
Jam menunjukan pukul 5 pagi.
Laila sudah menyiapkan sarapan buat sang adik, sebelum berangkat ke apartemen milik Andi.
Setelah sholat Subuh, Laila segera berangkat dengan menaiki motor metik nya.
Sekitar 45 menit, akhirnya Laila sampai di tempat yang dia tuju.
Namun Laila merasa bingung, karena Laila tidak mengetahui lantai berapa apartemen milik Andi.
"Selamat pagi nona, apa ada yang bisa saya bantu,?" ucap seorang scurity.
"Maap pak, saya sedang mencari apartemen milik Tuan Andi, apakah bapak mengetahui nya.?"
"Apakah anda sudah mempunyai janji kepada Tuan Andi.?"
"Sudah pak, tapi jika anda merasa tidak percaya silahkan anda hubungi dulu Tuan Andi nya.!"
Setelah scurity tersebut beberapa kali menelepon Andi, namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Tidak ada jawaban nona."
"Kalo begitu anda bisa telepon Nenek Desita, dia lah yang memerintahkan saya untuk bekerja di sini.!"
"Baiklah nona saya percaya kepada anda, mari saya antar.!"
Setelah scurity tersebut mengantar Laila di depan apartemen milik Andi, scurity tersebut beberapa kali memencet tombol bel, dan akhirnya Andi keluar dengan penampilan yang masih berantakan.
"Maap Tua Andi, saya mengantarkan Nona ini."
"Terimakasih pak, sudah membantu dia."
"Sama-sama Tuan, kalo begitu saya permisi dulu."
Security tersebut meninggalkan Andi dan Laila berdua, yang masih berdiri di depan apartemen.
__ADS_1
"Ayo masuk.!"
Laila berjalan mengekori Andi.
Setelah sampai di shopa ruang tamu, Andi kembali membaringkan tubuh nya yang merasa masih sangat mengantuk.
Sedangkan Laila merasa bingung, dengan apa yang akan dia kerjakan.
Karena Laila tidak tahu apa saja yang akan dia kerjakan.
Laila memberanikan diri nya untuk membangunkan Andi yang masih tertidur.
"Pak, bapak bangun.!"
Satu, dua, dan tiga kali, Laila membangunkan Andi.
Akhirnya Andi terbangun dan kembali duduk di shopa.
"Ada apa Laila.?"
"Maap pak, apa yang harus saya kerjakan.?"
Setelah mendapatkan ide, Andi segera mengatakannya kepada Laila.
"Sekitar satu jam lagi saya akan pergi ke suatu tempat, jadi kamu harus ikut bersama saya,!" tapi sebelumnya siapkan saya sarapan pagi, dan jangan lupa siapkan juga air panas dan pakaian yang harus saya kenakan hari ini.!
"Semua itu pak, termasuk saya juga harus masuk ke dalam kamar bapak.?"
"Iya harus, anggap saja ini rumah kamu sendiri,!" jangan takut, saya tidak akan macam-macam dengan kamu.
Ada sedikit kelegaan di hati Laila, dia sempat berpikir buruk jika dia berada di dalam kamar berdua dengan laki-laki yang baru dia kenal.
Laila cepat-cepat pergi ke dapur dan melihat di dalam kulkas yang lengkap dengan macam-macam sayur, ikan dan daging.
Laila berpikir sebentar, menu apa yang akan dia buat.
__ADS_1
Setelah mendapat ide, menu masakan yang di buat hari ini ada 2 menu masakn yaitu sayur sop daging, dan ayam goreng.
Sekitar 45 menit akhirnya Laila selesai dengan menu masakannya.
Sederhana, namun bisa membuat seseorang yang menikmati nya akan terus mencicipi lagi dan lagi, sampai habis tak bersisa.
Setelah itu, Laila pergi masuk ke dalam kamar yang Laila yakini adalah kamar Andi.
Setelah membuka, ternyata benar ini adalah kamar Andi.
Yang terlihat Andi kembali tertidur di bawah selimut tebal nya.
Laila membuka kamar mandi yang terlihat sangat besar dan sangat berbeda dengan kamar mandi miliknya.
Laila menyiapkan air hangat, seperti apa yang sudah di beri tahukan oleh Andi.
Setelah selesai, Laila kembali masuk ke dalam kamar Andi dan mencoba membuka lemari pakaian Andi.
Sangat terlihat jelas berderet rapi pakaian dan setelan jas milik Andi.
'Seperti sudah memiliki suami saja,' batin Laila yang tersenyum.
Setelah mendapatkan kemeja, dan celana kain, Laila merasa ragu untuk mengambil ****** ***** milik Andi.
Sehingga Laila merasa terkejut saat seseorang di belakang nya berkata.
"Ambil saja yang kamu suka, maka aku juga akan suka.!"
Laila terlonjak kaget saat hembusan napas Andi terasa sampai ke kulit Laila.
Dengan berani Laila berucap kepada Andi.
"Saya tidak berani pak, ini adalah milik beharga bapak," kata orang tua saya dulu, jangan berani-berani memegang milik orang jika bukan milik suami saya.
"Benar sekali kata orang tua kamu," saya pun tidak pernah mengizikan benda itu di pegang oleh orang lain, dan bahkan apartemen dan kamar ini hanya kamu yang pernah masuk ke dalam sini.
__ADS_1
Laila kembali terkejut saat mengetahui bahwa diri nya lah pertama kali yang pernah masuk ke dalam kamar ini.
"Kenapa,?" ucap Andi melihat wajah Laila yang seperti nya sangat kebingungan.