapan 'kan?," tebak Yue, Haotian membeku mendengarnya.
"Bagaimana kau bisa tau?," tanya Haotian setelah hening beberapa detik.
"Lihat ini," jawab Yue sambil memejamkan matanya.
Haotian merasa heran lalu keheranan itu terganti dengan rasa kaget yang teramat, bagaimana tidak? tiba² di leher Yue terdapat tanda setangkai bunga lavender ungu di selimuti kegelapan dan cahaya juga ada kepala singa di antara kegelapan dan cahaya, lalu latar belakangnya adalah bulan merah, itu tanda iblis merah yang sangat ditakuti.
"Itu tanda iblis merah," gumam Haotian tanpa sadar.
"Iya, tunjukkan tandamu padaku. Aku tak akan memberitahukan siapa pun, aku janji," balas Yue lalu tanda di lehernya hilang.
"Huh... janji ya," ujar Haotian, Yue mengangguk yakin.
Haotian melepas pakaiannya lalu berbalik badan, di bagian tengah punggung Haotian terdapat tanda berupa kepala singa berwarna hitam yang dibelakangnya ada seekor naga berwarna hitam, belum lagi sebuah bunga berwarna ungu gelap bunganya menjulur sampai kepala naga dan sulurnya melilit tubuh naga.
"Ini bunga apa?," tanya Yue sambil menyentuh bunga itu, Haotian kembali memakai pakaiannya lalu berbalik.
"Lavender ungu," jawabnya sambil menatap Yue yang kaget.
"Lavender ungu? kenapa kamu di tanda kamu ada Lavender ungu??," tanya Yue bingung.
"Entah, tanda ini udah ada dari aku lahir," jawab Haotian sembari mengangkat kedua bahunya.
"Oh.... latihan yuk," ajak Yue dengan senyum manis yang hanya ia tampakkan pada beberapa orang saja.
"Hm," balas Haotian malas.
Mereka turun ke bawah ke sungai dengan arus yang lebih tenang, Yue dan Haotian memulai latihan mereka, Yue duduk di atas batu besar sedangkan Haotian duduk di batu besar dekat Yue duduk.
Setelah menyerap energi Qi selama ±45 menit, Yue dan Haotian menyudahi latihan mereka, disisi lain teman²nya sudah bangun dan berkumpul di arena yang kemarin, melihat siapa murid yang akan lolos, sedangkan An Wu dibantu Xiu Lin mencari Yue dan Haotian ke sekeliling perguruan.
"Oh ya ampun, mereka pergi kemana sih?," geruru An Wu kesal.
"Huh... An Wu, ayo kita cari lagi," ajak Xiu Lin.
Di tempat lain
"Eh guys kok, si Yue sama Haotian belum balik ya?," tanya Wen Yu sambil berbisik.
"Tau tuh, ngilang mulu. Dah gitu ngilangnya berdua lagi kan kezeell," jawab Erie aneh.
"Bangs***ttt, lu ngapain kek gitu pas sahabat kita ngilang, hah?," tanya Wen Yu sewot tapi tetep berbisik karna nanti dipandang aneh kalo mereka ngomong kek gitu keras².
"Udahlah, palingan mereka berdua latihan, tau sendiri kan mereka gimana? dan perbaiki kata² mu Wen Yu, kau harus liat keadaan," ujar Tata menengahi.
"Iya² maap," balas Wen Yu.
Back to Li Yue and Haotian
Mereka selesai berlatih dan katanya akan uji coba dulu, Haotian berdiri di tengah² sungai lalu...
Krak krak
Semua air di sungai itu membeku, Yue kagum lalu bertepuk tangan, Haotian kembali melelehkan es es itu sampai jadi seperti semula kaya ga ada apa², Yue berdiri lalu pergi ke tempat dimana Haotian tadi berdiri sedangkan Haotian sendiri duduk di batu besar dan mengamati.
"Jiwa silatmu tipe apa?," tanya Haotian.
"Hm.... aku putri alam," jawab Yue ragu.
"Hah?!!," seru Haotian kaget, ya jelas kaget, Yue bilang putri alam.
