
Hari-hari Nara lewati dengan merawat dan menjaga Arga Danuarta, seorang suami yang sudah dia nikahi sekita satu bulan lebih.
Kini Nara jalani hanya dengan keikhlasan, mengharap sang suami cepat-cepat sadar dan bisa berkumpul bersama-sama lg.
Setiap hari dan malam, seperti biasa nya Nara selalu mengajak Arga untuk berbicara, walaupun tak kunjung Arga menjawab.
Namun semangat yang Nara jalani dan berharap sang suami akan segera sadar dari koma nya tersebut.
Tidak ada tanda-tanda kehamilan bagi Nara, yang seperti muntah, pusing seperti kebanyakan pada umum nya ibu hamil.
Namum semakin hari kondisi Nara sangat menurun, tubuh nya selalu cepat lelah, nafsu makan nya juga sangat menurun, muka nya yang selalu terlihat sangat pucat.
Seperti hari ini, setelah selesai membersihkan tubuh Arga, mengganti pakaian nya.
Namun Nara sudah sangat terlihat lelah.
Tiba-tiba ada seorang perawat yang datang untuk men cek keadaan Arga.
Perawat tersebut melihat keadaan Nara seperti tidak baik-baik saja.
"Maap nona, seperti nya anda sedang tidak baik-baik saja,?" apakah anda tidak memerlukan sesutu, atau sebaiknya anda periksakan saja dulu kesehatan anda nona.!
"Mungkin saya hanya kelelahan saja sus, istirahat sebentar juga nanti nya akan baik-baik saja."
Sedangkan Arga di balik koma nya sudah merasa sangat gelisah, dia berharap semoga Nara tidak terjadi apa-apa.
Namun untuk bangun pun saat ini, tidak mungkin, karena pasti nya semua rencana Arga akan terbongkar.
Saat ini Nara sedang berduaan di dalam ruangan tersebut, Nara duduk di samping kasur rawat Arga.
'Mas, mas Arga kapan sadar nya,? aku kangen mas, aku kangen pengen mas peluk, aku juga tiba-tiba pengen adegan malam itu terulang lagi mas,' ucap Nara di sela tangis nya.
'Tiba-tiba beberapa hari ini aku sangat menginginkan hal itu mas,' mas Arga cepat bagun, aku sudah kangen banget dengar suara kamu mas.
Nara semakin terisak saat mencoba menguatkan hati nya, namun entah kenapa tiba-tiba Nara sangat rindu akan pelukan dan sentuhan dari Arga.
Sedangkan Arga sedari tadi, mati-matian menahan perasaan nya, saat mendengar keluh, sang istri.
'Ya Allah sayang, maapkan mas yang sekarang sangat menyiksa kamu,' mas juga tidak kuat sayang seperti ini, ingin sekali mas mencium dan memeluk kamu, bahkan lebih dari itu, batin Arga.
Arga meneteskan Air mata nya, beruntung saja Arga dapat menahan isak tangis nya, jika tidak Nara akan curiga.
'Mas jangan bersedih, maapkan aku mas,' yang selalu mengadu tentang kesedihan terus kepada kamu, ucap Nara sambil menghapus buliran air mata yang menetes di pipi mulus Arga.
__ADS_1
'Maap mas, sungguh aku tidak tahan,' ucap Nara, yang langsung mengecup bibir Arga, yang sedari tadi membuat Nara menahan hasrat nya.
'Akhhhhhhhh Nara, kenapa kamu menguji iman mas sih,' mana tahan mas kalo seperti ini, batin Arga yang mati-matian menahan hasrat nya di saat lagi pura-pura koma.
Namun belum lama Nara melakukan aksi nya.
Tiba-tiba ada seseorang yang akan masuk ke ruangan Arga tersebut, dan ternyta dia adalah dua orang perawat yang akan memperiksa kesehatan Arga.
"Selamat siang nona," sapa kedua orang perempuan tersebut.
"Siang juga," jawab Nara dengan sopan.
"Ganteng banget sih nih pasien, aku mau dong jadi istri dia," ucap salah satu pasien tersebut.
"Ehh gila saja kamu, dia sudah punya istri tau," jawab salah satu teman perawat tersebut.
