My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Lyra story : Perjanjian


__ADS_3

Ok sesuai perkataan Author di eps sebelumnya, Author bakal nge-shot dulu sahabat Nala yang tak lain adalah Lyra, jadi Author mau cerita ini ga cuma menceritakan tentang Nala doang tapi sahabat²nya juga.


~oOo~


Lyra story


Hari ini tanggal 28 Juli 2018, udah 1 minggu Nesya dkk mengajarkan anak² kelas 7A bela diri, Nesya ngajarin mereka secars cuma² dong, makannya, baju, kendaraan, alat² semua itu dibayarin Nesya, yah walaupun temen²nya Nesya + Author tau hartanya Nesya ga bakal abis kalo cuma gitu doang mah.


Hari ini setelah makan malam, Lyra lagi boring makanya dia ke kolam renang belakang villa, tepatnya kursi panjang di deket kolam renang.


"Hah... boring banget gue," keluh Lyra dengan wajah di tekuk.


Tiba² mata Lyra membulat begitu melihat beberapa ekor semut di lantai, langsung saja dia berteriak dan berdiri di atas kursi karna takut.


Lyra takut lebih tepatnya geli sama semut karna dia pernah liat segerombolan semut di sebuah tempat, dia geli sampai² fobia, kaya Author bedanya Author takut balon meletus sama petir.


"Aaaa!!! hii... geli ih, haduh... gimana nih gue ga bisa ke dalem villa dong," ujar Lyra panik.


"WOYY!! SIAPAPUN!! TOLONGIN GUE!!," teriak Lyra panik.


Di dalam villa


Semua orang sedang berkumpul di ruang tengah, Dika tiba² berdiri dan pergi ke dapur buat minum katanya, jadi letak dapur itu agak deket sama kolam renang belakang villa.


Kebetulan Dika denger Lyra teriak sehingga dia ke belakang buat ngecek dan dia liat Lyra lagi berdiri di atas kursi dan berteriak minta tolong dengan panik.


"Woy! ini dah malem ye, jan treak²!," seru Dika kesal.


"Tolongin gue dulu makanya!," bentak Lyra kesal, panik dan takut.


"Dih ogah, bye. Nikmatin aja ya," balas Dika bercanda sambil berlalu pergi.


"IHH..!!! DIKKAAAA!!!!!," teriak Lyra 7 oktaf.


"Astagaa... kuping gue," keluh Dika.


Sementara itu di ruang tengah semua orang kaget mendengar teriakan Lyra yang begitu melengking dan menusuk telinga.


"Si Lyra kenapa?," tanya Vyone bingung.


"Jangan² dia kenapa² lagi," jawab Vier mulai panik.


"Duh kita samperin," ajak Nesya agak panik, sedangkan Satya langsung bergegas ke belakang villa.


Satya mengernyit melihat Lyra berdiri di atas kursi panjang.


"Astaga... ngapain teriak² sih? malem² lagi?," tanya Satya kesal.


"Satya sini deh," pinta Lyra, lagi² Satya mengernyit tapi tetap mendekat ke arah Lyra.


Hap


Saat jarak antara Lyra dan Satya sudah dekat, Lyra langsung melompat ke pelukan Satya membuat Satya terkejut dan hampir jatuh bersama Lyra, untung saja kaki Satya kuat sampai ga jatuh bareng.


"Ya ampun, jangan ngagetin napa sih?! kalo gue jatuh gimana?! lo bisa ikutan jatoh juga tau," gerutu Satya kesal.


"Ya sorry Sat, gue geli tau," balas Lyra cemberut.


"Geli kenapa?," tanya Satya, dia melihat si lantai hanya ada beberapa ekor semut.


"Semut?," tanya Satya lagi.


"He'em, gue ada fobia sama semut," jawab Lyra cemberut.


"Ooo," Satya mencoba meledek Lyra dengan cara berjongkok sehingga mendekat ke arah semut² di bawah.


"Aaaaa!!! Satyaaaa!!! jangan dong gue takut nih!," seru Lyra tak jauh dari telinga Satya.


