My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 71 : Jepang


__ADS_3

Mereka pun masuk dan disambut dengan 'hangat', mereka berjalan dengan santai dan juga dengan todongan beragam senjata di kanan dan kiri.


~oOo~


"Wah³, ada apa nih miss P (Phoenix) dan teman²nya datang ke markas Black bear ini?," tanya si pemimpin di tempat itu sok ramah.


"Harusnya kami yang bertanya, kenapa Black bear menyerang aset kami?," tanya Karina dingin.


"Hem... itu bukan perintahku, itu adalah perintah pimpinan tertinggi," jawabnya santai padahal saat ini dia ketakutan karna aura Karina yang kuat.


"Who?," tanya Arya dingin.


"Saya tak tau, tapi jika kalian datang kemari hanya untuk menyatakan perang. Kami akan menerima dengan senang hati," jawab si pemimpin ini.


Dalam hati Vyone, Lyra, Satya, Dika, Arya dan Karina terkekeh, sedangkan dalam hati Nesya, Vier dan Leon tersenyum sinis, Dean dan Feter? mereka sudah tertawa sendiri.


"Baiklah, kami ingin faktor yang jelas. Mengapa Black bear menyerang aset kami?," ujar Dika dingin.


"Apakah itu penting?," tanya si pemimpin balik sambil duduk di kursi khususnya.


"Tentu," jawab Nesya penuh penekanan, dingin dan datar juga mengeluarkan aura mencekam.


"Tapi sayangnya.... saya tidak bisa memberitahukan anda semua, pintu gerbang ada di utara, silahkan keluar jika masih ingin hidup," balas pria itu dengan angkuh.


"Oh.. walaupun kami tak mau, tetap saja kami akan tetap hidup," balas Vyone sengit.


"Oh ya? kalian sudah masuk 'kandang' kami lho..," ujarnya dengan nada mengejek.


"Oh," respon Nesya dkk.


"Baiklah, kalian yang memaksa," gumam pria itu.


Ctak!


Pria itu menjentikkan jarinya dan tak lama mereka sudah terkepung oleh anggota Black bear, mereka pun bersiap kecuali Nesya yang tetap tenang.


"Dimana pengkhianat itu?," tanya Leon dingin secara tiba², dia yakin jika pengkhianat TBB itu membantu Black bear.


"Pengkhianat ya?..... menurut kalian kami akan memberikan nya begitu saja, ck ck ck. Ku pikir seseorang yang bisa mendirikan mafia The Big Bos adalah orang yang hebat tapi ternyata... mereka hanya sekumpulan anak kecil yang berlagak," ejek si pemimpin yang udah bosen idup.


"O," respon Leon singkat, dia menggenggam kedua belatinya dengan erat.


Wushh...


Jleb!


Akhh!!


Leon dengan cepat berada di depan pria itu, membuat si pemimpin terkejut ⅔ mati, Leon pun menusuk paha si pemimpin itu hingga darah memuncrat ke wajah Leon, tatapan Leon seketika menjadi kosong, wajah datar yang tertutup topeng dengan sedikit darah yang memuncrat membuat kesan mengerikan, jangan lupakan mata Leon yang sedikit berubah menjadi vertikal (cuma pupil matanya).


"Akhh!!! sial*n kau!," seru pria itu marah, dia mengambil pisau yang tak jauh darinya guna menusuk lengan Leon.


Zrat!


"Arghh!!," bukannya Leon yang terluka yang ada malah pergelangan tangannya yang putus.


"You are wrong for dealing with me," ujar Leon dingin membuat keringat dingin bercucuran di wajah pria di depannya.


Leon menggerakkan tangannya yang mencengkram belati dengan perlahan, membuat sayatan dalam di paha pria itu, jika dia selamat dapat dipastikan kakinya akan di amputasi, pria di depan Leon berteriak sekencang kencangnya membuat para bawahan nya merinding.


"Brisik!," ujar Leon dingin.


Leon menarik salah satu belatinya, tangan kirinya melepas cengkraman di belati satu lagi, dia menarik lidah si pemimpin, berniat memotong nya tapi di hentikan.


"Jangan buat dia ga bisa ngomong, kita masih butuh informasi," ujar Nesya datar.


Leon langsung menggores sedikit lidah si pemimpin belagu itu lalu melepaskan nya, Leon mencabut belati satu lagi dengan cepat membuat rasa sakit di kedua paha korbannya bertambah.


"Sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan," ujar Nesya datar.


