
"Hm....(mikir) ya udah deh," jawab Nala
Nala maju dan bersiap bernyanyi setelah meminta ijin dan ngasih tau lagu apa yang bakal di nyanyiin Nala.
~oOo~
Lily was a little girl
Afraid of the big wide world
She grew up within her castle walls
Now and then she tried to run
And then on the night with the setting sun
She went in the woods away
So afraid, alone
They warned her, don't go there
There's creatures
Who are hiding in the dark
Then something came creeping
It told her, don't you worry just
Follow everywhere I go
Top over the montains of valley low
Give you everything you've been dreaming of
Just let me in, ohh~
Everything you wanting gonna be
The magic story you've been told
And you'll be safe under my control
Just let me in, ohh~ (reff)
Just let me in, ohh~
She knew she was hypnotized
And walking on cold thin ice
Then it broke, and she a wake again
Then she ran, faster then
Start screaming
Is there someone out there?
Please help me, come get me
Behind her, she can her it say
(+Back to reff)
(+Just let me in, ohh~........ ohh-ohh~........ ohh)
Everything you wanting gonna be
The magic story you've been told
And you'll be safe under my control
Just let me in, ohh~
(+Back to reff)
Then she ran faster than
Start screaming
Is there someone out there?
Please help me... just let me in, ohh~
Selesai menyanyikan lagu Lily karya Alan walker, Nala di hadiahi tepuk tangan yang meriah dari penonton yang melihatnya bahkan bupati kota C juga ikut nimbrung, banyak decak kagum karna suara Nala yang begitu merdu.
Nala mendekati Leon yang tersenyum tipis, saat Nala sudah di depan Leon, Leon mencubit hidung Nala lembut, Nala hanya menanggapinya dengan senyum saja.
"Udah dong, sakit tau," gerutu Nala karna Leon mencubit hidungnya terlalu keras.
"Ih.. makin imut aja sih, pen ku makan," celetuk Leon spontan.
Pletak
Leon mendapat jitakan dan pelototan dari Nala, cowo satu ini kalo ngomong mesum minta di tampol.
"Ya udah yok, balik. Kalo masalah mereka palingan lagi jalan² sendiri," ajak Nala.
"Di WA dulu biar ga pada ngambek," ujar Leon.
"Hm..."
Chat grub Konvoi (10 orang)
Nesya keren : Woi! gue sm Leon pegi dl yak
Lyra cans : Mo kemane lu berdua?
Karina imut : Tau nih, ntar kalo gw kenapa² gmn?😢
Nesya keren : Ada Doni, lu g bakal knp² Karin. Trus kalian bisa jaga diri sendiri, bye
(off)
"Dah, yok pergi," ajak Nala.
"Yaudah, ayo," balas Leon.
Nala dan Leon pergi ke suatu tempat meninggalkan teman² mereka di alun² kota C.
~oOo~
Karina dan Dika pov
"Ka," panggil Karina.
"Hm?," tanya Dika sambil menoleh.
"Kita di tinggal sama Nala dan Leon," jawab Karina.
"Hah?! seriusan?!," tanya Dika agak kaget.
__ADS_1
"Ho'oh," jawab Karina acuh.
"Bodo amat dah, serah mereka. Lu mau balik apa mau main?," tanya Dika.
"Main dulu lah, pen main gue," jawab Karina dengan wajah imutnya.
"Imutnya," ujar Dika gemas sambil mencubit pipi Karina.
"Em!! sakit tau," balas Karina cemberut.
"Iya² maap, yok main," ajak Dika.
~oOo~
Doni dan Vier jalan² sendiri sama kaya yang lain, kok berasa kaya nge-date sama pasangan masing² berlima, yawlo Author jomblo dewek😭.
Udah² stop! kita lanjutin ceritanya dan lebih baik di skip aja ya.
~oOo~
6 bulan kemudian
Karina : Ih, cepat amat thor
Lyra : Tau nih Author cepet amat dah 6 bulan
Author : Hilih, bicid😒
Back to story
Ga kerasa udah 6 bulan Arya dan Leon ga sekolah di Indonesia, mereka juga ga sekolah di negara, tempat mereka menjalankan perintah dari ortu masing², entah apa yang dipikirkan 2 anak itu, ck ck ck harap jangan di contoh❎🙅.
Hari ini mereka beraktifitas seperti biasa, cuman hari ini Vyone masuk RS karna kecelakaan, ha?? becanda!? tapi ini serius lho! Vyone di tabrak mobil dan yang nabrak itu anak kelas 6 yang suka sama Vyone tapi di tolak trus belajaran naik mobil ato lebih tepatnya nyolong mobil.
