
"Hm...," gumam Nala.
Tak berapa lama mereka pun makan bersama.
~oOo~
1 bulan kemudian
Nala, Vier, Lyra, Karina, Arya, Leon, Dika dan Feter sudah pindah ke rumah di jalan Manggis no 20, rumah lantai 2 itu ga terlalu mewah tapi minimalis, luas dan nyaman.
Kamar Nala ada di atas yang ada balkonnya pasti, kamar ciwi² ada di atas dan cowo² ada di bawah, ruang kerja Nala ada di atas cuma pake sekat doang sama kamar Nala.
Kamar Nala
Ruang kerja Nala di sini dan kamarnya di balik sekat itu.
"Hah... akhirnya selesai," gumam Nala, dia bekerja sampai larut malam lagi.
"Em.. seminggu lagi tanggal 16 November, ultahnya Leon. Aku juga masih diem in dia," pikir Nala.
"Kukasih hadiah apa ya?," tanyanya sembari memutar kursi kerjanya, mata Nala tiba² tertuju pada jam tangan Leon yang tertinggal di mobil dan sekarang ada di mejanya.
"Ah! ku upgrade aja jam tangannya, semoga dia suka," ujar Nala.
Malam itu Nala meng upgrade jam tangan Leon sampai pagi.
"Sya, Nesya!," panggil Lyra dari balik pintu sambil menggedor pintu pastinya.
Mereka sepakat untuk memanggil Nala menggunakan nama Nesya, Nala juga mendiamkan Feter, Dika dan Arya tapi cuma sebentar abis itu baek lagi, beda sama Leon yang emang lagi Nala kerjain/jailin.
"Emh... Lyra?," tanya Nala dari balik pintu, coba sekarang dia lagi ngapain? dia masih ngerjain jam tangan Leon.
"Ho'oh ini gue kenapa? kaget? bomat ah!lo turun woy! dah jam berapa nih?," tanya Lyra beruntun.
"Hah?! anjirr.... gue hampir telat!," serunya dari dalam kamar.
"Baru juga jam 6," balas Lyra.
"Hah... au ah gelap, ntar gue nyusul ke bawah ra, lo turun duluan aja," seru Nala dari dalam kamar.
"Ok," jawab Lyra.
Nala bergegas mandi dan mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah, setelah berpakaian Nala turun ke bawah buat sarapan bareng yang lain.
"Selamat pagi, nona," sapa bi Maya.
Bi Maya dan pak Dicky sudah menikah dan kini tinggal seberang rumah Nala dkk, mereka sesekali datang ke markas untuk mengecek TBB.
"Pagi juga, bi," balas Nala sembari menuruni tangga.
Pagi itu semua orang sedang menunggu sarapan di ruang makan, mereka saling bercanda satu sama lain, kalau mau makan emang gitu tanpa ada gadget jadi mereka bisa berinteraksi lebih leluasa.
"Ayo dimakan," ajak bi Maya setelah menghidangkan makanan.
"Bibi dan pak Dicky ikut makan bersama seperti biasa," ajak Karina sambil tersenyum.
"Terima kasih, nona," jawab pak Dicky agak sungkan.
Mereka makan bersama seperti biasa dan Nala mengacuhkan Leon seperti biasa, Leon juga masih mencoba berbaikkan dengan Nala, Karina sekolah di tempat lain dan ga mau pindah katanya, karna ada kakel gans eaa.
Di sekolah
"Morning semuanya!," seru Lyra di pagi hari saat masuk kelas.
"Brisik lu, kuping gue lama² budek nih," balas Satya.
"Bac*t lu, sirik mulu," balas Lyra.
"Klean berantem lagi? ga bosen yak?," tanya Vyone sambil duduk di sebelah Nala/Nesya.
"Tau tuh, ribut mulu setiap ketemu, ntar lama² sayang loh," ejek Nesya.
"Hah?! najis gue sama dia!," ujar Lyra dan Satya bersamaan.
Begitulah kehidupan biasa mereka, Lydia dkk masih saja sirik pada Nesya/Nala dkk, yang paling membingungkan adalah Feter dan Vyone, mereka makin deket, entah siapa yang lebih dulu mendekati jadilah seperti itu.
"Feter, kalo lo serius sama Vyone, pengen sahabatan sama dia atau lebih dari sekedar sahabat, sebaiknya lo kasih tau rahasia lo karna kalo dia tau yang sebenarnya bisa² lo kaya gue, Nala udah marah besar ke gue dan lo tau kan apa yang terjadi selanjutnya," tegur Leon suatu hari, di dalem rumah pastinya ga mungkin di sekolah.
