
Beberapa hari kemudian
Sudah waktunya mereka berangkat sekolah lagi setelah hari minggu:(, jadi mereka kembali tinggal di rumah dekat SMP dulu. Termasuk Lyra, kalian tanya bagaimana reaksi mereka? jelas Vyone dan Vier histeris, Dean, Dika, Arya, Leon, Feter hanya bisa tersenyum senang. Dan Satya sudah menangis sambil meluk Lyra.
"📢WOI BOCAH BOCAH LAKNAT, BANGUN GAK LO SEMUA!," Nesya membangunkan seisi rumah dengan toa.
"Kuping gue pengeng beg0!," kesal Dika setengah sadar melangkah ke ruang makan.
Byur!
"HAH!!?."
Dika berteriak kaget saat tubuhnya di siram air es tiba-tiba, dia merinding dan menatap tajam pelakunya tapi setelah itu dia terkejut dan berlutut mohon ampun.
"Ampun, queen... gue ga marah-marah lagi deh, maap. Iya salah gue, salah gue yang ga bangun lebih pagi, maap..."
"Nah tu tau, kalian masih mau berdiri disana!? mau gue siram air es juga!!?."
"Ampun, queennnn!."
Seketika orang 1 rumah berlutut di depan Nala, meminta maaf dan menyesali perbuatan mereka. Mereka pun segera mandi, sarapan lalu berangkat ke SMA :v.
Dikarenakan mobil SUV mereka lagi pada di servis, dan hanya tersedia limosin, akhirnya Nesya, Vyone, Vier dan Lyra pergi menggunakan limosin. Sedangkan Leon, Arya, Dika dan Feter menggunakan motor sport mereka.
Bruum.. bruum...
Limosin mewah berwarna hitam seolah dikawal 4 motor sport keren melaju dengan kecepatan normal menuju SMA xx, BB company hanya memiliki 50% saham sekolah ini. Vier kembali tertidur di dalam limosin, Vyone berdandan, Lyra maen hp dan Nesya mengecek pengeluaran dan pendapatan perusahaan LV company.
"Nes."
"Hm?."
"Lu kan asetnya udah banyak nih, terus bertahan di urutan orang terkaya nomor 1. Ntar kalo lo punya anak, maunya berapa trus gimana pembagian kekayaannya?," tanya Lyra tiba-tiba.
"Eh iya yak, kalo gue sih pengen nya 2 kalo engga 3 kek. Biar nanti bar gue di warisin ke anak terakhir gue," sahut Vyone.
"Gue ga nanya elu😒," gumam Lyra.
"Udah stop, intinya gue mau ngikutin kebiasaan keluarga gue. Yang berarti anak terakhir gue yang bakal warisin aset keluarga Nero dan mafia The Big Bos yang sekarang udah berjaya," balas Nesya.
"WHAT!!?."
Vyone, Vier dan Lyra terkejut setengah mati. Anak terakhir yang bakal warisin mafia dan semua aset Nesya!!? ni anak.... hah...!!. Nesya tersenyum kecut, tak lama mereka sampai di SMA xxx.
"ĸęmbałı łagı ĸę sęĸołah."
Gumam mereka bersamaan. Saat Nesya, Vier, Vyone dan Lyra turun dari limosin, mereka menjadi sorotan. Ada tatapan panas dari kaum adam, ada tatapan benci dari beberapa kaum hawa, serta tatapan kagum dari beberapa kalangan.
Beda sama Leon, Feter, Arya dan Dika yang dapat tatapan panas dari kaum hawa, tatapan benci dari kaum adam, tatapan kagum dari kaum netral, ada juga yang tampak acuh, contohnya Nesya dkk.
Mereka segera pergi ke kelas, sampai di kelas mereka dikejutkan oleh....
"HELLO QUEEN!!!."
Teriakan dari 10 anggota GoD squad. Mereka terkejut tapi juga senang.
"Kemana sisanya?," tanya Vyone pada Nila setelah menghitung jumlah anggota GoD squad yang ada.
"Pada mencar lah, ada yang di SMA swasta trus SMA yang deket laut itu. Ada yang di luar kota juga, intinya pada mencar," jawab Nila.
"Ha.... ga seru dong."
"Dahlah, biarin mereka pada dapet temen baru," ujar Nesya menengahi.
"SIAP QUEEN!!."
Keakraban GoD squad apalagi saat memanggil Nesya 'queen' pun menjadi sorotan.
Pemilihan ketua kelas
"VYONE!!."
__ADS_1
"UHUK! NAPA JADI GUE SIH!!?."
Vyone ngegas waktu namanya disebut semua anggota GoD squad yang sekelas.
"Kalo Queen yang jadi ketua kelas kasian nanti, Queen kan dah ngurusin banyak hal. Kalo aja King atau yang lajn satu kelas sama kita pasti kita pilih Dika."
"HAH!? ga nyambung anying!."
Istirahat
"Hello, queen."
Plok
"Yo, queen..."
Di kantin pun mereka tetep manggil Nesya queen, ga tau kenapa gitu loh. Setelah itu kantin menjadi ribut dengan teriakan histeris kaum hawa.
'Pasti King dkk,' batin GoD squad.
'Pasti 4 curut,' batin Nesya dkk.
Sesuai dugaan, Leon dkk duduk di meja yang sama dengan Nesya dkk. Hal itu mengundang rasa penasaran dari banyak kalangan dan rasa benci serta iri dari beberapa fans tidak termasuk GoD squad yang udah biasa sama gituan.
"Eh pesenin nasgor dong," celetuk Dika, kesannya yang memerintah membuatnya di pelototi anggota GoD squad, mereka paling benci ada yang merintah 'queen' mereka.
