
"Kalian ikut kita buat lari, siapapun yang berhenti sebelum istirahat maka dia harus push up 10 kali," ujar Nesya dengan suara keras.
"Hah?!!!," seru mereka kecuali Leon dkk serta Satya dan Dean dan jangan lupakan 3 curut cewe tak terima.
~oOo~
"Neraka ini mah," keluh Bagas.
"Ho'oh," sahut teman²nya.
"Nanti malem gue dapet jatah kan?," bisik Satya di telinga Lyra.
"(blush) Hm..," jawab Lyra sembari memalingkan wajahnya.
"Woi! Satya! ga usah gangguin Lyra deh, mau gue cemplungin ke kolam piranha ye?," tawar Vyone garang.
"Emang ada?," tanya Satya ga percaya.
"Ada," jawab Nesya dkk + Leon dkk serentak.
"Udah², siapkan diri kalian dengan pemanasan dulu," ujar Nesya memulai.
"Lyra, lo pimpin pemanasan," perintah Nesya.
"Iya," jawab Lyra.
SKIP
Mereka pun pergi lari dengan arahan dan perintah mutlak Nesya, sekarang mereka sedang beristirahat di lapangan depan villa, banyak siswa² yang sudah tepar di tanah berumput.
"Woi nes! dah siap nih," seru Dika dari lapangan belakang.
"Woke, thanks bro," seru Nesya balik.
"Hei semuanya! ayo ke belakang villa!," perintah Nesya.
"Ayo, jan males," timpal Lyra.
"Tau nih, buruan!," balas Vyone.
Mereka pun pergi ke lapangan belakang villa, tentu saja sebagian dari mereka terkejut dengan adanya halang rintang yang cukup rawan.
"Apa²an....?!," gumam Arkan bingung dan kaget.
"Nes! kita coba dulu ya," seru Arya antusias.
"Silahkan," balas Nesya acuh.
Nesya dkk mengamati Leon dkk dengan tangan terlipat di depan dada, Leon dkk melepaskan kaus yang melekat di tubuh mereka lalu mulai melakukan pemanasan dulu.
Awalnya siswi² pada histeris karna roti sobek yang dimiliki Leon dkk tapi itu terganti dengan rasa ngeri.
Anak² kelas 7A benar² tercengang melihat kelihaian Leon dkk melewati halang rintang, dimulai dari melewati robot khusus untuk latihan yang cukup sulit lalu melewati tiang² tinggi yang kuat tapi kecil, setelah itu bergelantungan dengan besi kokoh lalu melewati besi lainnya tanpa menyentuh tanah dan mereka melakukan itu di atas kolam renang.
Setelah itu melewati cincin api di tengah kolam lalu menyelam guna mengambil kunci yang sengaja di tenggelamkan lalu naik kembali ke atas kolam, merangkak melewati lumpur yang penuh batu dan bagian atasnya di pasangi kabel yang menyalurkan listrik tegangan tinggi.
Setelah itu mereka berlari ke sebuah kolam yang cukup jauh dari tempat mereka mandi lumpur, semua orang tentu mengikuti Leon dkk, mereka kecuali Nesya dkk tercengang kembali.
Pasalnya Leon, Arya, Dika dan Feter tanpa rasa takut menyelam ke dasar kolam yang di penuhi ikan piranha untuk mengambil sebuah kotak, mereka menyelesaikannya tanpa terburu buru tapi serius, setelah itu mereka kembali naik dengan tubuh penuh darah dan membuka kotaknya.
Di dalam kotak masih terdapat teka teki yang harus di pecahkan, tentu mereka sudah tau jawabannya tapi mereka kembali meletakkan kartu teka teki tadi ke dalam kotak, setelah itu mereka menatap anak² kelas 7A yang masih tercengang.
"Sepertinya bagi pemula seperti kalian ujian terakhir di hilangkan, mengingat tubuh kalian yang masih lemah," ujar Leon menyadarkan mereka.
"Hum... ada bener nya juga sih, fisik mereka masih terlalu lembek kaya cuma lumpur yang kebanyakan aer," balas Vyone.
"Hah?! apa lo bilang?!," kesal Arkan.
"Emang bener kan? coba deh kalian tahan napas sampe 5 menit, bisa ga?," tantang Vyone.
"5 menit?!!," seru anak² kelas 7A kaget.