Seminggu kemudian
Hari ini tanggal 16 November, ultah Leon, ultah Leon dirayakan pada malam pergantian hari, tak lupa Nala juga ikut tapi hanya menonton saja dan mengucapkan selamat ulang tahun, itu membuat Leon murung tapi berhasil di tutupinya dengan baik.
Di kantin sekolah****
Brak!
Ada yang menggebrak meja tapi bukan meja Nesya dkk melainkan meja Lydia dkk.
'Eh eh itu kakel kan?'
'Iya tapi kakel kelas berapa? kok gue ga pernah liat'
'Oh dia itu kakaknya anak yang Lydia dkk bully kemaren'
'Ahahaha... mamp*s lo pada'
Begitulah ocehan² anak² di sekolah Nesya/Nala yang melihat Lydia dkk di labrak kakel.
"Puft... si Lydia dkk di labrak woy!, wkwk. Ngakak," ejek Lyra dengan suara kecil.
Leon sedang membawa minuman di tangannya dan salah satu kakel yang ngelabrak Lydia dkk nabrak Leon sampe minuman yang Leon bawa jatuh, mengenai sedikit pakaian kakel cewe itu.
"Woi! kalo jalan tuh liat² dong! basah kan baju gu....e," dia meneruskan kata²nya dengan agak terbata.
Si kakel itu membeku lebih tepatnya terpana melihat wajah Leon yang begitu tampan.
"Lo yang nabrak kenapa salahin gue?," tanya Leon dingin, Nesya tak senang melihat hal itu.
"So-sorry gue kan ga tau, eh nama lo siapa?," tanyanya dengan senyum merekah.
"Apa itu penting?," tanya balik Leon dingin.
"Ya penting lah buat gue," jawabnya manja.
"Tapi bagi saya itu tidak penting," balas Leon dingin sambil pergi.
"Ra, lo bayar kerugian gelas itu," perintah Nesya sambil beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Nesya menyusul Leon yang memang belum jauh dari kantin, Nesya menarik tangan Leon ke rooftop.
"Kenapa kau membawaku kesini?," tanya Leon hangat.
"Kemarilah," suruh Nesya.
Leon mendekati Nesya yang berdiri 2 meter darinya, saat Leon sudah dekat Nesya berbalik menatap Leon, Leon jelas kaget dengan apa yang dilakukan Nesya.
"Ada apa?," tanya Leon bingung, Nesya merogoh sakunya lalu mengambil sesuatu, dia menunjukkannya pada Leon.
"Itu..."
"Happy Birthday, Leonardo," ucap Nesya sambil tersenyum manis sambil menggenggam jam tangan modifikasi nya di tangan kanan.
"Ha?," Leon bingung, kaget, tak percaya.
"Maafkan aku ya, aku hanya mengetesmu saja, permainan yang melelahkan bukan?," ujar Nesya tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.
"Jadi selama ini kau...," kata² Leon yang terbata membuat senyum Nesya hilang.
"Kini giliranmu yang marah, maaf," ucap Nesya tulus sambil agak cemberut.
Hening sejenak sebelum Leon memeluk Nesya erat, sangat erat.
"Aku benar² minta maaf soal itu," ucap Leon tulus sambil memeluk Nesya erat.
"Hem... aku tau, aku tau kamu menyesal, aku juga tau seberapa posesifnya kakek," balas Nala sambil membalas pelukan Leon juga.
"Aku merindukanmu, rindu bicara seperti ini denganmu, rindu bisa bermain lagi...," ujar Nesya sambil tersenyum.
"Dan aku juga rindu kehangatan pelukanmu ini," lanjutnya sambil berbisik dan hanya Leon yang mendengarnya.
"Aduh duh duh, jangan keras² juga kali sesek nih," ucap Nesya agak bercanda.
"Ah kau ini, bukannya kau punya kemampuan melebihi batas normal," balas Leon tanpa melepas pelukannya tapi dia memberi jarak supaya bisa saling melihat.
"Memangnya kita orang normal?," tanya Nesya balik.
"Kembali lagi ke kejadian di lift," jawab Leon lalu mulai menggelitiki Nesya hingga jatuh dan Leon menindihnya.