"E busyeet! kuping gue pengeng bjirr," keluh Satya sambil kembali berdiri.


"Makanya bawa gue ke dalem villa!," perintah Lyra.


"Dih, lo punya kaki ngapain nyuruh², jalan sendiri!," balas Satya ketus, dia melepaskan kedua tangannya dan Lyra mengeratkan pelukannya.


"Ih.. itu masih ada semutnya tau! geliii..," ujar Lyra memelas.


"Astaga... sabar²," gumam Satya.


Satya pun berbalik dan dia melihat banyak teman²nya berdiri di depan pintu penghubung ke kolam renang belakang villa, mereka menatap Satya dan Lyra dengan tatapan rumit dan sebagian mungkin mesum.


"Apa?," tanya Satya bingung.


Lyra ikut menoleh ke belakang, dia terlihat bingung.


"....." mereka ga ngerespon.


"Dah yok masuk," ajak Satya sambil tetap menggendong Lyra di depan.


Mereka pun kembali ke ruang tengah dan melanjutkan perbincangan mereka yang sempat tertunda, Lyra tetep ga mau turun dari gendongan Satya, takut katanya.


"Jadi peraturan disini tuh kalian tidur jam 8 malem dan bangun jam 4 pagi," ujar Nesya.


"Hah?!!," seru anak² kelas 7A.


"Masa jam 4 pagi sih?!," protes Ria.


"Terus? sekalian aja kalian ibadah, agama kalian islam kan?," tanya Nesya membuat teman²nya terbungkam.


"Tapi kan...."


"Masa kalian ga mau ibadah? ibadah kan wajib, kalo kalian penasaran kenapa kita sampe tau. Jawabannya adalah kita punya anak buah beragama islam jadi kita tau dan kita ga ngekang mereka buat beribadah, sedangkan kalian udah dikasih kebebasan tapi malah ga mau," potong Vyone membuat teman²nya tak bisa berkata kata.


"Nes, kamar Lyra dimana?," tanya Satya sambil berdiri, dia mendapat tatapan teman²nya.


"Lu naik aja ke atas trus kamarnya Lyra itu dah ada papan namanya," jawab Nesya santuy.


"Mang napa lu nanyain kamarnya Lyra?," tanya Vier.


"Jangan bilang lo mau ekhem² sama Lyra," sahut Bagas menggoda.


"Jan ngadi² dah, ga liat si Lyra tidur? trus kalo boleh ekhem² si ga masalah," balas Satya.


"Heh! kalo lu sampe ngapa²in si Lyra, lu bakal berakhir di ruang siksaan gue!," ancam Nesya.


"And lu bakal gue bikin masuk rumah sakit sebulan," sahut Vyone mengancam.


"Dan jangan lupa kalo lo bakal gue bunuh kalo perlu gue ledakin sampe cuma sisa debu," ancam Vier dingin.


"Iye²," gumam Satya.


Satya pun naik ke atas, lebih tepatnya ke kamar Lyra, Satya membaringkan tubuh kecil Lyra di atas ranjang dengan perlahan, kenapa Dika ada disana? jawabannya adalah Dika pengen refresing trus kalo Leon, Arya sama Feter besok baru nyusul.


Dika langsung pergi ke kamarnya karna itulah dia ga papasan sama Satya ato yang lain.


Lyra sedikit menggeliat untuk menyesuaikan tubuhnya dengan empuknya ranjang yang dia tiduri, sedangkan Satya terpaku pada wajah cantik nan imut milik Lyra.


Sebenarnya Lyra ga bener² tidur cuman dia ngantuk pake banget tapi dia masih setengah sadar, dia tau kalo Satya masih cowo normal yang bisa ngelakuin apa aja kalo dia sampe bener² terlelap.


"Gue tau lo ga bener² tidur," ujar Satya mengagetkan Lyra.


"Lo itu cowo normal yang bisa ngelakuin apa aja kalo gue tidur pules," balas Lyra sambil membuka matanya, membuat matanya bertemu dengan mata biru Satya.