Leon tak bergeming tapi yang lain mulai bergerak, menggunakan tangan kosong jadi kerusakannya ga terlalu besar, setelah itu entah bagaimana caranya mereka menggiring anggota Black bear hingga ke dalam ruang latih tanding + balapan yang terlihat seperti mini stadion dalam ruangan.


Setelah semua berkumpul di tengah, Nesya memasang Light Protector dan menyalakan nya, seketika Light Protector menyala dan mengurung semua orang di dalam lingkup Light Protector buatan Nesya itu, Dika dan yang lain kecuali yang udah dingin dari sananya memasang seringaian, Dean dan Feter juga kesana.


"Silahkan," ujar Nesya lalu duduk di kursi yang di sediakan menghadap lapangan dengan rumput imitasi itu.


Segera mereka pun berlari ke arah lapangan. Nesya, Leon dan Satya hanya menonton saja sedangkan sisanya membuat lautan darah, Satya terluka jadi ga dibolehin ikut sedangkan Leon memperhatikan sekitarnya dengan perasaan aneh, mengingat insting Leon yang begitu tajam.


"Sat," panggil Nesya tanpa menoleh saat teman²nya mulai membantai.


Dika dan Arya memulai dengan memukul mereka hingga menimbulkan bunyi patah tulang yang nyaring, Lyra dan Vyone menyerang dengan brutal tapi efektif, Karina menebas setiap orang yang datang ke arahnya, Feter menebas jari² tangan lalu mematahkan tangan tanpa ampun setelah itu dia tebas kepalanya dan dia cincang badannya pake kapak.


Vier memulai dengan memukul wajah hingga hancur lalu memotong pergelangan tangannya dan mematahkan tulang punggungnya, setelah itu dia mematahkan tulang leher, menarik tengkoraknya sampai ketarik walau cuma sedikit haha...😈👿. Dean membuat para korbannya kehilangan anggota tubuh dengan cepat juga Dean membuat para korbannya mati dengan tragis.


"Paan?," tanya Satya sambil menoleh ke arah Nesya yang memasang wajah datar.

__ADS_1


"Kayanya hubungan lo sama Lyra udah lebih jauh dari sekedar **** friend," jawab Nesya yang dapat di dengar Satya dan Leon.


"(termenung)," respon Satya.


"(nyimak mode on)," respon Leon.


"Maksud lo.... gue punya perasaan lebih ke Lyra?," tanya Satya.


"Ya," jawab Nesya singkat.


"....."


Satya kembali berpikir keras sedangkan Leon diam² termenung juga, Nesya kembali memperhatikan pembantaian di depannya.


'Apa gue punya rasa lebih ya sama Lyra? heh! gue gila ya? Lyra kan cuma imut, cantik, aneh, lucu, nyenengin, manis, ngangenin..... eh?? ko gue malah muji dia si?,' batin Satya bingung sendiri.


SKIP


Pembantaian selesai dengan kemenangan telak di pihak Nesya dkk, lautan darah dan mayat tercetak jelas di markas Black bear, rombongan Nesya yang beranggotakan 11 orang sudah berada di villa khusus milik Tiger, pamannya Leon.


~oOo~


Disaat yang bersamaan saat pembantaian Black bear cabang Indonesia


Seorang gadis muda seumuran Nesya baru saja sampai di bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand.



"Hello Thailand," gumamnya pelan.


Dia pun pergi dari bandara itu ke sebuah hotel yang memang sudah di pesan sebelumnya, pakaiannya yang tertutup mengundang rasa penasaran bagi orang yang melihatnya tapi mereka tau kesopanan dan adab hingga tetap menjaga privasi orang lain.


Dia mengetik pesan di ponselnya, memberi kabar pada seseorang.


'Gue udah sampe di Thailand, tunggu aja tanggal maennya,' ketiknya pada seseorang di seberang sana.


Tak lama pesan itu terbaca dan tiba² ponselnya mati, data² tentang pembicaraan mereka lewat ponsel pun terkunci rapat dan bersih, seolah mereka hanya membicarakan pekerjaan sisi terang bukan sisi gelap, gadis itu memasang seringaian tipis yang hampir tak di sadari siapapun termasuk supir yang membawanya ke hotel.


'Let's play the game,' batinnya.


"Excuse me miss, we have arrived at our destination," ujar supir memberitahu.


"Ah yes, thank you sir. Here is the money," balasnya sembari memberikan sejumlah uang dollar.


Dia pun keluar dari taksi dengan membawa koper berukuran sedang.


Author : Siapa hayooo???


