
Nala dan Leon kembali dari kota B, 1 minggu kemudian, entah ada masalah apa Nala dan Leon hanya saling diam sepanjang perjalanan.
~oOo~
Maksudnya yang di atas itu 1 minggu setelah Feter pulang ke markas.
Setelah Nala tau tentang kontrak itu, hubungannya dengan Leon merenggang, Leon bahkan kewalahan menghadapi sikapnya, keesokkan paginya Nala dan Leon memutuskan untuk datang secara terang²an ke markas TAC, tak lupa mereka menggunakan topeng khusus yang sama seperti di markas.
Di markas TAC
"Siapa kalian?!," tanya salah satu anggota TAC garang, saat Nala dan Leon baru sampai ke halaman depan.
"Kalian tak tau siapa kami?," tanya Nala balik dengan nada datar+dingin.
"Panggil Kei dan Lani," suruh Nala pada mereka tanpa melupakan nada datar+dinginnya.
Kei dan Lani atau Kakashi dan Yi Fan datang ke halaman depan dengan cepat, saat mereka melihat Nala dan Leon mereka langsung berlutut dengan bertumpu satu kaki di hadapan Nala dan Leon.
"Selamat datang, nona Phoenix dan tuan Lion," sapa Kakashi dan Yi Fan bersamaan dalam posisi yang sama juga.
"Ap apa? mereka berdua adalah bos besar? maafkan kami bos," ujar semua anggota TAC sambil berlutut juga.
"Hem," dehem Nala dan Leon bersamaan.
"Silahkan masuk dan melihat lihat, nona Phoenix dan tuan Lion," ujar Yi Fan ramah dan sopan.
Nala dan Leon masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu lantai 1, mereka di kelilingi anggota TAC yang jumlahnya ±10 orang mereka duduk bersebelahan sedangkan Yi Fan dan Kakashi duduk di sofa seberang.
"........."
Hening, tak ada yang berani bicara di ruangan itu kecuali bunyi detik jam.
"Jumlah anggota disini hanya 10 orang?," tanya Leon setelah hening.
"Benar, tuan Lion," jawab Yi Fan sopan.
Drrrrtt.. drrrtt.. drrtt
Ponsel Nala bergetar, Nala berdiri dan keluar untuk menerima telpon, sedangkan Leon terlihat frustasi dengan sikap Nala, dia mengacak rambutnya dan rasa bersalah kembali menyerang nya.
"Apa yang terjadi, tuan muda?," tanya Kakashi agak cemas melihat Leon yang frustasi.
"Aku melakukan kesalahan fatal, dia marah besar padaku, ahh.. persetan dengan orang itu," jawab Leon frustasi yang terdengar seperti gumaman, Kakashi dan Yi Fan mengernyit heran lalu saling berpandangan.
"Anda ingin saya membantu dengan membujuk nona?," tawar Yi Fan hati².
"Tidak, tidak usah. Aku tau kesalahanku, biarkan dulu," tukas Leon cepat, dia tak ingin masalahnya dengan Nala bertambah runyam.
Sementara itu
Nala mengangkat telepon di halaman.
Di telpon
Nala : "Ada apa?"
Lyra : "Feter ga pulang semaleman cong!"
Nala : "Njerr, jan canda"
Lyra : "Ku ga becanda cok! asli! dia ga pulang²! belom lagi di sini lagi ujan! (teriak)"
Nala : "Gosah teriak juga nyed! kuping gue sakit tau ga!"
Lyra : "Iya² maap, pokoknya lo harus cepet² pulang ke markas!"
Nala : "Nyantuy dong, urusan gue belom kelar"
Lyra : "Sabodo ah! lo pulang sekarang!"
Nala : "Lu gila ya?! dari tempat gue ke markas jauh cok!"
Lyra : "Ya udah si, pokoknya kalo sampe si Feter ga balik, kita cari kalo perlu sampe ke ujung dunia"
Nala : "Dunia ga berujung, pe a"
Lyra : "Bodo amat! bye!"
Tuut.. tuut.. tuut..
"Cih, dimatiin gitu aja, monyed sial*n," gerutu Nala kesal.
Nala mendengar tawaran Yi Fan ke Leon dari pintu masuk, dia juga mendengar jawaban Leon atas tawaran Yi Fan.
'Bagus kalo kamu tau kesalahanmu sendiri, apa aku keterlaluan mendiamkan Leon seperti ini? huh.. salah dia sendiri lah,' batin Nala.
Ponsel Nala kembali berdering, dari nomor tak dikenal, Nala menjauh beberapa meter dari pintu masuk untuk menerima telpon.
Di telpon again
Nala : "Hallo, siapa ini?"
Nomor tak dikenal : "Besok kau tak bisa datang kan?"
