My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Digangguin


__ADS_3

"Cuma ngaku² dia tuh," balas Vyone nahan tawa juga, karna merasa malu si bangs*d dkk pergi dari kantin.


~oOo~


"Bisa malu juga ternyata," gumam Lyra setelah si bangs*d dkk pergi.


"Siapa?," tanya Nesya.


"Si bangs*d sama temen² nya lah," jawab Lyra.


"Lah masih aja dipanggil si bangs*d," balas Vier.


"Abisnya mereka gangguin acara makan gue sih, kan kezel jadinya," sahut Lyra.


"Ohhh.....," mereka bertiga hanya ber-Oh-ria.


"Kompak bener, monyed² ini," gumam Lyra.


"Elu tu monyed," balas Vyone.


Mereka hanyut dalam acara makan masing², sampai.....


"Eh kayanya gue kenal si bangs*d tadi," ujar Vyone.


"Siapa?," tanya Lyra yang sudah selesai makan, dia meminum es teh nya.


"Ah iya! dia tu anaknya kepsek!," jawab Vyone.


"Uhuk... uhuk... yang bener lo?! anjirrr.... ****** gue," kata Lyra sampai tersedak.


"Mang napa? takut?," tanya Nesya dengan nada sarkatis.


"Bukan gitu ntar kalo gue di keluarin dari sekolah bisa² gue jadi pemulung jalanan," bohong Lyra, padahal kalo dia di keluarin dari sekolah, dia bakal balik ke Filiphina dan sekolah di sana.


"Jadi pemulung di jalanan kan bisa dapet duit sampe 100 rb," balas Vyone.


"Wuih... lo udah pernah mulung ya?," tanya Lyra spontan.


"Ya kagak lah!," tukas Vyone cepat.


"Oh anaknya kepsek, ok fixs ntar gue bikin bapaknya nyungsep selokan lagi," sahut Nesya.


"Ha? emang lu bisa?," tanya Lyra tak percaya.


"Lah gue di skors kan gara² gue bikin kepsek nyungsep selokan sekolah," jelas Nesya kalem.


"Anjayy!! mantab kali lah bro," seru Lyra senang.


"Lagian kita ga usah takut sama anaknya kepsek, kan dia yang ngajak ribut duluan," jelas Vier bijak.


"Udahlah habis ini pelajaran nya apa?," tanya Nesya.


"IPA," jawab Vyone malas.


"Bolos jangan?," tanya Lyra.


"Em.... kita pulang jam berapa?," tanya Nesya.


"12," jawab Vier.


"Hem... mending besok aja deh kalo pelajaran nya ngebosenin, yosh kuy, duit mane?," tagih Nesya.


"Nih! makan tu duit!," ucap Vyone sambil memberikan uang pada Nesya.


"Ga usah ngegaz napa," protes Nesya.


"Iya iya," balas Vyone.


Lyra dan Vier sudah memberikan uang pada Nesya, buat apa? buat bayar nasgor+es teh lah, Nesya menghampiri bu kantin dan membayar makanan mereka, Nesya dkk beranjak pergi tapi..


"Eh bentar lah masih istirahat ini," kata Vier sambil duduk kembali diikuti Lyra dan Vyone.


"He'em, masuknya ntar aja," sahut Lyra.


"Yodahlah, mau ngemil?," tawar Nesya.


"Mau! tapi traktir," jawab Lyra.


"Ye.. minta traktiran lagi, berhubung gue lagi baik ya udah gue traktir," balas Nesya sambil duduk kembali.


"Lah kok duduk lagi?," tanya Vyone.


"Gue traktir tapi gue ga mau jalan, lu aja sana yang beli nih duitnya," kata Nesya sambil menyodorkan uang beberapa ribu, rupiah pastinya masa dollar.


"Okd," jawab Lyra, dia beranjak untuk membeli cemilan.


"Eh kita belum kenalan loh," kata Dika tiba².


"Udah kok," balas Nesya datar.


"Ye.. bukan elu kamvret!," tukas Dika, Nesya menggerutu dengan nada datar.


"Hahaha.... gue ya?," tanya Vyone sambil tertawa kecil.


"Iya elo, gue kan udah kenal sama 3 monyed entu, Nesya, Vier ama Lyra," jelas Dika.


"Ok ok, nama gue Vyone Lynn, panggil aja Vyone," kata Vyone sambil tersenyum.


"Mahardika Joozhar, panggilannya Dika, kelas 4B," balas Dika.


"Gue Arya, kelas 5A," sahut Arya.


