
Setelah Arga di bawa ke rumah sakit yang menggunakan mobil ambualance, kini Arga di tangani oleh semua dokter ahli bedah dan para perawat yang senior.
Desita, Andi, dan juga ke dua orang tua Siska, juga ikut hadir setelah mendapat kabar dari Siska, bahwa Arga di tabrak oleh sebuah mobil yang melaju di area hotel.
Desita sangat geram dengan Siska, karena Siska cucu nya jadi celaka, bahkan sekarang ini belum ada kepastian dengan keadaan Arga.
Andi menjauh dari keluarga Arga, dan Andi segera menghubungi nomer telepon bi Heny, karena Andi tidak mempunyai nomer kontak Nara.
Saat ini jam menunjukkan pukul 12 malam.
Sehingga saat Andi menelepon mungkin bi Heny sudah tertidur, namun setelah beberapa kali, akhirnya telepon pun tersambung.
"Iya Andi ada apa, tumben kamu malam-malam telepon ibu,?" ucap bi Heny.
Andi memanggil bi Heny, dengan sebuttan ibu.
Karena bi Heny, sudah Andi anggap seperti ibu kandung nya.
"Maap bu, aku cuman mau mengabarkan bahwa tuan Arga kecelakaan dan sekarang di bawa ke rumah sakit xx," jawab Andi.
"Apaaaaaaa????? kecelakaan,?" ucap bi Heny yang sangat kaget sekali.
Di kamar sebelah Nara belum bisa tertidur, berkali-kali Nara mencoba mehubungi Arga, namun panggilan tetap di luar jangkauan.
Saat Nara mendengar ibu nya sedang berteriak dan mengatakan kecelakaan, Nara cepat-cepat berlari ke arah kamar ibu nya.
Setelah kamar ibu nya terbuka lebar.
Bi Heny kaget sekali tiba-tiba Nara membuka pintu kamar nya dengan kasar.
"Ada apa ibu, kenapa malam-malam ibu berteriak,?" ucap Nara dengan suara yang juga ikut panik.
Sedangkan sambungan telepon bi Heny bersama Andi masih terhubung, sehingga Andi dapat mendengan suara kepanikkan Nara saat ini.
"Nak ibu matikan dulu ya, nanti ibu hubungi lagi," ucap bi Heny kepada Andi.
"Baiklah bu," jawab Andi.
"I-ini Nara, majikkan ibu barusan kena musibah."
Belum sempat Heny menyelesaikan semua kata-kata nya, Nara menjatuhkan hanphone nya dan sambil menangis menghampiri ibu nya.
Heny yang melihat sikap anak nya, merasa sangat bingung, namun Heny masih berdiam diri sebelum Nara menjelaskan semua nya.
"Katakan bu pada Nara bahwa majikkan ibu bukan tuan Arga kan,!" ucap Nara sambil terisak.
__ADS_1
Heny pun semakin yakin, jika saat ini ada sesuatu yang sedang di sembunyikan anak nya.
Bahkan Heny pun belum mengetahui siapa mantu nya dan foto nya pun Heny juga tidak pernah melihat.
Saat Heny bertanya kepada Nara, Nara hanya menjawab bahwa suami nya sedang ada pekerjaan dan akan secepat nya kembali.
"Nara, apa yang terjadi,?" kenapa kamu mengetahui majikkan ibu nama nya tuan Arga, jawab Heny.
"Katakan dulu kepada Nara ibu, siapa majikkan ibu yang sedang kena musibah,!" ucap Nara.
"Majikkan ibu sedang kena musibah tabrak lari, dan baru saja di bawa ke rumas sakit," dan benar majikkan ibu adalah tuan Arga, Arga Danuarta.
Degggggggggg
Jantung Nara, serasa ingin berhenti.
Saat mendengar kabar dari ibu nya, bahwa suami nya yang baru saja dia nikahi sedang dalam musibah.
Tiba-tiba Nara pingsan dan tidak sadarkan diri.
Heny sangat panik, saat melihat keadaan anak nya seperti ini.
Heny kembali menghubungi Andi dan menanyakan kabar Arga dan juga masalah nya kepada Nara.
Saat sambungan telepon terhubung dengan Andi.
Bertubi-tubi pertanyaan yang di tanyakan Heny kepada Andi.
Dan di jawab Andi awal mula pertemuan Arga dan Nara, hingga mereka menikah, dan Arga benar-benar tulus mencintai Nara, dan Arga juga berjanji akan menjadikan Nara, satu-satu nya istri Arga Danuarta.