Deg


Keduanya terpaku menatap mata masing², suara detak jantung masing² seperti backsound malam hari, 1 menit pun berlalu, Satya dan Lyra tersadar dan mengalihkan pandangan.


Diantara kecanggungan yang terjadi tiba² saja ponsel Lyra berbunyi, tanda telpon masuk, Lyra beranjak duduk dan mengambil ponselnya, matanya terbelalak begitu melihat nama seseorang yang meneleponnya, seketika Lyra menduduki Satya dan membungkamnya.


"Stt... lo diem dulu ok," bisik Lyra.


Dia pun memencet tombol terima dan...

__ADS_1


Anggap aja pake bahasa Filiphina.


"📱Malam pa," sapa Lyra, ternyata ayahnya yang menelpon.


"📱Malem juga sayang, belum tidur?," tanya ayahnya Lyra.


"📱Hoaammm... tadi sih Lyra udah tidur tapi tiba² papa telpon jadi kebangun deh," jawab Lyra bohong.


"📱Oh, maafin papa ya sayang. Papa cuma mau bilang minggu depan sepupu kamu, Lulu mau tinggal di Indonesia, papa udah saranin biar tinggal sama kamu aja," balas ayahnya Lyra.


"📱Apa?! Lulu?! yang bener aja sih pa?! Lulu cari apartemen kek atau engga tinggal di kota/negara lain kek kan bisa, kenapa harus di Indonesia coba?!!," tanya Lyra ga terima.


"📱Apa salahnya sih sayang, papa udah pesen kamar di hotel Atr, pokoknya kamu harus nganter dan jemput dia dari bandara, titik! ga ada penolakan!," jawab ayahnya Lyra mutlak.


"📱Pa... huh... iya deh iya, dah Lyra mau tidur, selamat malem pa," balas Lyra cemberut.


"📱Selamat malem juga sayang," balas ayahnya Lyra lalu telpon dimatikan begitu saja oleh Lyra.


"Hiss.. ngeselin banget si," gerutu Lyra sambil melempar ponselnya sembarangan.


"Siapa?," tanya Satya, dan saat itu juga Lyra sadar kalo dia masih dudukin badannya Satya.


"Sepupu sama bokap gue," jawab Lyra, dia mencoba untuk menyingkir tapi tangan Satya memaksa Lyra tetap dalam posisi duduknya.


"Mang napa?," tanya Satya lagi.


"Sepupu gue mau ke Indo minggu depan trus bokap gue maksa gue buat jemput + nganter dia ke hotel Atr," jawab Lyra kesal sambil cemberut.


"Utututu... jangan cemberut dong nanti cantik sama imutnya luntur loh, eh lu kan emang udah luntur ya," ledek Satya mencoba mencairkan suasana.


"Ih! ngeselin lu!," kesal Lyra sambil memukul wajah Satya dengan bantal, Satya pun beranjak duduk.


Tatapan mata mereka bertemu lalu Satya tersenyum miring membuat Lyra mengernyit.


Cup


Tiba² saja Satya menc1um bibir ranum Lyra membuat Lyra terbelalak, Satya pun melepaskan cium*n mereka sedangkan Lyra mematung sambil memegangi bibirnya.


"F–," baru saja Lyra mau teriak kaget tapi dia kembali di bungkam oleh benda kenyal.


"Jan brisik, yang lain dah pada tidur," ujar Satya dengan senyum miring.


"Lu. Apa²an tadi?!!," Lyra berteriak tertahan pada awalnya lalu pada kata² terakhir nya dia malah sedikit berbisik.


"Eum... apa ya, gemes aja gitu liatnya, manis juga kok," jawab Satya santai membuat Lyra mencubit keras perut Satya.


"Aduh! sakit woy!," keluh Satya kesakitan.


"Makanya omongan lu di jaga *****," balas Lyra ketus.


"Haha.. imut bat sih, btw tadi first kiss lu ya?," tanya Satya menggoda setelah tertawa kecil.