"Jaga omongan lo, pulang-pulang babak belur jangan salahin gue ya," ujar Lyra santai.
Seketika Dika merinding, dia segera meminta maaf dan berdiri membeli makanan. Ati-ati aja sama GoD squad, sebagian loyal banget sama Nesya, saking (takut) kagumnya sama Nesya. GoD squad sekarang lebih mengarah ke fans clubnya 'king and queen'. Siapa lagi kalo bukan Leon (king) dan Nesya (queen).
2 orang yang sangat di hormati di TBB, TAC dan GoD squad.
"Gue, Leon ama Feter nitip nasgor sama es teh ka!," seru Arya.
"Ogah!."
"Ye.. si anying," gerutu Arya.
"Gue nitip lemon tea 4, mie ayam, bakso pentol sama siomay," ujar Nesya mutlak membuat Arya mendengus.
Dengan lesu Arya berdiri lalu berjalan ke kedai untuk membeli apa yang Nesya dkk pesan.
"Gue bikinin pedas **** kesukaan lo deh, sama macaroon dan margarita coktail," ujar Nesya membuat Arya semangat kembali.
Disisi lain Leon, Arya, Dika yang udah balik, Vier, Lyra bahkan Vyone melotot ga terima.
"GAK ADIL!!."
Seru mereka bersamaan membuat Nesya tersenyum kecut.
~oOo~
Author : Untuk kali ini Author mau menceritakan pengalaman mereka saat berbelanja di mall terbesar di kota C nih, jadi waktu itu SUV mereka baru aja dibawa buat di servis maka mereka menggunakan limosin juga. Begini....
Bruum..
Deru halus limo milik Nesya dkk menjadi pusat perhatian, apalagi saat mereka turun dari limo panjang itu. Seketika mall menjadi riuh, ditambah beberapa orang berpakaian rapih dan bersenjata lengkap (disembunyikan senjatanya).
Segera mereka bergerak, sebenernya ga perlu gini juga sih cuman.... hari ini...
"Kalian yakin mau beli disini?," tanya Ari untuk kesekian kalinya.
Nesya dan yang lain memutar mata mereka malas lalu berjalan tanpa menghiraukan Ari ataupun Zelfa yang sudah merasa sedikit risih.
Bla bla bla
Ari dan Zelfa mengoceh banyak hal, Nesya pun merasa pusing dibuatnya.
"Stop, kalo oma sama kakak kesini cuma mau buat aku pusing mending ga usah ikut!," kekesalan Nesya dituang dalam suaranya yang menekan setiap perkataannya.
Ari dan Zelfa terbungkam, Nesya langsung menyuruh orang-orang itu menunggu di limosin saja daripada ikut tapi makin riweh.
__ADS_1
"Hah.... mereka itu..."
Tadinya Dika ingin berkomentar tapi hawa dingin serta tatapan Nesya mengisyaratkan untuk tetap diam. Sekali lagi mereka terbungkam saat Nesya berjalan melewati mereka.
"Huh... kenapa mereka ikut kesini, udah tau suasana hati Nesya lagi ga stabil," gumam Leon, dia tidak terlalu berdampak akan aura ga mengenakan Nesya.
~oOo~
(Sebelum mereka pergi ke rumah di jalan Manggis)
Malamnya
Di mansion Night Clair
Tampaklah Nesya sedang merasa stres dengan banyaknya pekerjaan, dia harus ini, itu, terus bikin ini, bikin itu. Banyak banget sampai berkas di atas meja kerjanya menumpuk.
Perusahaan anak cabang yang tiba-tiba menurun, lalu kerugian akibat banyaknya anggota TBB yang resign. Harus merekrut anggota baru, masalah internal tim Guardian, belum lagi masalah dari buku diary itu sudah cukup membuat Nesya sakit kepala.
Tik tok tik tok
Jam dinding terus berdetak, kini sudah melewati pukul 11 malam tapi pekerjaan Nesya masih banyak.
00.00
Masih kerja
01.24
Mulai ngantuk dan tinggal sedikit berkasnya.
02.54
Dikit lagi...
03.17
"Selesai! hoaam...." gumam Nesya.
Nesya tampak mengantuk tapi saat melihat jam dinding.
"Hah!? dah jam segini!!?."
Nesya segera membereskan barang-barangnya lalu pergi dengan keadaan masih sedikit acak-acakan, dia ingin pergi ke dapur untuk membuat kopi.
"Hoaaaamm... ngantuk bet parah," gumam Nesya.
Seseorang keluar dari lift dan melihat Nala sedang membuat kopi dengan perlahan, dia adalah Dika. Dika mendekati Nesya dan memeluknya dari belakang, sontak Nesya terkejut tapi kemudian dia tersenyum.
"Oh... si manja ya," gumam Nesya.
"Bangunnya pagi banget, nes. Kenapa?," tanya Dika.
"Gapapa, hoooamm..."
"Bubu aja sana."
"Ga bi–."
"Yaelah cuma tidur doang juga, lo aja di nina bobo in Leon langsung tidur. Buruan naik, trus tidur."
"Bacot lu."
Nesya dengan perlahan menyesap kopinya, ga membantu. Yang ada dia malah makin ngantuk, ya iyalah. Tanpa Nesya sadari, Dika sudah memasukkan obat tidur ke minuman Nesya.
"Hoaam...."
Nesya pun berjalan ke arah sofa, Dika yang melihat itu langsung menahan senyum.
"Sorry nes, gue ga pengen lo sakit," gumam Dika.
Sahabat kek gitu ga sih? keknya antara iya dan engga deh. Aing malah kadang diajak begadang-_.
__ADS_1
~oOo~
Maap, eps ini pendek:( maap