"Hahahaha.... ok ok, hentikan! aduh perutku sakit," ucapan Nesya membuat Leon menghentikan aksinya dan berbaring di sebelah Nesya.
"Kau senang?," tanya Nesya sambil menatap langit biru yang tak terlalu terik dan cerah, mataharinya pun tertutup awan.
"Senang, sangat senang," jawab Leon sembari memejamkan mata, merasakan angin sepoi² yang menerjang.
Nesya beranjak menindih dan berbaring di atas tubuh Leon, dengan posisi mereka sekarang membuat jiwa kejombloan Author meronta ronta😥.
"Leon," panggil Nesya sembari berbaring di dada hangat Leon.
"Hm?," jawab Leon sambil mengelus rambut panjang Nesya.
"Maap nih ya, aku cuma ngasih jam tangan modifikasi aja soalnya aku bingung mau ngasih apa ke kamu," pengakuan Nesya membuat Leon tersenyum.
"Ga masalah kok, tenang aja," balas Leon.
Hubungan mereka yang semula renggang dan dingin menjadi hangat dan dekat kembali, tanpa mereka sadari kalau Arya, Feter, Dika, Lyra, Vier dan Vyone mendengarkan dari luar, kenapa Vyone ikut? karna dia ternyata udah tau kalo Fox adalah Feter dan teman²nya adalah bos mafia tempatnya bernaung.
"Hoam.. aku ngantuk, kamu tau? aku ngerjain jam tangan itu sampe hampir ga tidur tau," celetuk Nesya membuat Leon makin senang.
"Makasih, aku seneng banget hari ini," balas Leon.
Cklek brak
"Ganggu aja kalian," balas Leon sambil tetap memeluk Nesya.
"Hmm... nye nye nye, bahagia ga ngajak²," sahut Lyra yang datang juga diikuti yang lain.
"Vyone?," tanya Leon heran.
"Gue dah tau semuannya, santay aja kali. Gue juga bakal ngasih tau siapapun," jawab Vyone santay.
Mereka berkumpul di rooftop bersama dan menikmati cuaca hari itu, tanpa sadar Nesya tertidur pulas di pelukan Leon, begitu pula Leon dan yang lain.
"Hoamm...," ujar Vyone yang baru bangun.
"Eh? dah jam brapa ini?," tanyanya pada diri sendiri lalu melihat jam tangannya.
"Anjayyyy!!!! udah jam pulang! woy! bangun coy! dah jam pulang nih!," seru Vyone membangunkan mereka semua.
"Ha? masa iya?," tanya Arya tak percaya lalu melihat jam tangannya.
"Anj*ng! kita ketiduran sampe jam pulang!!," seru Arya kaget.
"Njer... santay aja kali," balas Nesya sambil duduk tapi tetap di pangkuan Leon.
"Tau nih, santuy bro," sahut Dika yang masih belum kekumpul nyawa.
"Pulang yok, kita bikin pesta kecil²an buat Leon," ajak Nesya yang sudah berdiri tegap.
"Alah... pesta kecil²an tapi makanannya banyak bat," celetuk Lyra.
"Lah kok tempe?," tanya Nesya becanda.
"Tahu, pe a," jawab yang lain kecuali Leon bersamaan.
"Ya itulah, kuy pergi, lo ikut juga Vyon," ajak Nesya.
"Hm... tapi,"
"Masalah baju mah gampang, gue bisa ngurus hal itu, lo ikut kita ya ya ya, boleh ya pliss," rengek Lyra.
"Em.. ya udah deh," jawab Vyone akhirnya.
SKIP
Mereka pulang ke rumah untuk merayakan ultah Leon, tapi sebelum pesta, mereka berbelanja dulu di supermarket terbesar di kota C.
Mereka belanja banyak sekali, pada malam harinya semua orang di rumah itu berpesta termasuk Karina, sampai pukul 10 malam, Nala mendapat telpon dari Mei, ketua divisi IT dan sekretaris pribadi Nala.
Di telpon
Mei : Hallo, nona
Nala : Ada apa?
Mei : Gawat! info rumah nona bocor!
Nala : Apa?!! kok bisa?!
Mei : Entahlah, nona tapi untung ga semuanya
__ADS_1
Nala : Apa aja yang bocor?
Mei : Cuma nama jalan rayanya doang, tapi mereka pasti tau di salah satu rumah ada nona dan yang lain
Nala : Hm... bocornya ke siapa?
Mei : Markas pusat Thunder
Nala : Hah?! kok bisa gitu?!!
