Nara

Nara
Arkana Panik


__ADS_3

Setelah sampai ke supermarket dengan cepat Arkana mengambil troli tersebut dan diikuti Aluna dari belakang.


"Pilihlah apa yang kamu mau! Aku akan mengikuti dan mendorong troli ini," ucap Arkana kepada Aluna.


"Terima kasih Tuan," jawab Aluna.


Aluna menuju tempat sayur-sayuran, serta daging, dan juga ikan. Tak lupa Aluna mengambil banyak sayur-sayuran hijau karena Arkana sangat menyukai sayuran tersebut.


Selama beberapa minggu ini Aluna bersama dengan Arkana, banyak hal yang Aluna ketahui terhadap apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh Arkana.


Setelah lama berkeliling di tempat bagian sayur, dan juga ikan. Aluna kembali berjalan menuju tempat rempah-rempahan atau bisa disebut bumbu masakan. Aluna banyak mengambil bumbu instan karena Arkana bisa meminta dirinya untuk memasak di waktu malam.


Setelah merasa sudah cukup dan tidak ada yang dibeli lagi, Aluna mengajak Arkana untuk menyerahkan barang-barang tersebut ke kasir.


Dengan patuhnya Arkana menuju kasir, dan membayar semua belanjaannya.

__ADS_1


Karena saat ini mereka sudah berada di luar, Arkana mengajak Aluna pergi ke pusat perbelanjaan. hitung-hitung Arkana ingin mengajak Alunan jalan-jalan. untuk menghilangkan stress yang selama ini Aluna pikul.


Setelah sampai di pusat perbelanjaan, Aruna menjadi bingung karena dirinya diajak ke tempat pakaian wanita. "Apakah Tuan Arkana ingin membelikan pacarnya pakaian?" Batin Aluna dalam hati.


Namun Aluna tidak ingin banyak bertanya, karena dirinya tidak ada hak dengan semua itu. Aluna disadarkan ketika Arkana meminta dirinya untuk memilih beberapa lembar pakaian untuk dirinya.


"Ambillah beberapa lembar pakaian untuk mu! Biar nanti aku yang akan membayar nya," ucap Arkana.


"Tuan jangan berlebihan! Aku tidak memerlukan semua ini. aku hanya membutuhkan perlindungan darimu, tolong Jangan perlakukan aku seperti ini Tuan," pinta Aluna.


"Tuan pakaian di sini sangat mahal, aku sangat mengetahuinya. bisa-bisa uang Tuan bisa habis hanya membelikan pakaianku saja," ucap Aluna.


"Aluna kita tidak banyak memiliki waktu! Jangan berdebat denganku, ambillah apa yang aku minta," Ucap Arkana yang tidak ingin dibantah oleh Aluna.


Tidak ingin melawan lagi, akhirnya Aluna mengambil apa yang menurut dirinya bagus. Karena tidak ingin mengecewakan Arkana, Aluna mengambil pakaian yang terlihat sederhana namun sangat elegan.

__ADS_1


"Sudah Tuan ini sangat cukup, aku tidak membutuhkan lagi," ucap Aluna yang mengambil beberapa lembar pakaian yang ada di tangannya.


Arkana berjalan ke tempat kasir untuk membayar pakaian tersebut kepada pramuniaga. Aluna dibuat tercengang oleh harga pakaian yang diambilnya.


"Tuan lebih baik aku kembalikan saja pakaian ini, aku tidak berhak menerimanya karena semua ini sangat mahal," bisik Aluna kepada Arkana.


"Jangan cerewet kamu! Kamu pikir aku tidak bisa membayar ini semua, kita tidak banyak memiliki waktu. Apa kamu ingin keadaan kita di sini berlama-lama akan diketahui oleh orang-orang yang mengincar dirimu," ucap Arkana.


Aluna tersadar bahwa sedari tadi dirinya berjalan tanpa beban, namun setelah mendengar apa kata Arkana, ada sedikit was-was dalam hatinya jika saat ini, dirinya sedang diincar oleh para mucikari tersebut.


Setelah merasa cukup semuanya Arkana mengajak Aluna untuk segera pulang ke apartemen. Namun Arkana melewatkan waktu jam makan mereka, karena sebenarnya Arkana merasa ada seseorang yang sadari tadi mengintai dirinya dan juga Aluna.


Arkana dengan cepat menarik tangan Aluna hingga sampai ke parkiran. Ada apa Tuan? Kenapa Tuan terlihat sangat panik? Katanya tadi kita ingin makan, apakah tidak jadi?" Tanya Aluna.


"Kita makan di apartemen saja," Jawab Arkana dengan cepat melajukan mobilnya untuk menuju ke apartemen tersebut.

__ADS_1


"Aku menemukan keberadaannya Tuan, cepat atau lambat kita akan menjemput calon istrimu," ucap seseorang yang sedang bersembunyi di belakang mobil orang lain. Orang sedang menghubungi Bosnya.


__ADS_2