Author : Mobil ko di colong, ****** tuh di colong kaga di marahin😒
Author : Ya iyalah kaga di marahin kan sempaknya sendiri (bisik)
Nesya dkk : 😑
"HEI!! GUYSSSS!!!! GUE ADA BERITA PENTING!!!, TADI GUE LIAT SI FETER SAMA ROI LAGI BAKU HANTAM DI HALAMAN BELAKANG SEKOLAH!!!," seru salah saorang siswi dengan suara cemprengnya.
"Hah?! seriusan lo?!," tanya murid lain ngegaz.
"Iya, gue serius! kalo ga percaya cek aja sendiri," jawab siswi itu sombong.
Akhirnya siswa siswi yang denger berita itu langsung dateng berbondong bondong ke halaman belakang sekolah termasuk Nesya dkk, disana Feter dan Roi saling adu bogem dengan wajah dan tubuh penuh memar, ada beberapa guru yang mencoba melerai tapi Feter jauh lebih brutal dari sebelumnya.
"Nes! lo harus turun tangan!," bisik Lyra.
Nesya mendekat ke arah Feter dan Roi dan mencoba melerai mereka.
"Ugh! stop! kalian bisa berhenti ga sih?!," tanya Nesya sebal setelah bisa memisahkan mereka walau hanya sebentar.
"Lu kenapa Feter?! ga biasanya lo kaya gini!," bentak Nesya pada Feter yang berdiri tegap sedangkan Roi sudah tersungkur di tanah.
"Huh.... huh... dia yang ngelakuin itu, gue mau habisin dia. Jangan halangin gue Nes," jawab Feter datar sambil mengatur napasnya kembali.
"Hah? lu mau bunuh dia disini?," tanya Nesya kini suara dan wajahnya menjadi datar, itu artinya dia ga mau di bantah atau di bohongi.
"....." Feter terdiam, sorot matanya sayu.
"Elo yang bikin Vyone masuk RS?," tanya Nesya setelah berbalik menghadap Roi.
"....." Roi diam karna takut, Nesya berdecak malas lalu berjongkok di depan Roi.
"Gue nanya, elo yang bikin Vyone masuk RS 'kan?," tanya Nesya lagi dengan tatapan mengerikan, Roi masih belum mau jawab karna udah bener² ketakutan.
"Makanya JAWAB!!!," bentak Nesya sambil menarik kerah baju Roi.
"Gu gue ga sengaja, s sumpah!. Gue ga sengaja nabrak dia, s sorry Nes," jawab Roi terbata bata sambil gemetar hebat, Nesya berdiri lalu menatap Roi datar.
Bugh
Nesya menendang tubuh Roi sampai Roi pingsan, Nesya berbalik menghadap Feter yang di penuhi luka lebam.
"Lu ga bisa bunuh ia buat saat ini, bakal ada pertunjukkan yaang lebih mengasikkan lagi. Percaya sama dia, Feteraint," ujar Nesya bijak.
"Hm... sorry, gue kehilangan kendali," balas Feter, dari suara nya dia mulai melemah.
Brugh
Feter limbung dan akhirnya jatuh ke arah Nesya untung Nesya cepat tanggap dan langsung memapah Feter ke UKS, setelah pertarungan itu berakhir Dika baru menghampiri Nesya dan Feter.
"Darimana?," tanya Nesya datar saat berhenti sejenak di depan Dika.
"Hehe... rooftop, biasa lah," jawab Dika cengengesan.
"Kalo gue ga lagi mapah Feter, lu udah babak belur, ka. Mending lo urus Roi aja," balas Nesya sambil kembali memapah Feter.
Semua nurut perkataan Nesya tapi diam² Nadia dan Lydia beserta antek²nya menyusun rencana buat nyingkirin Nesya.
Nesya membawa Feter ke UKS, setelah mengobati luka di tubuh Feter, Nesya di hubungi seseorang yang membuat senyumnya kembali mengembang, siapa lagi kalo bukan Leon.
"📱Hai, Leonardo," ujar Nesya bersemangat sambil menjauh dari tempat Feter berbaring.
"📱Hai, apa kabar?," tanya Leon lembut dengan senyum yang ga bisa Nesya liat.
"📱Baik, kamu sendiri?," tanya Nesya balik.
"📱Baik juga. Aku dengar si Vyone kecelakaan, itu bener?," tanya Leon.