"Ya iyalah yaw, aneh² aja lu. Gini² gue tuh masih virgin and gue masih jaga first kiss gue ya, tapi gara² elo jadinya first kiss gue ilang!," jawab Lyra kesal.


"Oo... bagus dong, ngomong² tadi itu juga first kiss gue, hehe😂," balas Satya.


"Dan lu b aja gitu? dih," respon Lyra ketus.


"Yaelah cuma kiss doang juga, kecuali lu virgin ato enggaknya baru masalah," balas Satya.


"Dih, trus lo masih belum keluar juga dari kamar gue, jan jangan lo mau ngerebut 'itu' gue juga," ujar Lyra.


"Woy...! gue ini ga se-br*ngs** itu ye," balas Satya sambil menonyor kepala Lyra.


"Trus?," tanya Lyra ga percaya dan sinis.


"Prinsip gue adalah..., gue boleh jadi badboy tapi gue ga boleh jadi playboy, gue boleh mesum tapi gue ga boleh ngerusak/ngerebut keperawanan cewe yang bahkan belum jadi istri gue. Gue ga boleh manfaatin cewe yang lagi mabok, dan gue boleh jadi **** friend tapi gue ga boleh bener² ngelakuin itu," jawab Satya panjang kali lebar dengan serius membuat Lyra tersentuh.


"**** friend?," tanya Lyra secara ga sadar.


"Iya, tapi cuma sebatas tidur bareng sama kissing doang," jawab Satya.


"Oh ya? menarik. Gimana kalo kita jadi **** friend aja?," tawar Lyra membuat Satya membelalak tak percaya.


"Hah?!! yang bener aja sih?!," tanya Satya ga percaya sambil menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dengan Lyra di atas tubuhnya.


"Emang kenapa?," tanya Lyra dengan polosnya.


"Ya tuhan... denger ya ra, gue juga laki² normal, gue punya junior yang bisa tegang dan gue juga masih punya nafsu dan kesabaran yang mungkin ga bisa gue tahan," jawab Satya.


"Denger ya ra, kalo sampe gue kebablasan dan bener² ngelakuin 'itu', gue bakal tanggung jawab. Dan lu harus tau resikonya juga," lanjut Satya sambil menatap Lyra serius.


"Em... iya," balas Lyra serius dengan senyum tipis.


Untuk adegan selanjutnya adalah adegan 21+ tapi ga sampe kebablasan cuman bagi yang masih volos dan ga suka adegan 21+ silahkan skip saja dan baca aja eps selanjutnya.


Bagi para readers Yandong, ekhem! next baca aja deh


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


PERINGATAN!!🔞


HARAP JANGAN DITIRU APALAGI MEMPRAKTEKKAN SENDIRI, HARUS PUNYA LAWAN YANG UDAH SAH❎❎🔞


.

__ADS_1


.


.


.


.


Bruk


Tiba² saja Satya berganti posisi menjadi menindih Lyra.


"Lo mau ngapain?," tanya Lyra masih polos.


"Haish... gini nih kalo **** friend gue elo, mending si Nesya ato Vyone kek yang peka kalo cowo kaya gini mau ngapain," keluh Satya.


"Ish.. kaga usah bandingin gue sama 2 curut entu napa sih?! trus si Vier kaga di sebut?," tanya Lyra.


"Kalo ama dia ntar yang ada gue di tonjok trus junior gue jadi ga tajem lagi," jawab Satya.


"Ha?," tanya Lyra, ogebnya ga ketulungan dah.


Satya menghela napas kasar lalu...


Cup


Satya mel*mat bibir Lyra dengan ganasnya, Lyra hanya mengikuti permainan Satya, tanpa sadar mereka terbuai sampai ml, lidah mereka saling membelit guna menjelajahi rongga mulut lawan mainnya, dan mereka saling bertukar saliva.


5 menit kemudian


Mereka melepaskan cium*n mereka dan saling tatap, Satya tersenyum senang.


"Gimana rasanya?," tanya Satya sambil mengelap sudut bibir Lyra yang basah karna air liur yang keluar.


