
Malam itu malam yang asyik untuk mereka, mereka pun pulang jam setengah 12 malem.
~oOo~
Keesokkan paginya
Hari Minggu lalu Senin
Hari ini ujian pertama dengan mapel Bahasa Indonesia dan PPKN, GoD squad melaksanakan ujian dengan tenang tapi saat mereka baru saja membaca soal, mereka terkejut sampai berteriak kaget.
"Ha???," seru mereka kecuali Nesya bersamaan.
"Ada apa? apa ada masalah?," tanya guru pengawas.
"Nes, lo serius?," tanya Nila balik dengan tatapan tak percaya.
"Apaan?," tanya Nesya malah bingung.
"Ini kan contoh soal yang lo kasih 3 bulan yang lalu," jawab anggota GoD squad bersamaan.
Jadi kelas 7A di bagi menjadi 2 selama ujian, 16 anak bersama kelas 9A, sisanya bersama kelas 8G.
"And then?," tanya Nesya, dia merasa ga ada masalah dengan soal² di kertas depannya.
"Asal kalian tau aja, selama ini soal² yang kalian pelajarin itu adalah soal² di tingkat SMA," jawab Vyone mengejutkan semua orang.
"...."
1 kelas hening karna syok lalu Vyone kembali berkata.
"Kalo ga percaya, silahkan baca soal milik kakak kelas kalian."
Serentak anak² kelas 7A yang sekelas sama Nesya dan Vyone selama ujian langsung mengambil lembar soal kakak kelas mereka dan membacanya, tentu hal itu membuat semua siswa kelas 7A melotot kaget lalu berkata secara bersamaan.
"GILA! SOALNYA GAMPANG!!."
Nesya hanya tersenyum kecut mendengarnya dan Vyone? dia tertawa ngakak di kursinya, sedangkan guru pengawas hanya menggelengkan kepalanya.
"SEMUANYA DIAM!," bentak Nesya dingin, suskes membungkam Vyone.
"Ga semua soal menurut kalian mudah, di dalam kertas soal itu masih ada pertanyaan yang sulit, belum gue ajarin. Jangan pernah menyepelekan suatu hal, sama seperti perang. LENGAH SEDIKIT NYAWA MELAYANG," lanjut Nesya menekankan kata 'Lengah sedikit nyawa melayang'.
"Nesya, jangan bawa² pengalaman perangmu sampai sini," sahut Vyone mengingat kan.
"Hm..," balas Nesya lalu mulai mengerjakan ujiannya.
Sedangkan di tempat Lyra, Vier dan anggota GoD squad lainnya juga sedang tercengang.
Seminggu itu berlalu dengan keterkejutan GoD squad, ya ya ya ga terlalu penting juga sih, hari ini yang penting karna GoD squad dikumpulkan di lapangan, di tonton anak 1 sekolah dan para guru.
"Nesya, apa yang terjadi? kau memberikan soal apa pada mereka hum?," tanya Ira.
"Hei, Bagas. Berikan buku paket yang kuberikan beberapa bulan yang lalu, biar para guru melihatnya," jawab Nesya memerintah.
"He?? iya deh, bentar gue ambil dulu," balas Bagas, dia pun berlari ke dalam kelasnya di lantai 2 untuk mengambil buku paket pemberian Nesya.
Saat kembali Bagas langsung memberikan buku paket super tebal yang setiap halamannya di sematkan setiap kertas yang sudah berisi jawaban, guru yang membacanya terkejut bukan main karna buku paket itu adalah mapel tingkat kelas 3 SMA, mereka langsung menatap anggota GoD squad dengan rumit.
"Ada apa ini?," tanya sebuah suara yang tak asing di telinga Nesya dkk.
"Kakak?," tanya Nesya kaget.
"Kak Wira?," bersamaan dengan pertanyaan Nesya, Vier, Vyone dan Lyra juga memanggil nama seseorang.
"Adik keempat? ada apa ini?," tanya Wira mengulang pertanyaannya.