Info : Putri alam adalah seorang wanita (karna putri jadi pasti cewe) dengan kemampuan yang bisa mengendalikan semua aspek alam, berarti Yue itu bisa ngendaliin Air, Angin, Api, Tanah, Petir dan Es. Jadi Yue termasuk cewe yang paling kuat.
"Jadi kamu mau coba ngendaliin air itu?," tanya Haotian.
"Iya," jawab Yue sambil mengangguk polos.
"Ya udah sana," suruh Haotian.
Yue kembali fokus dan memejamkan matanya, lalu tiba² air di sungai itu terangkat menjadi butiran² air yang indah, Yue membuka matanya lalu melihat Haotian.
"Aku berhasil😄," ujarnya senang dengan senyum merekah.
Haotian hanya tersenyum tipis melihat ekspresi senang Yue, Yue kembali fokus tapi mimik wajahnya tak berubah, dia memainkan butiran² air itu di udara sampai....
"Li Yue! Haotian!," panggil seseorang mengagetkan Yue dan Haotian sampai²....
Byur...
Yue kehilangan kendali atas butiran² air yang sangat banyak di sungai itu, baju Yue jelas basah karna air² itu tiba² jatuh, Yue memandang orang yang mengejutkan nya dengan mimik wajah kesal, Haotian yang melihatnya tak bisa menahan tawa.
Seketika tawa Haotian dan orang yang sudah mengagetkan nya meledak bahkan Naga YinYang di cincin penyimpanan nya tertawa melihat kelucuan tuan barunya itu, Three B yang baru keluar dari zona spirit beast ikut tertawa.
"Sudah puas tertawanya, hum??😤," tanya Yue dengan suaranya terdengar sangat kesal, Yue pergi mendekati ketiga orang itu lalu duduk di batu besar dengan wajah kesal.
"Ayolah, jangan marah adik," rayu salah seorang pria dengan rambut hitam panjang yang sebagian terikat rapi dan menggunakan hanfu khas perguruan.
"Kau siapa?," tanya Yue masih dengan wajah cemberut.
"Namaku Xiu Lin, kau bisa memanggil ku kakak pertama," jawab Xiu Lin.
"Hm, hallo kakak pertama," sapa Yue tetap cemberut.
"Huh! kak An dan kakak pertama menyebalkan!😤," seru Yue makin kesal.
"Ya sudah, kakak minta maaf. Dimaafin dong," ujar An Wu di sebelah Yue.
"Hum," dehem Yue masih kesal.
"Sudah, jangan marah lagi ya," rayu Haotian sambil memeluk Yue dari belakang dan menatapnya dari samping, Haotian meletakkan dagunya di bahu Yue.
"Huh! minggir, aku mau ganti baju," ujar Yue sambil melepas pelukan Haotian.
"Caranya?," tanya An Wu meremehkan.
"Ck," gumam Yue.
Yue mengangkat melihat tangan kanannya yang ada cincin penyimpanan dari naga YinYang, lalu dengan mudah nya Yue mengeluarkan beberapa hanfu seukurannya yang sangat indah, Xiu Lin dan An Wu terkejut sampai ternganga, Haotian hanya mengamati tanpa merespon, dia dah tau kalo itu cincin penyimpanan.
"Nona," panggil Blazt.
"Hm?," tanya Yue sambil menoleh.
"Nona mau ganti baju dimana?," tanyanya.
"Kalian bertiga kumpul disana," perintah Yue sambil menunjuk tempat yang agak luas.
"Kamu mau ap---eh😲? Yue mau ganti baju disana??," tanya An Wu kaget.
"Iya, aku dapet privaci kok, Haotian juga ga bakal tinggal diem kan kalo aku di apa²in?," tanya Yue.
"Iya, kalo ada yang apa²in kamu bakal mati ditanganku," jawab Haotian datar.
"Mengerikan," gumam Xiu Lin tanpa sadar.
"Hm... aku mau pakai yang mana ya?," gumam Yue bingung.
"Menurut kalian, aku pake baju yang mana?," tanya Yue.
"Yang ini aja, cocok buat kamu," jawab Haotian sambil menunjuk hanfu berwarna putih dan pink.
"Oh ok, makasih," balas Yue sambil tersenyum.
Yue memasukkan kembali hanfu lainnya ke cincin penyimpanan, Yue beranjak berganti pakaian.
