Nara

Nara
Pergi Dari Mansion


__ADS_3

Ketika Arga keluar dari ruang kerja, Arga di kejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba sudah berada di depannya.


Namun Arga tidak berbicara sepatah kata pun, Arga terus menarik tangannya hingga mereka memasuki kamar milik Arga.


Setelah sampai di dalam kamar Arga, Nara memeluk erat dan menangis sejadi-jadi nya.


"Aku pikir nenek akan merestui hubungan kita mas,?" ternyata aku salah.


"Aku juga tidak menyangka sayang, aku bahkan sangat mengenal nenek," ini ada yang tidak beres.


"Mas jangan putuskan tali hubungan mu dengan nenek,!" dia orang yang selama ini sudah merawat dan menjaga kamu, biarkan aku saja mas yang mengalah.


"Ngomong apa kamu sayang, jangan bicara seperti itu lagi,!" sekarang dan selama nya, kalian berdua lah yang aku punya hidup dan mati ku.


"Tapi mas nenek adalah keluarga mu, darahnya mengalir di setiap napas dan jantung mu berdetak."


"Kalian adalah jiwa dan raga ku, dengar sayang di dalam sini adalah darah daging ku," setiap hembusan napas dan detak jantungnya itu hidup ku, selama ini aku berjalan terus berjalan dengan mengikuti apa kemauan nenek, bahkan sedetikpun nenek tidak pernah memikirkan apa kemauan dan keinginan ku.


Dan saat aku bertemu dengan mu dunia ku serasa hidup kembali, bahkan aku di perlakukan layaknya seorang laki-laki bukan hanya sekedar mesin atm saja.


"Maapkan aku mas yang tidak mengerti dengan perasaan mu," aku hanya merasa takut saja mas, jika kamu tidak terbiasa hidup dengan kesusahan.


"Berhentilah berpikiran yang tidak-tidak sayang," susah atau pun kaya, itu adalah hal biasa dan sekarang turuti perintah ku, kita segera mengemas pakaian dan secepatnya kita tinggalkan mansion ini.!


Nara tidak banyak bertanya lagi, dia menurut saja apa yang di perintahkan oleh suami nya.


Bagi Nara saat ini, terpenting bisa membuat Arga sedikit tenang.


Bukan hal mudah menjalani hidup yang terbiasa dengan kekayaan dan berakhir menjadi orang susah.


Setelah selesai mengemas semua pakaian mereka, Arga meninggal barang-barang beharga nya seperti atm, kunci mobil beserta barang-barang beharga lainnya.


Hanya handphone, dan beberapa uang cas yang Arga bawa, sebab walaupun Arga meninggalkan semua yang dia miliki, bukan berarti tanggung jawab nya kepada yang lain akan berubah.


Sesampainya di luar mansion, semua penjaga dan maid pada berkumpul, terkecuali bi Heny.


Sebab bi Heny pagi-pagi sekali meminta izin kepada Arga untuk pulang kampung, karena bi Heny mendapat kabar bahwa adik nya bi Heny sedang terkena musibah kebakaran.


Rumah dan seisi nya habis di telan api yang membara, tidak ada satupun yang bisa terselamatkan.


Terkecuali tubuh mereka yang bisa meloloskan dari api yang menyala sangat besar.


Nara sepat meminta untuk ikut pulang menemani ibu nya,namun Arga melarang keras karena keadaan Nara sekarang tidak memungkinkan untuk perjalanan sangat jauh.


Namun saat ini mau atau tidak, Arga terpaksa membawa istri nya menempuh perjalanan jauh itu.

__ADS_1


"Mang saya titip nenek ya, tolong jaga nenek,!" karena saya tidak dapat menjaga nenek lagi selam 24 jam.


"Aden yakin mau meninggalkan rumah ini,?" pikirkan den bagaimana keadaan nyonya jika tidak ada aden.?


"Ini sudah menjadi keputusan saya mang, saya bukan Arga yang dulu lagi yang semau dan sesuka hati nenek," saya juga memiliki keluarga kecil yang harus saya jaga, bukan menuruti kemauan nenek yang tidak masuk akal itu.


"Maapkan mamang den."


"Tidak apa-apa mang," kalo begitu saya permisi dulu."


"Assalamu Alaikum," ucap Arga kepada semua orang yang berada di depan mansion itu.