"📱He'em, dan karna itu si Feter malah baku hantam sama Roi," jawab Nesya kesal.
"📱Roi??," tanya Leon ga ngerti.
"📱Orang yang udah nabrak Vyone, kamu ga kangen aku?," tanya Nesya balik sambil pura² ngambek.
"📱Yah, ngambek. Jangan ngambek dong, nanti aku ngobrol sama siapa?," goda Leon.
Bla bla bla
Info : Hari itu lagi ada acara di sekolah Nesya dkk jadinya mereka boleh bawa hp.
Mereka berbincang banyak di telpon sampai Feter terbangun dan Nesya menyadarinya, Nesya memberikan ponsel nya pada Feter lebih tepatnya di speaker biar sama² denger.
SKIP malem
Nala merasa agak kesepian, akhirnya dia nelpon Leon duluan.
"📱Hallo, ada apa? tumben nelpon duluan," ujar Leon basa basi.
"📱Kamu dateng ga ke acara ultahku?," tanya Nala.
"📱Kan masih lama, liat aja nanti," jawab Leon membuat Nala kesal.
"📱Liat aja nanti liat aja nanti, yang bener," rengek Nala.
"📱Mulai deh manjanya," goda Leon.
"📱Ck,"
Bla bla bla
__ADS_1
Mereka mengobrol sampe batre hp lowbat.
~oOo~
Sekitar 2 tahun setelah Leon dan Arya pergi
Dika dan Feter sudah di terima di salah satu SMP favorite di kota C, Nesya dkk sudah naik kelas 6, kehidupan mereka berjalan seperti biasa cuma ada yang kurang, Arya juga udah balik dan 1 SMP sama Dika juga Feter.
Hari ini semua berkumpul di mansion utama keluarga Nero, hari ini tanggal 4 April, umur Nala sudah genap 11 tahun, banyak hadiah di kamar Nala dan Nala memang senang tapi sahabatnya belum lengkap semua jadi ada sedikit rasa sedih, padahal Arya udah ada disana.
"Wah... bagus banget hadiahnya, makasih mama," ujar Nala senang setelah membuka kado pertama, Nala memeluk Rani yang duduk di sebelah kirinya.
"Sama² sayang," balas Rani ikut senang.
"Ada kejutan dari kita semua buat kamu," ujar Arga.
"Apa itu, pa?," tanya Nala dengan wajah polos.
Tiba² kedua mata Nala di tutup sebuah tangan, Nala kaget lalu mencoba menyingkirkan tangan itu dari matanya dan berbalik, betapa terkejutnya dia saat melihat sosok yang di rindukan nya, siapa lagi kalo bukan Leon.
"Leonardo!!," pekik Nala senang.
Saking senangnya Nala sampe lompat dari posisi duduknya cuma buat meluk Leon di belakang nya.
"Wow! santuy, Na," respon Leon saat menangkap Nala yang tiba² memeluknya dari posisi duduk tapi tetap dengan senyum di bibirnya.
Leon mengangkat tubuh Nala sampai Nala benar² berdiri di depan Leon dan ga ngelepas pelukan mereka, Leon mengelus rambut panjang Nala dan menciumi pelipis juga pipi Nala, tapi tetep meluk Nala gaes, Arga, Zelfa, Rani dan Rescha tersenyum penuh arti.
Nala dan Leon duduk bersebelahan di sofa yang Nala duduki sebelumnya, teman² Nala dan Leon mulai berulah.
"Ehem... ohok ohok...," dehem Ica berlebihan.
"Nape lu?," tanya Arya.
"Keselek semen," jawab Ica ngawur.
"Dari tadi kaga ada semen tuh," celetuk Lyra, ogebnya kumat, teman²nya hanya tepok jidat mendengarnya.
"Hahaha... ogebnya kumat," balas Nala sambil tertawa kecil.
Mereka berbincang dan saling bercanda sampai larut malam, Nala pergi ke kamarnya dan melihat kamarnya di penuhi bungkus kado, sebelum membuka kado² itu Nala beranjak mandi dan menggunakan pakaian tidurnya.
Satu per satu kado Nala buka, dia senang dengan pemberian teman²nya, Vyone, Lyra dan Vier memberikan gelang emas couple tapi punya Nala beda karna spesial katanya.
Hadiah dari Vyone, Lyra dan Vier.