"Ok, kalo elo?," tanya Vyone pada Leon.


"Leon, 5A," jawab Leon sedikit melembut.


"Kalo yang terakhir?," tanya Vyone penasaran.


"Feter, 4B," jawab Feter datar.


'Buset... datar amat tu muka,' batin Vyone.


"Ouh, okd salken semua," kata Vyone ramah.


"Iya, eh elo anak dari keluarga Lynn ya? keluarga terkaya ke 12?," tanya Dika.


"Iya," jawab Vyone singkat.


"Hoi pada ngomongin apaan nih?," sahut Lyra yang tiba² datang membawa beberapa bungkus makanan ringan dan beberapa kaleng soda.


"Au tuh kita aja di kacangin," balas Nesya ketus.


"Ouh, nih makan," kata Lyra sambil memberikan snack.


Nesya dkk makan snack yang di belikan Lyra dengan lahap sampai bel masuk berbunyi, 1 menit... 3 menit.. Nesya dkk masih belum beranjak padahal Leon dkk dan siswa siswi yang lain sudah pergi.


"Mo balik?," tanya Vyone.

__ADS_1


"Yok balik, makanan sama minumannya udah abis juga," jawab Lyra.


"Kuylah," ajak Vier.


Mereka berempat pergi meninggalkan kantin menuju kelas, di jalan...


"Eh, ngerasa aneh ga?," tanya Vyone.


"Apaan?," tanya Nesya.


"Kita kan udah punya masalah sama anak kepsek tapi kita ga kenapa²," jawab Vyone.


"Iya juga ya," sahut Lyra.


"Harusnya kita bersyukur karna ga kena masalah, ogeb," sahut Vier datar.


"Iya...," jawab Lyra, Nesya dan Vyone bersamaan.


"Monyed kompak," gumam Vier melihat kelakuan mereka bertiga.


Nesya dkk sampai di kelas dan guru belum dateng.


"Guru belum dateng?," tanya Vyone pada salah satu siswa yang sekelas.


"Bukan belom dateng tapi ga dateng," jawabnya ketus.


"Jan ngegaz lah," sahut Lyra sambil menuju tempat duduknya.


"Trus ga ada guru kok pada diem?," tanya Nesya.


"Nih, tugas sebanyak ini harus di selesai-in hari ini juga," kata si ketua kelas sambil memberikan setumpuk soal.


"Oh," mereka berempat hanya ber-Oh-ria saja.


10 menit sudah berlalu, geng Nesya sudah selesai mengerjakan soal yang diberikan tanpa kesulitan, mereka tak memberitahukan jawaban kepada teman²nya yang lain, Vier sedang menikmati lagu kesukaannya lewat headphone, Lyra menggambar ga jelas di buku khususnya, Vyone lagi main² ga jelas dan Nesya udah molor lagi.


"Nes...," panggil Vyone.


"Hm...," jawab Nesya dengan mata terpejam.


"Rooftop aja yok," ajak Vyone.


"Lo aja sana, gue masih mo tidur," kata Nesya.


"Tapi bentar lagi kan pulang," sahut Lyra dari belakang.


"Pulang masih 1½ jam lagi, ogeb!," balas Vyone ketus.


"Iya ya, nyantai di belakang aja sih," ajak Lyra.


"Belakang?," tanya Vyone ga mengerti.


"Belakang kelas itu kan ada matras habis dipake praktek jadi bisa buat tiduran," jelas Lyra.


"Mantap lah," sahut Nesya yang sudah terbangun dari tidurnya karna mendengar kata matras.


"Lah langsung bangun?," tanya Vyone heran.


"Dia mah gitu, kalo denger kata kasur ato sejenis tempat tidur yang bisa buat dia tidur sampe 3 jam sih langsung semangat," jelas Lyra.


"Oh," jawab Vyone singkat.


"Pada ngomong in apaan sih?," tanya Vier sambil melepas headphone nya.


"Ke belakang yok, gue mau tidur," ajak Nesya.


"Oh itu, nih," Nesya memberikan sekotak kartu remi pada mereka bertiga.


"Kartu remi? kalian bisa main kartu?," tanya Vyone.


"Iya, kita sering main kartu kok," jawab Lyra santai.


"Lo bisa main kartu kan?," tanya Vier.


"Bisa lah, billyard aja gue bisa masa kartu engga," jawab Vyone sombong.


"Kuylah," ajak Nesya sambil membawa kertas jawaban² mereka, Nesya sengaja biar temen² sekelasnya pada mikir bukan nyontek.


