
{ Part 1 : Party }
"Hah... hah... anjiir... gue capek gila, cepet banget sih tu cewe ilangnya," keluh Lyra sembari berjalan gontai kembali ke meja semula.
Anggota GoD squad menjadi bingung, mereka memilih ikut ke kantin juga karna cukup haus nguber² 1 sekolahan sampe hampir manjat tembok sekolah sebelah.
"Emang.. hah... kenapa si....?," tanya Arkan sedikit ngos-ngosan.
"Ada lah.... GOBL0K!!," seru Vier terkejut membuat yang lain bingung.
"Apaan sih? lu tiba² teriak 'Gobl0k' gitu, ada masalah?."
"LIAT ITU AJG!," seru Vier lagi dengan wajah berbinar lalu diganti wajah datar.
"😑," respon mereka semua.
"Ternyata dari tadi disitu sambil makan, bgst! dicariin malah masih asik aja tuh bocah," kesal Bagas.
Vier, Vyone dan Lyra menghampiri meja mereka sebelumnya, mereka hampir melupakan pedas babinya. Vyone menarik tudung yang menutupi rambut siswi yang sedang asik makan itu.
Srak!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Siapa dia?
Back to story
"NESYA?!!!."
Seruan itu berasal dari semua orang di kantin yang mengenal wajah Nesya, beberapa diantara mereka terpana dan tersipu karna wajah Nesya yang teramat cantik, bahkan para perempuan ada yang tersipu lho.. hii.. situ lesby ga?.
"Oh.. hallo semua, apa kabar?😊," Nesya menyapa sambil tersenyum manis membuat hati para pria meleleh termasuk Leon dkk, kalo liat sih.
Bugh
Vyone menendang kursi di dekatnya.
"AJG! NAPA GA NGOMONG² SIH?!!."
"NGESELIN LU! DARITADI KEK NYAPANYA!."
"BGST, KAGA TAUNYA ELO. DICARIIN DARI TADI TAU GAK?!!."
Omelan Vyone, Vier dan Lyra membuat Nesya terkekeh pelan. Dia mengambil sumpit lalu daging, dia memasukkan daging itu ke dalam mulut 3 sahabatnya dengan paksa.
"Emmbb."
Tadinya Vyone mau protes tapi rasa daging itu membuat mereka terdiam.
"Bagaimana? masakan ku tetap enak kan?," tanya Nesya.
"👍👍."
"Swelwalu enuak (selalu enak)," gumam Vier sambil duduk.
1 detik... 2 detik... 3 detik...
Kantin masih hening karna sebagian besar dari mereka agak shock.
"Apa?," tanya Nesya menyadari seisi kantin hening.
'Eh.. ga deng cuma agak kaget aja'
'Oh iya ngapain kita kaya gini yak?'
'Lanjut kuy'
Seisi kantin kembali normal, anggota GoD squad menghampiri Nesya dkk. Mereka menarik kursi dan meja supaya bisa 1 tempat.
"Asyik! Nesya dah balik, kita bisa kaya dulu lagi dong," celetuk Nila senang.
"Njirr.. emang selama gue ga ada kalian kenapa?," tanya Nesya bingung.
"Nih ya... kita tuh di tekan mulu sama king, jadinya agak ga bebas gitu," keluh Bagas memulai.
1 per 1 anggota GoD squad memprotes apa yang dilakukan Leon dkk selama Nesya ga ada.
"Kesimpulannya mungkin Leon itu ga pengen kalian bikin masalah mulu," ujar Nesya.
"Mungkin, gue kemaren liat ketos kutub kaya kecapean gitu," balas Arkan.
"Oh iya kemaren Leon kecapean sampe ketiduran di basecamp (markas, sama aja sih)," celetuk Lyra membuat Nesya terpikir sesuatu.
"Pasti tidur sama pola makannya ga bener," gumam Nesya.
'Segitu deketnya ya Queen sama King, sampai² Queen tau kebiasaan King,' batin anggota GoD squad.
"Ini nih gunanya punya sahabat pinter, bisa langsung nebak apa faktor Leon kecapean," gumam Vyone asal.
Pletak
"Aduh!."
Nesya menyentil pelan dahi Vyone membuat Vyone meringis kesakitan.
"Lo pikir selama ini gue ga berguna gitu? ya udah ga usah dapet jatah makan malam," kesal Nesya memancing.