"Begini tuan Wira, mereka belajar materi SMA yang bahkan belum pernah kami ajarkan," jawab kepsek sopan.
"Haih? Yue! jangan bilang kau yang mencekoki mereka dengan materi pelajaran itu?!," kesal Wira sembari menatap Nesya tajam.
"Eum... maaf kakak 👉👈, aku kan hanya ingin mengajarkan mereka saja," jawab Nesya lesu.
Wira maju dengan tampang marah dan menarik telinga kiri Nesya cukup kencang.
"Aakkhhh... kakak!! lepasin!! telinga Yue sakit nih," rengek Nesya kesakitan.
Btw Nesya dipanggil Yue kalo sama keluarganya jadi ga usah heran kalo Wira manggil Nesya itu Yue.
"Kakak kan udah pernah bilang jangan cekokin anak orang sama materi pelajaran kaya gitu, kakak akui Yue itu jenius, ultra jenius malah tapi bukan berarti Yue harus selalu membuat pasukan seperti itu," Wira mulai mengomel sambil tetap menjewer telinga Nesya.
Bla bla bla, Wira terus mengomel dalam berbagai bahasa yaitu Indonesia, Jepang dan Inggris, teman² Nesya tertawa tertahan melihat 'keakraban' Wira dan Nesya, apalagi Lyra dan Vyone yang ketawa ngakak sampe air matanya keluar.
"Sudahlah, pak bu. Bukankah hari ini anak² jamkos? lalu mengapa murid kelas 7A berada di lapangan?," tanya Wira menyudahi sesi ceramahnya.
"Memang begitu tapi saya mengumpulkan murid² kelas 7A untuk memberitahukan sesuatu, mereka terpilih untuk mengikuti lomba antar sekolah, saya ingin mereka mempersiapkan diri untuk lomba² itu," jawab kepsek ramah.
"Oo... nah pak kepala sekolah kan sudah memberitahukan niatnya maka saya akan membawa pulang Nesya, Vyone, Vier dan Lyra. Juga Leon, Arya, Feter dan Dika, apakah boleh pak?," tanya Wira dengan wajah yang agak menyeramkan.
"Euh... tentu saja boleh tuan, silahkan," jawab kepsek ramah tapi agak takut².
Mereka pun pulang dengan limosin milik kak Wira, mereka pergi ke mansion Night Clair mengingat ujian sudah selesai dan mereka hanya perlu mengambil rapot minggu depan, juga masih bersekolah untuk pengembalian buku perpus dan lain².
"Ughh... apa yang kakak lakukan disini?," tanya Nesya sambil mengusap usap telinga kirinya yang memerah bekas jeweran Wira.
"Kakak memang mau jemput kalian, mau tau kenapa?. Tahun ini kakek, kakek Alrecha Nero pengen kalian tahun baruan di Jepang. Dan... Nesya/Yue sudah menyepakati suatu hal dengan kakek kan? kakek ingin kau menepatinya," jawab Wira dengan wajah agak sedih.
"Oh, yang klan Ashura itu ya?," tebak Nesya.
"HAHH?!!! KLAN ASHURA??!!!!," seru Lyra, Vyone, Dika dan Arya bahkan Haris yang ikut dengan limosin, di jok depan tapi.
"Bukannya kalian udah tau," celetuk Feter datar.
"Tau sih, cuman biar aesthentic aja loh kaya di drakor² gitu," balas Vyone.
"Dasar...."
__ADS_1
"SAHABAT TAPI LUCKNUT," ujar Wira, Nesya, Leon, Feter dan Vier.
"😁," respon Dika, Arya, Vyone dan Lyra.
"Dan Haris, sejak kapan kamu pulang?," tanya Nesya.
"E eh? itu..., Haris pulang bareng kak Wira, trus rencananya Haris mau tahun baru disini eh ga taunya kak Nesya sama yang lain mau ke Jepang," jawab Haris murung.
"Oo......"
Respon mereka hanya 'Oo' saja yang panjang.
"😑," respon Haris.