SKIP
Setelah selesai berganti pakaian Li Yue, Haotian, Xiu Lin dan An Wu pergi ke aula pertemuan, disana sudah banyak murid² lain yang berkumpul, tentu saja kedatangan Yue yang datang bersama Haotian, An Wu dan Xiu Lin mengundang banyak perhatian dari murid lain.
"Hormat kami pada guru," salam ke 4 orang yang menjadi pusat perhatian sambil hormat ala perguruan, tau lah khasnya.
"Darimana saja kalian?," tanya sebuah suara khas milik Ang Bo, guru ketiga.
"Adik Yue dan adik Haotian berjalan jalan di sekitar perguruan tanpa memberitahu kami, sehingga An Wu mencari mereka. Saya hanya membantu mencari adik seperguruan yang hilang, guru. Maaf karma kami tidak bisa datang ke acara seleksi murid perguruan," jawab Xiu Lin sambil membungkuk.
"Benarkah?," tanya Han Ao, guru kedua.
"Benar guru, kami minta maaf karna tidak bisa datang," jawab Yue sambil membungkuk hormat tapi wajahnya datar.
"Hm... bisa dimaklumi, tak apa. Jangan diulangi lagi kesalahan kalian," nasehat guru Tianchai bijak.
'Syukurlah, nona ga dihukum,' batin Che (Shadow 1) senang.
'Hadeh... nona ini benar² ya, baru hsri pertama sudah cari masalah,' batin Lu shi.
'Ish! siapa sih cewe itu, masih kecil aja udah kaya gitu palingan juga kemampuannya ga seberapa,' batin seseorang yang iri.
Yue mendengar beberapa kata batin murid lain, tapi dia hanya acuh dan tetap dalam mode dingin.
"Kalian bisa kembali ke barisan," ujar guru Han.
Yue dan yang lain kembali ke barisan mereka.
~oOo~
[ Ketua perguruan hitam ]
Hari itu adalah pengenalan murid baru.
SKIP
4 hari kemudian.
"Woy, kita ga masalah nih ga pulang ke mansion?," tanya Wen Yu setelah sarapan.
"Satu hal yang harus kalian tau, 1 minggu disini sama dengan 1 hari disana," jawab Yue.
"HAH?!!!," seru mereka kaget.
"Mantapnya," lirih Erie.
"Ya ya ya, ayo kita ke lapangan, kudengar akan ada perlombaan antar perguruan," ajak Anya.
"Hm.. Anya benar, dari pada matung ga jelas disini 'kan, mending ke lapangan," balas Tata.
"Iya²," jawab Erie, Yue dan Wen Yu bersamaan.
Di Lapangan
Bla bla bla
Mereka dijelaskan bagaimana dan siapa yang akan mewakili perguruan, Yue merasa malas mengikuti ajang lomba itu, sungguh! padahal teman²nya kecuali Haotian yang sama malasnya, Lu shi, Che, Yi, Xie, Von, Dao dan semua bawahan Yue di dimensi itu sudah menyuruhnya bersemangat karna bagaimana pun ini adalah salah satu ajang unjuk bakat.
Seperti sekarang Lu shi mengunjungi Yue hanya untuk membujuk Yue supaya tetap bersemangat menghadapi turnamen itu.
"Ck, aku sangat tak tertarik, Lu shi. Jangan mengganggu ku," keluh Yue, dari 3 hari yang lalu Lu shi, Che bahkan teman²nya pun mengajaknya untuk tetap bersemangat di turnamen itu.
__ADS_1
"Oh ayolah, nona. Kau kan yang terbaik," rayu Lu shi.
"Hm," balas Yue benar² malas.
Akhirnya Yue terpaksa mengikuti kemauan teman²nya yang merengek terus²an.
Hari seleksi
Sejak tadi Yue menatap para peserta lain dengan tatapan malas yang teramat, sama seperti halnya Yue, Haotian juga malas mengikuti acara ini, Yue dan Haotian berdiri bersebelahan dan sangat jelas mereka begitu malas.
Begitu nama Li Yue dan lawannya dipanggil, dia langsung maju ke atas panggung dan memasang tampang datar juga malas.
"Silahkan maju duluan," ujarnya sombong.