"Eh.. ko gitu si? jangan dong, ntar gue kelaperan. Pleaseee," rengek Vyone.
"Iya dah," balas Nesya acuh.
"Em... (aegyo) pleaseeee... hik.. Nesya kan baek ye kan," rengek Vyone dengan aktingnya.
"Ck, iya Vy sayang," balas Nesya kesal.
Percakapan mereka berlanjut.
"Eh gaes, ada lagu baru nih. Bagus deh," celetuk Vyone.
"Lah trus?," tanya Puspa.
"Gini, kalian para cowok dah lama ga ngerokok kan?," tanya Vyone.
"Hm.. kenapa emang?," tanya Bagas balik.
"Ga jadi ah, kalo dipikir lagi jadi ga seru."
"Yee..."
"Malem minggu aja kita pesta sekalian nginep gimana?," usul Lyra.
"Setuju!," seru anggota GoD squad.
"Keysip, di rumah Nesya gaes," ujar Vier semangat.
"Sip lah," balas yang lain.
"Woy, belum ijin ke gue njer😑," ujar Nesya datar.
"Ya udah, kita ijin nih Queen," rengek Vier.
"Iye dah, tapi kan rumah lagi di renov jadi kita pestanya di villanya Leon yang waktu itu," balas Nesya.
"Em.. ok deh," jawab anggota GoD squad.
"Btw gue denger GoD squad kepisah kelas ya?," tanya Nesya.
__ADS_1
"He'em. Sebagian dari kita kepisah tapi mereka bertiga engga dan ada beberapa yang sekelas, jadi ya udahlah. Sekalian kenal temen baru," jawab Kesya.
"Oklah."
Obrolan mereka berlanjut sampai naik ke meja, sekarang keadaan mereka kaya dulu. Kaya berandalan njer, kelakuan mereka membuat beberapa siswa siswi yang sirik/ga suka atau emang terganggu melapor ke guru.
LeArFeD ditambah Rara selaku OSIS pergi ke kantin untuk membubarkan, sampai disana.
"😑," respon LeArFeD + Rara saat melihat Vyone dan Lyra disana.
"Jangan bilang mereka yang buat masalah," gumam Leon dengan suara yang terdengar kelelahan.
"Lo disini aja, biar kita yang kesana. Itu semua anak² GoD squad kan? ga masalah lah kalo kita yang turun tangan, lo diem disini sambil istirahat, kita tau lo kecapean," balas Arya sambil menepuk pelan punggung Leon.
"Thanks guys," balas Leon dengan senyum tipis, sangat tipis tapi disadari Feter, Dika dan Arya.
Leon duduk bersandar tembok, Rara tetap disamping Leon (caper njer), yang lain pergi ke arah kerumunan yang membuat kantin lebih brisik dari biasanya.
"Hoi! jan pada nyari masalah napa?! kalian tau kan kal... o, NESYA?!!," perkataan Arya terhenti karna Nesya berdiri dan berbalik menghadap mereka dengan senyum manis.
"Biarin aja lah, kasian mereka di tekan terus. Lagian kita ga ganggu² amat kok," ujar Nesya membuat anggota GoD squad memasang senyum kemenangan.
LeArFeD + Rara sukses ternganga. Nesya menghampiri Arya dan memeluknya, Arya tersadar dan memeluk Nesya. Selain dekat dengan Leon, Nesya juga dekat dengan Arya seperti kakak beradik.
"Ko ga bilang hum? gue kan bisa jemput elo di bandara, walaupun pake jet atau di mansion gitu," bisik Arya lembut.
"Aelah, kelamaan tau," balas Nesya sambil melepas pelukannya.
Cup
Arya mencium puncak kepala Nesya dengan sayang mengundang rasa iri dari siswa siswi yang melihatnya, pelukan Nesya beralih ke Dika lalu Feter, terakhir Leon yang langsung berdiri.
"Bilang ya dari awal, aku bisa jemput kamu ke klan Ashura itu," bisik Leon.
"Masa?," tanya Nesya meremehkan.
"Aku bisa masuk kesana, ga usah ngeremehin deh," jawab Leon lembut.
"Iya ko percaya, lepasin dong," balas Nesya.
Leon melepas pelukannya dan tersenyum, senyum yang pertama kali dilihat orang lain kecuali Nesya dkk.