~oOo~


Besoknya


Mereka sudah sarapan dan berhubung kejadian kemarin, sekolah pun di liburkan, diharapkan para wali murid datang saat pengambilan rapot (jadi ceritanya mereka tuh udah ujian gaes), habis pengambilan rapot mereka libur sampe 2 minggu kemudian, masuk tanggal kalo ga salah 7 Januari.


Mereka, Nesya dkk (ga usah di sebutin lah ya, banyak soalnya ada 11 orang:D) udah kumpul di heli pad, 2 buah heli sudah ada disana dengan mesin menyala, siap di terbangkan, biar ga kelamaan.


Mereka akan pergi ke Jepang, mayan lah... liburan gaes, eh btw Satya ngerengek minta ikut gaes jadinya di bolehin asal ga bikin masalah.


Jadi mereka pergi naik heli ke bandara kota S, karna bandara di kota D penuh mafia, saat sampai mereka dapat melihat jet pribadi mereka sudah siap di lapangan, segera jet pribadi membawa Nesya beserta rombongan ke Jepang, karna kapasitas bahan bakar yang ramah lingkungan + tahan lama ditambah kecepatan yang ga biasa dari jet pribadi ini membuat perjalanan mereka lebih singkat dari biasanya.


3 jam 20 menit kemudian


Jet pribadi milik rombongan Nesya dkk sudah sampai di bandara internasional Narita, Tokyo, Jepang.



Nesya dan yang lain mengenakan topeng untuk menutupi identitas, disana mereka disambut 2 limosin mewah.


Mereka pun pergi ke penthouse milik Nesya/Nala, sesampainya disana Nesya langsung menjatuhkan dirinya di sofa empuk ruang TV/ruang tengah. Yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Nesya yang berubah.


PS : Jadi... Author udah mutusin buat pake identitas samaran Nala/Nesya itu jadi dia tu punya banyak identitas. ID aslinya adalah Natalia Lavender Yuena Nero, di ganti menjadi Yuena Nesyanie Putri, anak dari keluarga Putri yg cuma jadi kedok doang, cuma ngasih tau sih.


Jadi gini seorang 'Nala' itu menjadi orang yang sangat di cari media, pasalnya Nala itu menyandang 2 marga keluarga yang terlampau kaya yaitu Lavender dan Nero, apalagi ketiga kakaknya yang cukup misterius, untuk Wira, yang tau mukanya dia cuma bisnis ternama.


10 keluarga terkaya di dunia itu memiliki rahasia yang tak di ketahui keluarga lain dan mereka memutuskan untuk tetap merahasiakannya, wajah para pewaris dan anak² mereka selalu di rahasiakan apalagi setiap ke tempat tertentu yang pasti banyak media mereka selalu menggunakan topeng, tak terkecuali keluarga Arashi, Georgan dan Fav.


Ngomong² ID Nesya itu ada banyak lhoo, mau disebutin? itung² nambah jumlah kata hehe, oh ya sama julukan juga :


~Natalia Lavender Yuena Nero (asli)


~Yuena Nesyanie Putri


~Iblis merah yang ditakuti


~Phoenix yang terhormat

__ADS_1


~Nona pendekar Li Yue


~Murid khusus keluarga Tian


~Jenius keluarga Lavender


Dan lain²


Untuk keluarga Fav, mereka bersaudara dengan keluarga Zavier tentu mereka juga akan di sorot. Untuk keluarga Georgan, ini kemauan Satya sendiri karna dia ga mau dapet 'fake friends' yang pengen dia bunuh trus dia malah dapet masalah. Untuk keluarga Arashi, ini didasari supaya saat Doni (pewaris keluarga Arashi) dekat dengan Nesya atau yang lain, biar mereka ga ikut di sorot.


Back to story


Yang lain juga merasa mengantuk perjalanan dari kota S ke Tokyo bukanlah waktu yang singkat, walaupun fasilitas dalam jet pribadi milik mereka mewah tapi tetep aja mereka capek. Sebagian dari mereka pun pergi ke kamar, Satya sama Lyra (kesempatan dalam kesempitan, dasar bren9s3k).


Dean sama Vier karna sepupuan, Vyone sama Karina, Arya sama Feter soalnya kalo sama Dika yang ada badannya remuk, Dika sendirian. Leon masih diam di tempatnya sambil memandang Nesya lekat.


"Huh... kelakuannya kadang aneh juga," gumam Leon setelah menghela napas pelan.