"Elah, cuma 5 menit juga. Kita aja bisa lebih dari rekor dunia kok," balas Lyra.
"Dah, ga ada kaget²an lagi. Sekarang mending kalian berenang aja, bisa berenang semua kan?," ujar Nesya di akhiri pertanyaan.
"Bisa sih tapi gue ga agak ga bisa, gimana dong?," tanya Nila.
"Oh... ARYA!!!," seru Nesya memanggil Arya.
"Eh busyeett kaga usah treak juga anjeng. Kuping gue sakit," balas Arya sambil mengusap telinganya dan mendekati Nesya juga Nila.
"Ya mangap😁," balas Nesya.
"😑," respon Arya dan Nila.
__ADS_1
"Maap kali bukan mangap," ralat Arya dan Nila bersamaan.
"Iye² intinya itu, Arya lo ajarin si Nila sampe bisa berenang dengan baik," perintah Nesya.
"Hee??? iya deh," jawab Arya pasrah.
"Bye²," Nesya pun pergi ke salah satu bangku panjang untuk bersantai.
Sementara itu Lyra pergi ke dapur untuk minum kebetulan Satya baru aja dari kamar mandi, Satya tersenyum smirk lalu mendekati Lyra.
"Hello," sapa Satya mengejutkan Lyra sampai tersedak.
"Uhuk uhuk uhuk, Satya! ga usah ngagetin napa sih?!," kesal Lyra di sela batuknya.
Satya hanya nyengir ga jelas lalu mengangkat tubuh Lyra ke pantry, Lyra masih kesal rupanya, Satya pun mencium pipi Lyra gemas lalu menggigitnya.
"Emh... sakit..!!," kesal Lyra sambil cemberut.
"Haha.. imut banget sih, trus ni pipi apa bakpao. Enak, pengen gue makan tapi ga bisa," celetuk Satya yang langsung dihadiahi pelototan dari Lyra.
"Minggir Sat, gue mau latihan," usir Lyra.
Cup
Satya dengan nakalnya mencium bibir Lyra bahkan mel*matnya, Lyra tampak kesal tapi tetap mengikuti permainan Satya.
5 menit sudah mereka main ml tapi masih belum berakhir bahkan Lyra tampaknya sangat menikmati dan Satya? jangan ditanya, selain mel*mat bibir Lyra dia juga sempat²nya menyusupkan tangannya ke dalam hoodie Lyra dan memainkan 2 balon Lyra.
10 menit mereka masih bermain.
15 menit mereka pun melepas permainan mereka.
Tanpa mereka sadari masih ada orang lain yang melihat aksi mereka sejak 1 menit yang lalu, Bagas, Bagas lewat dapur dan terkejut dengan kiss scene di dapur itu, Bagas memberitahukan teman²nya, mereka hanya melongo mendengar pemberitahuan Bagas dan memutuskan untuk tak mengganggu Satya dan Lyra.
Cium*n Satya turun ke leher, dia sangat suka wangi dari tubuh gadis di depannya, Lyra hanya memejamkan matanya merasakan usapan baik dari tangan maupun bibir Satya.
"Udah Sat, nanti dia bangun," cegah Lyra menghentikan aksi Satya.
"Hm... nanti malem?," tanya Satya.
"Liat aja nanti," jawab Lyra nakal.
Mereka pun kembali ke belakang villa, teman²nya masih sibuk dengan aktifitas masing², Lyra duduk di sebelah Nesya yang tiduran sambil memakai sunblok dan mendengarkan lagu.
"Gimana mainnya? enak?," tanya Nesya tiba² tanpa menoleh ke arah Lyra.
"Jan pura² polos, tadi lo sempet main di dapur sama Satya kan?," tanya Nesya membuat Lyra blushing.
"D darimana lo tau?," tanya Lyra pelan.
"Kita semua dah tau, trus tadi Satya kebablasan ga?," tanya Nesya menggoda.
"E engga k kok," jawab Lyra gugup.
"Kayanya sejak kemaren lo ada perubahan ra," celetuk Vyone sambil duduk di sebelah Lyra.
"Perubahan?," tanya Lyra bingung.
"Gue tau, pasti karna sekarang si Lyra dah ga polos lagi. And, dia dah ngerti soal ****," jawab Vier yang tiba² saja datang dengan nada datar.