~oOo~
Kota A, Jepang
Klan Ashura
Seorang pria tampan dengan sebuah topeng di wajahnya tampak tersenyum begitu membaca salah satu berkas murid yang akan mengikuti seleksi, pria itu membaca biodata tentang seorang gadis yang identitas aslinya sangat di tutupi.
Biodata
Nama : Yuena Nesyanie Putri
TTL : Kota X, Jepang. 4 April 20XX
Alamat : Kota C, Jawa tengah, Indonesia
Anak dari : Tdk di ketahui
Jurusan : Semua jurusan
"Menarik, mereka sangat menutupi identitas mu ya, Nesya atau harus kupanggil Nala atau juga Yue?," gumamnya senang.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!," perintahnya kembali dingin.
"Permisi tuan, ada orang yang ingin bertemu dengan anda," ujar seorang pelayan yang masuk.
"Suruh dia masuk," perintah nya dingin.
"Baik tuan," jawab pelayan tadi.
Pelayan yang sebelumnya pun undur diri, tak lama seorang pria datang ke ruang kerja di klan Ashura itu.
"Lama tak jumpa tuan.....," ujar orang itu sambil duduk di kursi depan meja kerja pria tadi.
"Ah anda rupanya, ada keperluan apa ya kira²?," tanya sang pria ramah.
Entah apa yang mereka bicarakan.
~oOo~
Mansion Night Clair
Malam harinya
Saat ini mereka baru saja selesai makan malam, mereka pun berkumpul di ruang tengah.
"Sebenarnya ada apa kak?," tanya Arya yang sudah penasaran.
"Kakak hanya ingin bertanya, Yue apa kau serius menerima tantangan kakek?," tanya Wira agak khawatir.
"Tentu," jawab Nala mantap.
"Jadi?," tanya Dika yang penasaran nya dah di ubun².
"Kakek ingin kau kembali ke Jepang dengan alasan merayakan tahun baru tapi tujuan sebenarnya kau sudah tau kan, Yue?. Kakak hanya khawatir karna ujian disana sangatlah berat apalagi kau perempuan dan masih muda, pasti lumayan sulit jika kau melakukannya," jawab Wira menyampaikan kekhawatirannya.
"....."
Semua orang di ruang tengah menyimak dan mencerna setiap perkataan Wira, termasuk Nala yang bergelut dengan pikirannya sendiri.
'Aku tau ini akan terjadi, aku tau apa yang kakek inginkan. Materi? bukan, tapi cucu yang kuat supaya bisa menanggung semua penderitaan yang akan terjadi di masa depan, kasih sayang? kakek selalu memberikan kasih sayang pada cucunya walaupun dia terlihat dan terdengar kejam,' batin Nala terus bergelut.
'Bukankah itu terlalu kejam? tapi setidaknya aku tau, Nala akan selalu memikirkan jalan keluarnya dan... harus kuakui Nala anak yang sangat keras kepala seperti kakeknya, kuharap kau akan baik² saja Nala,' batin Leon.
"Dan lagi, kau masih perjanjian yang kalian sepakati beberapa tahun yang lalu?," tanya Wira membuyarkan lamunan Nala dkk.
"Kesepakatan itu ya? tentu aku masih ingat," jawab Nala mantap sambil mengingat kembali kesepakatannya dengan sang kakek.
"Kesepakatan apa?," tanya Lyra penasaran.
"Beberapa tahun yang lalu aku dan kakek membuat kesepakatan, kesepakatan itu berisi apabila kami, cucu² kakek Rescha menerima tantangan maka tantangan itu akan dikali 2 kali lipat, itu berlaku bagi kak Wira dan kak Ari, untuk kak Gu menjadi 3 kali lipat sedangkan untukku 5 kali lipat lebih berat dari tantangan normalnya," jawab Nala mengejutkan semua orang kecuali Wira sih.
"5 KALI LIPAT?!!," seru mereka kaget kecuali Leon yang mematung dan Wira yang nutup kuping.
"Ga ga ga, lo ga boleh kesana. Lo bisa mati!," cegah Vyone khawatir.
