Nara

Nara
Pisang Keju AD


__ADS_3

Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya Arga dan Nara sampai di tempat tujuan.


Tempat yang seharusnya hanya untuk kunjungan, ternyata untuk tempat tinggal yang sebenarnya.


Arga berjanji kepada diri nya sendiri, akan selalu membahagiakan istri dan anak nya nanti.


Bagaimanapun cara nya Arga harus bangkit dan memulainya lagi dari O.


Tidak perduli apa kata orang lain, walaupun susah, namun Arga tetap kaya.


Karena saat ini ada istri dan bayi yang di dalam kandungan Nara, sebagai penyemangat Arga.


Arga memberi uang kepada abang ojek tersebut, sudah mengantarkan mereka ke tempat tujuan.


"Loh mas ini rumah siapa.?"


"Masuk dulu sayang, nanti mas jelaskan semua nya.!"


Nara tidak bertanya lagi, walaupun di dalam hati nya ada banyak pertanyaan yang akan dia tanyakan kepada Arga.


Sebab setahu Nara, tempat ini adalah tanah kosong.


Namun entah bagaimana bisa, ada bangunan rumah di sini.


"Assalamu Alaikum," ucap Arga.


"Wa Alaikum Salam," jawab Nara.


Setelah mereka masuk ke dalam rumah tersebut, Nara di buat terkejut.


Walaupun rumah ini tidak terlalu besar, hanya ada dua kamar, ada ruang tamu yang tidak terlalu besar, ada ruangan tv, ruangan dapur yang juga tidak terlalu besar, kamar mandi dan toilet.


"Ini rumah siapa mas.?"


"Ini rumah kita sayang, mas yang buat."


"Bagaimana bisa mas.?"


"Awal pertama aku ke kampung ini, niat nya memang untuk membeli lahan tanah," untuk sewaktu-waktu aku akan berkunjung kembali ke tempat ini.


Di hari ke ketiga, aku sudah menemukan dan membeli cas tanah ini.


Niat nya nanti-nanti saja untuk membangun rumah persinggahan tersebut, namun di malam terakhirku di sini, niatnya hanya mau pamitan dan ternyata malah ketemu jodoh heeee.


"Terus kapan kamu bangun rumah ini mas.?"


"Sekitar 1 bulan yang lalu."


"Kok kamu tidak kasih tau aku sih mas.?"


"Rencana nya rumah ini akan menjadi kejutan buat kamu sayang, eh ternyata kita sama-sama terkejut telah menerima kabar seperti ini," maapkan aku sayang, aku tidak bisa menjadi suami yang baik buat kamu, bahkan aku tidak memberikan gelar nama Danuarta di belakang nama kamu.

__ADS_1


"Mas, aku tidak perlu semua nya itu,!" bagi aku hidup sederhana seperti ini lah yang aku inginkan.


Di sini juga aku yang salah mas, aku sudah membuat kamu dan nenek menjadi berpisah.


"Kamu tidak salah sayang, bahkan aku sangat bahagia bisa keluar dari mansion itu," sebab selama ini orang hanya memandang ku sebagai Raja Bisnis saja, namun mereka tidak mengetahui betapa tersiksa nya aku menjalani hari-hari dengan semua perintah yang nenek berikan.


"Mas."


"Jangan memaksa ku untuk memilih antara kamu dan nenek sayang,!" jelas jika bisa dari dulu pun aku tidak ingin di lahirkan sebagai orang kaya, lebih baik aku hidup sebagai orang miskin, namun aku tidak mengetahui yang nama nya masa pertumbuhan.


"Mas," ucap Nara yang sudah menangis di dalam pelukan Arga.


"Aku tidak ingin anak-anak ku nanti merasakan apa yang dulu nya aku rasakan," biarlah kita hidup apa ada nya, yang di kenal sebagai orang biasa, namun aku bahagia bisa hidup bersama orang yang selalu mendukung di setiap langkah ku.


"Maapkan aku mas, yang tidak pernah mengerti bagaimana perasaan kamu."


"Tidak apa-apa sayang, kita mulai dari 0 ya,?" bantu mas agar selalu semangat.


"Iya mas, aku akan selalu mendoakan mu mas."


Dan malam ini, adalah malam pertama bagi Arga dengan Nara menikmati peran baru nya sebagai orang biasa bukan lagi kalangan Raja Bisnis.


