Nara

Nara
Egois


__ADS_3

"Nenek tidak apa-apa.?"


"Kamu???????"


"Nenek.?"


Ya yang menolong Desita adalah Melani.


Melani baru saja keluar dari mall dan membawa banyak barang-barang belanjaannya.


Namun saat Melani keluar dari mall tersebut, Melani melihat ada sebuah mobil yang sedang melaju ke arah nenek tua yang sedang berjalan.


Namun Melani tidak mengetahui bahwa nenek tua tersebut adalah nenek mantan suami nya dulu.


Desita sangat bersyukur karena nyawa nya masih selamat, namun Desita juga merasa bersalah kepada Melani, karena tangan dan kaki nya sedikit berdarah.


"Kamu terluka, dan luka nya harus segera di beri obat.!"


"Biar nanti di beri obat Nek."


"Ayo ikut saya, biar saya yang obati kamu.!"


"Nek tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan nenek.!"


Namun Desita tidak mendengarkan ocehan dari Melani.


Desita terus menarik tangan Melani sampai masuk ke dalam mobilnya.


"Duduk di sini.!"


Mau tidak mau, Melani menuruti saja apa yang di perintahkan oleh Desita.


Karena memang benar jika tidak segera di beri obat, maka luka nya akan terkena infeksi.


Desita dan Melani sampai di Rumah Sakit yang terbesar di kota xx.


Mereka masuk dan di sapa oleh semua pegawai Rumah Sakit.


"Tolong bantu obati dia,!" perintah Desita.


Melisa di beri obat luka dan di kasih perban, agar luka nya tidak terkena infeksi.


Setelah selesai di beri obat, Melisa dan Desita mengambil obat dan segera meninggalkan Rumah Sakit tersebut.


"Nek terimakasih sudah mengobati luka ku, nek maap atas kesalahan yang dulu pernah aku perbuat."


"Tidak apa-apa, semua nya juga kesalahan cucu saya," dia tidak memberikan nafkah batin kepada istri nya.


"Maap Nek."

__ADS_1


Jujur Melisa merasa sangat bersalah, selama ini bukannya dia memperbaiki rumah tangga nya, namun dia malah bersenang-senang menikmati uang Arga dengan laki-laki lain.


"Tidak apa-apa, oh iya sekarang kamu kerja apa.?"


Desita membuka obrolannya dengan hal positif, sebab dendam dengan masalalu tidak akan pernah memperbaikan keadaan.


"Sekarang aku kerja di sebuah toko pakaian nek, lumayan lah menambah uang sehari-hari."


"Maapkan Arga ya Mel, yang sudah menghancurkan keluarga mu."


"Tidak apa-apa nek, memang salah papah juga," dia terlalu serakah dalam masalah uang, sehingga menjadi lupa segalanya.


"Apakah sekarang kamu menikah lagi Mel.?"


"Mungkin nasip ku tidak beruntung Nek, aku sudah menyia-nyiakam mas Arga dulu nya," aku bukan wanita baik-baik Nek, aku sadar itu.


Ternyata laki-laki yang bersama ku, dia meninggalkan aku begitu saja setelah istrinya mengetahui hubungan gelap kami.


"Buatlah menjadi sebuah pelajaran, dan hari-hari esok.!"


"Iya Nek."


Tidak lama setelah itu, tiba-tiba dari arah berlawanan ada seseorang yang memanggil Melisa dan Desita.


"Melisa, Nenek, kalian kok bisa ada di sini.?"


"Dina??????," ucap Melisa dan Desita yang kaget dengan kedatangan Dina.


"Astagpirullah, kok kamu berpikir seperti itu sih,?" aku juga dari tadi loh ketemu Nenek, dan itu pun juga tidak senghaja.


"Alah alasan saja kamu Mel, kamu pasti berniat jahat kan ingin mendekati Nenek dan kembali lagi bersama mas Arga,?" kamu kan sekarang sudah susah, jadi jika dengan mas Arga lagi kamu akan kembali kaya.