"Enak, bikin nagih ih," jawab Lyra senang.


Kini Lyra yang meminta pada Satya, dia malah menekan kepala Satya membuat cium*n mereka makin dalam, tangan nakal Satya tak tahan ingin bekerja sampai² menarik kaus yang dikenakan Lyra, kini Lyra hanya mengenakan br* yang sesuai dengan ukuran dadanya.


Cium*n Satya turun ke leher sampai meninggalkan bekas (kissmark maksudnya) Lyra terlonjak, dia sudah ter@ngsang dengan setiap usapan tangan dan permainan bibir panas Satya.


"Sat~ yaaahh~," tanpa sadar Lyra mendes@h membuat junior Satya tegang.


'Anjirrr tegang,' batin Satya tapi kembali melanjutkan aktifitas nya.


Mereka sudah di rundung nafsu sampai² suhu kamar Lyra ikutan panas karna desahan dan gair@h mereka, anj*r Author ikutan panas.


Satya melepas kaitan br* Lyra dan mencampakkannya di lantai begitu saja, Satya mulai memainkan 2 gundukan kenyal dengan lidahnya, mencium, mengulum, menggigit gemas sampai meninggalkan kissmark lagi.


Lyra terus mendes@h, kenikmatan yang pertama kali dia rasakan, interaksi yang begitu intens dengan lawan jenisnya, sungguh dia baru tau kalau dirinya liar saat di ranjang, Lyra pikir Satya tidak akan suka dengan dirinya yang liar di ranjang namun siapa yang menduga jika Satya begitu menikmati permainannya kali ini.


Mereka saling tatap sejenak, Lyra tersenyum manis hingga membuat Satya tertegun.


"Dia bangun, lu pilih lanjut atau gue mandi air dingin?," tanya Satya dengan suara parau nan berat.


"Daripada kesiksa mending lanjutin aja," jawab Lyra dengan suara seksinya.


Kata² Lyra saat itu bagai lampu hijau bagi Satya, Satya langsung mengerti kebutuhan mereka yang makin mendesak.


Cup


Satya kembali mencium dan melum*t bibir Lyra dengan ganasnya, Satya berhenti sejenak untuk melepaskan kaus yang melekat pada tubuhnya, Lyra tersenyum puas melihat tubuh seksi Satya.


"Lo yang minta, jangan salahin gue kalo bener² kebablasan," ujar Satya membuat Lyra mengangguk cepat.


Satya menarik dan mencampakkan hot pants yang dikenakan Lyra, tampaklah body putih nan mulus milik Lyra membuat junior Satya makin tegang, dia tak peduli lagi dengan perjanjian yang mereka buat beberapa saat lalu.


'Persetan sama perjanjian, toh dia juga ga masalah,' batin Satya.


Satya menekan inti Lyra dengan ibu jarinya membuat Lyra kesetanan sampai mendesah begitu keras.


"Eh wait!," ujar Lyra menghentikan aksi Satya.


"Apa?," tanya Satya terlanjur nafsu.


"Nyalain dulu peredam suaranya, nanti kedengeran," jawab Lyra membuat Satya paham dan menyalakan peredam suara di kamar Lyra.


Satya kembali memainkan kedua gundukan kenyal di depan matanya, darahnya kembali memanas dan junior nya makin tegang, Satya menuntun tangan Lyra untuk menyentuh junior nya yang masih terbungkus celana.


Lyra pun menurut dan mer3m4s junior Satya yang tegang membuat Satya merancau keenakkan, Satya pun kembali mencampakkan semua pakaian yang dikenakan mereka berdua, kini mereka benar² polos tanpa sehelai benang, Lyra pun merasa malu karna telanj@ng di depan Satya.


Satya kembali mel*mat bibir Lyra lalu cium*nnya turun ke dada, dia kembali mengulum dan nyusu di p@yud@r4 sebelah kanan Lyra sedangkan tangan kirinya mer3m4s sebelah kiri, tangan kanan Satya dimasukkan ke inti Lyra.