'Ih.. ganteng benget gilaaa'
'Aaa.. gue makin nge-fans sama ketos'
'Ampun, saingan gue glowing banget gila'
'Busyet kesempatan makin kecil nih buat dapetin ketos ganteng'
'Gapapa lah, gue bisa jadi yang kedua'
'Anjiir pelakor'
Begitulah bisik² siswi di kantin, Nesya pun menarik Leon ke basecamp mereka disana, Leon hanya bisa diam dan mengikuti Nesya.
'Pasti dah tau, Nesya bener² teliti ya,' batin Leon dengan senyum kecut.
~oOo~
Basecamp
"Kenapa kau melakukan itu ha? sudah kubilang bukan jangan main²!," omel Nesya sambil membalut luka di tubuh Leon.
"Ya maaf.. aku sama yang lain cuman lagi kesel aja waktu itu jadinya gini deh, aduh! pelan² dong," balas Leon.
Saat ini Leon tengkurap di sofa sambil bertelanjang dada, punggung nya penuh luka goresan dan bercak keunguan bekas perkelahian.
"Makanya kontrol dong emosi kalian," saran Nesya.
Nesya terus mengomeli Leon sambil membalut lukanya, kenapa Nesya bisa tau? karna waktu meluk LeArFeD dia samar² mencium bau darah di tubuh mereka, ga mungkin kan mereka haid? secara mereka kan laki². Jadi Nesya membuat kesimpulan bahwa mereka ber-empat sempat berkelahi dengan orang/kelompok tertentu sampai luka² gini.
Puas mengomeli Leon, saat yang lain datang ke basecamp mereka juga dimarahi Nesya. Mereka hanya bisa tertunduk dan meminta maaf, kok bisa? karna kalo mereka debat sama Nesya ga bakalan abisnya dan Nesya yang bakal menangin perdebatan itu.
~oOo~
Malam minggu
Villa Leon
Mereka semua mempersiapkan pesta dengan baik, sebagian anggota GoD squad yang udah dateng juga bantuin ngerapihin makanan. Mereka berpesta di halaman belakang yang luas karna rumah mereka yang di jalan Manggis lagi di renovasi.
Makanan yang di sediakan :
Tak lama mereka semua pun sudah berkumpul, kini mereka sedang mengobrol di halaman.
"HOLA SEMUA!!," sapa seseorang dari balik pintu.
"HAH?! SATYA SAMA DEAN?!."
Semuanya terkejut melihat Satya dan Dean dateng juga, tentu dengan senyuman lebar di wajah Satya dan senyum tipis di wajah Dean.
Melihat semuanya sudah datang Vyone pun mendentingkan gelasnya dengan sendok guna mendapat perhatian.
Ting ting ting ting (anggap aja kaya gitu:v)
Semua diam, Leon dkk ikut juga karna mereka juga dah lama ga ikut pesta kaya gini.
"Selamat datang di pesta penyambutan Nesya atau Queen kita yang beberapa bulan ini sedang mengikuti tes masuk sehingga dia ga bisa ketemu kita juga dia tak bisa mengikuti pelajaran, karna semuanya sudah datang mari kita mulai saja pesta ini. Selamat menikmati!," Vyone berkata dengan lugas dan senyum manis.
Semua orang bertepuk tangan mendengarnya, Bagas pun berteriak.
"PUTER LAGUNYA WOY!."
"ANJRITT! SANTUY LAHK!."
"IYA² SANTUY!."
Yang membalas teriakan Bagas adalah Kesya dan Vyone. Vyone pun berpindah ke meja yang dipenuhi alat² DJ, setelah itu dia mulai memutar lagu.
"WUIH! LAGUNYA ENAK JUGA."
"YA IYALAH, VYONE GITU LOH!."
"LIVE IG DONG GAES."
"GUYSS!! CHESSE DULU DONG! CHESSE!."
Mereka hanyut dalam lagu yang diputar Vyone, judul lagunya adalah DJ Bad liar dari imagine dragon. Selama itu anggota GoD squad menikmati waktu mereka, karna mereka kepisah kelas otomatis beberapa bulan/hari lagi ada yang ga bisa dateng waktu acara kaya gini.
"Ck ck ck ck, lu ga ada yang lain apa? Ciu gitu kan enak, apa Whisky. Anggur juga boleh kok atau juga bir," tanya Bagas karna dia ga nemuin minuman beralkohol disana.
