
Selama 2 hari berada di kelinik Bidan Markonah.
Akhirnya Nara dan Baby Arkana pulang ke rumah nya, dan di sambut meriah oleh Nenek Heny dan Kakek Fajar bersama istri nya.
"Wah cucu Nenek ganteng sekali sih," ucap Heny mencium gemas pipi Baby Arkana.
"Ini sih mirip Arga, tidak ada kemiripannya dengan kamu Nara," ucap Fajar, paman dari Nara.
"Wah Paman, ini tidak adil sekali!" masa tidak ada sedikit kemiripan dengan saya, jawab Nara.
Dan semua nya pada tertawa, melihat tingkah Nara yang begitu.
"Sayang Mas Antar ke kamar dulu ya, kamu harus istirahat!" biarkan saja dulu Baby Arkana nya bersama Nenek, ucap Arga.
Nara menurut saja apa kata Arga.
Dan benar sekali selama berada di kelinik, Nara tidak tidur dengan nyaman dan teratur.
Sekarang Nara sangat ingin sekali tidur dengan nyenyak, walaupun hanya sebentar.
"Bu nitip Arkana dulu ya," ucap Arga kepada Bu Heny.
"Iya Nak Arga, tenang saja."
Kini Arga dan Nara sudah berada di dalam kamar milik nya.
Arga membantu Nara untuk berbaring di kasur empuk milik nya.
"Ayo sayang kita istirahat sebentar!" ucap Arga memeluk tubuh Nara dan sesekali mencium kening Nara dengan sayang.
***
"Sayang kamu tahu?" ucap Andi kepada Laila.
"Tahu apa Mas?"
Saat ini Andi, Laila, dan juga Saras sedang berada di meja makan.
Andi masih menepati apartemen milik nya, karena Laila menolak di ajak untuk membeli rumah baru.
Sedangkan Saras, juga ikut kemana pun Laila pergi.
Karena hanya Laila yang Saras miliki.
"Nara sudah melahirkan sayang, dan ini kamu lihat lucu sekali kan Baby nya," ucap Andi dengan sangat senang sekali.
__ADS_1
"Iya Mas lucu sekali, nanti kita tengok ya Mas," jawab Laila.
"Iya sayang, nanti kita tengok," kata nya sih Arga akan mengadakan Aqiqh dan tasmiyah, untuk anak mereka.
"Kamu juga ikut ya dek," ucap Laila kepada Saras.
"Aku gk ikut deh kak," kalo aku ikut sekolah ku gimana? jawab Saras.
"Iya sayang tidak apa-apa, lagian kan kita tidak menginap juga!"
"Baiklah Mas," jawab Laila.
Pernikahan Laila dan Andi sudah menjalani 2 bulan.
Namun belum juga ada tanda-tanda kehamilan buat Laila.
Namun bagi Andi tak masalah, buat apa risau masalah anak, apalagi mereka juga baru menikah.
Saat ini Andi dan Laila sedang berada di kamar.
Hari ini Andi tidak masuk bekerja, karena lelalah nya mengurus perusahaan yang sudah bangkrut setengah itu.
"Mas, aku kapan hamil juga ya?" ucap Laila kepada Andi.
"Sayang kok kamu bilang begitu sih!" anak itu amanah dari Allah, bersabarlah nanti juga di kasih jika Allah sudah percaya kepada kita, jawab Andi.
"Bersabarlah sayang! semua nya sudah di rencanakan oleh Allah," kapan kita bisa memiliki anak.
Andi memeluk erat tubuh Laila, memberikan ketenangan dan kenyamanan buat Laila.
***
Setelah di selidiki dalang dari cepatnya membuat perusahaan Arga Danuarta menjadi bangkrut.
Ternyata dari penjilat, karyawan-karyawan yang tak pernah bersyukur.
Mereka ada 5 orang, dalang yang sebenarnya adalah orang tua Siska dan juga Dina.
Mereka kerja sama untuk mengambil alih apa yang selama ini mereka inginkan
Saat Andi mengatakan kepada Arga dalang dari semua nya adalah ayah dari mantan istri Arga.
Arga tak perduli lagi dengan semua nya.
"Urus saja semau mu Andi! itu adalah tanggung jawab mu," aku tidak ingin mendengar kamu mengeluh atau berita-berita di perusahaan itu lagi!
__ADS_1
Itulah kata-kata Arga terakhir kali nya dengan masalah perusahaan itu.
Sedangkan Dina saat ini menjadi susah, karena hasil dia sendiri.
Anak buah Andi mengatakan Dina lah yang menghasut orang-orang desa.
Sehingga menjadi kesalah pahaman Arga dengan Nara.
Andi menghapus semua aset-aset yang Dina miliki.
Apalagi saat ini Ayah Dina sudah di penjara.
Dina menjadi tak ter urus lagi, sudah seperti gelandangan di pinggir jalan.
Meminta bantuan kepada teman-temannya semua tidak ada yang mau menolong.
Semua pada pergi di saat Dina tak memiliki apa-apa.
***
Sedangkan Desita saat ini mengalami struk berat
Desita hanya bisa duduk di kursi roda, dan mulut yang tak bisa berucap sepatah kata lagi.
Desita jatuh sakit, saat mengetahui bahwa perusahaan mengalami sedikit kebangkrutan.
Harta yang dia miliki selama ini, menghancurkan segala-gala nya.
Tidak memiliki siapa-siapa lagi.
Cucu semata wayang nya sudah tak perduli lagi kepada nya.
Hanya Andi seorang yang masih menjaga Desita tanapa mengeluh.
"Nenek yang sabar! berdoalah dan meminta ampun kepada Tuhan!" apa yang selama ini Nenek perbuat.
"Percayalah Nek, Arga pasti datang untuk menemui Nenek," saat ini Arga masih sibuk, karena Nara baru saja melahirkan.
"Apakah Nenek tahu, anak Arga laki-laki Nek," tampan sekali, seperti Arga waktu kecil.
Andi bercerita panjang lebar kepada Desita, tak lupa Andi melihatkan foto Baby Arkana.
Air mata Desita jatuh tak terasa.
Begitu banyak dosa nya selama ini kepada cucu semata wayang nya itu.
__ADS_1
Ke egoisan nya selama ini, dapat menghancurkan hidup nya.