Author : Anggap aja pake bahasa Jepang, karna mereka sering berbagai tempat buat pekerjaan jadi mereka bisa bahasa Jepang, apalagi di TBB itu menjadi salah satu bahasa wajib selain bahasa Inggris.


"Bisa tolong tunjukkan kamar Nesya?," tanya Leon pada salah satu maid.


Jadi sejak masuk SD semua info tentang Nala diubah atau di sabotase menjadi Nesya, mereka udah ga asing lagi sama nama Yuena Nesyanie Putri, artinya orang itu adalah bos muda sekaligus calon bos besar mereka. Kalo yang lain ga pake nama samaran karna memang di rahasiakan, hadeh... jadi berbelit gini.


"Baiklah, mari ikuti saya," jawab maid itu patuh.


"Sebentar," balas Leon, dia melangkah mendekati Nesya yang sudah tertidur.


Leon duduk dengan bertumpu lutut di dekat Nesya, dia membelai lembut rambut panjang Nesya dan mencium pelipis juga pipi nya beberapa kali, maid dan maid² lainnya tadi tersenyum melihat kedekatan gadis muda sekaligus calon BOSS BESAR mereka.


"Egh... hem.. 5 menit lagi, ngantuk nih," lirih Nesya tanpa membuka matanya.


"Pindah ke kamar ya," ajak Leon lembut.


"Ga bisa, kakiku pegel," balas Nesya dengan wajah memelas padahal dia ga buka matanya.


"Pindah dulu, ok. Nanti bobonya di lanjut lagi di kamar," ajak Leon di telinga Nesya.


"Capek Leon...," lirih Nesya berat, dia benar² merasa lelah apalagi selama di jet pribadi dia bekerja mengecek saham dan keuntungan apa saja dalam bulan ini.


"Aku gendong ya?," tawar Leon.


"...."


Nesya tak menjawab, Leon menggelengkan kepalanya pasrah, dia pun membenarkan posisi Nesya lalu menggendong nya ala bridal style, tujuan? biar ga sakit hehe..


"Mari saya tunjukkan kamar nona muda," ujar maid tadi.


Leon mengangguk lalu wanita paruh baya tadi pun pergi menuntun Leon ke sebuah kamar, kamar terluas dan ternyaman di penthouse ini, ngomong² ini penthouse khusus 2 lantai untuk Nesya, maksudnya penthouse ini ada di gedung pencakar langit tapi khusus Nesya memiliki 2 lantai di lantai teratas gedung ini, hanya bisa di akses dengan lift khusus dan ijin khusus jika lewat tangga.


Leon pun sampai di kamar Nesya dan segera membaringkan Nesya di ranjang, Nesya langsung merasa nyaman karna ranjang yang begitu empuk, Leon tersenyum kecil.


"Ugh... pegel," rintih Nesya tanpa membuka matanya.


"Yang mana?," tanya Leon, dia merebahkan tubuhnya menghadap samping, ke arah Nesya.


"Kakiku... pegel," rintih Nesya, kakinya benar² pegal sekarang.


Leon duduk dan mulai memijit kaki Nesya, disisi lain maid tadi memotret kemesraan Nesya dan Leon, ini tugas dari Rescha, kakek dari Nesya. Leon memijit kaki Nesya dengan lembut, membuat rasa nyaman di kaki Nesya dan rasa pegal yang sebelumnya begitu terasa kini sudah mendingan.


Hembusan nafas teratur milik Nesya menandakan dia sudah tertidur pulas, Leon hanya bisa tersenyum gemas dengan wajah damai Nesya yang begitu menggemaskan.


Cup


Leon mencium kening Nesya lalu turun ke hidung dan bibir, cukup lama Leon mencium bibir Nesya disertai ******* lembut nan ringan, Nesya sedikit terganggu tapi setelah itu dia tidur lagi, Leon pun ikuy tertidur di samping Nesya. Maid yang tadi juga memotret kejadian tadi lalu mengirimnya pada bos besar.


~oOo~


Waktu...!


07.00 Berangkat ke Jepang dari kota S


10.20 Sampai di bandara Narita, Tokyo, Jepang


10.50 Sampai di penthouse milik Nesya


13.45


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 lebih 45 menit, mereka hampir melewatkan makan siang, kini mereka sedang bercengkrama, bercanda dengan teman² yang lain ataupun bermain game, untuk ponsel dan segala jenis gadget di letakkan di atas meja yang tak terlalu jauh dari ruang tengah.


Bersambung....


~oOo~


Next! sorry up lama, Author banyak tugas

__ADS_1


__ADS_2