"Wa Alaikum Salam," jawab semua nya.


Arga menaiki mobil yang sudah di tunggu Andi sedari tadi.


Andi akan mengantarkan Arga dan Nara ke terminal, karena Arga menolak saat Andi ingin mengantarkan mereka menggunakan mobil.


Saat mereka berada di dalam mobil, Nara menyenderkan kepala nya di dada bidang Arga.


"Tolong hendel semua perusahaan,!" aku hanya mempercayakan semua nya kepada kamu, dan tolong jaga nenek.


"Tanpa kamu minta akan aku lakukan," percayalah cepat atau lambat semua nya akan terungkap, siapa yang berada di balik semua msalh ini.


"Aku percayakan semua nya kepada kamu."


Bukan karena Arga malu saat ini berada di terminal, namun Arga hanya menutupi jika ada salah satu yang mengenal Arga, maka sama saja akan merusak cintra perusahaan dan nama baik Danuarta.


Sebab Arga terkenal dengan sebutan raja bisnis, raja segala-gala nya bisnis.


Bahkan semua tender dengan mudah nya Arga mampu mendapatkan berkali-kali.


"Jaga dirimu baik-baik, dan cepat-cepatlah cari perempuan yang bisa mendampingi mu di saat susah maupun senang,!" dan yang pasti bisa men***ah di bawah kungkungan mu, bisik Arga di telinga Andi.


"Ahhhhh si*l loe," jawab Andi.


Setelah bis yang akan Arga dan Nara tumpangi ingin segera berangkat.


Arga dan Nara berpamitan kepada Andi dan mengucapkan banyak-banyak berterima kasih.


Arga dan Nara mendapati bangku yang paling belakang.


Walaupun ini yang pertama kali nya buat Arga untuk menaiki bis, namun Arga tidak menampkan muka jijik nya sedikitpun.


Karena Arga sangat menjaga perasaan Nara, takut jika Nara berpikir yang macam-macam.

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 9 malam, bis berhenti di terminal kota xxx, Nara yang tertidur cepat-cepat Arga bangunkan, karena bis sebentar lagi akan segera berangkat.


"Sayang kita sudah sampai, ayo bangun,!" ucap Arga dengan suara sangat lembut.


Nara terbangun dan masih mengumpulkan sisa-sisa kesadaran.


Setelah merasa cukup, Nara dan Arga turun dari bis dan segera mencari bantuan untuk segera pulang ke rumah Nara.


Ehh gaes jangan salah sangka ya 🤭🤭, Arga sempat membeli tanah di kampung Nara.


Dan Arga juga sudah membangun rumh tersebut, jika saat-saat Nara kangen dengan rumah nya mereka bisa menginap di rumah tersebut.


Namun siapa sangka Arga dan Nara benar-benar akan tinggal di rumah tersebut, entah sampai kapan Arga pun tidak tahu.


Kita kembali ke terminal 😊


Arga melihat ada dua motor yang seperti nya adalah tukang ojek.


Dan Arga meminta kepada ke dua orang tersebut untuk mengantarkan Arga dan Nara ke tempat tujuan.


Namun Arga meminta kepada tukang ojek tersebut, agar Arga sendiri yang menggonceng Nara, bukan abang nya.


"Mas bisa naik motor.?"


"Bisa dong sayang, jangan ragukan mas ya.!"


Dan Arga mulai menjalankan motor tersebut untuk menuju ke tempat tujuan mereka.


***


Hahahahaha


Dina dan Tias tertawa bersama.


Mereka menertawakan Desita dan Arga.


"Hebat sekali, tante sangat hebat," puji Dina kepada Tias.


"Dasar Desita bo**h, dia mau-mau saja menuruti semua keinginan orang lain," dia terlalu gengsi untuk menerima kenyataan, ucap Tias.


"Dan aku sangat puas sekali tante, akhirnya Arga mendapatkan balasan yang setimpal," dia pikir setelah pisah dengan aku dan selama ini mempermainkan perasaan aku, dia sudah hebat, ternyata kemampuan dia hanya sebatas itu, malu dengan julukan Raja Bisnis.


"Dan ini saat nya kamu masuk ke dalam hidup Desita yang tante percaya dia sedang bersedih.!"


"Baik tante."

__ADS_1


'Permainan akan di mulai Arga,' batin Dina.


__ADS_2