
Beberapa tahun kemudian
"Yuena Nesyanie Putri," panggil seorang guru laki² di sebuah sekolah.
"Hadir, pak," jawab seorang gadis sambil mengangkat tangan kanannya.
"Baik karna semua sudah hadir maka kita mulai pelajarannya," kata guru tersebut.
Bla.. bla.. bla...
Ok, guys ga kerasa udah beberapa tahun aja ya, jadi Nala dkk ganti nama nih ceritanya tapi rapot sama ijazah mereka namanya tetep sama kok, mau tau caranya? gampang! tinggal fulus maka lancar.
Nama setelah dan sebelum di ganti serta panggilan nya:
-Natalia Lavender Yuena Nero/Nala, diganti jadi Yuena Nesyanie Putri, dipanggil Nesya.
-Farellina Reatsy Domilasta/Lina, diganti jadi Shizukana Farely Putri, dipanggil Farel.
-Wendy Dentaska Halim/Wendy, diganti jadi Reikorie Famita Putri, dipanggil Mita.
-Wu Mei Fan/Mei, diganti jadi Nanami Meifani Putri, dipanggil Fani.
-Wu Yi Fan/Yi Fan, diganti jadi Yidarin Felanie Putri, dipanggil Lani.
-Kakashi Ihjitama/Kakashi, diganti jadi Taroma Keitama Putra, dipanggil Kei.
-Na Wang Sik/Wang sik, diganti jadi Shinjina Saitama Putra, dipanggil Shin.
Dalam beberapa tahun, Nala menjadi miliader terkaya se Asia bahkan Nala sudah menguasai dunia bisnis dan dunia gelap di Indonesia dan sekitarnya, bahkan Nala sudah mengambil alih perusahaan milik kedua orang tuanya yang ada di seluruh Prancis.
Nala bersahabat baik dengan Alisya Prime Nagaswara/Prime, Farina Sarah Gundari/Sarah, dan Doni Septiano Arashi/Doni, mereka sudah sangat dekat seperti saudara sendiri, mereka semua (Nala dkk) diketahui hanya anak angkat dari keluarga putri yang sudah meninggal (padahal ga ada wkwk).
Selama Nala/Nesya memimpin TDB dan perusahaan, semua usahanya berkembang pesat bahkan di dunia gelap beberapa kelompok mafia ingin bergabung dengan TDB tapi...
'Kalian boleh bergabung dengan kami tapi kami tak merekrut orang dari kelompok kalian, cukup orang² yang kami pilih sejak awal saja yang kami rekrut,' kata Lina tetap menutupi identitasnya dong, saat ketua para kelompok mafia itu berkumpul dan memohon.
Sekarang Nala bahkan merekrut anak² yatim piatu seumuran Nala (walau ga semua) yang jumlahnya 20 anak, mereka di latih dengan keras seperti para mafioso dan maid, mafioso dan maid juga masih lari santai tapi jarang dan kalo lari santai juga pada pake topeng, anak² yatim piatu tersebut bersumpah tak akan menghianati dan selalu setia pada Nala, nama tim khusus untuk anak² itu (ga termasuk Lina dkk, mereka cuma kadang bantu aja:v) bernama Guardian.
Guardian dan TDB sudah menjadi pasukan yang terlatih bahkan kemampuannya hampir menyamai militer milik negara, usaha Nala semakin bagus dan menghasilkan banyak miliaran baik rupiah maupun dollar, mansion Night Clair semakin canggih bahkan ada bankar tersembunyi dan super canggih berkat bakat dan kegeniusan Nala, Nala punya jet, heli, mobil dan motor modifikasi pribadi.
Orang² di TDB dan Guardian adalah orang² kompeten dan berpotensi dengan bakat mereka masing² dapat membuat nama TDB (di dunia gelap) dan Guardian (kemiliteran) terkenal, orang² di kedua organisasi itu juga tidak hanya laki² melainkan banyak perempuan yang hebat baik akademis maupun non-akademis seperti Nala.
Triing triing
Suara bel istirahat berbunyi nyaring di SDN *****, di kota C, sekolah milik Nala, sekolahnya atas nama Lavender, Nala yang biayain renovasi sekolah ini dan dapet ya lumayan lah bagi Nala.
"Nesya...! kantin yok!," ajak Sarah, dia dah tau kalo nama Nala di ganti.
"Em.. ayok deh," jawab Nala, Lina.
Mereka pergi ke kantin bersama, ya begitulah mereka selalu bersama, Lina dkk kemana? beda kelas jadi kelasnya itu ada 3 kelas berbeda, A, B dan C. Nala, Sarah sama Prime di kelas A, Lina, Yi Fan di B dan Mei sama Wendy di C, Prime mana? bentar.