"Jadi yang ke dua juga boleh donk."
Banyak lagi percakapan yang mereka bicarakan.
Namun itu semua tidak membuat Nara kepanasan, spebab perawat tersebut sangat menjaga batas nya.
Tidak asal pegang-pegang saja.
Nara kembali menghampiri ranjang rawat Arga.
'Tuh kan mas, cepat sembuh,!' aku tidak mau semakin hari, semakin banyak saja orang-orang yang meinginkan kamu jadi suami mereka.
Jika mereka tahu aku istri kamu aku buat jadi kerupuk tuh mereka pada.
'Cepat sembuh mas, setidak nya kamu bisa bilang ke mereka bahwa kamu sudah memiliki istri secantik aku,!' ucap Nara yang terus memeluk tubuh Arga.
Di lain tempa
Semakin hari semakin menjadi sikap yang di perbuat Siska.
Siska tidak segan-segan untuk memecat para maid yang ada di mansion milik Arga, jika mereka pada melawan.
Sedangkan Andre, berasa seperti tuan rumah saja, semua yang biasa nya dia kerjakan, akan kembali dia perintahkan kepada para maid lain nya.
Namun tanpa mereka sadari, seisi rumah tersebut sudah di penuhi dengan berbagai selsitv, sebab karena itu Andi jarang pulang ke mansion itu.
Andi lebih banyak mengurus semua perusahaan Arga, baik di dalam kota, di luar kota, bahkan sampai di luar negri.
__ADS_1
Karena Arga tidak memiliki keluarga lagi selain Desita, jadi tidak ada yang mengeluh tentang warisan tersebut.
Namun siapa sangka, di balik itu semua tanpa ada yang tahu orang tua Siska adalah sahabat dari Diat Danuarta ayah dari Arga Danuarta.
Tora Wicaksono, adalah Ayah dari Siska.
Dulu nya mereka adalah bersahabat dengan Diat Danuarta, namun karena gagal nya hubungan Siraj dengan Desita di masa lalunya.
Siraj membuat Tora dan Diat menjadi salah paham.
Sehingga sampai sekarang dendam itu masih ada di kala Diat sudah tiada.
Dengan adanya hubungan Siska dan Arga menjadi seorang suami, istri.
Niat tora ingin menguasai semua harta dan aset beharga yang di miliki oleh Diat.
Namun Tora salah kira, bahwa Arga Danuarta tidak lah sebodoh yang dia pikirkan, sehingga Tora sangat kesusahan untuk mengambil harta tersebut, hanya seujung kuku.
Tora juga tidak mengetahui kecerdikan Arga, yang memalsuka hubungan nya dengan Siska di kantor pengadilan agama.
Walaupun nanti nya Siska dan Arga resmi berpisah, sedikit pun Siska tidak akan pernah mendapatkan yang nama nya harta gono-gini.
Apalagi Arga sudah banyak mengantongi bukti-bukti kejahatan dan perselingkuhan Siska dengan Andre, dengan mudah nya Arga menyingkirkan keluarga itu sampai ke akar-akar nya.
Tidak ada yang mengetahui ke cerdikan yang Arga miliki.
Semua orang hanya memandang Arga adalah seorang raja bisnis, namun bodoh dalam bertindak.
Di lain tempat.
Di usia yang tidak muda lagi, Desita selalu di buat kewalahan oleh perbuatan Siraj, yang memiliki kelainan hifer ***.
Sehingga Desita selalu menuruti apa keinginan Siraj.
Jika tidak, maka Siraj akan membongkar aib Desita kepada Arga.
"Aku mohon Siraj, sudah berhenti,!" aku sudah lelah untuk melayani kamu, aku ini sudah tua, tidak seperti dulu lagi yang mampu melayani nafsu kamu.
"Aku tidak mau, kamu harus melayani aku,!" jika tidak aku akan mengatakan semua yang kita perbuat dari dulu sampai sekarang kepada Arga cucu mu itu, bahwa kita memiliki hubungan terlarang.
Hai gaes maap baru up ya 😊😊😊
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤗🤗🤗🤗🙏
__ADS_1