Mei : Tadi ada hacker yang nyoba nerobos masuk trus dia kuat, lebih kuat dariku, untung aja ada virus komputer nona. Kalo engga udah kebobolan kita.
Nala : Kirim semua yang berhubungan sama si hacker itu, kita liat siapa sih orang yang berani nerobos rumahku
Mei : Ok, nona. Kukirim ke laptop nona sekarang
Nala : Ok, bye.
Mei : Bye~ nona
Tuut tuut tuut
"Leon!," panggil Nala sambil mendekati Leon.
"Ada apa?," tanya Leon.
"Aku... mau ke atas dulu ya, nikmatin aja pestanya," jawab Nala lalu berbisik di telinga Leon.
"Habis pesta cepat temui aku," bisik Nala.
Nala pamit karna sudah mengantuk, dengan langkah gontai yang dibuat buat Nala naik ke atas, ke kamarnya.
Setelah berganti pakaian, Nala langsung ke tempat yang biasa dia pakai untuk bekerja, Nala dengan lihainya melacak hacker yang berani meretas markasnya.
"Aha! kena kau!," gumam Nala senang.
Sambungan video dari... nomor tak dikenal, Nala buru² menggunakan topeng nya dan menjawab VC menggunakan laptop itu.
Di VC sudah menampilkan foto seorang laki² berambut putih alami dan seumuran dengan Nala.
.... : Hallo apa anda nona Phoenix?
Nala : Ya, saya adalah Phoenix, langsung ke intinya saja, apa tujuan anda mencoba menerobos keamanan TBB?
..... : Wah anda benar² berkompeten ya, sebelumnya saya perkenalkan diri dulu, nama saya White, Excer White
Nala : Tujuan anda? (dingin)
White : Baiklah, saya memang mencoba untuk meretas keamanan TBB
Nala : ..... (nyimak)
White : Saya punya 2 tujuan, yang pertama adalah melaksanakan misi dari bos besar Thunder yang sudah tidak menjadi atasan saya.
White : Yang kedua adalah saya ingin mendapat perhatian anda
Nala : Untuk apa?
White : Saya ingin bergabung dengan TBB
Nala : Kenapa? (dingin)
White : Kemampuan anggota TBB benar² hebat, saya ingin bergabung karna bidang IT TBB benar² kuat, bahkan saya membutuhkan lebih dari 5 jam untuk meretas markas TBB
Nala : Keamanan di markas masih terbilang lemah
White : Lemah? jelas sekali keamanan TBB sangat kuat bahkan lebih kuat dari NASA
Nala : Bagi saya itu masih terbilang lemah
White : Baiklah😢, saya ingin bergabung dengan TBB
Nala : Bersumpah setia atas nama tuhan YME
White : Saya Excer White bersumpah demi tuhan, saya akan bergabung dengan TBB jika saya berkhianat maka semua bagian tubuh saya akan lenyap tersambar petir
Nala : (senyum tipis)
Nala : Bagus, anda bisa bergabung ke dalam TBB, saya akan memasukkan anda ke dalam divisi IT
White : (mengangguk)
Nala : BTW... anda tidak mau menyingkirkan kecoa² itu?
White : (kaget karna Nala udah tau kalo dirinya di intai dari tadi)
Nala : Hubungi saya jika ada perlu, jangan pernah lacak ponsel saya ataupun alat elektronik lain yang saya gunakan, kecuali ada hal mendesak (sedikit aura menekan dan semua orang di ruangan White merinding)
Pats...
Sambungan di matikan, Nala masih mengotak-atik laptopnya sampai pintu kamarnya di ketuk perlahan, setelah membiarkan orang yang mengetuk pintu masuk, Nala memastikan jika tak ada yang mengintip.
"Ada masalah apa?," tanya si cowo yang tak lain adalah Leon sambil duduk di sofa.
"Data ada yang bocor," jawab Nala santai setelah memastikan sekitarnya aman.
"Lalu?," tanya Leon.
"Pesta sudah berakhir bukan?."
"Iya, sudah," jawab sambil ngangguk.
"Lalu apa masalahnya?," tanya Leon setelah Nala duduk di sebelah Leon.
Bersambung...
~oOo~
Hm... makin nempel mank!
Lanjottt lah ya...
Like
Comment
Klik tombol favorite
Vote
Share ke temen² yang lain
__ADS_1
BTW makasih buat yang udah sharing ke temen² yang lain
Next eps! bye...