"Woy! Prime!," teriak Sarah dengan antusiasnya, dia segera duduk di kantin sekolah yang cukup ramai di ikuti Nala.
"Paan? ganggu aja," protes Prime yang sedang asik makan.
"Ye... makan ga bagi²!," protes balik Nala.
"Beli sendiri lah," kata Prime.
"Gimana? enak dihukumnya?," tanya Doni yang tiba² muncul dari belakang dan langsung duduk di sebelah Prime, Prime baru dihukum gegara... ada deh, Doni di kelas 5B.
"Lumayan lah dari pada gabut," jawab Prime kalem, dia emang tomboy+kadang jadi tukang onar+agak berandalan.
"Lah di hukum kok seneng," sahut Mei yang tiba² datang di ikuti yang lain lalu duduk di kursi kosong dekat teman mereka.
"Brisik dah, si Fani," protes Prime makin ke ganggu.
"Hilih..," balas Mei, mereka pesan makanan pada bu kantin setelah pesan anak² cewe alay pada teriak² sendiri.
'Aaaa.... abang Shin'
'Makin ganteng aja, Kei'
'Shin! pulang bareng yok!'
'Kei ajarin main basket dong'
Kira² begitulah ocehan² anak cewe baik dekel ataupun kakel yang jadi fansnya 2 human itu siapa lagi kalo bukan Kei (Kakashi) yang kalem dan Shin (Wang sik) yang kadang demam popularitas bikin eneg, mereka duduk di dekat Nala dkk dan tos dengan satu per satu temannya, ya... Shin, Kei sama Doni itu dah jadi 3 cowo terpopuler di sekolah itu.
Kei kelas 4A dan Shin kelas 4B, tak lama makanan pun datang, 9 bakso panas siap di makan dan biaya di tanggung sendiri.
SKIP
Nala pulang bersama teman yang suda dia anggap saudara kandung, bla bla bla, pada malam hari Nala dapet kabar dari Prime kalo dia harus pergi ke mana tau, Ok next, besoknya Prime ga berangkat sekolah sampe 3 hari, malemnya kak Wira nelpon, mereka komunikasi pake bahasa Inggris.
Nala : Wuih... selamet nih buat yang udah jadi presdir perusahaan Pratama, tingkatkan kak!
Wira : Mantab lah dek, oh iya kamu baek² aja kan di sana?
Nala : Baek lah kak, mang napa?
Wira : Nope, cuma ngecek
Nala dengan datar : Oh
Wira : Yee... ngambek lagi, three B gimana? sehat kan?
Nala : Sehat dong, lagi kurang daging nih, kak. Kirimin mayat apa orang kek buat mereka makan
Wira : Cari sendiri lah! trus Wels gimana?
Nala : Tenang kak, ada Nala eh Nesya yang ngerawat
Wira : Hmm... iya deh, Nesya
Nala : Ya udah kak, aku ngantuk mau tidur, good night kak, have a nice dream
Wira : Good Night adikku sayang
Telpon di matiin dan Nala langsung tidur di ranjang empuk king size miliknya.
**Di tempat lain**
__ADS_1
*Dor
Dor
Bagh
Brak
Bugh
Akh
Dor*
Suara perkelahian benar² bising di markas WolfWhite, mafia itu sedang diserang oleh BlackBear, pertarungan semakin memanas, mafia milik Prime itu sudah cukup kewalahan, sudah banyak yang mati bahkan ada yang dibakar, Prime juga sama capeknya.
WolfWhite sudah kirim sinyal darurat untuk meminta pertolongan tapi sial! orang² yang akan membantu belum datang juga, Nala bahkan belum tau soal ini, Prime benar² kewalahan dan terluka cukup parah, daerahnya terbakar, markasnya sudah terbakar, banyak anak buahnya yang sudah menjadi abu, dia menangis di medan pertarungan.
Prime merekam video dengan jam tangan dari Nala yang dia pakai, dia meletakan nya di salah satu batu dan mulai merekam, entah apa yang dia rekam tapi akhirnya Prime pergi membantu salah satu anak buahnya dan...
**Boom**!!!
Tempat itu diledakkan bom, video yang terrekam berhenti otomatis di saat Prime dan tempatnya berdiri di ledakkan, jam itu tahan panas sehingga tak meleleh di suhu panas, entahlah nasib Prime mungkin sudah jadi abu dia
Nala tak bisa tidur, itulah alasan dia yang sekarang, tengah malam berada di dapur, kelaparan katanya, Lina berlari menemui Nala di dapur.
"Nona!," pekiknya panik.
"Ada apa, Lina?," mereka sepakat untuk menggunakan nama asli saat di rumah, kecuali jika ada yang menginap.
"WolfWhite! mereka.... mereka....," jawab Lina terengah-engah.