Couple punya Lyra
Couple punya Vyone
Couple punya Vier
Anggap aja kek gitu😀
Setelah membuka sebagian besar kado dan meletakkannya di almari/walk in closet, perhatian Nala tertuju pada sebuah kado yang begitu menarik perhatiannya, betapa terkejutnya Nala saat membuka kado itu, pasti kagetlah orang hadiah nya senapan runduk limited edision dengan beberapa modifikasi di sertai teleskopnya.
"Happy birthday adikku sayang," ujar suara berat yang sangat di kenali Nala.
Nala beranjak berdiri setelah meletakkan senapan itu, dia berbalik dan mendapati kakak keduanya berdiri sambil tersenyum dan masih menggunkan pakaian pembunuh bayaran versi dunia persilatan.
"Kakak!," seru Nala senang.
Nala berhambur memeluk Gusion, Gusion langsung membalas pelukan sang adik dan membelai rambutnya lembut, dia sangat senang karna adiknya menyukai kado yang dia berikan.
"Kakak kesini ga sendirian," ujar Gusion membuat Nala melepaskan pelukannya.
"Mungkin ini saatnya kau tau yang sebenarnya," sambungnya sambil menatap manik ungu-biru Nala.
Nala menatap Gusion bingung, apalagi saat Gusion menyingkir lalu Nala melihat seorang gadis seumuran nya yang sangat Nala rindukan, tanpa sadar air mata Nala lolos begitu saja, Nala mulai menangis tanpa suara, gadis itu mendekati Nala dan memeluknya.
"Kenapa... hiks... kenapa aku baru diberitahu... hiks.. kenapa?," tanya Nala menahan isak tangisnya.
"Maaf, aku harus nyembuhin diri dulu. Maaf ya Nala," jawabnya.
"Prime.... hiks....," ujar Nala lalu memeluk gadis yang ternyata adalah Alisha Prime Nagaswara, sahabat Nala yang dikira udah meninggal karna mafia nya di habisi.
Gusion hanya menatap Nala dan Prime dengan tatapan sayang, dia sangat menyayangi kedua adiknya ini, ya... Prime memang sudah di anggap adik oleh Gusion, Prime menenangkan Nala yang menangis di pinggir ranjang, maksudnya mereka duduk di pinggir ranjang.
"Maaf ya," ujar Prime untuk sekian kalinya.
"Em... kenapa ga bilang sih?!," tanya Nala ngegaz sambil menghapus air matanya.
"Maaf, aku harus sembuhin luka ku dulu trus kultivasi," jawab Prime.
"Hah?! kakak bawa Prime ke dimensi lain?!," tanya Nala.
"Daripada kakak tinggalin di sini kan jauh lebih bahaya," jawab Gusion.
"Prime... maaf," ujar Nala lirih.
"Eh eh, kenapa?," tanya Prime bingung dan agak panik.
"A aku ga bisa dateng secepetnya, ak aku ga bisa jagain Sarah ataupun Doni," jawab Nala lirih lalu kembali menangis.
"Heh, kamu tau. Aku udah ketemu Sarah, psikis dia terpukul terlalu keras. Aku, kamu ataupun Doni ga bisa nyembuhin dia lagi," aku Prime murung.
"Trus?," tanya Nala disertai isak tangisnya.
"Aku mutusin buat ikut kak Gu, biar aku jadi kuat dan aku bisa merawat bulan merah," jawab Prime tegas.
"Hm... bulan merah ya, bulan merah buat kamu aja, Prime," balas Nala.
"Ha?? ga! ga bisa! aku cuma mau jadi jendral aja disana. Karna aku... agak ga suka kalo harus ngurus begitu banyak masalah sampe kaya gitu, males," bantah Prime.
"Hahah... kamu ga berubah ya," balas Nala sambil tertawa kecil.
"Oh iya, kamu tau ga. Leon bela²in nyari kita sampe babak belur ke dunia persilatan tau," aku Prime membuat Nala sukses ternganga.
"Leon? serius??," tanya Nala ga percaya.
"He'em," jawab Prime acuh.
"Eh, ini hadiah dari aku. Dibukanya nanti ya, aku sama kak Gu mau pergi dulu, bye... Nala ku sayang," ujar Prime sambil memberikan sebungkus kado lalu mencubit kedua pipi Nala.
"Em... dateng lagi ya," balas Nala sambil tersenyum.
"Iya, bye bye," sahut Prime sambil berlalu pergi diikuti Gusion.
Bersambung....
~oOo~
Maap kalo kebanyakan skip🙏, ntar kelamaan soalnya.
Next eps! see u~😘
__ADS_1