Nara

Nara
Pisah


__ADS_3

Ceklekkkkkk


Terdengar pintu terbuka, dan muncullah dua orang laki-laki yang satu sedang duduk di kursi roda.


"Tu-tuan Arga," ucap Tora yang sedikit tergagap.


"Selamat siang tuan Tora, apa kabar nya,?" jawab Arga yang sedikit berbasa basi.


"Baik, saya sangat baik, dan bagaimana kabar anda tuan Arga.?"


"Seperti ini lah keadaan saya, anda bisa melihat nya bukan.?"


Hening seketika, tidak ada yang saling membuka pembicaraan.


Mulut Tora terasa kelu, serasa kehabisan kata-kata.


Takut juga, jika Arga menanyakan keadaan Siska.


Sebab Siska sudah mengatakan, bahwa diri nya dan Arga tidak pernah saling mencintai, dan Arga juga tidak pernah menyentuhnya sama sekali.


Tiba-tiba datanglah seorang dokter perempuan, yang memecahkan keheningan saat itu.


"Selamat siang tuan Tora, nona Siska," saya ingin men cek keadaan anda dan bayi yang ada di dalam kandungan nya.


Degggggggg


Jantung Tora seakan mau lepas, tidak pernah terpikir sampai sini.


Tora pikir, tidak akan ada orang lain yang mengetahui keberadaan Siska di rumah sakit, namun dugaan nya ternyata salah.


Tora lupa mengatakan kepada pihak rumah sakit untuk merahasiakan kehamilan Siska.


Niatnya Tora ingin menjebak Arga, dengan kehamilan Siska saat ini.


Namun sebaliknya Tora lah yang terjebak dalam permainan nya sendiri.


Sedangkan Siska jangan di tanya lagi, antara takut dan bahagia, jika Arga mengetahui nya.


Takut jika Arga menanyakan anak siapa yang dia kandung, karena setatus Siska saat ini masih istri sah Arga.


Namun Bahagia, cepat atau lambat Tora akan merestui hubungan nya dengan Andre.


Karena tidak mungkin Siska melahirkan tanpa ayah.


"Keadaan ke dua nya baik-baik saja nona," ibu dan bayi nya sehat, ucap dokter tersebut.


"Terimakasih," jawab Tora dan Siska bersamaan.


Setelah dokter keluar, suasana sangat mencengkram.


Keringat bercucuran di kening Tora, muka sudah pasti sangat pucat.


Takut jika semua rencana nya akan gagal.


Namun terbesit di pikiran Tora, jika saat ini Arga sedang lupa ingatan.


Mungkin saja ini adalah kesempatan untuk mengelabui pikiran Arga.


"Hamil,?" satu kata yang keluar dari mulut Arga.

__ADS_1


"Benar sekali tuan Arga, apakah anda melupakan bahwa Siska adalah istri anda,?" itu berarti bayi yang ada dalam kandungan Siska adalah anak anda.


'Apa-apaan papah, dalam situasi seperti ini masih bisa untuk bersandiwara,' batin Siska.


'Kamu pikir aku percaya begitu saja,' lihatlah tuan Tora, hari ini dan detik ini juga akan aku buat semua nya hancur berkeping-keping, kamu pikir aku bodoh, batin Arga.


"Saya tidak pernah menyentuh Siska, bagaimana bisa dia hamil anak saya.?"


Sedangkan Tora sudah ketar-ketir, harus bagaimana lagi untuk berpikir keras, untuk mengelabui Arga.


"Apakah anda juga lupa jika pernah menyentuh Siska,?" jangan BERBOHONG tuan Arga Danuarta, Tora menekan kata berbohong kepada Arga.


Sedangkan Arga menaikan sedikit bibirnya.


"Jangan anda kira dapat mengelabui otak saya tuan Tora," apakah anda masih berpikir bahwa saya benar-benar lupa ingatan.?


Degggggggg


Jangan di tanya lagi, saat ini muka Tora sudah sangat pucat, keringat bercucuran membasahi kemeja yang di pakai Tora saat ini.


"Apa maksud anda tuan Arga,?" ucap Tora.


Arga berdiri dari kursi roda nya, dan berjalan mendekat ke arah ranjang rawat Siska.


Sedangkan Siska sudah merasa ketakutan, sebab di posisi lain dia masih sah istri Arga.


Namun dia sudah ketahuan berselingkuh di belakang Arga.


"M-mas Arga," ucap Siska yang terbata-bata.


"Kenapa kamu, ketakutan,?" dimana letak keberanian kamu kemaren, dimana Siska yang seperti perempuan pe***da.?


Hanya kata maap yang bisa Siska ucapkan.


Sedangkan Tora sangat geram, ingin sekali marah dan menonjok muka Arga.


Namun jika Tora melakukan semua itu, yang ada semua apa yang dia miliki sekarang akan hancur berantakan di tangan Arga.