Keesokan pagi nya, aku rentangkan otot-otot ku menikmati udara sejuk di perdesaan, sangat berbeda dengan udara pagi hari di kota.


Seperti biasa nya kalo di mansion aku suka olahraga fitnes, namun karena keadaan ku sudah berbeda aku memutuskan untuk lari pagi, dan sekalian untuk pergi ke rumah ibu.


Karena aku baru di sini, para tetangga-tetangga pada melotot melihat ku, entah melihat karena aku orang baru, atau karena otot-otot ku yang kekar ini.


"Arga, kapan kamu tiba.?"


Pertanyaan itu lolos di mulut ibu, mungkin karena ibu merasa sangat penasaran sehingga melupakan tatapan orang-orang yang sedang melihat kami berdua.


"Tadi malam bu, nanti akan aku ceritakan."


"Loh ini mantu nya kamu toh,?" ucap salah satu ibu-ibu itu.


"Iya bu Denok ini mantu saya, suami nya Nara."


"Waduhhh ganteng banget bu Heny mantu nya."


"Wah kalian ini di jaga toh mata nya, lihat yang bening aja langsung lupa sama yang berkumis di rumah," ucap Heny.


"Walahh kamu itu Heny, mata kami masih jernih," jadi ingin menikmati keindahan ini di pagi hari.


"Maap pak, sayur nya berapa,?" ucap Arga kepada penjual sayaur.


"Murah-murah den."


Arga yang tidak pernah sama sekali membeli bermacam-macam sayuran, hari ini dia memilih beberapa sayuran untuk mengisi keperluan nya di dalam kulkas.


"Seperlu nya saja nak Arga, besok-besok minta mang usuf saja yang mampir ke rumah kamu.!"

__ADS_1


"Oh iya mang, nanti setiap hari nya mampir di rumah saya ya yang ada di perempatan jalan.!"


"Baik den, akan mang usuf ingat."


Setelah membeli sayur tersebut, Arga dan Heny duduk di halaman rumah yang ada pohon jambu air besar.


"Ceritakan nak Arga, kenapa bisa kamu jadi bisa berada di kampung ini,?" bukan nya kamu saat itu melarang Nara untuk ikut ibu ke kampung.?


Arga menceritakan semua nya tanpa ada yang terlewat dan di tutupi.


"Aku tidak ingin kali ini menuruti apa keinginan nenek bu," ibu tahu sendiri kan bagaimana hidup aku beberapa tahun yang lalu, aku lebih baik meninggalkan semua nya daripada aku harus meninggalkan anak dan istri ku.


Mereka adalah semangat ku bu, dimana aku harus berjuang keras agar anak aku nanti tidak akan pernah merasakan keras nya hidup aku.


"Yang sabar nak Arga, semoga nenek kamu akan secepatnya sadar," terus setelah ini apa yang ingin kamu lanjutkan.


"Tanpa sepengetahuan nenek, aku memiliki usaha kecil-kecilan bu," dan itu hasil kerja keras ku sendiri tanpa ada campur tangan dan uang dari Danuarta.


"Apa itu nak Arga.?"


"Pisang Keju AD," Pisang Keju Arga Danuarta.


"Loh itu bukannya yang di jual orang di kota ya,?" biasa nya di jual di pinggir jalan.


"Iya bu, Alhamdulillah sudah berjalan dua tahun," dan sudah memiliki 15 cabang di tiga kota.


"Wahh Alhamdulillah, ibu tidak menyangka nak Arga."


"Dan rencana nya aku juga ingin membuka dua cabang di kota ini bu," jika ibu mau, ibu bisa mengelola di salah satu antara dua cabang tersebut.


"Wahh ide bagus nak Arga, ibu mau sekali," kalo boleh ibu juga mau ajak adik ibu juga ya.?


"Boleh sekali bu, nanti aku atur."


Setelah berdikusi kepada ibu Heny, Arga pamit untuk pulang ke rumah nya, karena Nara tidak tahu jika Arga keluar rumah tanpa pamit.




Nh gaes ayo beli ya Pisang Keju AD 🤭🤭🤭


Gimana kalo suka dengan cerita nya kasih aku semangat ya gaes.


Like, Komen, Hadiah


Vote


Vote


Vote

__ADS_1


Vote 💞


__ADS_2