
"Iya halo tuan, saya mau mengatakan semua nya telah selesai dan renopasi rumah tersebut sudah dapat di huni kembali."
"Terimakasih Yogi atas kerja sama nya," secepatnya akan aku trasnfer.
"Baik tuan, terimakasih."
Setelah sambungan telepon tertutup, Arga kembali memeluk Nara yang ternyata sudah terlelap dalam pelukannya.
Arga juga ikut memejamkan mata nya, hingga mereka sama-sama larut dalam mimpi indahnya.
***
'Jika aku tidak bisa mendapatkan kamu, makan perempuan lain pun harus merasakan apa yang telah aku rasakan,' batin Dina Lestari.
Dina berniat untuk menghancurkan rumah tangga mantan suami nya.
Setelah Dina di gugat cerai oleh Arga, Dina juga mengetahui hancurnya perusahaan keluarga nya oleh karna Arga.
Di tambah lagi, Dina merasa di bohongi karena selama ini dia hanya sebagai istri siri, bukan istri sah di mata hukum.
Sehingga Dina tidak bisa meminta hak gono, gini nya karena Dina bukan istri sah di mata hukum.
Apa lagi saat bercerai dengan Arga, Dina juga di putusi oleh pacarnya lebih tepatnya adalah selingkuhannya.
'Aku mau kamu sehancur-hancurnya mas Arga,' kamu dan istri kamu itu akan merasakan pedihnya kehancuran.
Dina mengetahui saat dia tidak senghaja melihat Arga dengan seorang perempuan cantik, walaupun tidak terlalu cantik dari diri nya.
Dan Dina juga sempat mendengar bahwa Arga mengatakan perempuan tersebut adalah istri nya.
Betapa kecewa hati Dina saat itu, 3 tahun lama nya pernikahan dia dengan Arga, namun sikap Arga tidak pernah mencerminkan dan menganggap Dina sebagai istri nya.
Namun sifat hiri dan dengki nya membuat Dina menjadi perempuan yang sangat egois.
Dina merasa menjadi perempuan terbodoh dan berjanji akan segera menghancurkan Arga.
Di Tempat Lain.
Desita sedang mengadakan acara, arisan sosialita.
Dimana banyak nya para ibu-ibu dan juga yang sudah berusia diatas kepala 5.
"Eh jeng, aku dengar cucu kamu sudah cerai sama istri nya ya.?"
Desita sudah mengetahui perceraian Arga dengan Siska, namun Desita belum mengetahui bahwa Arga sudah menikah dengan asisten atau yang merawat Arga sekarang.
"Iya jeng Wina, biasalah kalo memang tidak cocok buat apa di pertahankan," jawab Desita.
"Bagaimana kita jodohkan saja cucu mu dengan anak gadis ku.?"
Desita berpikir sebentar, sebenarnya Desita sangat ingin sekali menjodohkan Arga dengan anak jeng Wina, namun Desita juga takut kalo Arga akan menolak untuk ke dua kali nya.
Bagi Desita tidak mempermasalahkan setatus dan jabatan, yang terpenting Arga bisa bahagia.
Namun jika boleh egois, Desita juga ingin mendapatkan cucu mantu yang berpendidikan dan berkelas.
"Iya jeng Desita terima saja tawaran dari jeng Wina,!" kan kamu tahu sendiri anak jeng Wina cantik, dan berpendidikan lagi, sayang loh jika di tolak, ucap jeng Nindi.
"Eh jeng Desita, jaman sekarang harus milih benar-benar calon mantu," kita juga harus tahu bebet dan bobot nya, dan terpenting harus berpendidikan tinggi agar tidak malu-maluin keluarga besar.
__ADS_1
Emang nya jeng Desita mau, jika para rekan-rekan anda akan mengejek jika seandainya cucu mantu jeng Desira orang dari kalangan bawah tidak kan, ucap, Ningsih.
Akhirnya Desita menyetujui akan menjodohkan Arga kembali, dan semoga saja ini yang terakhir kali nya.
"Misalkan Arga tidak mau menerima perjodohan ini bagaimana,?" tanya Desita kepada teman-teman sosialita nya.
"Gertak saja jeng, buat pelajaran atau apalah," ucap Nindi.
"Gertak bagaimana jeng.?"
"Bikin cucu jeng mau menerima perjodohan ini, jika dia menolak ancam saja di keluarkan dari perusahaan kek atau apalah,!" kan jeng tahu sendiri kalo Arga itu tidak sanggup untuk hidup susah, ucap Tias salah satu teman sosialita Desita.
Tias adalah tante dari Dina.
Dina meminta Tias untuk memanas-manasi agar Desita menerima perjodohan sehingga dapat menghancurkan rumah tangga Arga.
Namun Desita tidak mengetahui, bahwa Tias adalah tante dari Dina.
Sehingga Desita termakan jebakan dari Tias.
"Yang saya tahu loh jeng, cucu jeng Desita dekat dengan seorang gadis kampung," ucap Tias lagi.
"Ah yang benar, saya nenek nya saja tidak mengetahui," terang Desita.
"Masa iya sih jeng tidak mengetahui,?" cari tahu jeng jangan mau salah ambil mantu lagi, yang berpendidikan saja bisa membohongi Arga, apa lagi cwe miskin.
***
Rencana nya hari ini Arga ingin memberi tahu tentang pernikahan nya dengan Nara.
Arga juga ingin menjelaskan dan ingin meresmikan hubungan nya di depan para rekan bisnis dan semua orang yang mengenali Arga.