"(blush) ihh.. apaan si?," tanya Lyra malu, Nesya tersenyum miring.
"Bwahahaha...," mereka bertiga tertawa bersama.
"Dah yok nyebur," ajak Vyone sambil menarik tangan Lyra.
"Gue ganti baju dulu lha," balas Lyra.
"Kaga usah, gue tau lo pake miniset. Tinggal lepas tu hoodie ama training lo aja, gampang kan," bantah Vyone.
"Gila lu ye?! gue kaga mau nyebur, lo aja sanah," usir Lyra kesal.
"Udah... ayo," ajak Vyone menarik tangan Lyra.
"Ga mau, Vyone!," bantah Lyra.
Terjadilah pertengkaran 2 sahabat itu, yang satu menarik sahabatnya yang satu lagi bertahan dalam posisinya.
"Woi! Vier! Nesya!, bantuin gue!," seru Vyone.
"Aelah ganggu lo," decak Nesya karna istirahat nya terganggu.
Byurr...
Mereka ber-empat pun nyebur ke kolam bersamaan, Lyra yang merasa kesal, Vyone yang tertawa lepas, Nesya yang merasa malas dan Vier yang tetap berwajah datar.
__ADS_1
SKIP
Keesokkan paginya
Hari senin
Seperti hari sebelumnya mereka bangun pukul 4 pagi untuk berolahraga, deretan mobil van yang cukup untuk mereka semua sudah berbaris rapi di halaman depan villa, kini mereka sudah siap dengan seragam sekolah mereka, mobil van sudah melaju membelah jalanan yang belum terlalu ramai.
Mereka menggunakan waktu senggang itu untuk beristirahat sebelum sampai di sekolah, sebagian bermain game di ponsel, ponsel? yap mereka diberikan ponsel model terbaru oleh Nesya, tujuan? Nesya sudah menanamkan berbagai teknologi canggih di ponsel khusus itu hanya anggota Gord of Demon squad (GoD/tuan pasukan iblis) yang memilikinya.
Gord of Demon squad adalah anak² kelas 7A yang menerima pelatihan khusus dari Nesya, ada lagi! ponsel yang diberikan Nesya memiliki fitur hologram dan sinyal sendiri, rencana Nesya adalah membangunkan GoD squad tepat jam 4 pagi, membuat mereka terbiasa sehingga ga perlu Nesya marah².
Ponsel tadi memang dibawa ke sekolah tapi di letakkan di tempat khusus yang dibawa Nesya, Nesya akan meletakkan kotak/tempat khusus itu di dalam kelas 7A, saat di sekolah ponsel di simpan di kotak itu, saat pulang baru mereka mendapat kembali ponsel mereka.
Back to story
Nesya dan rombongan sudah sampai di sekolah mereka, GoD squad diturunkan beberapa meter dari sekolah jadi mobil van yang mengantar mereka ga masuk ke sekolah, langsung saja mereka turun dari mobil van dengan tampilan baru, sedikit lesu, iya lesu.
Lesu gegara dibangunin jam 4 pagi sama Nesya dkk, untung Leon dkk udah berangkat duluan kalo engga mereka udah di seret ke dalam sekolah.
"Udah, ayo semangat. Nih ada susu buat kalian, pagi² minum susu itu baik lho," ujar Nesya memberikan susu pada mereka.
Susu berbagai rasa yang disukai anggota GoD squad, koq Nesya bisa tau? orang dia nanya kemaren hehe😁.
"Woahh... thank you, queen," ujar Satya sambil menerima kotak susu pemberian Nesya.
"Yoi men," balas Nesya santuy.
~oOo~
Dimulailah kehidupan baru anggota GoD squad, kegiatan yang sebelumnya berat perlahan lahan menjadi kebiasaan wajib yang harus dilakukan, jika tidak maka otot mereka akan kram, bagi siswa laki² yang hanya berjumlah 10 orang di kelas unggulan itu sudah memiliki perut fourpack, lumayanlah.
Sama seperti siswa laki², body siswi perempuan menjadi lebih ideal dari sebelumnya, harusnya mereka berterima kasih pada Nesya dkk yang membuat mereka hidup sehat dan body ideal yang... beh.