Nala : "Iya, maafkan aku"
Nomor tak dikenal : "Tak apa, kita masih bisa bertemu"
Nala : "Apa aku salah?"
Nomor tak dikenal : "Apa?"
Nala : "Apa aku salah mendiamkan dia seperti ini?"
Nomor tak dikenal : "Tidak juga, tapi kau seharusnya paham kalau kakek sangat menyayangimu"
__ADS_1
Nala : "Seperti saat ini?"
Nomor tak dikenal : "Kau tau kan kakek sangat posesif? bahkan saat kau di Prancis pun masih di awasi jadi wajarlah kalo kakek kaya gitu, kamu juga tau kan meskipun kakek terlihat acuh tapi sebenarnya kakek yang paling posesif di keluarga kita"
Nala : "Tapi.."
Nomor tak dikenal : "Dengerin aku, dari awal kamu pindah ke Indonesia udah di awasi dari jauh, kakek rela bayar ratusan juta demi ngawasin kamu"
Nala : "Masa sih?"
Nomor tak dikenal : "Terserah mau percaya ato engga, kamu kan belum lama di tinggal sama sahabat² kamu, kakek khawatir kamu bakal macem², jadi karna itu kakek pake kontrak dengan mereka, jangan marah lagi"
Nala : "Iya deh iya, tapi aku mau ngetes mereka dulu gapapa kan"
Nomor tak dikenal : "Terserah deh, aku ikut aja, udah dulu ya, bye"
Nala : "Bye"
Tuut... tuut.. tuut..
Setelah telpon terputus, Nala langsung menghapus segala yang berhubungan dengan nomor tak dikenal itu, Nala kambali pergi ke ruang tempat Leon dan yang lain berkumpul, dari jauh Nala bisa mendengar Leon yang mengobrol pada beberapa anggota TAC, Nala masuk tanpa disadari mereka, Leon dikelilingi beberapa anggota TAC yang perempuan sedangkan cowo²nya masih tak bergeming di tempat mereka berdiri.
Tiba² saja Nala merasa tak suka melihat Leon dikelilingi seperti itu, Kakashi dan Yi Fan sudah menyadari keberadaan Nala, Nala menyuruh mereka diam dan tak memberitahukan Leon.
"Tuan Lion, anda punya masalah apa dengan nona Phoenix?," tanya salah satu diantara mereka.
"Privacy, kalian tak perlu tau," jawab Leon datar.
"Hem, tuan Lion bukalah topeng anda," ujar yang lainnya dengan nada manja.
"Untuk apa?," tanya Leon.
'Ya ampun anak ini ogeb apa ogeb sih? pake tanya² lagi,' batin Nala gemas.
"Ingin tau saja, memangnya tak boleh ya?," tanya balik yang lain dengan nada yang tak kalah manja.
Greb...
"Kalo ga boleh kenapa?," tantang Nala, dia memeluk leher Leon dari belakang sofa.
'Skak mat!,' batin Nala senang.
Nala menyeringai senang, dia berhasil membuat cewe² itu terdiam dan membeku di tempat, rekannya yang cowo² malah sudah terkekeh kecil sejak Nala mendekati sofa tempat Leon duduk.
"Nix? sejak kapan kamu ada disini?," tanya Leon menutupi kegugupannya dengan mengelus tangan halus Nala yang tersingkap dengan ibu jarinya.
"Sejak mereka bertanya tentang masalahmu denganku," jawab Nala santai lalu melepaskan pelukan nya, Nala beranjak duduk di antara Kakashi dan Yi Fan dengan seringaian kemenangan tentunya.
"Maaf, nona," ujar mereka merasa bersalah.
"Untuk apa minta maaf? Lion juga tidak memiliki pacar kok, kalau kalian mau ya terserah," balas Nala, dia meminum teh hijau yang memang telah disiapkan Yi Fan.
"Bukankah nona Phoenix dan tuan Lion berpacaran?," tanya salah satu cewe itu dengan polosnya.
"Uhuk... ha? kau bilang apa?," tanya Nala hampir tersedak.
"A, ah sudahlah," ujar Nala yang tak bisa berkutik.
"Puft.. kini kau yang kena skak," balas Leon sambil menahan tawa.
"Sudah², Lani aku pinjam tabletmu," ujar Nala, Yi Fan menurut lalu Nala mulai mengotak-atik layar tablet itu.
"Kau mau apa?," tanya Leon heran.
"Fox ga pulang semaleman, aku mau lacak dia dari pelacak yang kupasangkan di tubuhnya tanpa sepengetahuannya," jawab Nala.
"Oh.. kenapa ga coba retas satelit aja kan lebih gampang," usul Leon, semua anggota TAC kecuali Kakashi dan Yi Fan tercengang mendengarnya, WTF! satelit woi! satelit!.
