
"Sial sekali, siapa dia? Berani-beraninya membunuh anak buahku," ucap Alex yang merasa sangat marah karena Anton orang kepercayaan sekaligus anak buah yang terbaik mati dengan sia-sia. dibunuh oleh orang yang tidak sama sekali diketahui oleh Alex.
"Maaf Tuan Alex, saya tidak mengetahui siapa orang tersebut. Namun dilihat dari cara dia, sepertinya orang sangat berbahaya," jawab Romi kepada Alex.
"Perketat semuanya! Saya ingin secepatnya Aluna segera berada di tangan saya. Berani sekali orang itu bermain dengan saya. Memangnya dia tidak tahu kalau saya ini siapa," ucap Alex yang menyombongkan dirinya.
"Baik Tuan, Akan segera saya lakukan."
"Ya baiklah saya harap secepatnya bawa Aluna ke hadapan saya! Kalau tidak dapat kalian akan tahu akibatnya."
Setelah itu anak buah Alex langsung keluar dari ruangan tersebut. karena sadari tadi Alex sedang bersenang-senang dengan kedua dayangnya.
"Wah berani sekali kamu masuk ke kamar Bos. Emang kamu tidak mau mati kan kamu tahu sendiri Bos lagi bersenang-senang bersama dayangnya."
"Mau gimana lagi, gue dalam keadaan genting gini, apalagi yang gue tahu itu lawan kita sekarang sepertinya bukan orang biasa."
"Iya gue lihat sendiri tadi, dari kejauhan kalau tuh cowok sepertinya bukan orang biasa. dari lihat cara gaya dia saja seperti sangat menakutkan sekali."
"Iya kita juga berhati-hati, apalagi ini Bos mau kita segera gerak cepat, mau tidak mau ya kita harus mau."
"Wah ini cari mati banget bro, bisa-bisa salah sedikit kita akan seperti Anton."
"Gue nggak bisa bayangin, jika berada di posisi Anton, kalau bos enak main perintah saja, lah kita yang jadi taruhannya."
Setelah itu anak buah Alex Kembali ke pengaturan awal, mencari cara strategi baru agar bisa menculik Aluna dengan cepat.
***
"Wah gila loh main tusuk saja, apa lo nggak takut tadi itu berada di tengah keramaian," ucap Arkana.
"Ramaian dari mana, lo bisanya ngumpet saja tapi tidak langsung keluar."
"Iya coba saja orang tadi berteriak mungkin orang sudah banyak pada melihat."
"Ya saran gue sih lo berhati-hati saja dulu! Sepertinya kemungkinan saat ini mereka sangat gencar untuk mengincar cewek yang ada di apartemen lo itu," ucap Excel.
"Gue nggak tahu yang pasti lo harus jaga Aluna, Jangan sampai gue bertindak sendiri," jawab Arkana.
"Bagus kalau saran gue sih lo harus turun tangan," ucap Excel.
"Apa gunanya gue minta lo untuk menjaga Aluna? Kalau lo sendiri mau minta gue yang turun tangan."
__ADS_1
"Ya biar semua semesta tahu siapa lo sebenarnya, dan jangan pernah mengumpat menjadi alasan anak Papah."
"Gila lo, jangan buka rahasia itu bahaya gue kalau tahu siapa gue sebenarnya."
"Lama-kelamaan Papah lo akan mati stroke, saat mengetahui siapa lo sebenarnya. jadi saran gue lebih baik jujur sekarang daripada tahunya dari orang."
"Entahlah kalau masih bisa gue rahasiakan aja dulu, karena gue tidak ingin papah akan terlalu banyak pikiran."
"Ya sudah gue tutup dulu teleponnya
lo lebih berjaga hati-hati kalau ada apa-apa cepat hubungi gue," ucap Excel kepada Arkana yang melalui sambungan telepon.
"Kenapa Tuan apa ada sesuatu ,"tanya Aluna kepada Arkana.
"Sepertinya mereka sudah berjaga-jaga di luar apartemen, kita harus waspada lagi," jawab Arkana.
"Aku takut Tuan, aku tidak mau jika Tuan Alex menemukanku disini," ucap Aluna.
"Percayalah tidak akan pernah terjadi apa-apa. kamu tenang saja jangan bebankan pikiranmu dengan hal seperti ini."
"Bagaimana bisa aku tidak menjadikan ini beban pikiranku, aku sangat takut jika berada di tangan mereka. aku tidak ingin jadi istri simpanan Tuhan Alex, perjalananku masih panjang aku tidak ingin hati dan perasaanku menjadi korbannya," jawab Aluna.
Mendengar ucapan dari Aluna membuat Arkana merasa sangat sedih, dengan apa yang dialami Aluna saat ini. Namun Arkana berjanji dengan dirinya sendiri, Arkana tidak akan membiarkan siapapun mengambil Aluna dari dirinya.