"Ck, kemampuan tak seberapa masih bisa sombong," gumam Yue lalu....
Ctak... cttaarr duarrrr!!!
Yue hanya menjentikkan jari kanannya dan sebuah petir menyambar lawannya sampai pingsan, para guru kecuali guru Tianchai pasti terperangah melihatnya, Yue langsung turun dari atas panggang dan menatap malas teman²nya.
Pertandingan kembali dilanjutkan tapi tiba² perguruan hitam putih kedatangan tamu, tamu kali ini adalah seorang expert dari perguruan hitam.
Tentu saja itu mengundang tanda tanya, saat dia turun ke panggung dan menatap para guru, auranya yang kuat membuat banyak murid mundur termasuk MC kecuali Yue dkk + Xiu Lin + Lu shi dkk yang memang tak terpengaruh.
"Wah wah, kalian punya murid yang berbakat ya," pujinya dengan senyum smirk diwajahnya.
Namanya Caodie, ketua perguruan hitam, entah ada apa dia datang ke perguruan hitam putih ini, Yue yang melihatnya hanya menatap Caodie jengah sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada sama seperti Haotian, sisanya hanya menatap malas dan heran.
"Apa yang kau inginkan, Caodie?," tanya Han Ao datar.
"Tidak ada, hanya sekedar mengetes murid² kalian saja," jawab Caodie angkuh.
Sungguh kali ini Yue merasa sangat bosan, dia ingin segera pergi dari tempat itu dan rebahan di kamarnya.
"Hah.......... jangan membuang banyak waktu pak tua," ujar Yue yang terlanjur kesal sampai tanpa sadar berkata kasar.
"Apa?," tanyanya pelan sambil mengeluarkan aura membunuh yang begitu kuat.
"Kau tak takut padaku, adik kecil?," lanjutya dengan senyum evil.
"Ck, untuk apa? kau dan aku sama² manusia jadi untuk apa aku takut, eh salah kau manusia dan aku iblis," ralat Yue menekan kata iblis lalu tersenyum evil.
"Eh iya juga ya, buat apa kita takut. Kan dia juga orang," balas Wen Yu yang baru nyambung.
"Berlutut padaku sekarang!," ujar Caodie datar tapi penuh penekanan, dia melepaskan aura membunuh nya.
"Aku hanya akan berlutut pada langit, bumi, sang pencipta alam semesta dan kedua orang tuaku, aku tak akan berlutut pada orang sepertimu," balas Yue angkuh.
DUARRRR!!!
Kata² Yue mengejutkan semua orang termasuk Caodie, biasanya dia takkan marah tapi entah kenapa dia sangat penasaran dengan sosok gadis di depannya, Caodie menyerang Yue tapi saat akan menyentuh tubuh Yue tiba² Kakashi datang dan menghalangi serangan Caodie.
Plak
Kakashi menampar wajah Caodie sampai Caodie terpental lalu jatuh tersungkur, Kakashi menatap Caodie tajam lalu berbalik untuk menatap nona mudanya, guru² + murid² disana terkaget² sampai tempat itu hening beberapa detik.
"Anda baik² saja, nona?," tanya Kakashi/Kei dengan nada khawatir.
"Menurut mu?," tanya Yue balik, dia kesal dan merasa sangat bosan sejak tadi.
Orang² kecuali yang sudah kenal Yue dekat benar² serasa disambar petir di siang bolong dan rasanya seperti mau muntah darah saja, interaksi singkat antara Kei dan Yue diperhatikan seksama oleh Caodie, dia sudah berdiri tegap tapi bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.
"Siapa kau?," tanya Caodie.
"Apa itu penting?," tanya Kei balik tanpa menoleh, Haotian tersenyum licik sejenak lalu senyum itu hilang lagi.
"Hei! siapa kau sebenarnya?," kini Ang Bo yang bertanya.
"Saya adalah Kei, pelayan nona Yue," jawab Kei.
"Pelayan?," gumam mereka bingung.
"Cih, hanya pelayan," ujar Caodie meremehkan.
Yue mulai tersulut emosi, seketika di tempat itu dipenuhi aura membunuh yang lebih kuat, sebagian dari mereka dengan kemampuan rendah sudah pingsan dan sebagian lagi sesak napas, Yue melepaskan sedikit aura membunuh nya yang benar² kuat + pekat.
