
Malam ini suhu menjadi dingin,karena hujan yang turun ke bumi. Hujan hebat,sering beberapa kali terjatuh namun tidak pernah menunjukkan rasa kecewanya.
Semangkuk sup hangat buatan mama Nara cocok untuk menemani nya kali ini. Ditambah dengan rasa lapar selama ia tidur tadi.
"Abisin sup nya. Susunya jangan lupa diminum"
"Hm"
Nara menikmati makanan yang dimakannya sambil sesekali melihat kebersamaan abang dan papanya. Kedua orang itu tidak nampak seperti ayah dan anak nya. Melainkan seperti kakak dan adik.
"Pah gantian Rofi juga mau main PS nya,tadi kan papa udah kalah"
"Kalah apa,kamu gangguin papa tadi"
"Males lah papa curang nih"
"Yaudah ni, jangan nangis dong malu ama umur"
"Apasi gak lucu pah"
Saat Rofi mulai asik dengan game yang dimainkan nya. Dan mamanya yang sibuk membaca majalah…
"Udah tau pacar nya sakit,kok gak ditengokin" ucap Papa Nara yang memecah keheningan.
"Apasi pah,cuma TEMEN"
"Seandainya lebih dari temen juga gapapa. Kamu juga butuh orang buat jagain kamu diluar sana"
__ADS_1
"Udah gede, ngapain dijagain segala"
"Kalo dibilangin gak pernah nurut"
"Terserah papa aja lah"
"Nara dari dulu gak punya cowo pah,heran banyak yang suka tapi ditolak semua,betah kali ngejomblo" Ledek Rofi disertai tawa jahilnya.
Nara tidak berniat menjawabnya. Ia mengalihkan pandangannya ke jendela luar. Jika tak terlalu penting ia malas untuk meladeni.
"Diajak ngomong nya susah banget, ngidam apasi ett dah dulu mah"
"Kalian berdua kaya perbandingan. Nara dengan diam seribu bahasa,dan kamu sebaliknya"
"Ya habis kalo diem aja kaya ayam sakit mah,heheheh" Kekeh Rofi
Rofi langsung mendapat tatapan sinis dari adiknya. Ntah kenapa Rofi selalu saja jahil dan mengganggu Nara. Udah menjadi hobi nya mungkin.
"Iya, tidur ya jangan main game. Cepet sembuh sayang"
Bukan Nara jika ia mendengarkan ucapan mama nya untuk tidak bermain game. Saat sampai dikamar nya,ia langsung mencari benda kecil tersebut. Kebetulan dari pagi ia tidak memainkan game nya. Baru main sebentar diganggu Rendi.
"Malam ini gw harus Epic 1. Karena minggu depan udah ganti season" batinnya sambil membuka aplikasi game.
Permainan sudah dimulai,kini ia sedang di match dan siap-siap memilih hero yang akan digunakannya.
Namun…
Tiba-tiba saja hp nya berdering, terdapat sebuah notifikasi panggilan.
__ADS_1
"Halo,apasi gw lagi ngerank. Gakusah ganggu"
Sambungan pun terputus. Nara mematikan teleponnya terlebih dahulu.
Bukannya malah berhenti mengganggu,Rendi kembali menelpon untuk yang kedua kalinya.
"Apalagi Ren"
"Lu tuh harus istirahat,bukannya main game. Liat muka lu tadi siang,pucet Ra"
"Peduli gw? Ya gak lah"
Tutttt
Telepon berhasil ia matikan kembali, kali ini ia tidak hanya mematikan teleponnya. Tapi juga mem-block nya. Nara kembali melanjutkan game nya.
Setelah menyelesaikan game nya,Nara membuka line dari Rendi.
Rendi: P
Rendi:P
Rendi:P
Rendi:Woiiii
Rendi:Tidur jangan main game terus
Rendi:Gw gak mau gara gara game sakit lo makin parah!
__ADS_1
Rendi: Ra? Gw gak minta lo buat bales, tapi gw harap lo baca pesan gua ya:)
"Apaansi ni orang alay amat,gw cuma lemes doang bukan mau mati, ribet amat" kesal Nara sambil menaro hp nya di nakas.