Lyra merasa sakit karna milkknya dibuka paksa membuat Satya merasa sedikit bersalah tapi tak lama itu berubah menjadi kenikmatan bagi keduanya, Satya mengocok inti Lyra dengan jarinya, Lyra bahkan tak ragu lagi untuk berteriak keenakkan, dia terus memanggil nama Satya dengan seksi.


Satya makin ganas menggempur inti Lyra membuat Lyra makin kesetanan, cium*n Satya turun ke perut, dia menciumi setiap inci perut Lyra membuat Lyra makin ga karuan, akhirnya cium*n Satya turun ke bagian inti Lyra yang makin banjir akan cairan.


Jari Satya kembali memompa milik Lyra dengan kecepatan tak beraturan sampai akhirnya...


"Satyaah~ gue~ kelu argghhh," rancau Lyra.


Satya bisa merasakan lahar panas mengalir dari inti Lyra, segera dia mencabut jarinya, Satya beringsut guna mencium kening Lyra, sedangkan Lyra masih terengah-engah dalam posisinya.


"Lanjut?," tanya Satya.


Jujur saja juniornya mulai terasa perih karna tak mendapat pelepasan, Lyra membuka matanya dan menatap Satya dengan senyum puas.


"Tentu, daripada lo kesakitan," jawab Lyra lalu kini giliran Lyra yang mel*mat bibir seksi Satya.


Satya memejamkan matanya untuk merasakan betapa manis nya bibir wanita di depannya ini, Lyra melepaskan cium*nnya dan menggigit puncak dada Satya membuat Satya makin panas.


"Ahh~ Shit you ra!," desah Satya membuat Lyra makin puas karna bisa membuat pria yang berstatus **** friendnya mendes@h keenakkan.


Kini Lyra yang memimpin, entah belajar dari mana hingga dia bisa membuat Satya mendes@h, merancau dan menghentak keenakkan, bagaimana tidak? junior Satya di rem*snya dengan penuh penekanan, bibir panas Satya dil*mat olehnya dan dia juga sempat menggigit puncak dada dan leher Satya.


"Arghhh lo, belajar dari mana hah?!," tanya Satya di sela des@hannya.


"Ya dari elo lah," jawab Lyra nakal dengan senyum dan suara seksinya.


Saat ini Lyra terus mengocok junior Satya membuat Satya belingsatan kaya cacing kepanasan, mereka bahkan tak peduli saat ini sedang dimana, Satya kembali mer3m4s kedua p@yud@r4 Lyra hingga Lyra kembali mendes@h.


Lyra terus mengocok junior Satya sampai akhirnya..


"Arghhh...," Satya klimaks.


"Hah... gila lu ye," gerutu Satya di sela nafasnya.


"Lu juga sama tau ga," balas Lyra ga mau kalah.


"Hah... iya salah gue," balas Satya mengalah.


Satya menjatuhkan diri nya di atas tubuh Lyra, dia benar² kehabisan tenaga karna pelepasan tadi.


"Tapi lo hebat," puji Satya sambil menciumi wajah Lyra yang penuh keringat.


"Ya iyalah, Lyra gitu loh," ujar Lyra sombong.


"Dah ayo tidur, good night Lyra. Gue puas malem ini," balas Satya sambil menarik selimut dan untungnya selimut itu ga basah.


"Tolong ambilin tisu basah dong," pinta Lyra.


"Ck, dimana?," tanya Satya.


"Di laci nakas sebelah kanan," jawab Lyra.


Satya mengambil kan tisu basah, Lyra mengelap cairan di tubuhnya begitu pula Satya, Satya kembali memeluk Lyra dan menutupi tubuh telanj@ng mereka dengan selimut.


Tak berselang lama mereka pun tertidur.


Bersambung....


~oOo~

__ADS_1


Author baru belajar bikin eps 21+ jadi harap maklum bagi para yandong yang ga terbawa suasana, hehe next! biarin aja mereka berdua tidur byee~


__ADS_2