
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ini merupakan dua minggu setelah mereka jadian. Setelah Rendi menyatakan perasaan pada Nara,dan ia menerimanya semua jelas terasa berbeda. Mulai dari berangkat sekolah selalu bersama Rendi,pulang bersama Rendi juga,ya intinya selalu bersamanya.
Suara notif dipagi hari yang membuat dirinya terbangun. Ia langsung membuka handphone nya
Rendi: Morning sayang
Nara: Alay njis
Rendi: Kan udah pacaran,salah emang?
Nara: Salah lah.
Rendi: Ya dah,slah lagi aja gw. Cewe slalu benar
Read
Rendi: Bangun jangan tidur lagi,trs mandi sarapan. Nanti jam delapan gw jemput.
Nara: Ngapain sih,masih pagi juga
Rendi: Udah sono cepetan mandi
Read
Nara hanya membaca pesan terakhir dari pacarnya itu. Untuk membalas pesannya aja tidak mau apalagi pergi bersamanya pagi ini. Ia ingin menghabiskan waktu untuk tidur sampai siang,tapi terganggu oleh Rendi.
"Mager banget sumpah,gw lanjut tidur aja lah" batinnya sambil merapikan posisi bantal dan menarik selimutnya.
Setelah 10 menit Nara tertidur. Sudah terlalu banyak notif yang masuk,dan ia lupa membisukan hp nya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya.
"Masuk aja gak dikunci mah" ucap Nara sambil memainkan handphone nya.
"Dari tadi ditungguin belom mandi juga,bener-bner dah" kesal Rendi pada perempuan itu.
"Lah kok, ngapain kesini?"
"Lagian di telpon gak diangkat"
"Ketiduran"
"Ketiduran apa sengaja tidur lagi?"
"Bacot lo badut"
"Udah sono mandi"
"Udah sono lu tunggu bawah"
"Iya,tapi cepet yak"
"Mandi aja belom,udah sono sono"
Rendi pun pergi dari kamarnya dan langsung turun. Nara risih jika Rendi menemaninya selesai mandi.
Setelah cukup lama siap-siap. Akhirnya Nara turun dari kamarnya.
"Gila cantik banget pacar gw"
"Gak usah sok muji gitu"
"Dipuji cakep malah marah,aneh"
"Udah-udah jangan berantem terus,ayo Nara,nak Rendi dimakan sarapannya"
"Oh ya tan,makasih"
Nara hanya memberi anggukan pada mamanya.
__ADS_1
"Udah selesai makannya kan?"
"Dah"
"Ayo berangkat keburu siang,ntar panas"
"Tan kita pamit yak"
"Mau kemana emang?" tanya mama Nara penasaran.
"Gaktau tuh Rendi"
"Mau jalan-jalan aja tan, biasa refreshing" sahut Rendi.
"Oh yaudah, hati-hati ya"
"Siap tan!"
Alunan musik yang mendominasi kali ini. Rendi yang sedang fokus membawa mobil dan Nara sibuk dengan ponselnya.
"Mau kemana emang?"
"Hati kamu"
"Serius gw nanya"
"Gw juga serius jawabnya"
"Eh iya iya jangan marah gitu dong, kita mau ke Dufan"
"Ngapain coba, kaya anak kecil tau gak"
"Ya soalnya kan kamu emang kaya anak kecil, imut-imut gimana gitu"
"Lawak lo badut"
Hari ini adalah hari libur jadi jangan heran jika Nara dan Rendi terjebak macet,apalagi kondisi Jakarta yang sumpek dan banyak lautan manusia.
"Kapan nyampe nya si?" tanya Nara pada orang disamping nya.
"Bentar lagi sampe, sabar dong"
"Kalo daritadi gw gak sabar udah turun dijalanan gw"
"Eh iya juga si,kalo mobil gw ada sayapnya udah terbang daritadi gw"
"Lawak lo badut"
"Gitu aja terus Ra"
"Hehehe,canda helah"
Lama nya diperjalanan membuat Nara malas keluar dari mobil. Apalagi untuk berjalan ke dalam Dufan nya.
"Ayo turun,mau didalem sampe kapan?"
"Hm"
"Lu tunggu situ gw beli tiket dulu"
"Ya"
"Mau naik wahana apa?"
"Terserah"
"Oke terserah yak,gw tantang lu buat naik wahana itu" tunjuk Rendi pada wahan rollercoaster.
"Lu pikir gw takut?"
__ADS_1
"Udah ayo kita buktiin aja"
Mereka langsung membeli tiket untuk menaiki wahana rollercoaster.
"Ayo duluan, leadis first"
Setelah memasang sabuk pengaman dan rollercoaster terisi penuh permainan dimulai. Awalnya terasa biasa saja namun lama-kelamaan rollercoaster menjadi lebih cepat dan itu membuat siapa saja yang menaiki berteriak kencang.
Kurang lebih lima menit, permainan itu akhirnya selesai dan pemenangnya adalah Nara. Ia tidak sama sekali teriak pada saat menaiki wahana itu,seakan tidak punya rasa takut sedikitpun.
"Gila gw udah teriak kenceng banget,dan lu masih santai aja"
"Lemah dasar"
"Ya gw si normal kaya orang-orang"
"Lah lu gak teriak,gak takut pula"
"Berisik,udah ayo makan,laper nih gw"
"Oke" jawab Rendi dengan antusias.
Mereka langsung menuju tempat makan terdekat dan memesannya. Karena keadaan perut yang cukup lapar membuat mereka cepat untuk menghabiskan makanan.
"Nambah lagi gak?" tanya Rendi pada pacarnya itu.
"Gak"
"Ngapa? Diet ya lu" usilnya pada Nara.
"Badan dah kaya gizi buruk gini dibilang lagi diet"
"Hahaha kirain"
Perut mereka sudah terisi masing-masing dan sudah siap untuk melanjutkan jalan jalan. Mereka menjelajahi setiap wahana yang ada disana.
Hari semakin larut,malam pun datang membawa bulan.
"Mau gulali?" tanya Rendi sambil memegang tangan Nara.
"Hmm--- gak" jawab Nara gugup,baru pertamakali ia diperlakukan seperti dengan Rendi.
"Yaudah balik yu, biar gak kemaleman"
"Hm"
Banyak yang berfikir kalo jalan pulang terasa lebih cepat dibandingkan pergi,hal itu juga terjadi pada pemikiran Nara.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai dirumah Nara.
Tok tok tok
"Eh udah pulang,gimana tadi jalan-jalannya seru gak?"
"Ya gitu mah"
"Ayo masuk dulu"
"Eh gak usah tan,Rendi langsung balik aja. Udah malem juga"
"Buru-buru amat nak Rendi,duduk dulu aja"
"Iya makasih tan, tapi Rendi udah ditelpon sama papa soalnya"
"Oh yaudah, hati-hati ya dijalan,jangan ngebut"
"Iya tan,balik dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1