"Ntar lo mabok lagi, males ah ngurus lo yang mabok sampe kaya gitu lagian kebanyakan minum minuman kaya gitu tuh ga baik buat kesehatan," jawab Puspa sekaligus memberi saran.
PS : Mereka bisa komunikasi bener karna mereka duduk cukup jauh dari speaker.
"Aduh... si Puspa perhatian banget sih ama gue. Jadi pacar gue yok," balas Bagas jahil.
"✊Ogah gue punya pacar kaya elo, calon fu*kboy," balas Puspa sambil menunjukkan tangannya yang di kepal.
"Makanya di benerin biar ga jadi fu*kboy beneran," celetuk Bagas membuat Puspa kesal.
"Eh eh.. lo mau kemana honey?," tanya Bagas.
"Hana honey hana honey, gue bukan siapa² lo ya. Jadi awas!," kesal Puspa yang membuat Bagas cemberut.
"//jleb//."
2 buah panah tak terlihat menancap di tubuh Bagas (boongan gaes), panah yang membuat hati Bagas bergetar dan tergelitik perasaan asing. Bagas merasa bingung sedangkan Puspa pergi ke tempat teman²nya.
'Puspa, awas aja lo. Gue pasti bisa bikin lo bertekuk lutut di hadapan gue dan mohon² jadi pacar gue,' batin Bagas sambil meminum sodanya.
"Hoi bro, lo kenapa?," tanya Lyra yang baru aja dateng dari toilet.
"Eh Lyra, ada bir ga?," tanya Bagas balik.
"Bir? ada sih tapi kayanya ga boleh deh sama Nesya," jawab Lyra membuat Bagas murung.
__ADS_1
"Lagian lo nya kalo minum keterlaluan sampe mabok. Ga bisa di atur dikit ya?," tanya Lyra.
"Udah², jan ceramahin gue. Kuping gue bisa pengeng ntar," jawab Bagas.
"Ck."
"Sayang, kamu ngapain disini bla bla bla."
~oOo~
{ Part 2 : Game Truth or Dare }
Selang beberapa menit lagu pun habis diputar, Vyone punya ide untuk bermain game TOD (Truth Or Dare).
"Ekhem! (mempersiapkan suara). ATTENTION PLEASE!! UNTUK PARA TAMU DISINI, GUE SELAKU MC DADAKAN MALEM INI MAU NGASIH SARAN KALO SEBAIKNYA KITA MAIN TRUTH OR DARE, JADI KALIAN SETUJU? YANG SETUJU HARAP ANGKAT TANGAN!," seru Vyone membuat yang lain terkejut lalu yang setuju yang mengangkat tangan bukan angkat kaki.
"OK KARNA YANG SETUJU HAMPIR SEMUA ORANG MAKA KITA AKAN BERMAIN TRUTH OR DARE, TOLONG BAWAKAN BOTOLNYA DONG!," seru Vyone lagi setelah voting selesai.
"Peraturannya gimana Vyon?," tanya Salsa.
"Jadi gini biar sekalian gue bagi jadi beberapa grup nah grup itu ada nomor 1-9 karna orang disini ada 36 jadi setiap kelompok 4 orang, trus nanti di meja... jangan di meja deh, kita taruh di papan trus papannya ditaruh di bawah jadi keliatan semua," jawab Vyone.
"Oke... next. Setelah ditulis nomornya jadi ada 9 kita ambil kertas yang ada nomornya jadi pemilihannya adil, habis itu kita duduk melingkar. Setiap grup yang dapat putaran bisa berdiskusi untuk memilih Truth or Dare," jelas Vyone, yang lain pun paham.
Setelah beberapa menit semuanya sudah siap, berikut pemilihan kelompoknya :
Kel 1 : Satya, Salsa, Bagas, Kesya
Kel 2 : Vier, Leon, Dika, E
Kel 3 : Lyra, Puspa, Reno, Fira
Kel 4 : Caca, Arkan, D, H
Kel 5 : Vyone, Rina, E, S
Kel 6 : Feter, J, R, G
Kel 7 : Toni, Y, A, S
Kel 8 : Nesya, Nila, Arya, L
Kel 9 : Dean, Anjani, K, C
Itu inisialnya aja ya gaes biar ga kebanyakan nama, pusing njer. Mereka sudah duduk melingkar sesuai kelompok masing² setelah siap Vyone memutar botol dan botol mengarah pada kelompok 3.