"Eh mo pada kemana?," tanya si ketua kelas.


"Tidur," jawab Nesya yang dengan santainya melenggang ke belakang kelas, Nesya melempar jawabannya dan teman²nya ke sebuah meja di dekat matras.


Nesya menurunkan matras dan tidur di atasnya, sedangkan ketiga temannya bermain kartu remi tak jauh dari matras tempat dia tidur.


"Wow... Vyon, lo jago juga main kartu," puji Lyra yang melihat kelihaian Vyone.


"Ya begitulah," jawab Vyone santai, saat sedang asyik bermain dan bersantai (untuk Nesya), pintu kelas di dobrak.


Brak!


Syukur si Vyone ga latah lagi, Nesya sedikit terganggu mendengarnya, ternyata si bangs*d dkk yang dateng.


"Mana Nesya, Vier, Lyra dan Vyone?!," tanya si bangs*d agak membentak.


"Tuh," tunjuk salah satu siswi pada Nesya dkk yang sedang bersantai.


Si bangs*d entah dapet ide darimana ngambil air bekas pel yang belum di buang, dia ngedeketin Nesya yang lagi tidur dan berniat nyiram Nesya pake air bekas pel.


Saat akan di siram, kaki kiri Nesya yang bebas nahan ember itu dan menendangnya.


Byurrr....


Air bekas pel mengenai si bangs*d dkk dan juga embernya yang tercampakkan, untung aja Vyone, Vier dan Lyra ga kena airnya, begitupun matras tempat Nesya tidur.


"Hahahaha.... ya ampun... baunya," ejek Lyra, Vyone dan Lyra tertawa terbahak bahak, Vier memotret ketiga cewe bangs*d itu dengan kamera kecil di jam tangannya pemberian Nesya dan menyalakan perekam baik suara maupun video.


"Jangan macem² lo sama gue kalo ga punya persiapan sama sekali," ujar Nesya dengan mata yang masih terpejam.


"Lo itu ga tau diri ya, gue bisa bikin lo nyesel sama apa yang udah lo lakuin ke gue!, gue bakal bikin lo malu dan ga berani macem² sama gue," bentak si bangs*d.


"Nama gue Lydia, gue anak kepsek di sekolah ini, gue bisa bikin lo keluar dari tempat ini, tapi gue bakal maafin kalian ber-empat kalo kalian berlutut di kaki gue dan minta maaf, trus kalian jadi budak gue, gimana?," sambungnya, Nesya duduk di atas matras dengan kaki kiri yang ditekuk dan tangan kiri di topang di atasnya.


"Cih... mimpi di siang bolong yang ga bakal kesampean," balas Nesya sambil meludah ke arah si bangs*d dkk.


"Elo! liat aja nanti, gue bakal bikin lo nyesel! kita cabut," seru si bangs*d, ok ralat, si Lydia dkk, Nesya hanya menatapnya malas, Vier mematikan perekamnya.


Lydia dkk keluar dari kelas 3A dan langsung pergi ke ruang kepsek.


"Ayah....," panggil si Lydia.


"Lydia, kalian kenapa? kok baju kalian basah gitu?," tanya kepsek yang tak lain adalah ayahnya Lydia.


"Aku... hiks... aku sama Tania sama Melly di bully yah, hiks... aku di buat malu sama anak kelas 3A hiks... mereka nyiram kita bertiga pake air bekas pel, yah," adu Lydia dengan action menangis di ikuti kedua temannya.


"APA?!! ok, sekarang kalian ganti baju nanti ayah yang bakal ngurus masalah ini," jelas si kepsek.


"Iya, ayah," kata Lydia pura² lesu sambil pergi ke ruang ganti.

__ADS_1


~oOo~


Di dalam kelas


Suasana menjadi ribut akibat si Lydia dkk membuat Nesya tak bisa tidur nyenyak.


"Woi!! diem napa?!! brisik banget, ini kelas apa pasar?! kalo kalian ga pada diem, gue bikin kalian kaya Lydia sama temen² nya, mau?!," bentak Nesya kesal, mereka langsung terdiam.


"Heh, Nes..," panggil Vyone.


"Apaan?" jawab Nesya sambil kembali merebahkan tubuhnya di matras.


"Lu ga mau bungkus sekalian orang² laknat itu?," tanya Vyone sambil tetap bermain kartu.


"Emang mereka apaan pake di bungkus segala?," tanya Nesya balik.


