
Nama gw Nara Davinia,biasa dipanggil Nara.
Mata gw mulai ngantuk karena guru yang sedang menjelaskan cuma bikin gua pusing. Tiga jam pelajaran telah selesai dan sekarang waktu yang ditunggu, istirahat.
"Kantin gak lu?" Sapa Dion dkk yang tiba tiba muncul depan pintu kelas
"Boleh lah bosen ni gw"
Mereka yang notabenenya satu genk akhirnya jalan ke kantin
Suara 'Enemy han been slain' mendominasi. Game yang akhir-akhir ini sedang ramai dimainkan kalangan remaja.
"Fighter maju sama tank,gw jaga tower,sisanya lord"
"Oke siap"
"Gercep woi dikit lagi win nih"
Ketika mereka sedang bermain game,Nara lah yang sering memunculkan strategi,jadi jangan heran kalo lagi mabar sama Nara mereka selalu menang.
Sekitar hampir 20 menit tangan mereka sibuk memainkan tombol analog dalam game tersebut akhirnya mereka mendapat kata 'victory' dan bertepatan dengan waktu selesai istirahat.
"Gw balik ke kelas duluan yak"
"Tiati diganguin lagii,wkwk" Ujar Dimas dengan nada usilnya,dan hanya mendapat tatapan sinis dari Nara.
Keadaan lorong mulai sepi karena murid pasti sudah masuk ke kelas mereka masing masing. Nara masih jalan dengan santainya.
"Halo Nara"
"Gak usah ganggu gw,mau apa lu kesini"
"Yailah jutek amat,tar juga bakal manja ama gw"
"Gak usah kegeer-an dah lu,minggir gw mo lewat"
__ADS_1
"Santai aja kali, gak usah buru buru. Gw cuma mau ngobrol sebentar sama lu"
"Hah? ngobrol? Sorry gak ada waktu!"
Brukk...
Nara berhasil mendorong tubuh Rendi ke tembok disebelahnya,jujur dia risih ketika bertemu Rendi. Setiap saat cowo itu selalu mengganggunya. Seakan-akan gak apdol kalo gak ganggu Nara.
Hawa dingin pagi ini bikin Nara malas rasanya untuk beranjak dari kasur. Ditambah dengan jam tidurnya yang kurang cuma buat begadang main game.
"Nara bangun, jangan sampe mama tarik kamu ke kamar mandi. Elap ilernya,jangan bikin mama punya tugas baru buat ganti sprei kamu hari ini" Ucap mama nya dari lantai bawah,namun msih terdengar jelas di telinga Nara.
"Ish bawel ya mama,udah tau masih ngantuk gini" keluh nya sambil melawan rasa kantuk yg amat berat.
Hari ini cukup sial buat Nara. Bangun kesiangan plus ketinggalan bus sekolah,terpaksa ia jalan ke sekolah, ketimbang naik angkutan umum yang seabad nunggunya.
"Pagi-pagi dah ngeliat pemandangan yang gak enak aja"
"Beda ya yang gak pernah ngerjain pr disekolah"
Nara,Dion,Toni,Arga,dan Kevin adalah satu genk. Awalnya mereka meremehkan Nara karena mereka pikir cewe satu ini sok tau soal game,dan sok pro. Karena suatu event turnament mobile legend yang mewakili sekolah dan Nara ikut, akhirnya mereka mengubah pandangan tentang Nara. Nara tak seburuk yang mereka kira.
Beginilah suasana pagi yang selalu menyambut Nara dikelasnya. Salin menyalin tugas seolah sudah biasa rutin dilakukan. Kadang Nara berfikir apakah mereka sibuk banget setiap malam sampai mengerjakan tugas disekolah pagi pagi.
"Oke baiklah,hari ini kalian akan melaksanakan ulangan harian,rapikan buku kalian,dan siapkan alat tulis"
"Lah pak… Kok mendadak gini si"
"Tau ini bapak,saya kan belum belajar"
"Iya nih gak seru ah bapak"
Dan masih banyak keluhan-keluhan lainnya. Terkecuali Nara,cewe itu tidak mengeluarkan sekata dua katapun. Karena ia selalu menyempatkan dirinya untuk belajar sebelum bermain game sampai larut malam. Game memang hobinya,tapi sekolah dan belajar adalah prioritas nya.
__ADS_1
Ditambah kemampuannya yang cepat dalam menghafal dan memahami sesuatu,tidak masalah untuk nya jika guru sedang menjelaskan dan ia memilih tidur. Toh dia udah memahami lebih dulu sebelum gurunya menjelaskan.
Hampir sejam telah berlalu,dan nilai ulangan harian telah ditangan mereka masing masing. Kali ini ulangan fisika,dan seperti biasanya,Nara yang mendapat nilai tertinggi.
"Dapet berapa lu bro?"
"Pas pas-an yang penting gak remed gw"
"Emang ya tuh guru,selalu bikin gw jantungan,mana gw belom baca buku semalem"
"Dapet berapa Ra?"
"Biasa" jawab Nara dengan nada santainya.
"Heran gw sama lu Ra,maen game mulu,guru nerangin malah tidur,tapi bisa dapet nilai tinggi"
"Belajar makanya,hahaha" kekeh Nara
"Mak lu ngidam Albert Einstein kali yak" gurau Kevin
Yap,Nara emang punya kebiasaan buruk,main game sampai lupa waktu. Tapi kekurangannya itu bisa ia tutupi dengan kelebihannya. Nara sendiri juga tidak paham mengapa ia cepat sekali dalam menghafal dan memahami sesuatu,takdir Tuhan mungkin.
Tiga jam telah berlalu,muka lelah mulai terlihat disetiap raut wajah teman temannya Nara.
Kringggg!!!
Tepat pukul 1 siang,kini Nara mulai merapikan tasnya dan segera bersiap siap untuk pulang. Selesai berdoa,murid murid mulai berhamburan keluar dari kelas mereka masing masing.
Pict Rendi Akando
__ADS_1