
"Arga????? ucap Heny yang merasa terkejut saat kedatangan menantu nya dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Maap bu, tolong bawa mas Arga masuk dulu!"
"Baik Neng, Ayo Neng!"
"Siapa Bu?"
"Nara ayo cepat keluar! Arga kembali Nak."
Nara yang mendengar ibu nya menyebut Arga kembali, berhenti mengunyah makanan nya dan langsung pergi menghampiri ibu nya.
"Ya Allah bu, mas Arga kenapa?" ucap Nara yang memangis saat melihat keadaan Arga tekapar tidak berdaya.
"Ibu juga tidak tahu Nak, tiba-tiba Arga datang sudah dalam keadaan seperti ini dengan Neng ini." ucap Heny yang menunjuk ke arah Laila, dengan keadaan yang kumal dan tidak terawat.
"Maap kamu siapa ya? kenapa suami saya bisa bersama kamu?" ucap Nara dengan berbagai macam pertanyaan kepada Laila.
Laila merasa sangat bingung untuk menjawab pertanyaan dari Nara.
"Emmm maap mbak apakah saya boleh pinjam hp nya sebentar?" saya mau menghubungi seseorang, karena dia tidak tahu keberadaan saya di sini dengan mas Arga.
"Mas?" apa hubungan kamu dengan suami saya? apa kamu selingkuhan suami saya?
"Maap mbak, jangan bersangka buruk terhadap saya! jika saya selingkuhan mas Arga, saya tidak akan membawa mas Arga ke sini, buat apa? lebih baik saya bawa ke rumah saya saja."
"Benar Nak, apa yang di katakan oleh Neng ini!" jika dia berselingkuh dengan Arga, mungkin saat ini dia tidak akan pernah membawa Arga ke sini.
"Maap," hanya satu kata yang keluar dari mulut Nara.
"Tidak apa-apa mbak, saya mengerti," apakah saya boleh pinjam handphone nya.?
"Ini pakailah!" ucap Nara.
Laila cepat-cepat mengetik nomer seseorang, setelah nomer nya sudah terkumpul, Laila langsung menghubungi orang tersebut.
__ADS_1
"Assalmu Alaikum," ini siapa? ucap Andi di seberang sana.
"Maap Tuan ini saya Laila," saya sekarang sudah berada di desa istri nya mas Arga, jawab Laila.
"Apa!!!!!! bagaimana bisa kamu sudah berada di desa itu?"
"Panjang cerita nya Tuan! saya juga banyak pertanyaan kepada anda! cepatlah datang kesini,saya tunggu!"
"Baiklah tunggu saya di sana!"
Setelah sambungan terputus, Laila memberikan kembali handphone Nara yang dia pinjam tadi.
"Terimakasih mbak," ucap Laila kepada Nara.
"Sama-sama, ini ada pakaian punya aku, kamu bisa memakainya dan membersihkan tubuh mu itu!"
"Terimakasih mbak, saya permisi dulu," jawab Laila.
Setelah Laila menerima pakaian dari Nara, laila cepat-cepat pergi meninggalkan Heny dan Nara.
"Berhenti!"
"Ada apa mbak?"
"Kamu berhutang penjelasan kepada saya!"
"Saya akan menjelaskan nya mbak, setelah orang yang saya telepon tadi sampai ke tempat ini!"
"Baiklah," jawab Nara.
Setelah kepergian Laila dari kamar Nara.
Nara memandang penuh perubahan Arga saat ini.
Hampir satu bulan Nara berpisah dengan Arga, dan hari ini Tuhan telah mengembalikan Arga kedalam pelukannya.
__ADS_1
Sedangkan Heny keluar dari kamar Nara, membiarkan Nara menikmati kebersamaannya bersama Arga.
'Mas bagaimana bisa kamu seperti ini? kamu kemana saja mas selama ini?' guman Nara, yang berbicara sendiri.
Nara mulai melepas satu persatu pakaian Arga, hingga tidak tersisa sehelai benang di tubuh Arga.
Nara menggantikan pakaian bersih untuk Arga, tak lupa Nara juga membersihkan tubuh Arga dengan handuk basah.
Setelah semua nya telah selesai, nampaklah tubuh Arga kembali tersa segar dan bersih.
Saat Nara ingin beranjak dari tempat tidur, tangan Arga memegang kuat pergelangan tangan Nara.
Kini Arga sadar dari pingsan nya.
"Mau kemana sayang? apa kamu tidak merindukan mas?"
"Mas Arga," ucap Nara yang langsung menghambur, menangis ke dalam pelukan Arga.
"Apa kabar kamu sayang? bagaimana kamu dan anak kita sehat?"
"Aku tidak akan pernah baik-baik saja mas, jika mas Arga meninggalkan aku dan anak kita." ucap Nara, yang menangis terisak ke dalam pelukan Arga.
Sedangkan Arga juga ikut meneteskan air mata nya, saat bisa kembali memeluk erat tubuh orang yang sangat dia cintai dan dia sayangi.
"Jangan bersedih lagi sayang! setelah ini dan seterusnya tidak akan pernah lagi ada yang memisahkan antara kita berdua!' hanya maut yang akan memisahkan kita untuk selama nya.
"Berjanjilah mas! jangan ada lagi kejadian seperti ini," pinta Nara.
"Iya sayang, mas berjanji."
Tiba-tiba saat Nara dan Arga lagi asik nya melepas rindu, pintu kamar terbuka, dan ternyata yang membuka adalah Laila.
"Eh maap mbak, saya tidak melihat," ucap Laila yang merasa sangat bersalah saat membuka pintu kamar orang dengan tanpa rasa malu.
"Mendekatlah!" pinta Arga kepada Laila.
__ADS_1
Hai gaes maap jika dalam cerita ku masih banyk typo, aku akan terus belajar, dari setiap kesalahanku 🤗🤗🤗🤗
Tinggalkan jejak kalian gae, jangan lupa Like, Komen, Hadiah dan Vote 😍😍😍😍