
Setelah pulang dari Kelurahan, Arga dan Nara akhirnya sampai di kediaman mereka.
"Mas," panggil Nara kepada Arga.
"Iya sayang, ada apa?" jawab Arga.
Nara mendekat ke arah Arga dan langsung memeluk erat tubuh Arga.
Seakan-akan Nara tidak ingin terpisah lagi dengan Arga.
"Maapkan aku Mas, yang sempat meragukan kesetiaan kamu."
Arga terdiam sesaat, mencerna kata-kata dari Nara.
"Meragukan kesetiaan Mas? maksudnya apa sayang?"
"Selama Mas tidak ada, semua warga pada membicarakan, dan menjelek-jelekkan Mas," dan aku juga sempat menerima foto mas, foto kamu bersama perempuan, jawab Nara.
"Foto? foto apa sayang? mana foto nya?" ucap Arga yang semakin bingung dan penasaran.
Nara mengajak Arga masuk ke dalam kamar mereka, Nara membuka laci lemari dan memberikan sebuah amplop kepada Arga.
Arga langsung menerima amplop yang di berikan Nara kepada nya dan langsung membuka nya.
Betapa terkejutnya Arga, saat mengetahui bahwa foto yang ada di dalam amplop itu adalah foto saat diri nya bersama dengan Acnes.
Hingga setelah itu Arga tidak sadarkan diri saat Acnes mulai memeluk diri nya.
Mungkim saat itu juga seseorang dari jauh menggunakan foto itu, agar rumah tangga nya dengan Nara hancur berantakan.
"Dia adalah Acnes, wanita yang ingin Nenek jodohkan kepada ku," ucap Arga kepada Nara.
__ADS_1
"Terus kenapa kalian berpelukan Mas?" apa yang terjadi sehingga aku tidak mengetahui semua nya?
Arga mulai menceritakan semua yang telah terjadi, maulai dari saat Nina menjemput diri nya, dan mereka sampai di rumah sakit, Nenek yang meminta kami untuk menikah, dan Acnes yang menemui Arga ke halaman rumah sakit.
Dan akhirnya saat itu juga Arga tidak mengetahui kenapa tiba-tiba dia sudah berada di dalam gudang yang kosong, sehingga setelah sadar Arga baru mengetahui bahwa yang menculiknya adalah Acnes.
Arga juga menceritakan tiba-tiba Laila datang dan menyelamatkan Arga dari kejahatan Acnes.
Arga menceritakan bagaimana pengorbanan Laila saat itu juga, untuk bisa sampai di desa ini.
"Ya Allah Mas, kenapa Nenek tega sekali kepada kita?" ucap Nara kepada Arga.
"Mas juga tidak tahu sayang," jika saat itu Laila tidak ada, Mas tidak tahu lagi entah apa yang akan terjadi.
"Tuhan memberikan Laila, untuk menyelamatkan mu Mas, maapkan aku yang tidak mengerti dengan keadaan."
"Jangan selalu menyalahkan dirimu sayang! seandainya Mas tahu, semua ini tidak akan pernah terjadi," jawab Arga.
"Mas tidak sebodoh itu sayang! di dalam hati Mas tidak pernah bergeser sedikit pun nama kamu!"
"Terimakasih Mas Arga."
"Sama-sama sayang, oh iya bagaimana nih anak papah sehat?"
"Saat tidak ada Papah, kami tidak sehat Papah," jawab Nara yang menirukan suara anak kecil.
"Nanti kita periksa ke bidan ya sayang!" Mas ingin melihat keadan dedek bayi nya.
Setelah beberapa hari Arga berada di rumah, Arga tidak pernah meminta hak nya kepada Nara.
Bukannya Arga tidak meinginkan, namun Arga hanya tidak ingin istri dan anak nya kenapa-napa sebelum di periksa ke bidan.
__ADS_1
"Mas," panggil Nara.
"Iya sayang, ada apa?"
"Mas tidak kangen sama aku dan anak kita! Mas tidak ingin menengok dedek bayi Mas?"
Arga yang mendengar ucapan dari Nara itu tersenyum, saat mengetahui bukan diri nya saja meinginkan, melainkan Nara juga sangat meinginkan nya.
"Sebenarnya Mas juga sangat meinginkannya sayang, namun Mas tidak ingin kalian kenapa-napa." jelas Arga.
"Bohong! jika Mas juga ingin, kenapa harus Mas tahan!" ayolah Mas! apa Mas tidak meerindukan aku? apakah hanya aku saja yang sangat merindukan kamu mas?
"Dengar ya sayang! saat Mas berjauhan dari kamu dan anak kita, Mas sangat merindukan kalian, saat Mas kedinginan tanpa ada selimut, Mas merindukan kamu sayang!"
"Semua sentuhan, pelukan, ci*man, kehangatan dari diri kamu selalu Mas rindukan."
"Betapa tersiksa nya Mas, saat Acnes memberikan obat per***sang," hanya kamu yang Mas ingat, hanya kamu yang Mas harapkan.
"Mas sadar sayang, tanpa kamu Mas tidak bisa apa-apa, Mas rapuh sayang," ucap Arga yang terisak dalam pelukan Nara.
Memang Arga akui, setelah apa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, saat Arga merasakan menjadi orang bisa, mencari nafkah dengan hasil keringat sendiri.
Arga merasa menjadi lelaki istimewa.
"Aku juga sama Mas, aku sangat kangen semua nya yang ada pada kamu," aku kesepian Mas! malam-malam tanpa Mas.
"Sore ini kita periksa kandungan kamu ya sayang! jika kata bu Bidan kalian sehat dan kuat."
"Apa Mas?" jawab Nara.
"Akan Mas buat kamu tidak akan bisa berjalan lagi," ucap Arga.
__ADS_1