"Aku sangat takut sekali tuan bolehkah aku ikut tidur bersamamu? Aku janji tidak akan terjadi apa-apa diantara kita," pinta Aluna.
Arkana berpikir sejenak, tidak ada salahnya jika mereka berdua dalam keadaan sekarang tidur bersama. Arkana juga tidak ingin Aluna terlalu berpikir dan dampaknya akan membuat dirinya semakin merasa stress.
"Baiklah ayo kita ke kamar! Ini sudah larut malam," jawab Arkana.
"Terima kasih Tuan, aku tidak tahu jika tidak ada dirimu entah bagaimana saat ini diriku," ucap Aluna.
"Lupakanlah ini semua sudah diatur oleh Tuhan, sebisa mungkin aku akan menjaga dirimu dari orang-orang yang berbuat jahat," jawab Arkana.
Malam ini karena akan berbagi tempat tidur bersama dengan Aluna. Arkana tidak tega dengan keadaan Aluna dengan jiwa yang sangat terguncang.
"Tidurlah dulu! Aku akan membersihkan tubuh, karena merasa sangat lengket sekali," ucap Arkana.
"Iya tuan," jawab Aluna.
Dengan cepat Arkana membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian di dalam kamar mandi. setelah beberapa menit Arkana keluar dengan keadaan tubuh sudah sangat segar.
__ADS_1
Hal itu dapat Aluna lihat karena saat ini Aluna tidak dapat tertidur. apalagi Aluna sempat mendengar pembicaraan Arkana bersama dengan Excel yang mengatakan bahwa di luar apartemen tersebut orang-orang suruhan Alex sedang berjaga-jaga di depan apartemen.
"Kenapa belum tidur? Apa ada sesuatu yang kamu inginkan,* tanya Arkana.
"Tidak tuan Aku akan tidur sekarang."
Aluna membelakangi Arkana yang juga ikut berbaring di sampingnya.
Ini adalah pertama kali bagi mereka tidur satu kamar dengan lawan jenis.
Arkana yang terbiasa tidur tanpa menggunakan pakaian, saat tengah malam tubuhnya merasa gerah dan keringat kecil di tubuhnya. Walaupun saat ini AC sedang menyala, namun tak dapat dipungkiri Arkana dengan cepat melepaskan bajunya.
"Gerah sekali, apakah di luar sana akan ada badai dan hujan deras," guman Arkana yang berbicara sendiri.
Saat Arkana melihat ke samping ternyata Aluna sepertinya sedang mengigau. Tubuh Aluna bergetar seperti sedang ketakutan.
Butiran-butiran keringat dingin membasahi tubuh, dan sepertinya saat ini Aluna benar-benar dalam keadaan ketakutan.
Saat Arkana memegang Kening Aluna, dengan refleks Aluna memeluk erat tubuh Arkana.
Ada rasa getaran aneh dalam tubuh Arkana. Getaran yang sudah lama tidak Arkana rasakan, karena bersama dengan seseorang yang sangat dia sayangi namun pergi meninggalkan begitu saja.
"Aku tidak akan membiarkanmu selalu bersedih seperti ini, aku akan menjagamu sekuat dan semampuku," Ucap Arkana yang berbicara sendiri.
Saat Arkana ingin memejamkan matanya lagi, tiba-tiba terdengar ada suara yang pecah berada di dapur.
Hingga suara itu terdengar dengan jelas di telinga Arkana, kalau ada seseorang yang menerobos masuk dari arah belakang.
Dengan cepat Arkana menekan remote otomatis sehingga pintu serta jendela tertutup dengan sangat rapat.
Arkana mencoba membangunkan Aluna agar mereka berdua dapat berhati-hati dan berjaga kalau saja penyusup tersebut mengarah ke depan pintu kamarnya.
Dengan pelan Arkana membangunkan Aluna. "Aluna, Aluna, cepatlah bangun kita dalam keadaan bahaya Ayo bangunlah.
Tiba-tiba Aluna yang masih berada di dalam pelukan Arkana membuka matanya secara perlahan. Setelah kesadaran itu cukup sempurna Aluna terkejut saat dirinya berada di dalam pelukan Arkana.
"Tuan kenapa aku berada dipelukanmu? Apa ada sesuatu yang terjadi.
"Tidak ada yang terjadi apa-apa diantara kita, kamu tadi sedang mengigau seperti sedang ketakutan dalam tidurmu, saat ini kita dalam keadaan bahaya ternyata ada seseorang yang menerobos masuk Lewat Pintu belakang."
Ketika mendengar ucapan dari Arkana membuat Aluna merasa semakin ketakutan. "Tuan bagaimana ini? Aku tidak mau jika mereka menemukan diriku. Aku takut sekali," ucap Aluna yang menangis di dalam pelukan Arkana.
__ADS_1
"Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa kamu aman bersamaku," jawab Arkana.