Dalam 1 kedipan mata, Yue berada di depan Caodie, menatap Caodie tajam dan terasa aura kemarahan, Yue tidak terima jika bawahannya yang sudah dia anggap keluarga di ejek seperti itu, Yue mencekik Caodie sampai ketua perguruan hitam itu melayang ke atas karna cekikan Yue.
"Jangan. pernah. sekalipun. kau membuatku marah, jangan sampai aku mendengar mu lagi berkata seperti tadi, jika tidak kau akan mati ditanganku," ujar Yue dengan penuh penekanan.
Lu shi dkk, Kei, Wen Yu dkk hanya tersenyum meremehkan.
'Ck, Yue dilawan,' batin mereka
'Mamp***uuss kau,' batin Lu shi dkk
'Nonaku dilawan,' batin Kei + Lu shi dkk
Tangan Yue sudah gatal ingin membunuh orang rupanya, tapi Haotian datang dan menepuk pelan pundak Yue, dan mengatakan 'tenanglah, jangan buat keributan ini lebih besar', Yue langsung menghela napas kasar lalu menjatuhkan tubuh Caodie begitu saja.
"Huh... hampir saja, makasih ya. Mungkin kalo ga kamu kasih tau aku dah lepas kendali," ujar Yue sambil menghela napas perlahan.
"......." Haotian tidak menjawab dan menatap Caodie datar.
"Jadi namamu Caodie, ya?," tanya Yue sambil jongkok dan bertumpu satu kaki.
"Hai kak Cao, namaku Li Yue. Maaf karna tadi aku lancang, tapi aku tidak akan lancang jika anda tidak lancang lebih dulu," ujar Yue di depan wajah Caodie.
Yue membantu Caodie berdiri lalu mengeluarkan ramuan obat dari cincin penyimpanan.
"Minum ini, kapan² aku akan datang ke perguruanmu, jika anda mengijinkan," ujar Yue dengan wajah ramah sambil memberikan ramuan itu.
"Hm.. kau gadis yang baik," gumam Caodie secara tidak sadar.
"Ha??," tanya Yue dengan wajah imut.
"Jika kau datang, perguruan hitam akan menyambutmu dengan terbuka," ujar Caodie sambil hormat dan membungkuk lalu melompat pergi.
"Sampai jumpa, kak Cao," sapa Yue sambil melambaikan tangan.
"Para guru, apa pertandingan ini masih berlanjut?," tanya Yue sambil sedikit membungkuk hormat membuyarkan suasana yang sempat hening beberapa menit.
"Eh? ah iya! pertandingan kembali dilanjutkan, maaf karna tadi ada sedikit hambatan," ujar MC yang kembali sadar.
"Permisi, saya lelah. Bolehkah saya kembali ke kamar saya?," tanya Yue.
"Silahkan," jawab Tianchai.
Yue dkk, disertai Lu shi dkk + Kei pun pergi ke kamar Yue.
"Nona, saya ada kabar penting," ujar Kei saat sudah sampai di kamar Yue.
Kamar Yue memang cukup luas untuk menampung begitu banyak orang, dan Yue menggunakan tenaga dalamnya untuk membuat tempat itu kedap suara, semua orang duduk untuk mendengarkan, mereka sudah seperti keluarga jadi tidak ada rasa canggung diantara mereka.
"Kabar apa?," tanya Yue.
"Satelit yang kita kirim tempo hari.... terhisap lubang hitam di luar angkasa," jawab Kei sambil menunduk takut.
"APA?!!," seru Dong Jue, Dong Xu, Erie, Wen Yu, An Wu dan Anya kaget.
"Bagaimana bisa?," tanya Yue tetap tenang karna dia tau kemungkinan besar satelit di luar angkasa dapat masuk lubang hitam.
"Jadi begini bla bla bla," Kei menjelaskan pada Yue tentang satelit itu.
"Iya² aku sudah paham, lalu kenapa kau datang? kan bisa lewat telepati aneh," ujar Yue.
"Em... sebenarnya aku hanya ingin main² aja kesini, hehehe😅," jawab Kei sambil nyengir.
