
#Flashback On.
"Keluar kamu dari Rumah ini! Dasar ja*ang, dimana hatimu? Yang tega berkhianat saat Suami pergi Bekerja." Ucap Rudi Hartanto, kepada Amelia.
Rudi mempergoki Amelia, bersama Asisten Peribadi nya itu, yang sedang bermesraan didalam Kamar, yang tertutup rapat.
"Mas, ini semua fitnah! Aku dijebak Mas Danu." Jawab Amelia, yang mencoba menjelaskan semua kebenarannya kepada Rudi.
"Jangan berbohong Sayang! Akui saja hubungan kita selama ini, yang telah kita tutupi dari Rudi! Bukankah selama ini kita saling mencintai? dan mungkin saja Nindya, adalah hasil perbuatan kita selama ini." Jelas Danu, yang membuat hati Rudi semakin terbakar Api kebencian, yang tidak ada lagi rasa kasihan kepada Anak dan Istri nya itu.
Rudi dengan tega nya menghusir Nindya dan juga Amelia, disaat Hujan turun yang sangat deras.
"Papah, dengarkan penjelasan Mamah dulu! Jangan husir kami Papah." Ucap Nindya, yang memohon-mohon kepada Papah nya, untuk tidak menghusir dirinya dan juga Ibu nya.
"Jangan panggil aku Papah mu lagi! KAMU BUKAN ANAKKU! Dan mulai saat ini juga kamu bukan Istri ku lagi, kamu aku TA*AK Jawab Rudi dengan penuh emosi nya, menghusir Nindya dan juga Amelia.
Tidak ada kata ampun lagi, untuk Amelia. Bahkan Rudi lebih percaya degan omongan orang lain, dan tidak ingin mendengarkan sedikit saja penjelasan dari Amelia.
Kini Amelia dan juga Nindya, pergi meninggalkan Rumah, tanpa membawa sedikitpun Harta dan sepeser uang.
"Maafkan Mamah, Nindya. Mamah, tidak seperti yang Papah kamu tuduhkan. Dan Mamah, memang benar-benar setia kepada Papah mu." Ucap Amelia, kepada Nindya. Yang mencoba untuk menjelaskan agar Nindya percaya kepada dirinya.
"Mah, Nindya percaya kepada Mamah. Tapi Nindya lebih kecewa sama Papah. Papah lebih percaya ucapan orang lain, daripada kita yang jelas keluarga nya." Jelas Nindya, yang begitu kecewa kepada Ayah nya.
Sebab Rudi, lebih percaya kepada orang lain daripada Anak dan juga Istri nya sendiri.
"Semoga Papah, mu akan cepat sadar." Jawab Amelia, yang sudah pasrah akan jalan hidupnya.
"Kita mau kemana Mah? Ini sangat dingin sekali." Tanya Nindya, yang sudah merasa suhu tubuh nya sangat kedinginan.
"Kita kesana dulu Sayang, ini sudah larut malam. Tidak mungkin kita terus berjalan dibawah Hujan, yang selalu deras seperti ini." Jawab Amelia, yang juga merasakan sangat kedinginan.
Kini Amelia dan juga Nindya, sampai di Pos Ronda. Dimana saat ini, tempat tersebut mengurangi lelah karena berjalan terlalu jauh dan juga kena guyuran Air Hujan, yang sangat deras.
"Dingin sekali Mah," Ucap Nindya, yang terlihat Bibir nya sangat membiru.
Amelia menangis dalam diam nya. Entah kenapa Biduk Rumah Tangga nya berjalan seperti ini.
#Flashback Off.
Kini Nindya terdiam, memikirkan keluarga nya yang sudah hancur. Apalagi Nindya sempat mendengar, jika Ayah nya telah menikah lagi dengan sosok wanita, yang Nindya sangat kenali.
Calya Wilson.
Sosok wanita cantik, bertubuh tinggi bak seperti Model Papan atas. Bukan seperti lagi, bahkan Calya adalah seorang Model Majalah, yang sekarang ini menjadi trending Topik. Yang itu artinya Rudi, Ayah dari Nindya juga pasti tersorot Media Sosial.
"Bagaimana bisa Calya, menikah dengan Ayah mu? Mamah tahu betul Calya itu hanya dekat sebagai Kaka beradik dengan Ayah mu." Ucap Amelia, yang merasa bingung.
"Aku tidak tahu Mah, hanya ini yang aku tahu. Dan Calya, juga suka berhubungan dengan Laki-laki dewasa, bahkan bisa dibilang yang sudah menjadi Om-om." Jelas Nindya.
"Apa dia suka bermain Laki-laki?" Tanya Amelia, kepada Nindya. Sebab yang Amelia tahu, walaupun Calya sudah menjadi Model papan atas, namun sikap polos nya itu masih terlihat jelas oleh pandangan Mata Amelia.
"Entahlah Mah, aku mau berangkat bekerja dulu, Mamah jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak berpikir." Ucap Nindya, yang segera berpamitan kepada Ibu nya.