"Kenapa?!," bentak Nala.
"Mereka di serang! mereka minta bantuan! dan... ada suara bom!," pekik Lina panik, benar² panik.
"APA?!!!," teriak Nala tak kalah panik dan terkejut, tapi bisa dia kendalikan.
"Suruh Wendy siapkan transportasi ke markas WolfWhite, siapkan barang² yang kita perlukan, ganti pakaian kalian dan gunakan topeng kalian!!! cepat!!," seru Nala di tengah malam membangunkan mereka.
Dengan sigap anak buah Nala berganti pakaian menjadi zirah tempur mereka dan topeng biasa menjadi topeng mafia TDB, tak perlu waktu lama untuk terjaga, mereka langsung berangkat 3 menit kemudian, hanya Nala dkk yang ikut karna yang lain memantau dari mansion.
Butuh waktu 3 jam jika menggunakan kecepatan mobil biasa, tapi ini mobil modif woy! kecepatannya kenceng banget, syukur tengah malem jadi jalanan sepi, dan mereka sampai 40 menit kemudian di markas WolfWhite.
"Ah! Sial!," umpat Nala kesal.
Ketemu! jam tangan milik Prime, jam tangan dari Nala, anti pecah, tahan panas, anti gores dan bisa mengirim sinyal SOS dan merekam dengan kamera kecil di dalamnya, tangis Nala pecah sambil berlutut dan menggenggam jam tangan itu.
"Aaaaa!!!!! Lina!! cari tau siapa yang sudah melakukan ini!!! aku mau secepatnya!! huhu... p******n dengan ini semua!! B******n mana yang berani melakukan ini??!! Ja*c*k!! Ku bunuh kalian semua!!!," teriak Nala makin tak beraturan.
"Nona...," panggil Lina, Mei dan Wendy sedih melihat hal itu, pak Dicky tak bisa melihat Nala menangis jadi dia memalingkan wajahnya.
Nala menangis seenggukan, Kakashi dan Wang sik mencoba menguatkan Nala tapi hanya sedikit menolong, mereka pulang ke mansion dalam kecepatan seperti sebelumnya, Nala lebih banyak diam di sepanjang perjalanan.
Di kamarnya, Nala menangis dalam diam sampai matanya benar² membengkak, Nala berlatih sendirian di GYM pribadi dengan begitu keras, Yi Fan melihat nya dan begitu sedih, Lina dkk berunding dan mereka sepakat untuk memberitahu tuan dan nyonya besar.
Bla.. bla.. bla..
"Jadi begitu ya, saya paham sekarang, saya akan segera bertindak, terima kasih telah memberitahu saya, kalian bisa kembali beraktifitas seperti biasa," jelas Rescha di sambungan video internasional menggunakan bahasa Jepang.
"Biggumasuta, domo arigato," jawab Lina dkk serentak sambil membungkukkan kepala mereka, karna mereka sedang dalam posisi duduk.
"Hem," dehem Rescha dengan anggukan kecil.
Pats..
Sambungan video di putuskan, mereka cukup lega mendengar jawaban Rescha sekarang yang perlu mereka pikirkan adalah Nala.
Keadaan Nala sangat kacau sekarang, begitupula Sarah di rumahnya yang terus²an menangis di kamarnya dan tak mau keluar, juga Doni yang mengunci diri di kamar, mereka benar² terpukul mendengarnya.
Setelah beberapa hari kematian Prime, mereka jauh lebih tenang, Nala sudah mulai menguasai dirinya kembali, Sarah dan Doni juga perlahan mulai tenang, mereka sudah berangkat ke sekolah lagi dan hanya sedikit percakapan yang terdengar, mereka lebih banyak diam apalagi Sarah yang biasanya ceria, sekarang menjadi pendiam terkadang dia masih menangis dalam diam di dalam kelas.
Lagi² Nala menerima serangan mental yang kuat, belum sepenuhnya Nala tenang tentang kepergian kedua orang tuanya, sekarang harus kehilangan sahabat pertamanya di Indonesia (setelah Sarah).
"Ga adil!! kenapa cuma aku yang ga izinin bahagia?!!! kenapa?!! malaikat maut... kenapa ga cabut nyawaku saja, tuhan.... kau sudah mengambil kedua orang tuaku dan sekarang engkau mengambil sahabatku juga!!! hiks... apa sih kesalahanku??!!! hiks... kenapa?!! segitu bencikah kau padaku???! hiks... hiks... apa lagi yang engkau ambil dariku??! hiks...," seru Nala di dalam kamar mandinya, dia mandi sambil nangis dan di bawah guyuran air shower.
\(Wang sik : Pasti elu ya!