Ehh gaes Desita sudah tahu ya bahwa Arga saat itu berpura-pura lumpuh dan lupa ingatan, semata-mata hanya ingin mengungkap semua kejahatan.
Arga sudah menjelaskan semua nya saat itu kepada nenek nya.
Namun tidak dengan hubungan nya dengan Nara.
Di bagain bab ini author tidak menjelaskan ya 😊🙏🙏
Setelah Arga dan Desita sudah berada di ruang kerja, Arga memulai membicarakan tentang hubungan nya dengan Nara yang ternyata sudah menikah.
"Nek aku mau jujur kepada nenek,?" ucap Arga yang sudah memulai berbicara kepada nenek nya.
"Jujur apa, jelaskan lah.!"
"Aku sudah menikah lagi nek, sebelum menceraikan ke tiga istri-istri ku itu."
Jeddarrrrrrrrrrr
Bak di sambar petir di siang bolong, saat Arga mengatakan sudah menikah lagi dengan pilihan nya sendiri, bahkan tanpa sepengetahuan dari Desita.
Desita sangat kaget, bukan karena Arga menikah lagi, namun yang membuat Desita terkejut karena perjodohan itu akan gagal.
Karena Desita sudah berjanji kepada Wina, akan menjodohkan cucu nya kepada anak Wina.
"Bagaimana bisa kamu menikah tanpa sepengetahuan nenek, apakah kamu tidak menganggap nenek ini ada.?"
"Bukan begitu nek, tapi ini sudah menjadi pilihan ku."
__ADS_1
Arga menceritakan awal mula terjadi nya pernikahan itu, dan siapa istri nya dan sekarang sudah mengandung anak dari Arga.
Di dalam hati Desita sungguh sangat bahagia, apa lagi sekarang istri Arga sedang mengandung cucu dan penerus Danuarta.
Namun karena ke egoisan Desita sendiri, membuat Desita menentang mentah-mentah pernikahan itu.
Desita di kenal sebagai perempuan yang selalu menepati janji nya, Desita tidak pernah ingakar akan janji-janji nya.
Namun saat ini ke egoisan Desita muncul kembali, sehingga mengulangi lagi perjodohan yang pasti nya akan di tolak Arga mentah-mentah.
"Nenek tidak setuju, kamu ceraikan dia,!" tidak perduli dia hamil atau tidak.
Ingat Arga, nenek sudah menjodohkan kamu dengan anak sahabat nenek dan kamu harus secepatnya menikahi anak jeng Wina.
Jeddarrrrrrrr
Hancur sudah harapan Arga untuk menjadikan Nara sebagai nyonya Danuarta, dan nenek nya kembali berulah lagi.
"Nenek tidak berhak mengurusi hidup ku lagi,!" ingat nek, bukankah selama ini aku terus-terusan mengikuti keinginan mu, bukan nya aku selama ini bahagia melainkan jiwa dan raga ku sangat tersiksa.
Setelah hadirnya Nara di dalam kehidupan ku, jiwa ku terasa hidup kembali yang dulu nya mati karena ke egoisan nenek.
Batin Desita menangis dengan ucapan dari Arga, ini bukan diri nya, bukan juga Arga yang Desita kenal namun Arga beubah karena diri nya yang tidak pernah mengeti apa yang Arga inginkan selama ini.
Namun ke egoisan Desita tidak dapat di ganggu gugat, jika Desita sudah berjanji pantang untuk di ingkari.
Kata-kata terakhir yang Desita ucapkan adalah ancaman, yang sudah di jelaskan oleh Tias.
"Jika kamu memilih perempuan miskin itu, maka tinggalkan nenek dan pergi dari rumah ini,!" anggap saja kamu bukan cucu nenek lagi.
Dan jika kamu masih menganggap nenek ini adalah nenek kamu, orang yang selama ini merawat dan membesarkan kamu, maka terimalah perjodohan yang nenek berikan dan secepatnya ceraikan Nara anak pembantu itu.
Arga menitikan air mata nya.
Dulu saat sang nenek meminta dan memaksa dia untuk menikahi ke tiga mantan istri nya itu, Arga tidak pernah menangis bahkan menitikan air mata nya sekalipun.
Arga pikir saat itu bahagia nenek nya adalah bahagia dia juga, walaupun sampai 3 tahun lama nya bertahan, Arga tidak pernah membuka perasaan nya kepada salah satu ke tiga istri-istri nya.
Namun saat ini, Arga tidak akan mau lagi menuruti apa pun kemauan nenek nya.
Arga memilih untuk meninggalkan rumah dan meninggalkan semua yang dia miliki daripada meninggalkan istri dan calon anak nya.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan nenek, aku akan memilih pergi dari rumah ini dan meninggalkan semua apa yang aku miliki dari hasil harta nenek," terimakasih nek untuk segala nya, terimakasih karena selama ini nenek telah merawat dan menjaga ku dari kecil sampai besar.
Aku bukan lelaki pengecut yang harus meninggalkan keluarga kecilku hanya sebuah materi.
Aku lebih baik memilih hidup susah daripada harus mengwcewakan keluarga kecilku.
Karena aku laki-laki setia dan bertanggung jawab, aku tidak akan meninggalkan sosok pendamping
hidupku demi kenyamanan semata.
Degggggg
Kata-kata terakhir Arga dapat membungkam mulut Desita, sehingga mengingatkan kembali masalalu penghianatannya kepada suami nya.
Desita mematung melihat Arga meninggalkan diri nya yang memangisi penyesalah yang telah dia perbuat.
Hanya karena ke egoisan menghancurkan kepercayaan cucu kesayangan nya.
__ADS_1