Plakkkkkkkkkkk


"Jangan asal ya mbak, aku memang sekarang sudah susah," bukannya kamu juga susah ya sekarang, kan ayah kita sama-sama di bohongi oleh ayah Siska, ucap Melisa dengan tersenyum miring menertawakan kebo***an Dina.


"Kamu!!!!!!!!!."


"Sudah-sudah, apa-apaan kalian ini, tidak malukah dilihat banyak orang,?" Arga akan Nenek jodohkan dengan sahabat Nenek.!


"Apa??????????," ucap Dina dan Melisa bersamaan.


"Iya kenapa, apa ada yang salah.?"


"Maap Nek, bukannya aku ikut campur," bukannya mas Arga sudah menikah lagi, dan aku sendiri di beritahu oleh Siska.?


"Iya Nek, apakah Nenek akan menghancurkan perasaan mas Arga lagi,?" ucap Dina yang mulai kepo dengan jawaban Desita.


"Nenek tidak perduli, bukankah dulu nya Arga juga menikahi kalian secara bersamaan,?" nah apa bedanya sekarang jika Arga kembali menikah lagi.?

__ADS_1


"Kalo saran saya, lebih baik Nenek terima saja pilihan mas Arga Nek,!" kasihan selama ini mas Arga selalu menuruti keinginan Nenek."


"Apa hak kamu Melisa,?" dia cucu saya, mau saya atur seperti apa pun itu hak saya.!"


"Tapi Nek kalo boleh saya tahu siapa perempuan itu,?" ucap Dina.


Padahal Dina sudah mengetahui bagaimana sikap Acnes, yang akan di jodohkan dengan Arga.


Namun saat ini Dina hanya ingin mengetahui nya langsung dari Desita.


"Dia orang baik, berkelas," cocok sama Arga.


"Nek."


"DIAM KAU MELISA,!" bentak Desita yang sudah mulai tidak suka karena Melisa terlalu ikut campur urusan Desita.


"Baiklah jika mau nya Nenek seperti itu, jangan menyesal Nek di kemudian hari,!" Nenek hanya memiliki mas Arga di dunia ini, jangan membuat dia semakin marah besar dengan sikap nenek yang egois ini, ucap Melisa yang segera angkat kaki meninggalkan Desita dan Dina.


"Apa-apaan dia, berani nya dia sama Nenek.?"


"Sudahlah aku pusing, kalian sama saja."


"Lah salah aku apa Nek, menurut aku ada benarnya juga sih apa kata Melisa."


Belum sempat Dina melanjutkan kata-kata nya, Desita bergegas pergi meninggalkan Dina yang terlihat sangat geram.


'Akhhhhhhhh sial si Nenek tua ini, lihat saja nanti, aku pastikan akan mendapatkan Arga kembali,' batin Dina.


***


Arga mulai bersiap-siap untuk pergi ke pasar malam.


Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, yang artinya pasar sudah mulai banyak pengunjung yang berlalu lalalang.


"Mas berangkat dulu ya sayang, jaga rumah dan jangan kemana-mana,!" tunggu mas nanti malam sayang, ucap Arga yang berbisik di telinga Nara.


Sedangkan Nara jangan di tanya lagi, muka nya sudah memerah seperti udang rebus.


"Iya mas, aku tunggu ya heee."


Setelah berpamitan dengan Nara, Arga langsung melajukan motor metik nya untuk segera menjemput ibu mertua nya.


Tidak menunggu waktu lama, akhirnya Arga sampai di muka rumah Heny, dan ternyata Heny pun sudah lama menunggu Arga.


"Sudah lama menunggu bu.?"


"Baru saja Nak Arga, ayo kita berangkat.!"


"Iya bu."

__ADS_1


Tidak terpikir sebelumnya oleh Heny, biasa berboncengan dengan majikan dia sendiri, yang sekarang adalah menantu, suami dari anak nya.


__ADS_2