"Tau nih, udah tau di kali 5 kali lipat masih aja di terima," timpal Lyra yang mulai panik.
"Na, jangan, gue bilang jangan lo harus nurut, kali ini aja deh," bujuk Vier yang tampak menghilang kan sifat dinginnya.
"He'em," jawab Vyone dan Lyra bersamaan.
"Ga usah khawatir, gue bisa jaga diri kok," ujar Nala menenangkan sambil tersenyum.
"Dah ya, gue mau tidur. Bye bye epribadeh," lanjut Nala sambil berdiri tapi tangannya di cegah Leon.
__ADS_1
Brugh
Leon menghempaskan tubuh Nala begitu saja hingga Nala jatuh ke sofa kembali, lagi² mereka terkejut, ini tandanya Leon marah.
"Le–."
Cup
Kata protes Nala terpotong dengan benda kenyal di bibirnya, astaga dia terkejut, memang sudah beberapa bulan mereka ga kissing mungkin Leon kangen? atau... emang lagi marah? kurasa opsi kedua lebih tepat mengingat Leon mel*mat dengan ganas.
Semua orang beranjak pergi dari ruang tengah dan menyisakan 2 manusia ga normal itu, Nala memberontak tapi malah membuat Leon makin marah, Leon akhirnya mengunci pergerakan tubuh Nala dan kembali menciumnya.
Nala hanya bisa pasrah membalas ciuman Leon, tak lama kemudian ciuman itu menjadi makin panas sampai tak menyadari adanya 2 orang yang lewat disana, Satya dan Dean yang terkejut melihat aksi Nala dan Leon.
Kalo kalian nanya kenapa Satya ama Dean ada disini? Author juga ga tau, nanya aja sana.
Mereka memutuskan untuk tak mengganggu jadi langsung naik ke atas, ke lantai 3 tempat anak² yang tadi kumpul lagi, tau dari mana? sebenarnya Satya dan Dean udah tau tentang pekerjaan gelap Nala dkk, mereka tau identitas asli Nala tapi mereka sengaja ga ngasih tau hehe.
Kedatangan Satya dan Dean mengejutkan orang² di lantai 3, mereka langsung bersiap untuk membunuh Satya dan Dean jika membocorkan rahasia mereka.
"Santuy², gue kesini cuma mau nemuin Lyra doang," ujar Satya sambil mendekati Lyra lalu duduk di samping Lyra dan memeluknya sambil menciumi area leher.
"Ck, dan lo?," tanya Vyone bersiap dengan pisau terbangnya.
"Emang salah kalo gue nemuin sepupu gue?," tanya Dean balik tanpa rasa takut.
"Sepupu?," gumam mereka.
Dean berjalan mendekati Vier yang tampak mengantuk, Vier meletakkan kepalanya di dada Dean lalu tertidur seolah olah Dean bukan ancaman, mereka pun paham siapa yang Dean maksud, marga keluarga Dean adalah Fav yang berarti saudara keluarga Luzeir.
Keluarga Fav tinggal di Prancis, kota D sedangkan keluarga Luzeir tinggal di Jerman, kota Y, mereka sering berhubungan baik bisnis atau sekedar saling bertemu dan bercakap cakap, Vier dan Dean sendiri sudah tau kalau mereka sepupu jadi ga masalah dong Vier ngijinin Dean dan Satya masuk markas?.
Lagian tanpa ijin dari Vier pun Satya dan Dean masih bisa masuk karna mereka pemilik mafia yang cukup kejam di underworld siapa lagi kalo bukan DinoY, mafia yang menguasai sebagian besar Prancis, dan terkenal dengan kekejamannya terhadap musuh kecuali pihak tak bersalah seperti warga sipil dan lain lain.
DinoY berada di bawah TBB dan untuk mafia besar seperti DinoY, pemimpin nya diperbolehkan datang ke markas utama TBB tapi apabila mereka melakukan hal buruk maka mereka tak kan bisa keluar dari markas itu bagaimana pun caranya, cara itu diterapkan dalam sistem dan terlaksana saat leader mafia Rox mencoba melumpuhkan TBB dari dalam.