Setelah dihusir dari Rumah, mulai saat itu Nindya tidak dapat bersekolah lagi. Untuk mencari sesuap Nasi pun, sangat sulit bagi Nindya dan juga Amelia.
Sedangkan Amelia, sudah beberapa minggu ini berhenti bekerja, karena kesehatannya mulai menurun.
"Hati-hati dijalan Nak, jangan terlalu malam pulang nya!" Jawab Amelia, yang merasa sedih. Di usia Nindya, yang masih sangat muda, namun Nidya harus bekerja banting tulang, untuk menghidupi dirinya yang sakit-sakitan ini.
"Iya Mah."
Walaupun Nindya sering bertemu dengan Rudi. Namun mereka ber Dua, seperti tidak pernah saling mengenal. Rasa jijik Rudi kepada Nindya begitu dalam. Sehingga mereka terlihat saling Asing.
__ADS_1
Nindya bekerja di berbagai tempat seperti Cafe, Rumah Makan, dan juga Restaurant. Bahkan tak jarang, Nindya juga sering di undang, untuk menghadiri di berbagai acara Pernikahan Orang-orang berkelas.
Karena suara khas Nindya, sangat bagus, dan Nindya juga semua bisa seperti bermain Gitar, Piano, dan juga Biola.
"Maaf Pak Syein, Saya terlambat. Jalanan sangat macet, membuat saya jadi terlambat." Ucap Nindya kepada Syein.
Syein, adalah Bos Nindya yang bekerja sebagai Penghibur. Umur Syein tak lagi muda, namun ketampanan Syein tidak mengalahkan sosok Laki-laki muda pada umum nya.
Syein juga sudah menikah dan memiliki anak. Sebab itu, Nindya merasa aman jika saat bersama dengan Syein.
"Saya sudah sering mendengar itu Nindya! Sudah menjadi makanan sehari-hari Saya." Jawab Syein, yang terlihat acuh, tak acuh.
"Itu Pak Syein tau.heeeeeeee." Ledek Nindya kepada Syein. Karena bagi Nindya Syein sosok pelindung nya, Syein juga seperti Kakak, bahkan bisa seperti Ayah, bagi Nindya.
"Yasudah bersiap-siapa dulu sana! Sudah banyak yang menunggu kedatangan kamu."
Nindya berjalan keruang pengganti Pakaian. Disana sudah ada Lusi, yang juga sudah mulai bersiap-siap.
"Baru datang Dya?" Tanya Lusi.
"Iya, macet dijalan." Alasan Nindya kepada Lusi.
"Alesan doang." Jawab Lusi.
Lusi adalah teman satu-satu nya Nindya. Apalagi Lusi juga satu profesi seperti Nindya. Bagi Lusi bekerja sama-sama, adalah hal paling menyenangkan. Tidak ada kata Saingan, bahkan saling menjatuhkan.
"Yasudah aku duluan ya, naik." Pamit Nindya, kepada Lusi.
"Semangat!!!!!" Jawab Lusi.
Saat Nindya sudah menaiki Panggung Penghibur. Tatapan mata para penonton selalu tertuju kepadanya.
Wajah cantik Nindya, bagaikan Hipnotis dan candu bagi semua penonton.
π€πΆπΆπΆ
Lekaslah kembali, usirlah sepi
Yang ada di hati selama kau pergi
Yang aku mau cuma kamu
Saat ini
Ayang, kapan kamu pulang?
Pikiranku selalu terbang melayang
Tak pernah ada kabar darimu
Walau kutahu kamu online melulu
Katamu ini cuma seminggu
Tapi rasanya s'perti sewindu
Ternyata sulit kujauh darimu
Tanpa genit dan manja-manja denganmu
Peluklah tubuhku, kecup keningku
Tenangkan hatiku yang merindukanmu
__ADS_1
Aku tak ingin kau tinggalkanku
Sendiri lagi
Lekaslah kembali, usirlah sepi
Yang ada di hati selama kau pergi
Yang aku mau cuma kamu
Saat ini
Katamu ini cuma seminggu
Tapi rasanya s'perti sewindu
Ternyata sulit kujauh darimu
Tanpa genit dan manja-manja denganmu
Peluklah tubuhku, kecup keningku
Tenangkan hatiku yang merindukanmu
Aku tak ingin kau tinggalkanku
Sendiri lagi
Lekaslah kembali, usirlah sepi
Yang ada di hati selama kau pergi
Yang aku mau cuma kamu
Saat ini
Peluklah tubuhku, kecup keningku
Tenangkan hatiku yang merindukanmu
Aku tak ingin kau tinggalkanku
Sendiri lagi
Lekaslah kembali, usirlah sepi
Yang ada di hati selama kau pergi
Yang aku mau cuma kamu
Saat ini
Yang aku mau cuma kamu
Saat ini
Yang aku mau cuma kamu
Saat ini.
Hai gaes Author kembali lagi nih dengan judul yang baru π€π€π€
Kalo kalian suka, jangan lupa ya Like, Komen, Hadiah dan juga Vote πππ
__ADS_1
Salam Hangat dari Author Nhaa ππ