"Gaes, hari ini kita jamkos. Kalian bisa aktifitas kaya biasa tapi, jamkos kali ini ada tugasnya. Setelah nyelesaiin tugas gue bakal ngasih kalian buku paket, yang mana buku paket itu sepenuhnya milik kalian," ujar Nesya pada teman²nya.
"Buku paket buat apa? kita kan dah dapet buku paket dari sekolah," tanya Rayen bingung.
"Memang kita dapet buku paket dari sekolah tapi coba kalian pikirkan, kalian belajar dari buku paket yang gue kasih trus kalian bisa nguasain semua mata pelajaran di buku paket itu, trus waktu ujian kalian bisa selesaiin dengan cepet. Kira² itu hal bagus atau buruk?," jawab Nesya diakhiri pertanyaan.
"Bagus sih tapi...," gumam Anjani.
"Udah, kalian ambil aja buku paket di kardus ini, setelah itu kalian bawa pulang dan pelajari. Tandai pertanyaan dan soal yang menurut kalian sulit, jika memang tidak ada jawabannya maka kalian bisa menjawab langsung di buku paketnya, trus besok kalian tanya ke gue," Nesya pun menjelaskan.
"Kalo semua sudah terjawab maka gue akan berikan berbagai soal, jadi kalian harus siap sedia 1 buku kosong yang tebel. Kalo kalian ga bisa ya ga usah di paksain, setelah akhir semester 1 nanti kalian kuberi buku paket dengan materi lainnya, mengerti?," jelas Nesya kembali diakhiri pertanyaan.
"Mengerti!," jawab mereka serentak.
Mereka pun kembali di gembleng oleh Nesya sampai 4 bulan kemudian, hari ini adalah hari Sabtu, bulan Desember.
Sabtu pagi
SMP B'B internasional junior high school adalah SMP favorite sekaligus SMP elit, tapi yang paling menonjol adalah OSIS, pramuka, beberapa eksul lain dan jangan lupakan Gord of Demon squad, atau anak² kelas 7A, sekolah ini selalu mengadakan jalan sehat di hari sabtu, kecuali ada kegiatan tertentu dan terhalang faktor cuaca.
Anak² kelas 7, 8 & 9 sudah berkumpul di lapangan sekolah untuk jalan sehat, jalan sehat ini juga dinilai baik kekompakan ataupun kerapihan, mereka dilarang memetik daun karna kadang ada saja murid yang memetik daun dengan isengnya, selain itu mereka juga dilarang bergandengan tangan.
Sebelum jalan sehat GoD squad menyempatkan untuk pemanasan dulu seperti push up, squat jump dan sit up. Pemanasan yang mereka lakukan ga main², masing² berjumlah 50 kali, dilakukan 20 menit sebelum jalan sehat dimulai.
"Selamat pagi!," sapa salah satu guru menggunakan microfon.
Bla bla bla, pembicaraan unfaedah bagi cerita novel ini.
~oOo~
2 hari sebelum Ujian Akhir Semester 1
Ujian ini berlangsung selama 1 minggu dengan waktu istirahat 1 kali, tapi semua itu tak berlaku bagi GoD squad, disaat murid lain sibuk belajar untuk ujian mereka malah asyik nongkrong sambil nyanyi² ga jelas di alun² kota C.
Terutama si Bagas ama Satya yang nyanyi² ga jelas sambil maen gitar, bocah² sisanya pada joget² sambil ketawa².
"WOI BOCAH² GA ADA AKHLAK!," seru Vyone sambil membawa 10 botol coca cola ukuran besar.
"Kita punya nama anjeng!," seru Bagas ga mau kalah.
"Iye dah, nih gue bawain coca cola dingin buat kalian semua. Lu pada abis minum aer putih gelas kan? pake itu aja minumnya," balas Vyone sambil meletakkan botol² coca cola di dekat mereka.
"Woah... thank you nih, jadi enak," celetuk Fira semangat.
"Wee.. bgst," balas Vyone bercanda.
Mereka pun asyik nongkrong karna besok hari minggu dan sebagian dari mereka rumahnya jauh jadi cuma sebentar trus pulang, sisanya masih tetep di alun² sambil minum coca cola.
Malam itu malam yang asyik untuk mereka, mereka pun pulang jam setengah 12 malem.
Bersambung....
__ADS_1
~oOo~
Terlalu pro sih sampe pesta sebelum ujian wkwk