"Kau mau aku jadi buronan NASA ya?," tanya Nala sinis.
"Bukannya kamu memang buronan gara² TBB dan TAC?," balas Leon tak kalah sinis.
"Iya sih, tapi ntar aja lah. Pengennya aku tuh ngeretas area 51, tau kan?," ujar Nala santai.
"Nona akan meretas area 51? bukankah keamanan disana jauh lebih kuat dari NASA?," tanya cewe di sebelah kanan Leon.
"Sistem keamanan di TBB jauh lebih kuat dari pada di NASA atau area 51, karna semua anggota TBB bisa dalam bidang IT, dan lagi TBB dilindungi dengan baik," jawab Leon tersirat rasa bangga di suaranya.
"Light Protector," balas Kakashi dan Yi Fan bersamaan.
"Extra Light Protector," sahut Nala dan Leon bersamaan.
"Apa itu?," tanya para anggota TAC penasaran.
"Salah satu sistem keamanan di TBB," jawab Leon santai sambil meminum minumannya.
"Ketemu!," seru Nala tiba².
"Dia dimana?," tanya Leon.
"Markas Thunder."
"Ngapain? main? bukan gaya dia main sendiri."
"Aku tau, dia lagi sama orang lain."
"Anggota?."
"Bukan."
"Bantai?."
"Iya."
"Maaf, maksudnya apa ya?," tanya salah satu anggota TAC yang berdiri tak jauh dari sofa tempat mereka duduk.
__ADS_1
"Fox, ngebantai anak Thunder sama orang lain, cuma berdua sama orang yang bukan anggota lagi."
"Wow..," gumam salah satu diantara mereka kagum.
Nala merasa ada yang aneh diantara Kakashi dan Yi Fan, pasalnya Yi Fan yang paling sering cek cok sama Kakashi, dan Yi Fan juga yang paling sering berkicau.
"Kalian berdua ada masalah?," tanya Nala tiba² membuat arah pandangan semua orang tertuju pada Kakashi dan Yi Fan, Nala bahkan tak menoleh melihat ekspresi Yi Fan dan Kakashi.
"Jawab!," tegas Nala.
"Iya, nona. Kami sepertinya terlibat suatu masalah," jawab Yi Fan perlahan karna takut Nala marah.
"Masalah percintaan dalam pekerjaan mungkin," pengakuan Yi Fan sukses membuat Nala menghentikan aktifitas nya.
"Kalian serius?," tanya Nala tanpa menoleh tapi wajahnya tampak serius.
"Entahlah, nona. Aku bahkan masih belum yakin," jawab Kakashi agak takut.
"Tidak masalah bagiku, kalian semua dengarkan aku! kalian boleh terlibat drama percintaan dalam pekerjaan dengan syarat peforma kalian tidak boleh menurun, bahkan jika itu malah membuat kalian bekerja semakin bagus itu tidak masalah," jelas Nala dengan suara tenang yang dapat di dengar semua orang di ruangan itu, dia menyesap sedikit teh hijaunya.
"Tapi jika malah merugikan, kalian akan tau apa yang kulakukan," sambungnya dengan sedikit aura menindas.
Crak.. prang...
Walaupun matanya terpejam tapi tangan Nala benar² membuat cangkir teh di tangan kanannya pecah, hal itu membuat atmosfer di ruangan semakin mengerikan, para anggota TAC sudah gemetar sembari menundukkan kepalanya takut, Leon masih santai karna aura yang dikeluarkan Nala hanya sedikit mempengaruhi Leon.
Pecahan kaca di tangan Nala menggores tangan putih halusnya, walau tak dalam tapi tetap mengeluarkan darah sekitar 1 cangkir mungkin, Leon hanya bisa menghela napas maklum, semua orang di ruangan itu bahkan takut bergerak sedikit saja karna aura menindas Nala yang pekat padahal hanya sedikit.
Leon mengambil kotak P3K di bawah meja dan mulai mengobati luka di tangan Nala, dengan telaten dia mengobati dan membalut luka dengan perban.
"Sekarang kalian sudah mengerti bukan?," tanya Nala dengan suara tenang, tangannya masih di obati Leon.
"Sudah, nona," jawab mereka takut dan masih menundukkan kepala.
"Hydra!," panggil Nala dengan nada biasa tapi mereka masih belum mau mendongakkan kepala mereka.
"Ya, nona," jawab Hydra/Ryuki, dia sudah berada di sebelah sofa Leon.
"Kudengar kau yang paling kuat disini, bagaimana jika kau dan teman²mu berlatih dengan melawan Lion?," tawar Nala, dia menarik tangannya yang sudah diperban.
"Em... apa itu boleh?," tanya Hydra ragu, Nala menatap Leon, Leon hanya menaikkan sebelah alisnya lalu mengangguk.