Tapi sayang usaha dari leader mafia Rox berakhir sia sia, dia malah tak bisa keluar dari tempat itu dan kini sudah dikirim ke neraka lewat ruang siksaan utama, milik Nala.
Back to story
"Ngapain sih kalian disini? ga mungkin alasannya se sepele itu kan," ujar Dika membuat Satya dan Dean kembali ditatap tajam.
"Huh... memang sih," balas Satya serius.
"Kalian tau geng motor Cosmo kan?," tanya Satya membuat teman²nya mengangguk paham.
"Jadi....... gue ama Dean mau nantangin mereka balapan gaes," ujar Satya dengan cengiran khasnya.
"😑," respon mereka yang mendengar.
"Elah gue pikir apaan," gerutu Arya, Dika, Feter, Wira, Lyra dan Vyone bersamaan.
"Hehe😂," Satya hanya nyengir ga jelas sedangkan Dean hanya diam sambil menggelengkan kepalanya.
"Gue ikut Sat, boleh ya?," rengek Lyra.
"Boleh tapi cium dulu," balas Satya sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Ish...," respon Lyra sambil memalingkan wajahnya.
~oOo~
Disisi Nala dan Leon
"Emh... Leon udah!," cegah Nala sambil melepaskan ciuman mereka.
Leon menatap Nala lesu, Nala paham apa yang Leon pikirkan langsung saja Nala memeluk Leon, dia tahu sahabat laki² nya itu sangat khawatir padanya sampai² berbuat seperti ini.
"Tenanglah, aku gapapa kok. Tenang aja," ujar Nala menenangkan sambil mengusap lembut rambut Leon.
Perlu di ketahui saat ini Nala sedang berbaring di sofa dengan Leon di atas tubuhnya, kepala Leon berada di dada Nala dan Nala mengusap lembut rambut Leon seperti sedang mengelus Blazt yang merengek, diam² Nala tersenyum.
"Jangan pergi, ok?," ujar Leon sambil mendongak menatap Nala.
"Ga bisa, itu udah di sepakatin dan di rekam. Palingan nanti abis naik kelas 8, aku di jemput buat balik ke Jepang cuma buat pratinjau dan adaptasi selama beberapa bulan doang," balas Nala membuat Leon murung.
"Dahlah, jan kaya bocah gitu dong," ejek Nala sambil mencubit pipi Leon.
Leon beringsut sehingga wajah Nala dan Leon kini berhadapan dan hanya tinggal beberapa centi saja bibir mereka kembali bertemu, Nala bahkan bisa merasakan hembusan napas Leon yang entah kenapa membuat pipi Nala memanas.
"Ga usah ngeledek deh, lama² kaya si Dika aja kamu tuh," kesal Leon sambil cemberut.
"Ahaha... imut ih, lucu," ujar Nala setelah tertawa kecil.
Cup
Nala mencium pipi kanan Leon, mereka bercanda dan bermain sejenak sampai lift berbunyi menandakan ada orang yang datang, Nala langsung memperbaiki posisi nya tapi tetap saja Leon memeluknya manja dan posesif, elah posesif amat si😒, iri Author tuh😞😣.
Mereka berdua terkejut melihat Satya dan Dean yang tiba² ada di mansion.
"Satya? Dean? kapan sampenya?," tanya Nala bingung.
"Waktu kalian lagi panas²nya," jawab Satya membuat wajah Nala memerah.
"Ihh...😳," respon Nala dengan wajah memerah malu.
"Trus kalian mau kemana?," tanya Leon tanpa menghirukan Nala yang merasa malu.
"Geng motor Cosmo, balapan, yok," jawab Lyra antusias.
"Yok lah," balas Nala semangat.
Nala pun berdiri meninggalkan Leon yang cemberut, Nala mengambil jaket kulitnya yang ada di lantai bawah, mereka pun pergi dengan motor masing².
Bersambung....
__ADS_1
~oOo~
Eh paketan Author abis dong helpp... nanti mungkin up dikit hehe