Nara

Nara
Kedatangan Excel


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Akhirnya Excel, sampai di depan Apartemen Arkana. "Aku sudah berada di depan Apartemen mu," ucal Excel kepada Arkana.


"Oke," jawab Arkana.


Tidak lama setelah itu, pintu terbuka. Dan muncullah sosok wanita cantik yang membukai pintu Excel.


"Silahkan masuk Tuan," ucap Aluna.


"Iya," jawab Excel.


Excel masuk dan disambut dengan hangat oleh Arkana. "Bagaimana dijalan, aman saja kan," Tanya Arkana, kepada Excel.


"Biasalah, ada-ada saja," jawab Excel, yang langsung dimengerti oleh Arkana.


Sedangkan Aluna, langsung pergi kedapur untuk membuatkan minuman, serta membawa beberapa toples cemilan kecil, buatan Aluna sendiri.


"Itu perempuan yang kamu maksud?" Tanya Excel, kepada Arkana.


"Iya, tolong jaga dengan baik," jawab Arkana.


"Memangnya kamu tidak bisa menjaga sendiri," tanya Excel, dengan suara nada mengejek.

__ADS_1


"Jaga sikapmu! Bisa-bisa akan kena marah Papah ku," jawab Arkana.


"Dasar anak Papah, lebih baik dia mengetahui, daripada tau dari orang lain," ucap Excel.


Obrolan mereka terhenti, saat Aluna datang membawakan minuman beserta cemilan.


"Duduk dulu Aluna!" ucap Arkana.


"Baik Tuan," jawab Aluna.


"Kenalkan nama dia adalah Excel, dia yang akan menjaga dan memata-matai kamu dari jarak jauh nantinya," ucap Arkana, kepada Aluna.


"Aku menurut apa katamu saja Tuan, asalkan aku tidak ditemuakan oleh Tuan Alex, atau anak buah nya," jawab Aluna.


Sikap Excel dan juga Arkana, hampir sama. Sama-sama bersikap dingin dan cuek kepada wanita. Mereka berdua memiliki masalalu yang membuat mereka sama-sama menbenci yang namanya wanita.


Namun saat ini Arkana sedikit memiliki rasa yang lumayan luluh kepada Aluna. entah rasa kasihan, atau lebih dari sekedar kasihan.


Setelah Excel cukup lama berada di Apartemen Arkana. Excel berpamitan untuk segera pulang. Karena sebelumnya Excel sudah menemukan tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Arkana dan juga Aluna.


Saat Excel ingin keluar dari apartemen tersebut, Excel merasa ada seseorang yang sedang mengawasi dari kejauhan.

__ADS_1


Excel merasa seseorang itu sedang memantau keberadaan, orang yang berada di dalam apartemen tersebut.


Tiba-tiba Excel menghilang dari pandangan orang tersebut. Namun saat orang itu berbalik, Excel sudah berada tepat di depan orang yang mengawasi Apartemen Arkana.


"Apa yang kau lihat! Apa ada sesuatu?" Tanya Excel, dengan nada tegas nya.


"Siapa kamu? Apa hak mu menanyakan itu semua," tanya balik seseorang itu.


Dengan mata yang menyeringai, dengan cepat Excel mengeluarkan belati kecil dan mengarahkan keleher laki-laki tersebut. "Apa yang kamu cari? Dan siapa yang menyuruh mu mengawasi apartemen itu?" Tanya Excel.


"Bukan urusam mu! Lepaskan aku!" ucap laki-laki itu kepada Excel.


Karena Laki-laki tersebut tidak mau mengatakan siapa yang memerintahkan. Dengan sedikit tekanan, belati tersebut menusuk hingga mengenai Tenggorokan Laki-laki tersebut. Hingga berlumuran darah.


Dan laki-laki itu merenggang nyawa. Namun saat sisa-sisa kehidupannya, Laki-laki tersebut memilih untuk tepat tutup mulut. Hingga napas nya telah berhenti.


"Bantu aku!" Ucap Excel, kepada seseorang yang baru saja dia hubungi


Tidak lama, datanglah dua orang laki-laki berbadan besar, dan bertubuh tinggi. "Bawa dia! Dan jangan sampai menyisakan kecurigaan orang sekitar," ucap Excel, kepada kedua laki-laki tersebut.


"Baik Bos."

__ADS_1


Excel berjalan dengan santainya, seperti tidak ada terjadi apa-apa sebelumnya.


"Tidak bisakan menunggu ku beristirahat untuk malam ini saja," geruti Excel, dan berjalan memasuki gang kecil, untuk sampai ke kosan yang tidak jauh letaknya dari Apartemen Arkana.


__ADS_2