"Aku sih tak masalah," jawab Leon akhirnya.
"Baiklah, ijinkan kami bersiap," ujar Hydra sopan lalu semua anggota TAC pergi ke suatu ruangan untuk bersiap.
"Untuk kalian berdua, lawan aku di halaman," perintah Nala final, Yi Fan dan Kakashi mengangguk.
"Sepertinya sekarang kau sudah ditakuti oleh mereka," ujar Leon sambil meminum minumannya dengan pungung bersandar di sofa, posisi santai.
"Biarkan saja, kau juga belum kumaafkan," balas Nala membuat Leon terkejut dan frustasi lagi.
"Masih belum ya? ya sudah lah," ujar Leon dengan wajah murung.
'Ya ampun... Leonardo imut sekali saat seperti itu, rasanya ingin kucubit kedua pipinya itu, sungguh menggemaskan,' batin Nala gemas sekali.
"Sudahlah, ayo ke halaman," ajak Nala berhasil menepis rasa gemasnya.
Tak berapa lama Yi Fan dan Kakashi datang bersama anggota TAC.
"Siapa yang mau berlatih lebih dulu?," tanya Nala, tak ada menjawab.
"Huh... Kei, Lani. Kalian melawanku sekarang, sisanya boleh mengamati dari samping," ujar Nala lalu mereka menurut bahkan Leon juga mengamati.
Yi Fan dan Kakashi mengeluarkan semua kemampuan mereka, sedangkan Nala bahkan masih sempat memakan permen lolipop sesaat sebelum pertarungan dimulai.
"Wah... Kei dan Lani mengeluarkan semua kemampuan mereka, apa nona bisa melawannya?," tanya salah satu anggota TAC.
"Sebaiknya kalian perhatikan baik² apa yang akan dilakukan Phoenix," tegur Leon tanpa menoleh.
Walaupun Yi Fan dan Kakashi mengeluarkan semua kemampuannya tetap saja Nala menang dalam beberapa menit saja, saat mereka berdua menyerang bersama Nala hanya menggunakan kedua telapak tangannya lalu Yi Fan dan Kakashi terpental ke belakang, selanjutnya Nala menampar mereka dengan 1 tangan sampai mereka berdarah, semua anggota TAC tercengang melihatnya.
Mereka kagum, takut, bingung, penasaran sekuat apa sih Nala itu, dan Leon hanya terkekeh kecil melihatnya, saat giliran anggota TAC yang melawan Leon, Leon hanya menggunakan 1 tangannya untuk menaklukkan mereka dan mereka pun terpental hingga ada yang muntah darah.
"Kenapa kemampuan kalian tidak meningkat?," tanya Nala datar saat melihat Yi Fan dan Kakashi terkapar di tanah.
"Kami kurang berlatih, nona," jawab Kakashi sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
"Hydra!," panggil Nala, Hydra/Ryuki langsung mendekati Nala walaupun tubuhnya babak belur.
"Kulihat jiwa kepemimpinan dalam dirimu, kau yang paling kuat diantara yang lain. Mulai hari ini kau adalah ketua disini, kau dan teman²mu harus mengurus TAC dengan baik, berlatih lah hingga kuat, setelah 2 minggu datanglah ke markas pusat TBB di kota C. Kau akan berlatih disana selama 3 bulan, bawa semua temanmu, jika ingin 10 orang terbaik maka aku harus melatih kalian hingga kalian benar² siap, mengerti?," jelas Nala datar.
"Mengerti, nona," jawab mereka serentak.
"Lani, apa ada pakaian bersih disini? aku ingin mengganti pakaian, selama beberapa hari kedepan aku dan Lion akan tinggal disini," tegas Nala.
"Ga jadi pulang?," tanga Leon dengan kedua tangan dilipat di depan dada.
"Ga usah, Fox itu kuat dan berwaspada, aku percaya dia takkan melakukan hal yang merugikan," jawab Nala datar.
Nala memasuki ruang ganti di lantai 1 untuk berganti pakaian, entah kenapa Yi Fan malah memberikan pakaian jepang kuno ke Nala, dan aksesoris yang senada dengan pakaiannya.
'Yi Fan sial*n, ngapain juga dia ngasih aku baju ini? dia pikir aku akan bermain cosplay ya? awas saja nanti, tapi apa boleh buat ku pakai sajalah,' batin Nala.
Beberapa menit kemudian Nala sudah mengenakan pakaian yang diberikan Yi Fan.
Bersambung....
~oOo~
Sorry Kalo Alur Ceritanya Membingungkan, Tapi Inilah Kisah Nala
Mohon Dimaafkan Karna Lagi Bulan Ramadan Jadi Harus Saling Memaafkan
Thanks Buat Para Readers Dan Yang Lain
__ADS_1
Next Eps! Bye...