"Kalian pikir aku memang cacat, lumpuh, dan lupa ingatan,?" kalian semua salah besar, dan asal kamu tau tuan Tora yang terhormat, sedikitpun aku tidak pernah sudi untuk menyentuh putrimu itu, apa lagi sampai membuat dia hamil.


"Maapkan kami tuan Arga, maapkan saya," saya mohon, ucap Tora yang masih kekeh untuk niatnya balas dendam.


"Tidak ada kata maap untuk orang yang munafik seperti kalian ini," dan asal kalian tahu, aku sudah mengetahuinya sedikitpun tidak pernah terlewatkan dengan semua kejahatan kalian, termasuk menyerahkan nenek ku kepada tua bangka Siraj itu.


Hancur sudah harapan Tora untuk membalas dendam kepada Arga.


Semua rencana yang dia susun selama ini hanya sia-sia, termasuk menikahkan Siska kepada Arga.


Sedangkan di luar ruangan, Andre hanya duduk terdiam.


Ingin sekali dia masuk kedalam, namun itu semua hanya angan-angan semata.


Entah apa yang mereka bicarakan di dalam sana, Andre tidak dapat mendengarnya.


Karena pintu kamar di kunci oleh Andi, sehingga sulit untuk menguping pembicaraan mereka.


Tiba-tiba ada tiga orang datang di depan Andre.


Satu orang nya menggunakan peci dan sarung.

__ADS_1


"Selamat siang, apakah ini ruang rawat nona Siska.?"


"Benar sekali pak, ada apa ya.?"


"Kami bertiga kesini di perintahkan oleh tuan Andi."


Tidak lama setelah itu pintu terbuka, dan muncullah seorang peria, yang tak lain adalah Andi.


"Silahkan masuk pak, Andre kamu juga masuk.!"


Sedangkan Tora terkejut saat melihat kedatangan Andre dan tiga orang laki-laki di depan nya.


Jangan tanya lagi, jika Tora sangat terkejut lain halnya dengan Siska.


Siska sangat senang melihat kedatangan Andre, namun Siska juga sedih saat Andre datang tidak sama sekali melihat kearah Siska.


"Maap pak mengganggu waktu anda," tolong pak nikahkan mereka berdua.!


Deggggggggg


Jantung Siska dan Andre berdetak kencang, serasa ini sebuah mimpi besar.


Senang, bahagia bisa menikah dengan orang yang mereka sayang dan cintai.


Namun juga takut karena saat ini setatus Siska masih istri sah nya Arga.


"Apa-apaan ini, tuan Arga saya tidak rela jika anak saya menikah dengan dia," ucap Tora yang sangat marah besar.


"Kenapa tuan Tora, apakah dia orang miskin, tidak memiliki harta berlimpah," tapi apa anda yakin tidak mau menikahkan, yakin mau anak anda akan di gunjing dan di hina oleh masyarakat hamil tanpa suami.


Oh atau anda masih mau memitnah saya, jika meninggalkan istri yang masih dalam keadaan hamil.


Tora tidak dapat lagi menjawab apa yang Arga katakan, percuma juga saat ini melawan.


"Siska Sriharja mulai saat ini dan detik ini, kamu saya talak," kamu bukan istri saya lagi.


Degggggggggg


Antara bahagia dan sedih, mendengar Arga mengucapkan kata talak, walaupun di antara mereka tidak saling mencintai, namun saat kata talak itu keluar dari mulut Arga, rasa sedih itu juga ada.


Sedangkan Tora sudah sangat geram, seakan-akan dia berada di sini tidak ada arti nya sama sekali.


Dan yang perlu kamu tahu Siska, kita tidak perlu mengurus surat perceraian ke pengadilan.


"Kenapa,?" ucap Tora.


"Baca ini.!"


Tora membaca surat-surat pernikahan Arga dengan Siska, yang ternyata dari awal anak nya hanya menikah siri saja, dan semua surat yang ada hanya palsu, yang sudah di rencanakan Arga dari awal.


Tidak bisa berbuat apa-apa, Siska pun keluar rumah dengan diri nya sendiri, jadi tidak ada pembagian harta gono-gini.


Secara hukum, Siska tidak dapat menuntut Arga, karena mereka berdua hanya menikah siri, yang hanya sah di mata agama, namun tidak di mata negara.


Author telat terus gaes up nya 😊🙏🙏🙏🙏.


Ini baru awal mula perjalanan Arga ya gaes, setelah menceraikan ke tiga istri-istri nya.


Nanti Author akan ceritakan kembali kehidupan mereka bertiga, setelah pisah dengan Arga 🤭🤭🤭

__ADS_1


Di sini juga tidak ada balas dendam ya, jika ada itu ujung-ujung nya menjadi mafia dong, kan author sudah pernah jelaskan kalo cerita ini tidak mengandung mafia. 😊😊😊🙏🙏🙏🙏


__ADS_2