Hati Heny bagai di tusuk beribu-ribu bambu, saat mengetahui bahwa majikkan nya adalah suami dari anak nya.
Heny menitikkan air mata nya, entah bagaimana selanjutnya hubungan anak nya dengan majikkan nya yang saat ini masih memiliki istri.
Saat Nara terbangun, Nara kembali menangis pilu saat meingat bahwa sekarang suami nya sedang bertarung nyawa dan tanpa ada dia di sisi nya.
"Ibu," ucap Nara sambil manangis terisak.
"Iya sayang, ibu sudah mengetahui semua nya," ucap Heny.
"Maapkan Nara ibu, Nara tidak jujur sama ibu," karena mas Arga sudah berjanji setelah masalah nya selesai baru mengatakan bahwa Nara adalah istri nya, mas Arga tidak ingin jika istri-istri nya akan mencelakai Nara, jika mereka mengetahui hubungan kami bu, jawab Nara.
"Istri sayang, karena tuan Arga sudah separu menepati janji nya sama kamu," ucap Heny kepada Nara.
"Ma-maksud ibu apa,?" jawab Nara.
__ADS_1
"Setelah tuan Arga pulang ke kota xx, dia sudah mengantongi tiga bukti perselingkuhan istri-istri nya," namun istri ke dua tuan Arga lebih pandai bermain-main, sehingga dapat menukar bukti diri nya dengan orang lain. sehingga sampai saat ini tuan Arga belum mendapatkan bukti yang lebih akurat mengenai perselingkuhan istri nya.
"Apakah ibu mengetahui juga, jika istri mas Arga yang saat ini sedang memiliki selingkuhan,?" ucap Nara.
Heny hanya meanggukkan kepala nya, jika dia mengetahui perselingkuhan Siska dengan kepercayaan tuan Arga, yang bernama Andre.
Heny sering melihat saat mereka di berbagai tempat sedang ber****u mesra, dan sering kali melihat Andre memasuki kamar Siska seperti maling yang sedang mencuri.
"Kenapa ibu tidak mengatakan yang sebenarnya saat mas Arga membela diri nya di depan nenek nya bu,?" ucap Nara.
"Ibu tidak mempunyai hak Nara, walaupun saat ini ibu mengetahui bahwa tuan Arga adalah suami kamu dan mantu ibu," namun ibu tidak mempunyai hak yang berlebihan, biarlah waktu yang akan menjawab nya Nara.
"Aku ingin melihat mas Arga ibu, walaupun aku akan menjadi orang asing di sana," ucap Nara.
"Iya sayang, nanti besok kita akan beranglat ke kota xx," nak Andi akan membantu kamu saat di sana, jawab Heny.
Di lain tempat.
Saat ini Arga Danuarta di nyatakan sedang koma.
Banyak gumpalan darah di otak Arga, sehingga penanganan di rumah sakit itu menyerah, dan menawarkan besok hari akan di bawa ke Singapura.
Dan tentu saja Desita menyetujui semua nya, demi kesehattan cucu tercinta nya.
Namun pengobattan di sana tidak menjamin 100% akan cepat sembuh total, semua perlu peroses sehingga memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bisa bertahun-tahun.
"Andi, biarkan nenek saja yang akan menjaga Arga di sana," biar di mansion Siska yang menjaga nya.
Sedangkan Siska hanya tersenyum di dalam hati, sebab dia akan bebas saat bersama Andre.
Tidak akan ada yang berani dengan dia, karena saat ini Siska lah yang menjadi nyonya Danuarta.
"Nek kali ini aku akan melarang nenek,!" ucap Andi.
"Kenapa, apakah aku tidak boleh menjaga cucu ku di sana,?' ucap Desita.
"Maap nek, cobalah pikirkan kesehattan nenek,!" jika nenek di sana yang menjaga Arga, bagaimana nanti nya kesehattan nenek, Arga pasti sedih nek, saat dia bangun nanti yang dia cari pasti nenek, bukan orang lain, ucap Andi sambil melirik kearah Siska.
"Baiklah nenek menurut apa kata mu saja," jawab Desita.
Sedangkan Siska hati nya semakin kesal, karena niat nya untuk bersenang-senag telah gagal karena Andi.
Hai gaes aku kembali lagi up ya 🤗🤗🤗
Biar aku tambah semangat, jangan lupa Like, Komen, Vote dan Hadiah ya gaes 😊😊😊🙏🙏
__ADS_1