Author : Apaan? ga jelas lu! \-tukas author sewot\-
Yi Fan : Alah... pasti elo kan yang bikin skenarionya, lo dendam kan sama Nala?! \-ngegaz coy\-
Wendy : Ngaku gak lo!!! \- berani ngebentak\-
Author : Ya iya sih
Yi Fan : Wah, minta di hajar dia
__ADS_1
Author : Bentar woi! skenario nya gw yang bikin tapi kan nyawa tuhan yang ngatur, bro... nyantuy dong
Wang sik : Hmm.... bener juga yah
Author langsung kabur dan akhirnya di kejar Lina dkk, sorry deh buat Nala, emang idup lo gini kok. HAPPY READING, BRO AND SIS\)
Di salah satu rumah mewah Sydney, Australia, suara tawa anak laki² memenuhi ruangan baca (komunikasi pake bahasa Inggris oi).
"Ahahahaha... mama sama papa bercanda kan? ya kan?," tanya orang itu di sela² tawanya.
"Mama sama papa ga bercanda," jelas mamanya si cowo tegas dan datar.
"Tapi.. oh ayolah! masa iya sih Leon tinggal di Indonesia di kota terpencil lagi, ini pasti bercanda kan, hahah...," kata anak itu sambil sempat tertawa.
Dia itu adalah Anzacano Leon Adijaya, pewaris tunggal keluarga Adijaya, keluarga terkaya no 2, mafia kejam no 1 di benua Australia.
Bla.. bla.. bla..
Di tempat lain, Arya Hanson Hollarie, pewaris keluarga Hollarie dari Belanda, keluarga terkaya no 3 juga di sarankan tinggal di Indonesia.
Di tempat lain pula, Mahardika Joozhar Vartena, pewaris keluarga Vartena dari Afrika, keluarga terkaya no 7, pemburu terhebat no 1 di benua Afrika, dipaksa untuk tinggal di Indonesia juga.
Di tempat lain lagi, Feteraint Oliverdun Rollan, pewaris keluarga Rollan dari Inggris, keluarga terkaya no 6, ahli kecepatan tangan, dipaksa tinggal di Indonesia juga.
Setelah 1 minggu berduka, Nala di suruh pulang ke London, Inggris. Ralat! mansion utama keluarga Nero di London, Inggris. Ada pertemuan 10 keluarga besar katanya.
Para pewaris di tempat kan di satu ruangan yang sama dan orang tua mereka di ruangan lainnya, yah seperti yang kalian tau, di sini ada siapa aja, pada tegang tuh mukanya.
Pertama pastinya ada Nala, 8 tahun, pewaris keluarga Nero, keluarga terkaya no 1 \(Jepang\).
Kedua ada Leon, 10 tahun, pewaris keluarga Adijaya, keluarga terkaya no 2 \(Australia\).
Ketiga ada Arya, 10 tahun, pewaris keluarga Hollarie, keluarga terkaya no 3 \(Belanda\).
Keempat ada Alfieandra Maxi, 14 tahun, pewaris keluarga Maxi, keluarga terkaya no 4 \(Amerika Serikat\).
Kelima ada Veronica Park, 8 tahun, pewaris keluarga Park, keluarga terkaya no 5 \(Korea Selatan\).
Keenam ada Feter, pewaris keluarga Rollan, 9 tahun, keluarga terkaya no 6 \(Inggris\)
Ketujuh ada Dika, 9 tahun, pewaris keluarga Vatena, keluarga terkaya no 7 \(Afrika\).
Kedelapan ada Charlotta Zavier Luzeir, 8 tahun, pewaris keluarga Luzeir, keluarga terkaya no 8 \(Jerman\)
Kesembilan ada Raisya Karina Narendra, 7 tahun, pewaris keluarga Narendra, keluarga terkaya no 9 \(Indonesia\).
Kesepuluh Kimberlly Chamara Ramosie, 9 tahun, pewaris keluarga Ramosie, keluarga terkaya no 10 \(Filiphina\).
Itulah nama pewaris², wew... kebanyakan nama ya ga sih? lah udah mikir capek yang penting ini dah di kasih tau!.
"Hallo, kids. How are you?," panggil sebuah suara tegas, Jendral Kojhiro Hyugai juga datang dengan pakaian kedinasannya.
"I'm fine, thanks," jawab Leon, kak Alfie, Nala, Arya dan Feter, untuk berikutnya bahasanya pake bahasa Inggris lho!.
"Kalian tau apa tujuan sebenarnya kalian di panggil kesini?," tanya Jendral.
"Tidak," jawab mereka serentak.
"Kalian akan di satukan dan dilatih bersama dengan cara militer," jelas sang Jendral.
"Hah?!," teriak mereka bersamaan.
***Bersambung***.....
Apa yang akan terjadi?
Beneran nih?
__ADS_1
Next eps!