"Ye.... kaya lo ga paham aja, Nes," jawab Vyone.


"Halaahhh... dia itu udah punya persiapan buat ngelawan Lydia dkk," sahut Lyra santai.


"Oh... ntar kalo dia bikin masalah lagi, gue yang bakal maju," jawab Vyone.


"Emang lo bisa?," tanya Nesya, Lyra dan Vier bersamaan.


"Wuih... monyed² kompak, gue sih bisa aja karna gue juga jago bela diri," jawab Vyone santai.


"Oh..."


"Kompak lagi monyed² ini," ejek Vyone datar.


"Kita monyed situ juga monyed, temennya monyed kan monyed," jelas Vier agak rumit.


"Ha?," tanya sebuah suara yang jelas bukan geng Nesya, salah satu siswa yang sekelas, dia ngedeketin Nesya dan duduk di matras dekat Vier, Lyra dan Vyone.


"Kalo kita monyed situ juga monyed, temennya monyed kan monyed," jelas Nesya perlahan dengan mata terpejam.


"Oh....," baru paham dia, dasar otak kapasitas kecil.


"Lo siapa?," tanya Lyra asyik main kartu.


"Nama gue Satya, gue sekelas sama kalian kok," jawab Satya.


"Dah tau," jawab geng Nesya kompak.


"Trus ngapain nanya?," tanya Satya ketus.


"Maksud gue, lo siapa tiba² deketin kita," jelas Lyra.


"Oh.... gue.... maksudnya?," tanya Satya lagi masih belom mudeng.


"Ck, mau lo apa deketin kita? lo bad boy apa orang baik²?," tanya Lyra meralat kata²nya.


"Gue cuma pengen temenan kali, kalo masalah bad boy apa engga, gue mah setengah nya," jawab Satya.


"Ye... setengah², kenapa ga bad boy sekalian?," tanya Vyone.


"Gimana ya?... bisa ****** gue kalo bolos mulu trus nilai gue kan pas² an," jawab Satya agak lesu.


"Oh... pantes," balas geng Nesya kompak kecuali Nesya.


"Pantes apaan?," tanya Satya.


"Pantes kapasitas otak kecil," jawab Lyra ketus.


"Ye... ngeledek?," balas Satya.


"Brisik, cok! gue mau tidur tau ga?!!," bentak Nesya kesal.


"Gosah ngegaz lah," balas Satya.


"Hem...," dehem Nesya.


.


.


.


Hening, Nesya molor lagi, 3 human main kartu remi trus Satya ikutan.


Trriiingg.... trriiingg.... trriiinggg....


Bel pulang sekolah berbunyi cukup nyaring, membuat Nesya terbangun dan teman²nya menghentikan permainan kartu remi mereka.


"Balik kuy," ajak Satya sambil berlalu pergi.


"Guys jawabannya gue kumpulin sini," kata si ketua kelas.


"Nih," kata Nesya sambil memberikan jawabannya dan teman²nya.


Setelah membereskan barang², Nesya dkk pulang ke rumah masing², Nesya/Nala di jemput menggunakan mobil sedan hitam, dia pulang bersama Vier dan Lyra.


"Nes," panggil Lyra setelah mobil jalan.


"Gue Nesya di sekolah tapi gue Nala di rumah," ucap Nala.


"Ok ok, Nala," ralat Lyra.


"Hm.. paan?," tanya Nala.


"Menurut lo si Vyone itu nyenengin juga ga sih?," tanya Lyra.


"Kalo menurut gue sih iya," jawab Vier.


"Ok, kalo lo gimana, Nal?" tanya Lyra lagi.


"Ya... bolehlah, Vyone lumayan kok orangnya," jawab Nala agak acuh.


"Okd say," balas Lyra senang.


~oOo~


Di mansion Night Clair


Semua sedang makan malam di ruang makan, kecuali 3 human, kalian penasaran kemana Karina, kak Alfie sama Veronica? Karina udah sekolah di kota S, kak Alfie udah balik ke AS buat ngelanjutin pendidikan tapi tetep latihan yang keras, Veronica ga mau sekolah di Indonesia dan dia udah balik ke Korsel.


Setelah makan malam, Nala memanggil mereka bertujuh ke ruang kerjanya, saat ini mereka sudah berkumpul di ruang kerja Nala.


"Ada apa?," tanya Arya membuka pembicaraan.


Bersambung....


~oOo~


Apa yang akan Nala lakukan?


Bagaimana kelanjutan ceritanya?

__ADS_1


Next eps guys!


__ADS_2