Seruangan sfx : Hadeh... + tepok jidat kecuali yang kepribadiannya dingin.
Bla bla bla
Kei tinggal sementara di cincin penyimpanan bersama naga YinYang, wkwkwk dipaksa sama Yue, tapi Kei akhirnya nurut aja.
~oOo~
[ Kembali ke dimensi asal ]
Sudah 3 minggu Yue dkk tinggal + belajar di perguruan hitam putih, ya... kehidupan mereka disana bisa di bilang cukup membosankan, cuma makan, belajar, tidur ga ada seru²nya.
Hari ini hari ke 21 mereka di perguruan, saat ini Yue sedang berlatih di taman belakang, di perguruan itu juga ada putra mahkota Xi Ron dan pangeran Xi Arz juga Xi Froz dari kerajaan air hitam putih.
Back to story
Saat Yue sedang berlatih tiba² Farel datang sehingga membuka pintu antar dimensi, Farel menghampiri Yue dengan naapas ngos-ngosan, sontak saja Kei dan Haotian yang berada disana kaget bukan main.
"Hei² ada apa?," tanya Kei mulai panik.
"Ada apa, Farel?," tanya Yue tetap tenang tapi hatinya merasa gelisah sejak awal.
"Tuan hah, tuan muda pertama," jawab Lina/Farel sambil mengatur kembali napasnya.
"Ada apa?!," pekik Yue mulai panik.
"Huh.... tuan muda pertama mengalami kecelakaan dan sekarang koma," jelas Farel membuat tubuh Yue menegang dan limbung sejenak.
Haotian menahan tubuh Yue yang limbung, wajahnya tersirat rasa khawatir, Yue menatap Farel meminta penjelasan.
"HexDrak yang melakukannya," jawab Farel, dia menyebut salah satu organisasi mafia di dimensi mereka.
"Heh... mereka cari mati ya, awas saja. Kalian akan hancur di tanganku," gumam Yue dengan wajah datar tapi tatapannya yang kosong benar² mengerikan.
Yue berdiri dan pergi ke aula pertemuan untuk meminta ijin, jika dia pergi tanpa memberitahukan guru maka dia mungkin akan di hukum oleh kedua gurunya.
"Hormat Yue pada para guru," ujar Yue sambil hormat.
"Ada apa, Yue?," tanya Tianchai dengan suaranya yang berat dan menenangkan.
"Yue ingin meminta ijin untuk pergi keluar perguruan, guru," jawab Yue sopan tapi datar.
"Memangnya kau akan pergi kemana?," tanya Ang Bo.
"Menemui kakak saya yang sedang sakit guru Bo, dan saya juga ingin mengembara beberapa tahun. Entah kapan saya bisa kembali kesini," jawab Yue.
"Baiklah, kau mendapat ijin untuk pergi. Hati² dan kau harus cepat kembali kesini," balas Tianchai.
"Baik guru, akan Yue usahakan, saya permisi," ujar Yue sambil membungkuk hormat lalu berbalik dan pergi.
Tak lama Haotian dkk ijin juga ke guru dan ikut pergi dengan Yue, Lu shi juga sama tapi mereka tertahan.
"Kenapa kalian semua pergi dengan bersamaan?," tanya Han Ao bingung.
"Tidak ada nona muda disini maka tidak ada yang bisa kami lindungi, kami kesini hanya ingin melindungi nona muda. Dan nona muda telah pergi, kami juga akan pergi mungkin nanti bila nona muda kembali ke perguruan ini, maka kami juga akan kembali kesini," jawab Dao mewakili.
"APA??!!!," seru Ang Bo kaget.
"Jadi kalian adalah anak buah Yue?!," sambungnya.
"Ya," jawab mereka serentak.
"Huh... apa kalian tidak bisa tetap disini?," tanya Tianchai.
"Kami juga punya tugas lain diluar sana," jawab Von tetap sopan.
Dengan sangat terpaksa para guru membiarkan Lu shi dkk pergi, kini Yue/Nala sudah melewati portal antar dimensi, mereka langsung disambut hangat oleh anggota TBB padahal mereka hanya pergi 3 hari.
Bersambung....
~oOo~
Maap kemaren ga up🙏
__ADS_1
Langsung up 2 deh