"Ok, kelompok 3 Truth or Dare?," tanya Vyone.
"Em... Dare!," jawab mereka yakin.
"Baiklah, nyatakan perasaan kalian ke lawan jenis, jujur! harus jujur yang ga jujur bakal di kasih hukuman rahasia," balas Vyone.
"IH! VYONE!," kesal Lyra dengan wajah memerah.
"😜," balas Vyone mengejek.
"Ayo dong," desak Rina jahil.
"Gue video nih gue video," balas Anjani sambil merekam dengan handycam.
"Ok, ekhem.. Reno, gue suka sama lo," ujar Fira sambil memejamkan mata dan wajah yang memerah malu hingga mengejutkan semua orang.
Prok... prok.. prok..
"AZEEKK."
"CUIT², GIMANA TUH RESPONNYA."
"SEMANGAT FIRA."
"Puft...."
Reno menahan tawanya, lalu...
"Ya, gue juga suka sama lo😊."
"//blush//😳😣," respon Fira.
"WOAHHH!!! ASEKK! JADIAN NIH, PJ NYA MANA?!!."
"MANTAP LAH RENO."
"NJER GUE KIRA RENO GA BAKAL KEK GITU."
"PENUH KEJUTAN, LANJUTKAN YA."
Game berlanjut, Lyra menyatakan pesarasaannya tentu pada Satya lalu Puspa diam dan menyerah, dia jujur jadi cuma dikasih hukuman makan limun, asemm...😣.
Permainan berlanjut.
"Kelompok 2, Truth or Dare?," tanya Vyone.
"Em... Dare aja ya biar menantang, dari tadi truth mulu," jawab Dika.
"Oklah, kiss orang yang kalian paling sayang. Bibirnya loh," balas Vyone.
"😳," respon kelompok 2.
"Elu sih ka!."
"Anjritt, nyesel gue milih itu," gumam Dika.
"Dah.. lakuin sekarang," perintah Nesya dengan senyum jahilnya.
Dika pun berdiri, dia berjalan ke arah... pintu, di dalem sana ada Karina yang sibuk ngerjain tugas. Yang lain mengikutinya karna penasaran.
Cup
Karina terkejut saat tiba² Dika datang dan mencium bibirnya bahkan mel*matnya! wah!. Yang lain tak kalah terkejut, ngomong² Karina emang dah balik dari pelayarannya, saat ini kapalnya berlabuh di pelabuhan kota C.
"😳."
"Anjirr... si Dika parah."
"Tantangan dari mereka," bisik Dika membuat Karina blushing.
Plak
Karina menampar Dika, jelas sekali wajah Dika dan Karina sama² kesal. Dika pun pergi dari sana, kembali ke halaman. Yang lain juga sudah kembali.
"Udah?."
"Hm.. kena tampar."
"Puft..."
"Jan beg0 makanya, minta ijin dulu kan bisa."
"Dah terlambat😒."
"Elah😒."
"Yang lain gimana? nyerah nih?."
Leon berdiri dan menghampiri Nesya, dia dengan cepat mengecup bibir Nesya dan kembali ke duduknya, Nesya juga ga masalah karna dah biasa.
"Aishh.. gue nyerah dah."
"Gue juga, gue ga mau first kiss gue ilang gitu aja."
Si F dan Vier menyerah membuat Vyone menyeringai, dia mengambil gurita yang masih mentah, dia meletakkannya di piring lalu menyiramnya dengan kecap asin. Proses kimia pun terjadi, tentakel gurita kecil itu bergerak karna rangsangan dari kecap asin. Yang lain merasa geli lalu menyemangati 2 orang yang menyerah itu.
"Silahkan dimakan."
"😒."
"😲."
Respon Vier dan F berbeda sekali, mereka pun memakannya dengan sedikit ragu.
"Bwahahaha..."
Permainan kembali berlanjut sampai larut, setelah semua makanan habis mereka pun pergi membereskan semua kekacauan yang mereka buat, belum selesai sih.. tapi karna dah malem jadi mereka berganti baju lalu tidur.
Bersambung...
~oOo~
Mulai sekarang Author bakal tambahin partnya jadi lebih panjang mungkin, sorry up lama ya
__ADS_1